NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Tugas Sekolah di Meja Kantor Pimpinan Perusahaan

Tugas sekolah di meja kantor pimpinan perusahaan menjadi pemandangan yang sangat ganjil di tengah kemegahan gedung pencakar langit yang dipenuhi oleh para pria berjas kaku. Gwenola tertangkap basah oleh tim keamanan saat kakinya baru saja hendak melompati pagar belakang kediaman mewah pada malam pelariannya yang gagal total. Kini ia terduduk lemas di sebuah kursi kulit yang sangat besar di dalam kantor pribadi Xavier yang terletak di lantai paling atas.

Xavier melempar sebuah buku latihan matematika ke atas meja kaca hingga menimbulkan suara benturan yang sangat keras dan sangat mengejutkan. Ia menatap Gwenola dengan pandangan yang sangat tajam seolah-olah ingin menembus isi kepala gadis itu yang penuh dengan rencana pemberontakan. Suasana di dalam ruangan yang sangat luas itu terasa sangat mencekam karena aroma kemarahan Xavier yang sangat pekat bercampur dengan wangi kopi yang pahit.

"Apakah kau pikir melarikan diri ke gudang tua itu akan menyelesaikan semua masalah hutang ayahmu?" tanya Xavier dengan nada suara yang sangat dingin dan sangat rendah.

Gwenola hanya bisa terdiam sambil meremas ujung seragam sekolah menengah atas miliknya yang nampak sedikit kusut akibat insiden pengejaran tadi. Ia tidak menyangka bahwa Xavier akan membawanya langsung ke kantor pusat perusahaan daripada mengurungnya kembali di dalam kamar kediaman mewah. Rasa malu mulai menyelimuti hatinya saat ia melihat beberapa karyawan pria yang lewat di depan pintu kaca menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu.

"Aku hanya ingin mencari kebenaran yang kau sembunyikan dengan sangat rapat dariku," sahut Gwenola dengan suara yang sedikit bergetar namun tetap berusaha tegar.

Xavier menarik napas panjang lalu duduk di hadapan Gwenola sambil membuka salah satu berkas rahasia yang tadi sempat membuat Gwenola penasaran. Ia kemudian mendorong sebuah pena mahal ke arah Gwenola dan menunjuk ke arah buku latihan sekolah yang masih terbuka dengan lembaran yang kosong. Pimpinan perusahaan itu nampaknya memiliki cara baru untuk menghukum sekaligus mengawasi setiap pergerakan istrinya yang sangat nakal dan sangat nekat tersebut.

"Selesaikan seluruh tugas sekolahmu di atas meja ini sekarang juga sebelum aku memutuskan untuk memenjarakan ayahmu selamanya," perintah Xavier dengan sangat mutlak.

Gwenola terpaksa meraih pena tersebut dan mulai mencoba fokus pada deretan angka yang nampak sangat membingungkan di tengah tekanan batin yang sangat hebat. Ia merasa sangat terhina karena harus mengerjakan tugas sekolah menengah atas di tempat para petinggi perusahaan mengambil keputusan besar yang bernilai miliaran. Namun, tatapan posesif Xavier yang tidak pernah lepas dari wajahnya membuat Gwenola tidak memiliki pilihan lain selain patuh secara total.

"Kenapa kau harus melakukan ini semua kepadaku, Xavier?" tanya Gwenola tanpa berani mengangkat kepalanya dari atas kertas.

Xavier tidak memberikan jawaban secara lisan dan justru sibuk menandatangani beberapa dokumen penting yang dibawa oleh asisten pribadinya melalui pintu samping. Ia sesekali melirik ke arah Gwenola yang nampak sangat kesulitan mengerjakan soal logika matematika yang sangat rumit dan sangat menguras pikiran. Kelembutan yang ia tunjukkan malam sebelumnya kini telah terkubur dalam-dalam di balik dinding profesionalisme yang sangat kaku dan sangat tidak tersentuh.

Waktu berlalu dengan sangat lambat di dalam ruangan yang sunyi tersebut hingga matahari mulai naik tinggi di ufuk timur yang sangat cerah. Gwenola merasa matanya sangat berat karena belum tidur sama sekali sejak malam tadi akibat drama pelarian dan ketakutan yang silih berganti. Tiba-tiba, Xavier berdiri dan berjalan mendekati kursi Gwenola lalu membungkukkan tubuhnya hingga wajah mereka hampir bersentuhan secara langsung.

"Gunakan otakmu untuk belajar, bukan untuk merancang cara melarikan diri dari pemilikmu," bisik Xavier tepat di depan bibir Gwenola.

Gwenola merasakan hembusan napas Xavier yang hangat menerpa kulit wajahnya, menciptakan sensasi getaran aneh yang sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Ia mencoba untuk menjauh namun tangan kekar Xavier segera mengunci pergerakannya dengan mencengkeram kedua lengan kursi tersebut secara bersamaan. Pimpinan perusahaan itu nampaknya sangat menikmati wajah panik Gwenola yang nampak sangat menggemaskan di bawah kendalinya yang sangat kuat.

"Aku akan membawamu ke sekolah secara pribadi setelah semua tugas ini selesai dengan sempurna," lanjut Xavier sambil mengambil buku latihan Gwenola untuk diperiksa.

Rasa canggung yang sangat besar membuat Gwenola hanya bisa mematung sambil melihat bagaimana seorang pria penguasa bisnis memeriksa soal matematika anak sekolah. Xavier nampak mengerutkan keningnya saat melihat beberapa jawaban yang salah dan tanpa ragu ia mengambil sebuah pensil untuk memberikan coretan perbaikan. Kejadian yang sangat ganjil ini membuat Gwenola merasa seolah-olah dunianya yang biasa telah bergabung secara paksa dengan dunia Xavier yang sangat gelap.

Tiba-tiba pintu kantor tersebut diketuk dengan sangat keras dan seorang wanita cantik dengan pakaian yang sangat modis masuk tanpa menunggu izin. Wanita itu menatap Gwenola dengan pandangan yang sangat merendahkan dan penuh dengan rasa benci yang tidak bisa disembunyikan sama sekali. Ia adalah mantan kekasih Xavier yang juga merupakan rekan bisnis penting dalam proyek pembangunan pelabuhan yang sedang berjalan saat ini.

"Xavier, siapa gadis kecil yang berani mengotori meja kantormu dengan buku-buku sekolah murahan seperti ini?" tanya wanita itu dengan nada yang sangat sinis.

Gwenola seketika merasa dunianya kembali terancam oleh kehadiran orang asing yang nampaknya memiliki hubungan masa lalu yang sangat erat dengan suaminya. Ia segera menutup bukunya dan mencoba berdiri, namun Xavier justru menahan bahunya agar tetap duduk di tempat semula dengan sangat tenang. Ketegangan baru mulai tercipta di dalam ruangan tersebut, membuat suasana yang tadinya tenang menjadi sangat panas dan sangat penuh dengan konflik tersembunyi.

"Dia adalah urusanku, dan kau tidak memiliki hak untuk mempertanyakan kehadirannya di ruangan ini," jawab Xavier dengan suara yang sangat tegas dan penuh penekanan.

Wanita itu tertawa kecil namun matanya tetap tertuju pada cincin berlian yang melingkar di jari manis Gwenola yang nampak sangat mungil dan sangat rapuh. Ia berjalan mendekati meja kerja lalu mengambil sebuah penggaris besi yang tergeletak di sana sambil memainkannya dengan gerakan yang sangat mengancam. Gwenola merasa ada sebuah badai besar yang akan segera datang menghantam hidupnya kembali melalui wanita misterius yang sangat cantik namun sangat berbahaya ini.

"Apakah kau sedang bermain rumah-rumahan dengan seorang siswi sekolah menengah atas, Xavier?" sindir wanita itu sambil menatap Gwenola dengan sangat tajam.

Xavier tidak menyahut dan justru menarik Gwenola untuk berdiri di sampingnya seolah sedang menunjukkan sebuah pernyataan kepemilikan yang sangat mutlak di depan mantan kekasihnya. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Gwenola dengan sangat posesif, mengabaikan tatapan marah yang terpancar dari mata wanita cantik di hadapan mereka. Gwenola hanya bisa menunduk sambil meremas jari-jarinya sendiri karena ia merasa terjepit di antara dua kekuatan besar yang saling bertarung.

"Pergilah sebelum aku membatalkan seluruh kontrak kerja sama kita tanpa sisa sedikit pun," ancam Xavier dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat.

Wanita itu mendengus kesal lalu berbalik pergi sambil membanting pintu kantor tersebut dengan kekuatan yang sangat besar hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat nyaring. Gwenola menghela napas lega namun ia tahu bahwa masalah ini tidak akan berakhir begitu saja dengan kepergian wanita tersebut dari ruangan mereka. Xavier melepaskan rangkulannya namun matanya tetap menatap pintu yang tertutup dengan kilatan amarah yang masih sangat tersisa di dalam sana.

"Kembali kerjakan tugasmu, atau kau akan menyesal karena sudah membuatku kehilangan kesabaran pagi ini," ucap Xavier sambil kembali duduk di kursi kebesarannya.

Gwenola menuruti perintah tersebut dengan hati yang dipenuhi oleh ribuan pertanyaan tentang identitas wanita tadi dan apa hubungannya dengan masa lalu Xavier yang kelam. Namun, saat ia membuka kembali buku latihannya, ia menemukan sebuah pesan singkat yang tertulis di halaman paling belakang secara tersembunyi. Pesan itu ditulis dengan tinta merah yang nampak sangat segar dan isinya membuat seluruh tubuh Gwenola seketika membeku menjadi es yang sangat dingin.

Belajar matematika bersama sang suami.

 

1
aku
mf, sdh berusaha, tp tetep gk nyaman dg pengulangan kata SANGAT SANGAT. buanyak kata SANGAT 🙏🙏
Unnie
Ellehh, Xavier Xavier
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!