Cerita ini menceritakan tentang kedua remaja yang selalu bertengkar di sekolahnya,mereka berdua tidak pernah tau kalau sudah dijodohkan sejak bayii,karena orang tuanya yang sudah bersahabat mulai kecil,dan mereka berjanji akan menjodohkan anak anaknya.
Seyla Wijaya
Anak kedua dari keluarga wijaya,ayahnya bernama Putra Bimo Wijaya seorang pengusaha sukses di kota X dan bundanya bernama Putri Sofya seorang desainer terkenal dikotanya,dan terahir kakaknya yang bernama Candra Putra Wijaya seorang lulusan dari universitas terbaik di kota X.
Nathan Prawira
Anak pertama dari keluarga prawira,papinya bernama Putu Dirga Prawira seorang seorang pebisnis terkenal,maminya bernama Cindy Kurnia Dewi seorang ibu rumah tangga,dan ada adiknya bernama Bagus Prawira seorang siswa SD yang melanjutkan sekolahnya di luar negri.
Semoga kalian suka ceritanya,penasaran kelanjutannya?baca dan ikuti novelku yaa:D
Karya ini diterbitkan atas izin noveltoon Berliana CM,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili noveltoon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana CM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Di Mall
Seyla dan natan berjalan bersamaan,seyla melihat lihat toko toko disana,ternyata ia sudah menemukan toko peralatan sekolah ia segera masuk ia memilih beberapa buku tulis,pensil,pulpen,dan lainnya.
Setelah selesai semua seyla dan natan mencari tempat makan yang ada di dalam mall itu namun saat mereka berjalan tiba tiba ada seorang laki laki yang menghampiri seyla
"hai seyla" ia menghampiri seyla
namun seyla masih bingung siapa dia? kenapa bisa mengenalnya "haii"
"apa kabar??" tanyanya lagi
"baik" jawabnya
"maaf kamu siapa ya?aku tidak mengenalmu" tanya seyla dengan hati hati
"hahahahahah....." lelaki itu tertawa
"seyla...seyla...apa kamu lupa denganku?aku digo,teman kecilmu" kata digo dengan tertawa
"oohhh digoo kirain siapa" jawab seyla
"apa kamu lupa juga kalo kita waktu kecil dulu saling menyayangi dan mencintai" kata digo dengan senyumnya
Flasback ON
Digo Bramasta,ia adalah teman kecil seyla,mereka selalu bermain bersama,hingga pada akhirnya digo harus meninggalkannya
"seyla aku sayang sama kamu" kata digo kecil
"aku juga" jawab seyla kecil
"emm....ayah dan ibuku akan pindah ke perancis aku harus ikut dengan mereka" kata digo kecil
"kenapa jauh sekali?katanya kamu sayang aku,kenapa kamu tinggalin aku?" tanya seyla
"aku tidak akan meninggalkanmu,kita hanya terpisah jarak" kata digo kecil meyakinkan seyla kecil
"tunggu aku,kalau sudah besar aku akan
kembali dan menikahimu" imbuhnya
"janji..!!" seyla kecil mengulurkan jari kelingkingnya mengikat jari kelingking digo
"janji"
Flasback OFF
Deg...jantung seyla kini berdetak kencang ia bingung,kenapa setelah ia menikah digo datang lagi dikehidupannya,kenapa cinta yang ia kubur dalam dalam kini kembali lagi
Natan yang tidak suka kehadiran digo ia segera mengajak seyla pergi
"sayang kita kan mau makan" kata natan
"ayo makan,aku sudah lapar" imbunya
Natan langsung memegang tangan seyla dengan erat seakan tidak mau melepaskannya
Kini mereka sudah menemukan tempat makanan korean food kesukaan seyla,mereka segera memesan makanan,setelah lama menunggu akhirnya makanan mereka datang,seyla dan natan segera memakannya
******
"sayang" panggil natan dari atas ranjangnya
"hm..." seyla masih fokus didepan meja rias,mengeringkan rambutnya
"digo itu siapa?" natan memeberanikan bertanya
"bukan siapa siapa dia hanya teman masa kecilku" jawab seyla santai
Natan mulai turun dari ranjang,berjalan,mendekati seyla,ia memutar tubuh seyla untuk menghadapnya
"apa kamu cinta sama dia?" tanya natan dengan hati hati
"apa maksudmu,aku sudah menjadi istrimu sekrang,mana mungkin aku mencintai orang lain" jawab seyla kesal
"syukurlah kalau kamu tidak mencintainya" kata natan
Natan memegang kedua tangan seyla ia menatap wajah seyla dengan seksama "aku sangat mencintaimu,aku tidak mau kehilanganmu" lalu natan memeluk seyla dengan erat,seakan tidak mau jauh dari seyla
"ihh...jangan peluk aku erat,aku tidak bisa bernafas" pekik seyla
natan segera melepas pelukannya ia malah tertawa cekikikan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal "hehehe...maaf sayang"
"hmm...yasudah malam ini mau makan apa?" tanya seyla
"tidak usah masak,kamu pasti capek,mending kita beli online saja" kata natan
"yasudah terserah kamu saja deh" saut seyla dan mulai fokus mengeringkan rambutnya kembali
Tok...tok..tok...
"biar aku saja yang membuka pintu" kata natan,seyla hanya mengiyakan saja
Seyla segera menuju dapur menyiapkan makanan yang tadi mereka order,mereka memekana dengan lahap tidak ada sepatah kata,setelah makan mereka melanjutkan untuk sholat isya bersama,natan mengambil wudhu terlebih dulu dan dilanjut oleh seyla