NovelToon NovelToon
100 Hari Mengejar Cinta Suami

100 Hari Mengejar Cinta Suami

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:132k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Zahira terpaksa menerima permintaan pernikahan yang diadakan oleh majikannya. Karena calon mempelai wanitanya kabur di saat pesta digelar, sehingga Zahira harus menggantikan posisinya.

Setelah resepsi, Neil menyerahkan surat perjanjian yang menyatakan bahwa mereka akan menjadi suami istri selama 100 hari.

Selama itu, Zahira harus berpikir bagaimana caranya agar Neil jatuh cinta padanya, karena dia mengetahui rencana jahat mantan kekasih Neil untuk mendekati Neil.

Zahira melakukan berbagai cara untuk membuat Neil jatuh cinta, tetapi tampaknya semua usahanya berakhir sia-sia.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus cerita "100 Hari Mengejar Cinta Suami" tentang Zahira dan Neil, putra kedua dari Melinda dan Axel Johnson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26

Kabar kepulangan Zahira sudah menyebar di kediaman keluarga Johnson. Hanya Neil yang belum diberi tahu, bahkan Nathan yang sedang berada jauh pun diminta untuk segera kembali.

“Baik, Dad. Nanti aku akan pulang,” ucap Nathan, setelah selesai sarapan bersama Maureen dan Julian.

“Jangan lupa kabari Oma dan Opa-mu. Biar mereka tenang,” pesan Axel dari seberang telepon.

“Iya, Dad,” jawab Nathan, lalu menutup panggilan. Ia melirik Maureen yang tengah bersiap melanjutkan pencarian Zahira. Tiba-tiba saja, muncul ide iseng dalam pikirannya.

“Mengerjai sedikit tidak masalah,” gumam Nathan dalam hati, sambil tersenyum licik.

“Ayo cepat!” ajak Maureen dengan nada ketus.

“Kita naik apa? Atau harus naik kuda biar seperti pangeran dan putri?” cibir Nathan, membuat Maureen melirik heran. Tak menyangka, ternyata Nathan juga bisa bercanda.

“Kita... Emm, naik sepeda saja,” ucap Maureen tergagap.

“Bilang saja kamu ingin memelukku lagi,” celetuk Nathan sambil tersenyum miring, membuat Maureen mengerutkan kening.

“Ish... mana ada,” ucapnya pelan.

Namun, ternyata yang tersedia adalah mobil milik Ello yang sudah dikirim oleh anak buah sang Opa. Bukan sepeda seperti dugaan Maureen.

“Ayo naik. Jangan harap aku bukain pintu,” kata Nathan dengan nada santai. Maureen hanya memutar bola mata malas, lalu masuk ke dalam mobil. Setidaknya, lebih nyaman daripada harus jalan kaki atau naik sepeda seperti sebelumnya.

Nathan mengarahkan mobilnya menuju jalan rumah sakit tempat Zahira sempat dirawat. Namun, rumah sakit bukanlah tujuan mereka.

****

Berbeda dengan adiknya, Neil justru dilanda kegalauan tingkat tinggi. Ia duduk termenung di balkon apartemen milik Theo, seharian belum juga beranjak dari sana.

Theo yang melihat itu hanya bisa menggeleng, lalu kembali ke aktivitasnya bersama David.

“Gimana dia?” tanya David, yang juga ikut menginap.

“Masih merenung. Sudahlah, dia pasti bisa lewatin ini,” jawab Theo santai sambil melanjutkan bermain game.

“Lo udah kasih tahu Kak Melinda?” tanya David lagi.

“Belum. Tapi gue yakin, Kak Mel gak akan peduli,” ucap Theo sambil tertawa.

“Dasar lo, tapi iya juga sih,” sahut David. Mereka tertawa puas—menertawakan nasib Neil yang dianggap bermain-main dengan pernikahan dan tidak mempercayai keluarganya sendiri.

Malam semakin larut. Neil belum juga bergerak dari tempat duduknya, sementara Theo dan David sudah tertidur di ruang tengah dengan televisi masih menyala. Neil kembali menghela napas, entah sudah berapa kali hari ini. Rasa sesal karena dibutakan cinta membuat hatinya perih. Ia telah kehilangan seseorang yang benar-benar mencintainya.

Akhirnya ia bangkit masuk ke dapur, merasa lapar. Tapi tak ada makanan, dan ia pun memutuskan untuk memasak mi instan.

Selesai memasak, ia melirik ruang tengah—mematikan televisi lalu membawa mi ke balkon kamar. Di sana, ia menikmati langit malam yang gelap. Tanpa bintang. Seakan semesta pun tahu hatinya sedang kosong.

Teringat masakan Zahira. Sarapan, makan siang, makan malam... semua terasa berbeda kini.

“Zahira... apa kamu bisa memaafkan ku?” gumamnya pelan.

Ia teringat surat perjanjian dan segera menelepon Erik. Meski malam sudah larut.

Erik mendengus saat ponselnya berdering keras.

“Neil? Mau apa malam-malam begini?” gumamnya, lalu menjawab panggilan.

“Ada apa, Neil?” tanyanya sedikit kesal.

“Maaf, gue ganggu, Rik.”

“Ganggu banget. Lo gak tahu aja gimana cerewetnya adik lo kalau gue telat masuk kerja,” gerutu Erik. Di seberang, terdengar tawa kecil Neil.

“Cepat bilang. Gue harus bangun pagi,” desak Erik.

“Gue mau tanya soal surat perjanjian gue sama Zahira,” ucap Neil akhirnya. Suaranya terasa sesak.

Erik hanya diam, menunggu Neil menyelesaikan ucapannya.

“Hancurkan saja,” kata Neil tegas.

Erik terdiam sejenak. Terkejut.

“Lo yakin?”

“Yakin. Hancurkan saja,” tegas Neil lagi, lalu memutuskan sambungan.

Namun, tak lama kemudian ia menelepon lagi.

“Apa lagi, Neil?” sahut Erik.

“Jangan dihancurkan. Kasih ke gue langsung.”

“Iya, iya,” jawab Erik pendek.

Neil menghela napas lega. Satu masalah selesai. Sekarang tinggal mencari Zahira dan meyakinkannya.

****

Sementara itu, di tempat lain, Zahira sedang menemani Jasmine yang tengah bercengkerama dengan neneknya, Rosma.

“Aku mau punya Mama seperti Tante Zahira. Dia baik, perhatian, dan sayang sama aku,” celoteh Jasmine.

Rosma tertawa pelan, sesekali melirik Zahira yang hanya tersenyum tipis.

Ethan memperkenalkan Zahira sebagai pengasuh Jasmine. Namun, Rosma menduga Zahira adalah calon istri Ethan.

“Kenapa gak minta Tante Zahira jadi Mama kamu saja?” celetuk Rosma, membuat Zahira tersedak minumannya.

“Zahira, kamu nggak apa-apa?” tanya Ethan khawatir.

“Saya baik-baik saja, Nyonya,” jawab Zahira dengan cepat, tersenyum canggung.

“Nenek, Tante Zahira sudah menikah. Dan sedang hamil,” ucap Jasmine polos.

“Menikah?” Rosma terkejut.

“Eh... iya, Nyonya. Saya sudah menikah. Hanya saja... ada masalah dengan suami saya. Jadi saya bekerja sementara dengan Tuan Ethan,” jelas Zahira.

Rosma mengangguk paham. Meski dalam hati, ia sedikit kecewa karena berharap Ethan bisa menikah lagi.

“Saya permisi dulu, Tuan, Nyonya,” pamit Zahira. Ia membiarkan Jasmine menikmati waktu bersama neneknya, sementara dirinya memilih duduk di taman belakang.

Pikirannya tak tenang. Apakah Neil dan Livia sedang bahagia? Apakah mereka menantikan kelahiran anak mereka? Apa keluarga Johnson mencarinya?

Berbagai pikiran buruk memenuhi kepalanya. Hormon kehamilan membuatnya sensitif, meski ia tetap berusaha berpikir positif bahwa salah satu dari mereka mungkin mencarinya.

“Jangan melamun, nanti kesambet,” celetuk Ethan sambil menyodorkan secangkir teh.

Zahira menoleh, lalu tertawa kecil. Setan pun mungkin takut padanya.

“Minumlah, ini teh buatan Mama. Aman untuk bumil. Jangan terlalu lama di luar, ya. Nggak baik,” ucap Ethan perhatian.

“Terima kasih,” ucap Zahira lembut, menghirup aroma teh melati yang menenangkan.

****

Sementara itu, Maureen menatap Nathan kesal. Dia pikir mereka akan mencari Zahira, tapi malah diajak berbelanja oleh-oleh.

“Alasan aja, bilang aja mau jalan sama gue,” gerutunya.

Namun, ada rasa aneh di hatinya. Rasa yang tak bisa dia jelaskan.

“Ayo pulang. Ngapain bengong? Atau mau ku tinggal?” celetuk Nathan.

Tanpa menjawab, Maureen langsung mengikuti. Tangan kanan dan kirinya penuh belanjaan. Jangan harap Nathan bersikap romantis padanya.

“Ehh, Maureen bodoh. Apa yang kamu pikirkan sih? Bodoh! Bodoh!” umpatnya dalam hati, sambil terus menatap punggung Nathan yang berjalan di depan.

Bersambung ...

Maaf typo

1
Ra~~~~~
Terlalu mudah ditebak alurnya 🙄
Ra~~~~~
Jgn Nyuruh author ny bikin ketegasan di Novel ini woy karena dia emg sengaja bikin novel yg tokohnya itu bodohny minta ampunlah ya haha Sinetron Indonesia Banget Lol
Mochi 🐣
/Heart//Heart//Heart/
Nur Adam
biar kn julia SM Julian thoor ksian..lnjut
Nur Adam: UPS sory thoor hehe
total 2 replies
Nur Adam
lnju
EpiWidayanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Siti M Akil
luh bukan nya menjauh mlhn dekat dengan si blatung nangka
EpiWidayanti
Mungkin yang berduit bisa gtu, cantik sampe ada buyut 😂
Anonim
cinta segi3 🙂🙂
Azahra Rahma
kasihan Isabel
mur:ciyuah
apakah itu nat nat etan kah...
Azahra Rahma
kalau aku jadi ortu ana jg gak mau merestui,,,dah duda tapi Masih plin plan so Ethan
AriNovani: Haha iya Kak, Ethan memang masih versi beta 😅
Doain aja biar cepat update ke versi mantu idaman ya 🤭
total 1 replies
Azahra Rahma
mungkin jenny bukan cinta pertama Dika tapi Jenni tetap di hati Dika ,,,cuma mungkin karena kesalahan dari cara jenny mendapatkan Dika itu yg slalu menjadi bayangan kelam yg sllu menghantui
Siti M Akil
ai luh salah mlhn kabur knp g meluruskan dulu kalian berdua
Grace Lee
lanjut thor, semangat
mur:ciyuah
kalau kmu merasa udah nggak srek...n meragu menjalani pernikahan ini..
ai...mending batalin aza sebelum terlambat....
Grace Lee
lanjut thor
Siti M Akil
g enak nikah karena terpaksa aylia apa lagi lelaki yang akan menjadi suami mu g ada perasaan apa pun
Azahra Rahma
makanya jangan egois aylia ,,,pikiran dulu kalau mau mengambil keputusan,,,kamu dan ibumu sudah menghina Anna habis habisan
AriNovani: Iya yaa, bikin kesel banget. Tapi kadang sih yang nyebelin itu justru bikin cerita makin seru 😅
Makasih udah setia ngikutin kisah mereka!
total 1 replies
Azahra Rahma
pokoknya tetap gak setuju kalau nanti ana sama Ethan Thor,,biarin Ethan jadi duda karatan,,aylia jg biar sama jullian aja
Azahra Rahma: biarin, dah Ethannya plin plan,,trs mulutnya Bu Rosma nyakitin
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!