Lahirlah seorang anak bernama Tatsuya Ryuzhaki dari keluarga miskin di pinggiran kota yang selalu disebut para rendahan. Orang tua Tatsuya adalah orang yang terdaftar di akademi VIOLET yang terkenal dengan sebutan PEMBERSIHAN PORTAL. Akademi VIOLET adalah salah satu nama dari akademi yang ada di seluruh dunia.
Tatsuya memiliki teman masa kecil yang bernama Mikha Aerin yang sangat berharga untuk hidupnya. Dia adalah teman pertama yang didapatkan ketika dia beruasia 6 tahun dan mereka telah membuat janji untuk saling melindungi di masa depan.
Tatsuya Ryuzhaki mempunyai harapan besar untuk menjadi seorang pasukan yang menempati kedudukan tertinggi di dunia, menjadi terkenal, mempunyai status di hadapan publik, dan di kagumi oleh semua orang yang ada di penjuru dunia.
Apakah janji tersebut akan sesuai dengan harapnnya dimasa depan nanti?
Apakah dia akan berhasil melalui semua tantangan yang akan dihadapinya?
Apakah dia sanggup mencapai status level tertinggi di dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26 Janji Antara Tatsuya Dan Tasya
Semua teman-teman Tatsuya meminta Tasya untuk segera mengejar kakaknya untuk membantu mencari Tatsuya.
"Kakak tunggu aku!" teriak Tasya dari kejauhan.
Kemudian Muzan berhenti untuk menunggu adiknya.
"Kenapa kamu mengikuti kakak? Bukankah sudah kakak bilang untuk menemani dan melindungi teman-temanmu?" tanya Muzan dengan tegas.
"Me-mereka menyuruhku untuk membantu kakak mencari Tatsuya." jawab Tasya.
"Ciihhh, Portal ini sangat berbahaya bagimu. Sebaiknya jangan jauh-jauh dari kakak! Apakah kamu mengerti?" tanya Muzan.
"Baik kakak." ucap Tasya dengan senang.
Muzan dan Tasya melanjutkan pencariannya.
Lanjut dengan keadaan Tatsuya.
Tatsuya beristirahat hampir satu jam. Ini sudah cukup baginya untuk kembali keluar dari portal. Namun hal aneh dirasakan Tatsuya.
Tatsuya berencana untuk melihat-lihat daerah sekitarnya. Tidak sengaja Tatsuya melihat baju dan armor berserakan dimana-mana, bahkan Tatsuya melihat tulang-tulang manusia.
"Apa yang sudah terjadi disini? Apakah mereka semua orang yang sebelumnya memasuki portal ini?" ucap Tatsuya dalam hatinya.
Tatsuya terus berjalan ke depan. Namun gelang Tatsuya bergetar.
[Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Trol
▪︎Level : 16
▪︎RANK : Baris I
▪︎JOBS : Pembantai Manusia
"Sial, aku harus cepat keluar dari portal ini. Ini akan sangat sulit bagiku untuk mengalahkan mereka semua yang berjumlah 25 monsters." ucap Tatsuya sambil berlari menjauhi mereka.
Tatsuya terus berlari untuk menghindari pertempuran. Namun lemparan batu besar hampir mengenai Tatsuya.
"Whooosss"
"Apa?" ucap Tatsuya.
Dengan respon cepat Tatsuya menghindar.
"Woosssh"
"Sreettt"
"Braakk" batu tersebut mengenai pepohonan.
"Hah.. hah.. hah.. kalau mengenai tubuhku sebagian tulangku akan patah bahkan aku bisa mati." ucap Tatsuya dalam hatinya dengan nafas terengah-engah.
Tidak lama, boss Troll muncul.
[Warning : musuh terdeteksi radius 50 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Boss Trol
▪︎Level : 20
▪︎RANK : Baris I
▪︎JOBS : Pembantai Manusia
"Ternyata ada kecoa yang masuk dalam wilayahku. Tidak kusangka kau bisa menghindarinya." ucap Boss Troll.
Kemunculan Boss yang jauh lebih kuat darinya membuat Tatsuya gugup, apalagi dengan semua bawahannya yang berjumlah 25 monster.
"Sial. Kuharap aku bisa bertahan dari semua ini." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Kemudian Boss Troll menghampirinya. Namun Tatsuya segera mengeluarkan senjatanya.
"Dual Handgun"
Tatsuya mengarahkan sejatanya kepada Boss Troll yang akan menghampirinya.
"Kau kecoa beraninya menodongkan senjata mainanku kepadaku. Aku sedang tidak mau bertarung. Aku akan menonton pertarunganmu dengan semua bawahanku. Aku ingin kau menghiburku kecoa kecil. Hahahaha" ucap Boss Troll sambil tertawa.
"Jangan meremehkanku." ucap Tatsuya sambil mulai menyerang.
"DorrDorr.. DorrDorr.."
"Trink..Trink..Trink..Trink.."
"Sial kenapa tidak mempan? Tubuhnya sangat keras sekali." ucap Tatsuya.
"Gatal sekali. Dasar kecoa yang tidak bisa diajak bicara. Siapkan tempat duduk untukku." teriak Boss Troll.
Kemudian salah satu monster bawahannya menebas pohon besar dengan satu kali tebasan.
"Blassshh"
"Srkk"
"Bruukk"
"Tempat duduk yang bagus. Hei kecoa hibur aku dengan semua kemampuanmu." teriak Boss Troll.
"Aku bukan seorang badut. Aku akan segera menghabisimu!" teriak Tatsuya.
"Dasar kecoa yang sangat berisik. Habisi dia." perintah Boss Troll kepada semua bawahannya.
Hal ini membuat Tatsuya kurang percaya diri dengan kekuatannya. Walaupun sebelumnya Tatsuya bisa mengatasi Khazim dan Muzan satu lawan satu. Akan tetapi ini satu lawan 25 monsters.
Semua monsters sudah mengelilinginya agak tidak bisa kabur. Tatsuya dengan segera menyerang mereka.
"Dasar monters sialan, rasakan ini." teriak Tatsuya.
"DorrDorr.. DorrDorr.."
"Clebb..Clebb"
Tembakan Tatsuya mengenai tubuh monster tersebut. Namun monster yang di tembak oleh Tatsuya masih bertahan dan hal ini membuat dia marah.
"Gooaarrrr"
Monster tersebut berlari menghampiri Tatsuya dan menyerangnya.
"Sial, monster-monster ini tidak bisa dikalahkan dengan mudah." ucap Tatsuya sambil mengatakan kata kunci pertahanan.
"Protections"
"Buuuukkkkk"
"Kretaakk"
"Whoosss" Tatsuya terpental dan menabrak pohon.
"Brruukk"
"Akkhhh"
"Uhukk.. Uhukk.. Kuat sekali. Bahkan hanya satu kali serangan membuatku seperti ini." ucap Tatsuya sambil batuk berdarah.
"Hahaha. Hei kecoa bangun, cepat hibur aku lebih banyak lagi. Hahaha." ucap Boss Troll sambil tertawa.
"Akkhh.. Monster sialan. Aku harus mengeluarkan seluruh kemampuanku lalu kabur dari tempat ini." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Tatsuya kembali bangun dan membalas serangan tadi.
"Lightning Strike"
"Zzzeeezzz"
"Goaarr"
"Bruukk"
"Satu monster sudah dihabisi. Tinggal 24 monster lagi." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Semua monster menghampiri Tatsuya dan mulai menyerang lagi. Tatsuya menghindari semua serangan montser tersebut.
"Whooosss"
"Sreettt"
"Vine Roots"
"Kreepp"
Karena ukuran-ukuran tubuh monster sangat besar. Akar-akar tersebut hanya bisa menahan 2 monsters.
"Goooaaarrr"
"Tidak akan kubiarkan!" teriak Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci lainnya.
"Dual Sword"
"Blasshhh.. Blassshhh.."
"Creeettttt"
"Bruukk"
"Hah.. Hah.. Hah.. tinggal 22 monsters lagi." ucap Tatsuya dalam hati sambil bernafas terengah-engah.
Pertarungan Tatsuya sangat sengit, dan membuatnya kesulitan untuk menyerang balik.
Sementara itu Tasya dan Muzan terus mencari jejak Tatsuya.
tidak sengaja Muzan melihat percikan darah di pohon besar tersebut. kemudian Muzan menghentikan langkahnya.
"Berhenti!" ucap Muzan.
"Kenapa berhenti kak? Bukankah kita harus cepat menemukan Tatsuya sebelum terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya." ucap Tasya dengan rasa khawatir.
"Sssttt. Diamlah aku merasakan kehadiran monsters." ucap Muzan.
Tidak lama kemudian gelang mereka berdua bergetar.
Warning : musuh terdeteksi radius 25 meter]
...[ENEMY]...
▪︎Nama : Anjing Hutan
▪︎Level : 9
▪︎RANK : Baris II
▪︎JOBS : Pemakan Manusia
"Kakak kita harus cepat-cepat mengalahkan mereka semua." ucap Tasya.
"Serahkan semuanya kepada kakak. Mereka hanya berjumlah 10 monsters." ucap Muzan.
"Baiklah kakak, aku juga akan membantu." ucap Tasya.
Kemudian Tasya dan Muzan segera menyiapkan senjata mereka. Semua monster menghampiri mereka berdua dan Muzan mulai menyerang dengan lemparan pisau.
"Dual Knife" ucap Muzan.
"Whooss"
"Clebb.. Clebb.."
"Bruukkk"
"Dual handgun" ucap Tasya.
"DorrDorr.. DorrDorr.."
"Clebb.. Clebb.."
"Bruukk"
Pertarungan ini sangat mudah bagi Tasya karena di dampingi kakaknya yang levelnya lebih tinggi daripada semua monster yang ada di dalam portal kelas D.
Namun portal ini bisa mengancam keselamatan Tasya. Seketika mereka berhenti setelah mendengar ledakan 100 meter dari tempat mereka.
"Boooommmmmssss"
"Ledakan apa itu?" tanya Tasya.
"Sepertinya berasal dari arah depan sana." jawab Muzan.
Tasya langsung berlari menuju suara ledakan tersebut.
"Tasya! Tasya! Tunggu!" teriak Muzan.
Namun tasya tidak mendengarkan ucapan dari kakaknya dan terus berlari menuju suara ledakan tersebut.
"Tatsuya, semoga kamu baik-baik saja. Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu mati." ucap Tasya dalam hatinya sambil terus berlari.
"Aarrrgghhh monster sialan berhenti menghalangi jalanku." ucap Muzan.
"Sword"
"Blashhh.. Blashhh.. Blashhh.."
"Crreeettt"
"Bruukk"
"Aku harus segera mengejar adikku. Dasar adik idiot selalu seenaknya sendiri." ucap Muzan dalam hatinya.
Sementara itu kondisi Tatsuya semakin memburuk.
"Dual sword"
"Blasshhh.. blashhh.. blashh.."
"Creett.."
"Sial, sangat keras sekali kulit monsters ini." ucap Tatsuya.
"Gooaarrr"
Mosnters tersebut marah dan balik menyerang Tatsuya dengan senjatanya.
"Whooosss"
"Triinkkk" Tatsuya menahan serangannya dengan kedua pedangnya.
"Kuat sekali, jika seperti ini terus aku bisa mati." ucap Tatsuya dalam hatinya.
Kewaspadaan Tatsuya menurun, lalu monsters lainnya menyerang Tatsuya dengan senjatanya.
"Whoooss"
"Gawat aku tidak bisa menghindar." ucap Tatsuya dalam hatinya.
"Buuukkk"
"Akkkhhhh"
"Woossshhhh" Tatsuya terpental dan menabrak pohon besar.
"Braakkkk"
"Si-sial. Sungguh menyebalkan dengan semua monster ini." ucap Tatsuya.
Salah satu monster mendekatinya dan ingin mengakhiri hidup Tatsuya.
"Kecoa ini hanya bisa menghiburku sedikit. Selesaikan saja, aku sudah bosan." ucap Boss Troll.
"Maafkan aku teman-teman." ucap Tatsuya sambil menyerah.
Tiba-tiba sebuah tembakan mengarah kepada monster yang ingin menyerang Tatsuya.
"Sniper"
"Doorrr"
"Woosshhh"
"Clebb"
"Bruukkk"
"Tatsuya!" teriak Tasya.
"Ta-tasya, Uhukk.. Uhukk.." ucap Tatsuya sambil batuk mengeluarkan darah.
Kemudian Tasya menghampiri Tatsuya yang sedang bersandar di pohon besar.
"Tatsuya! Akhirnya aku menemukanmu." ucap Tasya sambil berlari menuju Tatsuya.
Tanpa melihat sekililing Tasya langsung berlari menuju Tatsuya. Hal ini membuat Boss Troll marah karena ada pengganggu yang datang. Seketika Boss Troll mengambil sebuah batu dan melemparnya kearah Tasya.
"Whoossss"
"Tasya menghindar!" teriak Tatsuya.
"Apa?" ucap Tasya sambil menoleh kebelakang.
"Sial aku tidak sempat. Uhukk.. Uhukk.." ucap Tatsuya sambil batuk mengeluarkan darah.
Seketika lemparan batu tersebut di belokkan oleh Muzan dengan melemparkan pisaunya dengan akurat.
"Knife" ucap Muzan
"Whoosss"
"Triinkkk"
"Brukk"
Lemparan batu tersebut hampir mengenai Tasya. Terlambat sedikit saja, Tasya bisa terluka jika terkena batu tersebut.
"Kakak!" ucap Tasya.
"Kamu ini benar-benar nekad sekali Tasya! Dasar adik bodoh seenaknya sendiri." ucap Muzan dengan kesal.
"Siapa lagi yang mengganggu kesenanganku?" tanya Boss Troll dengan kesal.
"Kcrekk.. Kcrekk.."
"Huuuff, puuuhhhh. Tentu saja aku yang akan memenggal kepalamu. Beraninya kau ingin melukai adikku." ucap Muzan sambil menghisap rokok.
Pada akhirnya Tasya dan Muzan menemukan Tatsuya. Namun keadaan Tatsuya saat ini terluka parah dan harus beristirahat. Lalu Tasya menghampiri Tatsuya.
"Tatsuya! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Tasya sambil memegang Tatsuya.
"Akkhh.. Ini hanya luka ringan, aku baik-baik saja." jawab Tatsuya sambil menahan rasa sakit.
Tanpa disadari Tasya meneteskan air matanya.
"Hikk.. Hikk.. Hikk.."
"Aku sangat senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi. Aku pikir tidak bisa lagi bertemu denganmu." ucap Tasya sambil menangis.
Perkataan Tasya sangat menyentuh hatinya. Kemudian Tatsuya menyusap ai mata Tasya dan menghiburnya sedikit.
"Sudahlah jangan menangis, sekarang aku sudah lebih baik karena kamu datang dan menolongku. Tersenyumlah seperti biasanya." ucap Tatsuya sambil tersrnyum.
Tasya langsung memeluk Tatsuya.
"Ta-tasya apa yang kamu lakukan?" tanya Tatsuya.
"Dasar bodoh, dasar bodoh. Tatsuya bodoh. Mana bisa aku tersenyum dengan melihatmu seperti ini. Seharian ini aku memcarimu kemana-mana. Tapi setelah mendengar kamu memasuki portal ini aku langsung memyusulmu. Aku sangat khawatir denganmu, aku tidak ingin kehilangan seseorang yang sangat berharga bagiku." ucap Tasya sambil menangis.
Pada akhirnya Tatsuya mengerti dengan perasaan Tasya. Dia tidak ingin lagi melihat seseorang yang berharga terluka apalagi meninggalkannya. Kemudian Tatsuya langsung membalas pelukan Tasya.
"Ma-maafkan aku karena selalu membuatmu khawatir." ucap Tatsuya dengan menyesal.
"Hikk.. Hikk.. Berjanjilah padaku. Kamu tidak akan melakukan hal seperti ini, apalagi sampai mengorbankan dirimu sendiri." ucap Tasya sambil menangis.
"Baiklah, aku tidak akan membuatmu khawatir lagi. Aku akan selalu berada disampingmu dan melindungimu. aku berjanji padamu." ucap Tatsuya sambil memeluk erat Tasya.
Tangisan Tasya berhenti setelah Tatsuya mengatakan hal tersebut.
"Aku akan memaafkanmu, asalkan kamu bersedia menemaniku seharian. Setelah urusan hari ini selesai." ucap Tasya.
"Baiklah, aku akan selalu menemanimu mulai dari sekarang." ucap Tatsuya sambil tersenyum.
"Hei. Bukan waktunya untuk bermesraan! Kita harus menyelasikan masalah ini dulu." ucap Muzan dengan kesal.
"Apakah kalian sudah mengatakan perkataan terakhir?" tanya Boss Troll.
"Whooss"
"Crettt" wajah Boss Troll tergores oleh pisau Muzan.
"Kau sangat berisik!" ucap Muzan dengan kesal.
"Manusia sialan. Segera habisi mereka! Bawa kepalanya kepadaku!" teriak Boss Troll sambil memberikan perintah kepada bawahannya.
"Tasya cepat bawa pergi Tatsuya dari sini! Akan sangat berbahaya jika kalian tetap disini!" teriak Muzan.
"Ti-tidak. Aku akan membantu kakak." ucap Tatsuya sambil berusaha berdiri.
"Ta-tapi lukamu sangat parah." ucap Tasya.
"Tidak apa-apa, ini bisa di sembuhkan dengan cepat." ucap Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci penyembuhan.
"Heal"
Sekejap mata luka Tatsuya sembuh tanpa berbekas sedikitpun. Namun mana Tatsuya hanya tersisa setengahnya lagi.
"Kamu juga ingin membantu kakakmu Tasya?" tanya Tatsuya.
"A-aku. Aku juga akan membantu kakak!" teriak Tasya.
"Kalau begitu ayo bertarung bersama dan mengalahkan mereka semua." ucap Tatsuya sambil memegang tangan Tasya.
"Tentu saja." ucap Tasya sambil tersenyum.
"Dasar kalian ini susah di atur, baiklah kalau begitu ayo kita kalahkan mereka semua." teriak Muzan.
Pertarungan akan sangat melelahkan bagi Tatsuya dan Tasya, karena level mereka lebih rendah. Namun mereka berdua sangat yakin, bahwa rintangan sesulit apapun pasti bisa dilewati oleh mereka berdua.
Bersambung....
{Pemberitahuan Update}
(untuk pembaca setia. maaf hari ini telat untuk up episode baru 🙏 untuk besok sepertinya up akan telat lagi karena ada mesin printer rusak dan harus cepat di perbaiki 🙏
Namun jangan khwatir, pokoknya akan up yang bakalan bikin tegang 😁 )
Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk crazy up. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya.
Terimakasih 🙏
Orang yang nolak di ancam...
Senayan mam smr SM SM zmam mam
tamtama gema sangkakala sudah sm mam
srmsk smr SM SM SM SMA smdm dm SMA smdm sm dm
amemh mama msmemam masa depan
Yamin ameumefm SM SM entertainment news network Thursday june
tmamaam SM SMA Smyth aymam USM SM
andam oi oi yang ma