NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ocehan Bocil

Pilihan Azalea untuk tidak mendorong Hagia memanglah tepat.

Tadi saat detik-detik yang terasa begitu lambat ketika Azalea memejamkan mata, ia sudah memasrahkan segalanya, menunggu apa yang akan mendarat di wajah atau bibirnya. Tapi alih-alih merasakan sentuhan lembut atau kecupan yang ia bayangkan, Azalea justru merasakan hembusan angin kecil beraroma maskulin di dekat telinganya.

"Nah, dapet kamu!" seru Hagia.

Azalea tersentak. Ia membuka matanya dengan cepat dan mendapati wajah Hagia sudah menjauh. Laki-laki itu tidak sedang menatapnya dengan cinta, tapi sedang menatap seekor hewan di tangannya dengan ngeri. Azalea menunduk dan hampir saja berteriak histeris saat melihat apa yang ada di genggaman tangan Hagia. Itu seekor luwing atau kaki seribu (lelue) berukuran cukup besar, berwarna coklat hampir kehitaman mengkilap dengan kaki-kaki kecil yang masih bergerak aktif.

"Hampir aja, Lea," ujar Hagia sambil beranjak. Ia membungkus luwing tersebut dengan tisu, lalu buru-buru cuci tangan.

"Tadi dia ngerayap di sandaran sofa, pas di belakang leher kamu. Kalau aku telat sedetik aja, mungkin dia udah lompat ke leher kamu."

Azalea tertegun. Rasa malu yang tadi sempat hilang karena momen romantis semu, kini kembali berkali-kali lipat lebih dahsyat. Gue udah merem?! Gue udah nungguin dicium?! Ternyata dia cuma mau evakuasi hewan?!

Azalea ingin sekali menenggelamkan wajahnya ke dalam lubang semut saat itu juga. Ia meringis, berusaha menutupi pikiran ehemnya tadi dengan tawa canggung yang terdengar sangat dipaksakan.

"O-oh... itu... makasih ya, Kak. Aku kira tadi ada apa."

Belum sempat Hagia menjawab, suasana canggung itu mendadak pecah oleh suara deru mobil yang berhenti di pekarangan, disusul suara teriakan nyaring seorang anak kecil.

"Bima pulaaang!"

Adiknya Hagia selalu berteriak seperti itu ketika pulang ke rumah. Entah kepada siapapun, ia akan berteriak sama, memberitahu bahwa ia balik ke rumah.

Bima berlari masuk dengan semangat yang membara. Ia habis main dari rumah temannya. Di belakangnya seorang sopir tampak membawakan tas perlengkapan lain, yang langsung disambut oleh Mbok Tumirah dengan senyum keibuan.

"Eh, Den Bima sudah pulang. Tadi kegiatannya lancar, Den?" tanya Mbok Tumirah.

Akan tetapi perhatian bocah bernama Bima itu langsung teralihkan saat melihat kakaknya, Hagia, sedang berdiri memegang tisu yang berisi hewan melata tadi. Mata Bima membelalak.

"Mas Lura! Jangan sakiti dia!" teriak Bima histeris. Ia langsung berlari menerjang Hagia, namun kepala bocah itu langsung ditahan oleh tangan sang kakak.

"Kamun ditanya sama Mbok, yo dijawab dulu to Bim." Ujar Hagia.

Bima langsung melihat ke arah Mbok Tumirah, "Kegiatan Bima hari ini lancar Mbok." Terus dia kembali beralih ke Hagia. "Mas Lura, lepaskan dia."

"Nggak, ini bahaya. Nanti kalau kena Mbak Azalea gimana? Ini Mas mau buang keluar," balas Hagia sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar tak terjangkau sang adik.

"Enggak boleh! Itu peliharaan Bima! Namanya Mas Lura, dia nggak nakal kok, cuma lagi jalan-jalan aja itu." Bima memprotes.

Mbok Tumirah mendekati Azalea yang masih tampak bingung. "Maaf ya, Mbak Azalea. Den Bima ini memang lagi hobi aneh-aneh. Kemarin bawa pulang belalang, terus walang sangit, sekarang malah pelihara kaki seribu yang dikasih nama 'Mas Lura'. Katanya biar samaan kaya nama kakaknya." jelas Mbok Tumirah.

"Bima ini siapa, Mbok? Jangan sampai saya salah sangka lagi nih." Azalea terkekeh.

Mbok Tumirah juga cengar-cengir, "Den Bima adiknya Mas Lura, Mbak."

"Lucu banget Bima, kasih nama hewan peliharaannya, Mas Lura."

Bima yang mendengar suara asing langsung berhenti berdebat dengan Hagia. Ia menoleh ke arah Azalea dengan mata bulat yang berbinar-binar. Berbeda dengan Hagia yang terkadang pendiam dan penuh perhitungan, Bima tampak jauh lebih comel, periang, dan blak-blakan.

"Eh ada Mbak cantik!" Bima langsung melepaskan kaki Hagia dan berpindah mendekati Azalea. "Mbak siapa? Pacarnya Mas Lura ya? Kok Mas Lura ndak bilang kalau mau bawa bidadari ke rumah?"

Hagia langsung tersedak ludahnya sendiri.

"Nama Kakak Azalea, Kamu Bima ya? Pinter banget sih ngomongnya."

"Iya, aku Bima yang paling ganteng di rumah ini, soalnya Mas Lura udah kalah saing sejak ada aku," ucap Bima dengan penuh percaya diri. Ia kemudian menarik tangan Azalea. "Mbak Lea, ayo main sama aku."

Bima benar-benar mengambil alih suasana. Ia menarik Azalea ke teras samping yang lebih terbuka, di mana terdapat kursi dan beberapa alat musik yang tadi sempat dilihat Azalea. Bima mengambil sebuah gitar kecil (ukulele) dan mulai memetiknya asal-asalan.

"Mbak Lea bisa nyanyi ndak? Ayo kita konser. Mas Lura yang main gitar besar, aku ukulele, Mbak yang nyanyi," ajak Bima dengan semangat berapi-api.

Hagia akhirnya mengalah. Ia meletakkan hewan peliharaan Bima ke sebuah wadah khusus di taman (setelah bernegosiasi panjang bahwa Lura tidak boleh masuk ke dalam rumah), lalu mengambil gitar akustiknya. Mereka bertiga akhirnya duduk di teras samping.

"Ayo, Mas, lagu yang itu." perintah Bima.

Hagia mulai memetik dawai gitarnya. Ternyata, suara Bima tak kalah merdu dari Hagia.

Azalea ikut bernyanyi mengikuti irama yang diciptakan kakak-beradik itu. Mereka membawakan lagu-lagu pop yang sedang hits, kadang diselingi dengan candaan Bima yang tak ada habisnya. Bima benar-benar tipe anak yang banyak omong.

"Mbak Lea tahu ndak, Mas Lura itu kalau ee lama banget." celetuk Bima.

"Bima...omonganmu..." Tegur Hagia, sementara Azalea tertawa.

Dan banyak lagi celetukan Bima yang bikin Hagia geleng-geleng kepala sekaligus bikin Azalea tertawa. Sampai akhirnya Bima pun membeberkan apa yang ia dengar.

"Kata Ibu, Mas Lura sebentar lagi mau nikah."

Seketika Hagia terhenti dari aktivitas, dan laki-laki itu menoel Bima pakai kaki. Hagia berusaha menghentikan ocehan Bima. Tapi sayangnya Azalea kadung mendengar informasi tersebut. Dan air muka Azalea berubah tapi masih mempertahankan senyumnya.

"Kamu ternyata udah punya calon istri, Kak? Aku jadi nggak enak nih."

"Jangan dengerin Bima, dia ngarang aja itu." Sahut Hagia. Bima yang mendnegar itu tidak terima dikata ngarang. Dia mau berseru lagi tapi keburu dihentikan sang kakak.

Sementara itu di luar sana, paparazi tengah memotret kebersamaan mereka diam-diam. Sepertinya Hagia dan Azalea akan dihampiri kembali tim media gosip nantinya.

.

.

Bersambung.

1
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
tapi anak nya lagi ngambek lho Pak,Bu
karena Hagia salah ngomong
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez: Gak sabar liat reaksi Azalea nantinya 😆😆😆
total 2 replies
Felycia R. Fernandez
weeeeh lurah 😍😍😍😍😍😍😍😍
Felycia R. Fernandez: kk Thor jago visual nih 👍👍👍
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jiaaaah 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez: aku itu 😆😆😆😆😆🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
tinie
aaah gak ada yg jujur😔😔🤔
Zenun: eps selanjutnya dikit-dikit kebuka kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!