" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
" aahhhh, honey"! Desah tuan bhara yang sudah tidak tahan akibat remasan tangan mama Zahra yang sudah lihai sejak dulu itu.
"Sayang , "! Panggil mama Zahra lirih dengan suara yang begitu manja pada indra pendengaran tuan bhara.
Tuan bhara pun segera membalikan tubuh mama Zahra dan mulai mengungkungnya.
"Sejak dulu sampai saat ini kamu masih suka sekali menggodaku, honey"! Kata tuan bhara di mulai dengan mencium kening mama Zahra dan turun pada pipi lalu ke bibir. Kedua pasangan yang sudah berusia separuh abad tersebut pun masih suka sekali melakukan perkelonan seperti waktu muda dulu.
"Aahhh, sayang"! Sedahan mama ,Zahra sudah mulai terdengar di telinga tuan bhara membuat laki laki berumur 56 itu semakin agresif dibuatnya.
"Aahhh, sentuhanmu masih tetap seperti yang dulu , sayang "! Mendengar itu tuan bhara semakin tersenyum lebar dan semakin menurunkan ciuman nya pada dada mama Zahra yang masih terlihat kencang tersebut, apalagi setiap malah tuan bhara masih Suka menyusu pada mama Zahra seperti kebiasaanya waktu muda dulu.
Mama Zahra pun Radin perawatan tubuh seperti olah raga dan yoga ,serta berenang alhasil tubuhnya pun tetap terjaga ,ramping dan indah sehingga membuat tuan bhara tidak akan pernah mampu berpaling dari sosok Mahesa bhara Aditama.
"Aahhhh, sayang ,jangan terlalu lama pemanasan nya ,aku sudah tidak tahan"! Kata mama Zahra yang sudah merem melek sejak tadi manahan sesuatu di bawah sana yang sudah ingin di puaskan.
Tuan bhara pun segera melucuti seluruh pakaian yang masih menempel pada keduanya , hingga terlihat jelas kepolosan tubuh mereka saat ini.
Tanpa mengulur waktu segera di tancapkan nya anak konda tuan bhara yang masih gagah perkasa itu pada serambi hangat milik mama Zahra.
"Aahhhh"! Desah keduanya saat bedua benda keramat itu mulai menyatu .tuan bhara segera memaju mundurkan bokongnya memompa serambi hangat mama Zahra hingga membuat wanita 46 tahun tersebut merem melek dibuatnya .
"Aahhh,,!
aahhhh,, !!
aahhh,,!!!
Desah mama Zahra yang tak pernah bisa jika tidak berisik masalah jika sudah menyangkut masalah perkelonan.
"Terus sayang ,enak uugh"!
"Apa kamu masih menyukai sodokanku ,honey"! Tanya tuna bhara yang masih berada di atas mama Zahra dengan bokong yang masih maju mundur memompa .
"Sayang Suka,aahhhh "!! Sahut mama Zahra .
Tuan bhara pun mengangkat tubuh mama Zahra dan membuatnya berada di atasnya , membiarkan mama Zahra bergoyang liar diatas anak konda miliknya. Tangan tuan bhara pun tak tinggal diam ,bahkan sudah meremas remas bokong mama Zahra yang bergerak naik turun di atasnya.
"Sayang aku tidak tahan aahhh"! Kata mama Zahra di sela sela aktifitasnya .
Dengan cepat tuan bhara kembali mengambil alih permainan.
"Kita keluarkan bersama honey"! Kata tuan bhara sambil menggenjot serambi mama Zahra dengan ritme yang lebih cepat hingga desahan panjang pun kembali terdengar membuat sepasang suami istri itu terbuai lemas diatas ranjang.
"Kamu yang menggodaku ,honey"! Kata tuan bhara lembut sambil memeluk tubuh polos mama Zahra . Keduanya pun terlelap setelah adegan panas yang.meguras tenaga mereka malam itu.
**
Di sisih lain saka yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan sudah nampak begitu segar.
"Bisa bisanya aku melakukan hal seperti ini untuk pertama kalinya"! Kata saka sambil mendudukan bokongnya di atas ranjang , lagi lagi senyum Alea terlontar di benaknya membuat laki laki tersebut mengusap wajahnya kasar dan langsung naik ke atas ranjang untuk merebahkan dirinya dan mulai menutup mata,berharap senyum Alea tidak akan mengganggunya di mimpi..
**
Pagi pun tiba..
Tok.tok.tok.
Masuk "!! Kata saka saat pintu kamarnya di ketuk dari luar ,masuklah sarline dengan senyum secerah mentari pagi.
"Selamat pagi Kakaku yang paling tampan"! Kata sarline memberikan sapaan terbaiknya kepada kakak satu satunya.
"Hemm"!! Sahut saka sambil merapikan dasi yang melingkar pada lehernya.
"Kak ,boleh nebeng"! Tanya sarline yang saat ini sudah berdiri di depan sang kakak. Saka menatap sekilas ke arah sarline lalu mengangguk singkat. Seketika senyum pun mengembang sempurna pada wajah cantiknya.
Keduanya menuruni anak tangga tanpa ada drama perdebatan dan teriakan pagi ini , seperti nya kedua kakak beradik itu lagi akur akurnya.
"Selamat pagi nona, tuan muda"! Sapa pak Harry.( Kepala pelayan yang menggantikan bik Sri, yang tak lain adalah anak bik Sri sendiri").
"Pagi pak har,, " sahut sarline sedangkan saka hanya mengangguk singkat.
"Pagi ma, pa"! Sapa sarline kepada kedua orang tuanya yang sudah menunggu mereka untuk sarapan.
"Pagi sayang"! Jawab mama Zahra.
"Ma,pa"! Sapa saka. Tuna bhara hanya mengangguk namun tidak dengan mama Zahra,wanita itu kini sedang menatap anak nya dengan tatapan mengintimidasi.
"Maa, ada masalah, bukan kah saka sudah mengenalkan kekasih saka kepada mama,". Tanya saka saat melihat tatapan tidak bersahabat dari sang mama.
"Tidak hanya saja"! Ucapan mama Zahra tergantung di udara tatapanya masih menelisik wajah saka yang nampak lebih segar dari biasanya.
"Hanya apa"! Tanya saka sambil menaikan satu alisnya. Mama Zahra masih terdiam membuat tuan Bhara dan sarline serta pak Harry ikut penasaran saat ini, saka menghela nafas dalam dan mengeluarkan nya perlahan,lalu meraih kopi dan mulai menyeruputnya.
"Hanya saja mama tidak yakin pacaranmu sehat" mama Zahra meneruskan ucapanya.
"Memangnya kak saka dan Alea sakit ma"! Tanya sarline dengan polosnya. Saka masih tidak ambik pusing dengan ucapan sang mama yang tidak jelas itu.
"Saka"! Panggil mama Zahra lagi bahkan pertanyaan sarline pun tidak mama Zahra hiraukan.
"Hemm"!! Sahut saka sambil meraih sandwich dan mulai memasukanya ke dalam mulutnya.
"Apa kamu yakin tidak pernah mengapa ngapain Alea"!
Uhuk.uhuk.uhuk.
Pertanyaan itu membuat saka tersedak sandwich yang sudah akan masuk kedalam tenggorokan nya.
Dengan cepat sarline yang duduk disamping sang kakak pun meraih air putih dan memberikan kepada kakaknya. Saka pun menerima air tersebut lalu meneguknya hingga tandas.
"Mengapa ngapain bagaimana maksud mama"! Tanya saka yang sudah meletakan kembali gelas yang sudah kosong di tanganya.
"Berciuman mungkin ,atau hal lainya"! Tanya mama Zahra,melihat itu sarline mendelik sempurna bahkan bola matanya pun seakan ingin keluar dari lubang persembunyiannya.
"Kak, benar kah yang dikatakan mama"! Tanya sarline memastikan.tatapanya kini sudah tertuju kepada sang kakak yang masih santai tidak menanggapi ucapan sang mama yang di luar Nurul. Lagian mama ini ngapain juga ngurusin masalah anak muda ,begitu lah ini pikiran saka.
Saka masih diam tanpa menjawab ucapan mama Zahra satupun doa memilih menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu . Hingga tanganya meraih selembar tissue dan mengelap bibirnya ,dan itu menandakan jika saka sudah selesai sarapan .saka menatap mama Zahra dengan serius .
"Alea yang mencium ku"! Kata saka lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju ke halaman depan.
"Apaa"!! Mama Zahra dan sarline pun sangat terkejut dengan pengakuan laki laki tampan tersebut.
"Oh my God, bagaimana bisa Alea tidak memberitahuku masalah ini, apa ini masih bisa di bilang pacar pura pura"! Gumam sarline dalam hati tidak percaya dengan kelakuan sahabatnya yang sudah berani mencium kakaknya.
Mama Zahra menutup mulutnya sambil menatap ke arah saka yang sudah berjalan menjauh meninggalkan ruang makan.
"Ma ,pa ,sarline berangkat dulu"! Sahut sarline akhinya memilih mengejar sang kakak dari pada di tinggal dan tidak jadi nebeng.
"Kenapa kamu kepo sekali dengan asmara anak mu , honey"! Tanya tuan bhara yang sejak tadi hanya menyaksikan drama yang di buat istrinya pagi ini.
"Sayang ,kamu ingat kenapa semalam tiba tiba aku meminta jatah kelonan kepadamu"! Seru mama Zahra tanpa filter.
Deg"!!
"Jatah kelonan"! Gumam pak Harry yang masih setia berada tak jauh dari meja makan.
"Kenapa memangnya, apa kamu mau meminta nya lagi pagi ini"! Sahut tuan bhara.
"Ya tuhan masih pagi ini boss ku, kenapa pakai acara pengen segala sih"! Gumam pak Harry ,semakin hari semakin random saja tingkah keluarga bar bar ini.
" Bugh"!!
Mama Zahra memukul lengan tuan bhara .
"Bukan, semalam itu gara gara aku dengar saka mendesah di dalam kamar mandi ,sepertinya dia sendang main solo,makanya aku jadi kepengen salam dan langsung minta jatah sama kamu"! Jelas mama Zahra dengan pipi yang sudah bersemu merah.
" Apaa, tuan saka mendesah sendirian, kenapa aku jadi merinding begini, lalu apa yang membuat tuan saka bisa mendesah," lagi lagi pah Harry dibuat mumet pagi ini dengan ucapan ucapan aneh yang sudah mengotori kesucian telinganya.
"Apa kamu yakin,honey"! Mama Zahra mengangguk yakin.
"Hemmm, mungkin dia lagi pengen,maklum kan dia sudah dewasa."! Jelas tuan bhara.
"Begitu yaa"!! Sahut mama Zahra seketika pandanganya pun tertuju kepada pak Harry yang sedang tadi berdiri di pojok meja makan ,sudah bisa di pastikan jika kepala pelayan tersebut mendengar semua pembicaraannya tadi.
"Kira kira pak Harry pernah kepengen tidak ya"! Gumam mama Zahra dalam hati sambil menatap pak Harry dari atas sampai bawah.
Glek"!
Pak harry yang di tatap pun hanya mampu menelan ludah kasar bingung pastinya,apa mungkin di melakukan kesalahan hingga nyonya besarnya menatapnya dengan tatapan aneh seperti itu.
'"jangan bilang nyonya besar juga ingin melihatku kepengen, " gumam pak Harry dengan otak yang sudah berkelana kemana mana saat ini dengan tubuh yang sedikit celingukan tidak jelas mendapat tatapan seperti itu dari nyonya besarnya.
" selamat pagi , boss, nona"!! Sapa asisten Dika yang sudah berdiri di samping mobil yang akan mengantarkan saka menuju kantor.
"Hemm"!! Sahut saka sambil melepaskan jas yang melekat pada tubuhnya.
"Pagi asisten Dika"! Jawab sarline sambil tersenyum manis kearah asisten Dika.s senyum yang sudah beberapa hari ini tidak pernah terlihat di hadapan nya kini terlihat kembali.
"Ini, antar sarline ke sekolah baru kekantor, ingat awas jika kau sampai macam macam apalagi berani menciumnya "! Kata saka sambil menyerahkan jas yang sudah dia lepaskan lalu melangkah menuju motor sport nya.
Glek"!!
Asisten Dika menelan ludah kasar, sedangkan sarline sudah tertunduk dengan pipi yang sudah seperti tomat rebus.
"Me-mencium nya"! Gumam asisten Dika sambil melirik ke arah sarline yang sudah senyum senyum sendiri ,bahkan semburat merah pada pipinya kini nampak begitu jelas, membuat sarline semakin cantik di mata asisten Dika.
Tit"!!
Bunyi klakson dari motor sport saka membuyarkan lamunan asisten Dika dan juga sarline.
"Silahkan nona"! Kata Asisten Dika dengan jantung yang sudah berdebar debar, baru membayangkan mencium sarline sudah membuat jantungnya berdetak tidak normal,apalagi jika itu sampai terjadi entah bisa bisa masuk ruang ICU secepatnya.
**
Disisih lain pagi itu Alea yang sudah siap dengan seragam nya,
"Bu Alea berangkat dulu ya"! Kata Alea sambil menyalami tangan Bu Hanik yang masih terkena tepung. Semakin hari usaha Bu Hanik pun semakin ramai walaupun tidak banyak orang memesan namun tetap ada saja yang memesannya sekian dititip titip kan kewarung warung terdekat.
"Iya sayang hati hati ya"! Kata Bu Hanik kembali mengaduk ngaduk tepung yang besar didalam baskom.
Alea pun berjalan keluar rumah,saat membuka pintu sebuah motor sport yang tidak asing pun berhenti tepat di depan rumahnya.
Brumm..
Brumm..
Bu Hanik pun yang mendengar suara motor tersebut langsung bangkit dari duduknya dan merasa kepo.
Alea membulat kan mata sempurna,dan langsung berlari mendekat ke arah motor saka tak lupa Alea menutup pintu rumahnya sedikit kasar.
"CK, bisa bisa nya dia beneran menjemputku ,nanti kalau ibu tahu bagaimana"! Gumam Alea di sela sela langkah cepatnya.
" Alea Dengan siapa itu"! Gumam Bu Hanik yang sudah mengintip dari balik gorden.
"Ayo cepat"! Kata Alea sambil menepuk pundak saka.
"Pegangan dulu baru aku jalan"! Sahut saka sambil membuka kaca helm yang menutupi kepalanya ,Tanpa berfikir panjang Alea pun melingkarkan kedua tanganya pada pinggang ramping saka.
Deg"!!
Jantung saka kembali berdenyut saat pabrik susu milik Alea menempel sempurna pada punggungnya.
"Sialan."!! Pekik saka saat anak konda di dalam celananya tiba tiba bergerak aktif.