"Oke. Dua Cinnamon Pumpkin Chai latte," jawab gue sambil mencatat di kasir. Gue perhatikan dia. "Kalau mau sekalian nambah satu, gue kasih gratis, deh!"
"Lo kira gue butuh belas kasihan lo?" Nada suaranya ... gila, ketus banget.
Gue sempat bengong.
"Bukan gitu. Lo, kan tetangga. Gue juga naruh kupon gratis buat semua toko di jalan ini, ya sekalian aja," jelas gue santai.
"Gue enggak mau minuman gratis. Skip aja!!"
Ya ampun, ribet banget hidup ini cowok?
"Ya udah, bebas," balas gue sambil mengangkat alis, cuek saja. Yang penting niat baik sudah gue keluarkan, terserah dia kalau mau resek. "Mau pakai kupon gratis buat salah satu ini, enggak?"
"Gue bayar dua-duanya!"
Oke, keras kepala.
"Seratus sebelas ribu," sahut gue sambil sodorkan tangan.
Dia malah lempar duit ke meja. Mungkin jijik kalau sampai menyentuh tangan gue.
Masalah dia apa, sih?
────୨ৎ────
Dear, Batari Season IV
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fight or Die II
...Nauru...
...────୨ৎ────જ⁀➴...
...📩...
^^^Hazerrie: Tebak gue lagi di mana sekarang?^^^
^^^Mohan: Ya lo duduk persis di sebelah gue sama Eros, jadi kita udah tahu jawabannya.^^^
^^^Kai: Heh. Beberapa dari kita nih lagi benaran kerja. Lo mau cerita atau cuma mau ngelucu doang?^^^
Gue: Gue baru aja lari 11 kilometer dan capek banget.
^^^Mohan: Lo capek karena lari, atau karena hal lain?^^^
^^^Eros: Nauru, dia cuma ngisengin lo. Kita semua lagi di Roadcheese. Lo bisa lanjut ceritain dari situ.^^^
^^^Kai: Gue ketinggalan apa nih?^^^
^^^Hazerrie: Si Rabbit Boy kita ini udah beberapa kali ke sini, bareng cewek , uhuy, yang katanya sih “Enggak ada apa-apa.”^^^
^^^Mohan: Kata Milla, lo sama dia sempat ke sini pas Valentine. Terus juga sering datang bareng setelah itu. 🤭🤭^^^
^^^Eros: Nauru, cuy. Sekarang punya pacar.^^^
^^^Kai: Dengar , ya, kalau dia aja enggak benci tuh cewek, kita juga harusnya enggak usah ikut-ikutan.^^^
^^^Hazerrie: Siapa nih yang nyolong HP lo, Kai? Sejak kapan lo jadi bijaksana?^^^
^^^Eros: Wah, dia benaran nancepin panah ke hati si Nauru nih.^^^
^^^Kai: Kasih dia waktu lah. Dia lagi latihan, kalau dia suka sama cewek itu, biarin aja, santai.^^^
^^^Hazerrie: Jadi, ceritanya gimana? Kita kan enggak biasa nyimpan rahasia, lho. Kenapa lo malah nyembunyiin yang ini?^^^
Gue: Ada sesuatu di gym beberapa minggu lalu. Dia pingsan. Habis itu kita beli ayam bakar isi keju. Dan. Udah. Gitu doang. Kita berteman, kayaknya, sih.
^^^Hazerrie: Apa yang bikin dia pingsan?^^^
Gue: Dia enggak mau cerita. Kayaknya sih pernah ada trauma sama cowok gitu.
Darah gue masih mendidih setiap kali memikirkan hal itu.
Gue sudah mencoba tanya itu beberapa minggu terakhir. Kita jadi lumayan dekat. Lebih dekat dari yang gue bilang ke mereka. Gue selalu nongkrong dekat dia tiap dia latihan sama Pingko, buat memastikan dia aman.
Gue antar dia pulang setiap malam setelah latihan. Kadang kita makan bareng. Enggak pernah lebih dari itu sih, tapi gue belum pernah menghabiskan waktu sebanyak ini sama cewek. Bahkan sama mantan-mantan gue juga enggak. Gue suka ada di dekat dia. Tiap hari malah gue menunggu momen itu.
^^^Mohan: Sesuatu yang bisa bikin dia sampai pingsan? Itu berarti ada hal gila yang pernah terjadi ke dia. Lo mikir itu ulahnya si Caspian?^^^
Gue: Bukan karena dia.
^^^Eros: Mungkin dia takut sama Papanya. Papanya juga brengsek banget.^^^
Gue: Iya, bisa jadi. Dan dia pingin tahu kenapa gue benci banget sama keluarganya.
^^^Hazerrie: Lo pernah kepikiran buat cerita ke dia? Toh udah bukan rahasia lagi sekarang. Mungkin memang waktunya dia buat tahu siapa keluarganya yang sebenarnya. Lihat aja gimana reaksinya. Kalau dia malah belain mereka, ya lo dapat jawabannya.^^^
Gue gosok muka sambil minum shake buatan Ailsa. Minuman ini benar-benar berpengaruh ke latihan gue. Joulle juga sampai kaget melihat gue sekarang bisa fokus dan nurut.
Gue: Gue enggak suka ungkit-ungkit masa lalu. Lagian kita berdua kan udah bisa survive, ya enggak? Tapi oke deh, gue pikirin. Sekarang, gimana kalau kalian semua makan sarapan kalian masing-masing dan berhenti gibahin tetangga sendiri?
^^^Hazerrie: Jangan marah dong. Ini pertama kalinya gue lihat Milla kelihatan excited banget. Dia tadi nanya kita tahu enggak, lo lagi dekat sama siapa.^^^
^^^Mohan: Dia benaran senyum, bro. Gue baru sadar ternyata dia punya gigi.^^^
^^^Eros: Udah ah ngomongin gigi. Giginya tuh kuning karena kebanyakan ngerokok. Dan menurut gue, sih dia mendingan balik lagi ke muka default-nya yang nyebelin itu. Soalnya senyum dia malah bikin pelanggan kabur.^^^
^^^Hazerrie: Tapi tetap aja lo udah habisin empat pancake, Bro.^^^
^^^Eros: Mau gimana lagi? Pancake buttermilk tuh kelemahan gue. Jangan bilang-bilang ke Beefcake ya kalau kita ke sini. Bisa ngamuk dia, soalnya dia lagi di sekolah sementara gue malah nyantai makan pancake.^^^
^^^Kai: Gue sih lebih takut kalau Beefcake tahu Om Ru udah sering banget nongkrong bareng ceweknya. 😱😱^^^
^^^Mohan: Hati-hati lo, Nauru. Dia udah mulai mikir soal cewek lo tuh.^^^
Gue: Dia bukan cewek gue, brengsek. Kalian enggak ada kerjaan apa?
^^^Hazerrie: Gue suka kalau Lo udah mulai ngehindar gitu, Bro. Tanda-tandanya udah jelas. Siap-siap aja sama amarah keluarganya kalau mereka tahu. Tapi lo tahu kita bakal back-up lo, jadi berhenti jadi pengecut.^^^
^^^Kai: Gue rasa itu cara Hazerrie bilang kalau lo udah dapat restu dia. 🤲^^^
^^^Mohan: Kai mendadak religius pagi ini. Ada yang bisa kasih gue “amin”?^^^
^^^Eros: Yang bisa lo dapat tuh mulut lo disumpel. Nauru, udah lah, berhenti ngelak. Kita semua tahu lo suka cewek itu. Gue sama Mohan juga suka waktu kerja bareng dia. Dia orangnya asik. Cuma jangan kasih tahu Hazerrie kalau gue ngomong gitu, ya.^^^
^^^Hazerrie: Lo lucu banget, bangsad. 🖕🖕^^^
Gue: Bisa enggak sih kita berhenti ngomongin ini? Beberapa dari kita masih harus balik kerja, tahu!
^^^Hazerrie: Bisa aja ... asal lo berhenti nutup-nutupin dari kita. Kita tuh dukung lo, Bro. Lo tahu itu.^^^
^^^Kai: Iya. Fight or Die. Saudara sampai mati. Loyalitas nomor satu. Selamanya, Bro.^^^
^^^Mohan: Nah, tuh dia lagi. Fix Kai memang kesambet semalam.^^^
^^^Kai: 🖕🖕🖕^^^
Gue tertawa terus taruh HP di meja. Gue bakal menghabiskan beberapa jam ke depan buat kerja, sebelum siap-siap buat latihan sore.
Octavia tadi chat gue, mengingatkan kalau artikel yang dia tulis soal gue sudah tayang di semua medsos hari ini.
Dia datang ke sini beberapa minggu lalu, dan hari itu dia benar-benar mengikuti aktifitas gue. Dan sekarang artikel itu sudah menyebar ke mana-mana.
Ada ketukan di pintu kantor, dan gue langsung teriak, “Masuk!”
Ailsa mengintip dari balik pintu, mengangkat majalah yang ada foto gue di sampulnya, terus mengedipkan alisnya.
sampe Nauru akhirnya mau minuman gratis di cafe Ailsa 🤭
walau di cerita awal, Caspian itu adiknya tapi disini jd kakaknya, gpplah. mohon lanjutannya Thor 🙏🙏🙏🙏