NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Bab 25

Arina sampai di parkiran perusahaan ayahnya. Dia akan menemui ayahnya untuk bicara soal penculik yang katanya ingin menculik Arina. Arina tahu dari percakapan para pelayan di rumah ayahnya, saat dia ingin menemui Sarah. Namun kemudian, dia tidak jadi menemui Sarah, sebab Sarah sedang keluar rumah.

"Apa Pak Thomas ada di dalam?" Tanya Arina lebih ramah dari biasanya. Dia bertanya pada resepsionis perusahaan.

"Ada nona. Tapi sedang rapat, nona Arina tunggu saja di dalam ruangan beliau." Ujar Resepsionis sopan. Dia memang sudah mengenal Arina sebab Arina sering ke perusahaan bersama Tion. Tion memang mengajari Arina hal tentang bisnis, meski begitu Thomas Andrews tidak tahu soal itu.

Arina lalu pergi ke dalam ruangan kerja ayahnya, dia menunggu dengan anteng sambil melihat pemandangan dari lantai atas dengan mata penuh. Tampak gunung, dan gedung-gedung tinggi terlihat dari kaca transparan.

Waktu berlalu, dan Thomas Andrews keluar dari ruangan rapat. Dia melihat Arina yang yampak tidur di sofa. Dia lalu menyelimuti tubuh Arina dengan jaketnya. Karena sentuhan jaket yang tiba-tiba, Arina pun terbangun.

"Ayah." Ucap Arina yang masib mengantuk. Dia melihat Thomas Andrews dengan mata sembabnya.

"Ada apa mencari ayah? Tumben." Tanya Thomas Andrews.

"Aku dengar dari pelayan di rumah ayah menangkap orang yang hendak menculikku?" Tanya Arina.

"Sudahlah, jangan di pikirkan." Thomas Andrews enggan menjawab.

"Ayah apakan mereka?" Tanya Arina. Untungnya Thomas Andrews tidak melakukan apapun pada mereka. Jika tidak, Arina pasti marah ayahnya melukai orang.

"Tidak ayah apa-apa kan, ayah hanya melaporkannya pada polisi." Balas Thomas Andrews pada putrinya.

Arina mengangguk paham, kini dia sudah tidak khawatir ayahnya akan melukai orang. Dia tidak tahu saja jika di kantor polisi, Tion membuat perhitungan dengan orang-orang itu.

Thomas Andrews melihat rantang yang di bawa oleh putrinya. Dia jadi lapar saat melihat rantang itu.

"Apa itu untuk ayah?" Tanya Thomas Andrews pada Arina.

Arina hanya menganggukkan kepalanya, lalu menyerahkan rantang itu pada Thomas Andrews. Ternyata isinyaadalah semur jengkol masakan Arina. Thomas Andrews lalu mencicipinya sedikit.

"Enak sayang." Ujar Thomas Andrews pada putrinya.

"Iya, makanlah sampai habis jika begitu ayah." Balas Arina pada Thomas Andrews.

Setelahnya Arina berpamitan pada Thomas Andrews. Dia ingin pergi ke butik yang baru-baru ini di buat olehnya, dan Rania. Hobi mendesain Arina semakin menjadi-jadi akhir-akhir ini.

"Aku pamit dulu yah." Ujar Arina pada Thomas Andrews. Di kecupnya tangan Thomas Andrews, lalu dia beranjak pergi setelah ayahnya menimpali dengan senyuman.

Sebelum ke butik Arina akan menemui Sarah, dia ingin Sarah mengurus butik sementara Arina akan kuliah di luar negeri. Sesekali Arina akan menengok butiknya nantinya.

∆∆∆

Arina sampai di rumah besar yang penuh dengan pelayan itu, rumah besar yang terasa sepi. Di dalamnya seorang wanita dewasa sedang mengcopy dokumennya.

"Ibu Sarah." Ujar Arina pada wanita yang tengah duduk di ruang kerjanya.

"Ada apa sayang?" Tanya Sarah pada putri sambungnya itu.

"Apa anda bisa mengurus butik milikku jika aku tidak ada di sini? " Tanya Arina serius.

Sarah lalu mengangguk mengerti. "Tentu saja sayang. Tapi mungkin aku tidak akan bisa lebih membantu mungkin." Ujar Sarah.

Arina merasa lega kini, dia lalu berterima kasih pada Sarah, dan memeluknya. Sarah terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu, dia lalu mengelus punggung Arina dengan tangannya.

"Sayang, apa kau akan pulang?" Tanya Sarah pada Arina yang sudah menenteng tasnya lagi.

"Iya, banyak yang harus aku kerjakan lagi, aku akan ke butik untuk melihat, sekalian membuat pesanan, mumpung masih di sini." Ujar Arina pada Sarah. Sarah mengerti. Lalu Arina mengecup punggung tangan Sarah, dan mengucapkan salam. Dia tak lupa memberikan lambaian selamat tinggal pada Sarah.

Arina lalu mengemudikan mobilnya, pergi ke butik dengan tenang.

∆∆∆

Mobilnya terparkir di depan sebuah butik yang baru-baru ini di bangun. Matanya berkilat penuh cahaya. Dia kini mandiri, benar-benar mandiri. Dia telah membuktikan jika dirinya bisa seperti ayahnya.

Arina masuk ke dalam butik, dan menyapa karyawannya. Mereka lalu membalas sapaan Arina. Setelah masuk Arina menjelaskan jika selama dia tidak ada di sini, ibunya lah yang akan mengambil alih. Arina juga berpesan agar semuanya menyambut ke datangan ibunya. Meski Sarah hanya ibu tiri Arina, tetapi Sarah sudah seperti ibu kandungnya. Sarah sudah ada sejak Arina kecil.

Jadi Arina ingin semua orang baik padanya. Arina lalu menyiapkan desain-desain yang di pesan oleh para kliennya, dan mengerjakannya. Tak lama setelahnya waktu makan siang sudah di ambang pintu, Arina lalu menelepon koki agar memasak untuknya, dan karyawannya.

Setelahnya makanan datang tak sampai setengah jam. Ternyata Arina sudah memesan sejak tadi pagi, dan hanya mengingatkan agar memastikan jika makanannya panas. Arina lalu mengatakan pada para karyawan jika waktu makan sudah tiba.

Mereka lalu makan bersama. Awalnya mereka sungkan pada sang atasan, tetapi kemudian mereka menuruti sang atasan untuk makan bersama. Mulai dari hari itu, Arina akan sellu memesan makanan pada koki di rumahnya untuk memanjakan karyawannya.

Makan siang sudah usai, Arina pergi bekerja lagi. Dia lalu melihat jam tangannya, dia sudah waktunya kerja lagi.

∆∆∆

Arina sudah selesai dengan semua pekerjaan nya, dan hari sudah larut, waktunya pulang. Dia akan sangat mengantuk setelah ini. Arina menenteng tas miliknya. Dia masuk ke dalam mobil, dan menyetir dengan kecepatan sedang.

Arina ingin pelan-pelan saja, asalkan dirinya selamat. Sampai di gerbang rumah, dia sudah di sambut oleh Alisha. Gerbang di bukakan oleh satpam. Alisha lalu membantu membawa tas Arina. Kini Arina masuk ke dalam rumah bersama Alisha.

"Alisha, apa kamu sudah memasak? Aku lapar sekali." Ujar Arina pada sahabat barunya itu. Selain Rania, Alisha juga adalah sahabat Arina. Arina bahkan sudah menyuruh Alisha untuk memanggil namanya saja.

"Iya Arin, aku sudah memasak. Ayo ke runang makan. Aku akan menyajikannya untuk kamu." Ujar Alisha pada majikan, sekaligus sahabatnya itu.

"Oke." Arina kini bersemangat lagi. Dia tidak sabar untuk makan makanan buatan Alisha.

Arina memasuki ruang makan, di lihatnya bermacam-macam hidabgan tersaji, dia lalu memakannya beberapa dengan perlahan. Dia juga mengajak Alisha makan tentunya. Tak lama berselang, makanan pun habis. Arina sudah kenyang sekarang. Dia ingin mandi.

"Aku sudah menyuruh pelayan lain menyiapkan air mandimu." Ujar Alisha. Arina mengangguk paham, lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Rasa nyaman menyeruak di dalam tubuh Arina. Dia senang bisa mandi air hangat setelah lelah bekerja seharian. Arina lalu melihat ke arah jam dinding. Sudah pukul sembilan, tapi dia belum mengantuk. Matanya yang masih terjaga itu pun berencana untuk nonton TV bersama dengan Alisha.

Arina mengenakan pakaiannya, lalu menyalakan televisi di kamarnya. Di panggil nya Alisha ke kamar, mereka lalu menghabiskan malam bersama. Malam di mana mereka menonton tv hingga jam dua belas.

Saat jam menunjukkan pukul dua belas, Arina lalu mematikan televisi. Tampak Alisha yang juga sudah tidur di ranjang Arina. Arina lalu mengucapkan selamat malam pada Alisha.

Di selimutinya sahabatnya itu. Dia mengantuk juga rupanya.

Selamat malam.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!