NovelToon NovelToon
Belenggu Gairah Semalam

Belenggu Gairah Semalam

Status: tamat
Genre:Pernikahan rahasia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sebuah jebakan kotor dari mantan kekasih memaksa Jenara, wanita karier yang mandiri dan gila kerja, untuk melepas keperawanannya dalam pelukan Gilbert, seorang pria yang baru dikenalnya. Insiden semalam itu mengguncang hidup keduanya.
Dilema besar muncul ketika Jenara mendapati dirinya hamil. Kabar ini seharusnya menjadi kebahagiaan bagi Gilbert, namun ia menyimpan rahasia kelam. Sejak remaja, ia didiagnosis mengidap Oligosperma setelah berjuang melawan demam tinggi. Diagnosis itu membuatnya yakin bahwa ia tidak mungkin bisa memiliki keturunan.
Meskipun Gilbert meragukan kehamilan itu, ia merasa bertanggung jawab dan menikahi Jenara demi nama baik. Apalagi Gilbert lah yang mengambil keperawanan Jenara di malam itu. Dalam pernikahan tanpa cinta yang dilandasi keraguan dan paksaan, Gilbert harus menghadapi kebenaran pahit, apakah ini benar-benar darah dagingnya atau Jenara menumbalkan dirinya demi menutupi kehamilan diluar nikah. Apalagi Gilbert menjalani pernikahan yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TILU PULUH TILU

Gilbert menarik selimut hingga menutupi bahu Jenara yang masih gemetar karena sisa amarahnya. Ia mengecup kening istrinya dengan perasaan yang berkecamuk. Di satu sisi, ia merasa bertanggung jawab atas Raina yang sudah dianggapnya seperti darah daging sendiri, namun di sisi lain, ia sadar Jenara sedang berada dalam kondisi rentan.

Setelah memastikan Jenara sedikit tenang, Gilbert melangkah ke balkon dan menelepon Althaf.

"Al, tolong bawa Raina ke rumahku saja sekarang. Jenara sedang tidak enak badan, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian di rumah," ucap Gilbert dengan nada yang tak bisa dibantah.

Tepat saat jam makan malam, mobil Althaf memasuki pelataran rumah. Alena turun bersama Samudra dan si kecil Raina yang wajahnya langsung ceria begitu melihat pilar-pilar rumah Gilbert. Bocah perempuan itu berlari masuk, mengabaikan teriakan lembut ibunya agar ia bersikap sopan.

"Om Gilberttttt!" pekik Raina kegirangan.

Begitu melihat sosok Gilbert yang menunggu di ruang tengah, Raina langsung menghambur ke pelukan pria itu. "Gendong, Om! Om Gilbert kenapa tampan sekali malam ini? Papa saja kalah tampan dari Om," cerocosnya dengan polos.

Semua yang ada di sana tertawa, termasuk Althaf yang hanya bisa geleng-geleng kepala. Di tengah gelak tawa itu, Jenara turun dari tangga dengan langkah gontai. Ia mencoba memasang wajah ramah, meski hatinya terasa nyeri.

"Halo, Raina," sapa Jenara tipis.

Raina menoleh, lalu mendekati Jenara. Tangannya yang mungil mengelus perut Jenara yang masih rata. "Tante Jenara, di sini ada dedek bayi ya?" tanya Raina dengan mata bulatnya. "Semoga dedek bayinya laki-laki saja, ya. Biar tidak ada gadis lain yang secantik aku. Dan aku tetap jadi kesayangan Om Gilbert selamanya!"

Jenara mengelus kepala Raina perlahan. Ia merasa konyol karena sempat merasa cemburu pada bocah seimut ini. Namun, perasaan itu tak bertahan lama.

Di meja makan, suasana berubah menjadi riuh oleh suara Raina. Bocah itu bersikeras duduk di pangkuan Gilbert, menolak duduk di kursinya sendiri.

"Om, suapin... Raina mau ayamnya dipotong kecil-kecil," manja Raina sembari menarik-narik kemeja Gilbert.

Gilbert, dengan ketelatenan yang luar biasa, menuruti semua keinginan Raina. Ia memotong ayam, menyuapinya, dan sesekali tertawa mendengar cerita sekolah Raina. Ia benar-benar larut dalam dunianya bersama bocah itu, hingga ia lupa bahwa ada wanita lain di meja itu yang sedang menatap piringnya dengan pandangan kosong.

Jenara hanya bisa diam. Ia merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri. Rasa mual yang tadi sempat reda kini kembali muncul, bukan karena kehamilan, tapi karena rasa sesak melihat perhatian Gilbert yang tercurah sepenuhnya untuk anak orang lain.

Alena yang duduk di seberang Jenara menyadari perubahan ekspresi itu. Ia melihat Jenara hanya mengaduk-aduk nasinya tanpa minat. Alena mengulurkan tangan, menggenggam jemari Jenara di bawah meja.

"Maafkan Raina ya, Jen," bisik Alena lembut. "Sejak kecil dia memang terlalu manja pada Gilbert. Gilbert sudah seperti ayah keduanya."

Jenara menggelengkan kepala, mencoba tersenyum meski bibirnya terasa kaku. "Tidak apa-apa, Alena. Aku hanya... sedang tidak enak badan."

"Mau aku antar ke kamar?" tawar Alena khawatir.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Jenara bangkit berdiri, suaranya nyaris tak terdengar. Ia berpamitan singkat lalu melangkah menuju kamar. Gilbert bahkan tidak menoleh, ia sedang sibuk membersihkan sisa saus di pipi Raina.

Setelah makan malam usai dan keluarga Althaf bersiap pulang, Alena menahan tangan Gilbert di teras depan. Althaf sudah masuk ke mobil bersama anak-anak.

"Gilbert, dengarkan aku," ucap Alena dengan wajah serius. "Jangan prioritaskan Raina lagi saat Jenara ada. Dia istrimu, dan dia sedang mengandung anakmu. Biarkan Raina menjadi urusan kami, tapi Jenara... dia hanya punya kamu sebagai sandarannya sekarang. Dia merasa terasing di rumah ini, Gil."

Gilbert tertegun. Ia baru menyadari bahwa Jenara sudah tidak ada di sampingnya sejak tadi. Ia mengira Jenara hanya ke toilet atau sedang mengobrol dengan Ibu Nurul. "Dia... dia sudah di atas?"

"Dia masuk ke kamar saat kamu sibuk menyuapi Raina. Masuklah, minta maaf padanya," saran Alena sebelum masuk ke mobil.

Gilbert bergegas masuk ke kamar utama. Suasana sunyi menyambutnya. Ia melihat Jenara sudah meringkuk di bawah selimut tebal, membelakangi sisi ranjang Gilbert. Saat Gilbert mendekat, ia mendengar isak halus yang tertahan. Wajah Jenara sendu, tertidur dengan bekas air mata yang mengering di pipinya.

Rasa bersalah menyeruak dalam dada Gilbert. Ia naik ke ranjang, memeluk tubuh Jenara dari belakang dengan sangat erat, seolah takut wanita itu akan menghilang. "Maafkan aku, Jen... Maaf," bisiknya berkali-kali di telinga Jenara, meski ia tahu istrinya itu mungkin tidak mendengarnya.

...************...

Pagi harinya di gedung PT Martha Cipta, suasana terasa mencekam. Hilya Prameswari sedang memeriksa berkas kerja sama dengan dahi berkerut. Kegagalannya merebut lahan Semarang benar-benar melukai harga dirinya.

Tok tok tok.

Deni, asisten kepercayaannya, masuk dengan membawa map hitam. "Nyonya, saya sudah mengetahui penyebab Digdaya Guna begitu mudah melepaskan lahan itu."

"Katakan!" perintah Hilya tajam.

"Tim lapangan kita melaporkan bahwa Jenara sudah mendapatkan lahan pengganti di perbatasan Semarang. Dan yang mengejutkan, lahan itu awalnya milik Tuan Althaf, tapi sekarang sudah berganti kepemilikan menjadi milik Tuan Gilbert, mantan asisten pribadinya."

Hilya menghentikan aktivitasnya. "Gilbert? Asisten Althaf? Kenapa lahan itu diberikan padanya?"

"Informasi yang kami dapat, itu adalah bonus loyalitas. Tuan Gilbert dikenal sebagai pria yang sangat bersih, single, dan tidak pernah dekat dengan wanita mana pun selama bekerja dengan Althaf," terang Deni.

Hilya menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran. Matanya menyipit penuh selidik. "Lalu kenapa lahan milik Gilbert bisa digunakan oleh Jenara? Apa hubungannya?"

"Itu yang masih misterius, Nyonya. Karyawan Digdaya Guna pun tidak tahu alasannya. Dokumennya ditangani langsung oleh Jenara dan pengacara pribadinya."

Hilya mengepalkan tangannya. "Jenara, jalang sialan! Kau selalu punya cara untuk lari," geramnya. Ia kemudian meraih tabletnya, mencari nama 'Gilbert' di mesin pencari. Muncul foto Gilbert saat mendampingi Althaf dalam sebuah acara bisnis wajahnya tegas, rahangnya kokoh, dengan tatapan mata yang dingin namun sangat menarik.

Sebuah senyum licik terukir di bibir merah Hilya. "Menarik..." gumamnya. "Sepertinya aku harus mencari tahu ada hubungan apa sebenarnya antara pria tampan ini dengan Jenara."

Hilya menghembuskan asap rokoknya ke udara. "Pria ini cukup tampan, lumayan untuk dijadikan selingan dan senjata untuk menghancurkan Jenara. Pasti dia tidak akan mampu menolak pesonaku yang menawan ini. Jika aku tidak bisa mengambil perusahaannya, aku akan mengambil pria yang membantunya."

Ambisi Hilya kini bercabang. Tidak hanya ingin menguasai pasar, ia kini ingin merusak kebahagiaan personal Jenara dengan cara mendekati Gilbert, tanpa tahu bahwa pria itu adalah suami sah dari musuh bebuyutannya.

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
Andrea
malu2 tpi mau🤣🤣🤣
ciwizay
luar biasa ,hampir setahun gak buka aplikasi ini dapat bacaan yang bkin maraton bacanya tidak ada simiskin dan sikaya.konflik antar pembisnis saya suka
ᴍɪss_dew: Alhamdulillah.. terimakasih akak, sudah berkenan membaca/Applaud//Applaud/
total 1 replies
ciwizay
mantaaab wey keren kali "ibu jenara sedang hamil dan itu anak saya"
Muft Smoker
waah udh end aj kak ,,
tp cerita ny bagus bangeet ,, konflik pas Dan di eksekusiny juga elegann ,,
dtggu cerita baru ny yx kak ,,
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka.....
Tiara Bella
the end and happy ending 😍.....makasih Thor ceritanya bagus....
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
akhirnya musuh Jenara sudah masuk penjara tapi bagaimana dengan Albani apakah masih ngarep sama Jenara 🤔🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
akhirnya Hilya dan Nicolas hancur sudah reputasi juga karir mereka di dunia bisnis itu salah kalian sendiri yang mengganggu ketentraman Jenara Gilbert
Muft Smoker
nah kan nah kan ,, mereka itu ( gil - Jen serta duo a ) bukan tandingan kalian Nico Dan hilya ,,
skrang kena Batu ny kan ,, Batu Kali lgi ,, jd ssah di singkirkan ,,
tinggal nunggu THR ny deeh dr mereka ,,
Selamat menikmatiii hilya Dan Nico ,,
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
sokorrrr rasakan itu Hilya kau pikir dirimu sudah bercinta sama Gilbert mimpi luuu yang ada kau bercinta sama 3 pria didepan Nicolas yang sudah babak belur dihajar
Tiara Bella
akhirnya balasan itu dtng.....
Muft Smoker
waah penasaran niih ,,
sama nasib Nicolas Dan hilya ,, 😏😏😏
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
wah kira kira hukuman apa yang diberikan Gilbert buat Nicolas sama Hilya jadi penasarannya nih🤔
Tiara Bella
wow aku penasaran Nicolas sm hilya mw diapain ya
Bu Dewi
😍😍😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
ini sepertinya Jenara salah paham deh Nicolas pasti belum sampai gituin keburu Gilbert datang pasti itu tapi karena Jenara tidak sadar jadi mengira Nico sudah ngapain2 pasti seperti itu yang ada di pikirannya
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
aduh kapan Gilbert bisa menemukan Jenara takutnya terlambat eh tapi apa itu bugh bugh apakah Gilbert yang datang langsung hajar Nicolas sepertinya iya
Tiara Bella
cepet jelasin Gilbert Jena salah sangka itu ....
Muft Smoker
wah siap kau Nico dn hilya ,, .anda akan segera mendapat THR dr Gilbert cash tanpa di cicil ,,
/Shame//Shame//Shame/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!