NovelToon NovelToon
Berpindah Kedalam Tubuh Gadis Menyedihkan

Berpindah Kedalam Tubuh Gadis Menyedihkan

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: ririn dewi88

Tiba-tiba beralih ke tubuh seorang gadis tentu saja membuat Almira kaget. Yang Almira ingat adalah saat dirinya berperang dengan musuh Kakaknya dan dirinya tertembak beberapa kali, tentu saja tak mungkin hidup Almira pasti sudah mati.

Tapi kenyataannya Almira masih hidup, tapi bukan dalam tubuhnya. Wajahnya pun sangat berbeda ini sangat muda sedangkan Almira sudah 28 tahun.

Siapakah sebenarnya pemilik tubuh ini ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vania berakhir

"Laura tolong ikut Ibu dulu"

Laura menganggukkan kepalanya dan mengikuti Guru yang memanggilnya. Entah ada masalah apa tiba-tiba dipanggil seperti ini.

"Bu boleh izin ke kamar mandi dulu"

"Baik Laura, tapi hanya sebentar ya. Nanti langsung keruangan Ibu "

"Baik Bu"

Dengan tergesa-gesa Laura langsung masuk kedalam kamar mandi sudah kebelet dari tadi. Setelah selesai sedikit membenarkan seragamnya lalu keluar, tapi langkahnya sudah dihadang oleh Vania.

Sudah lama dia tak muncul dan sekarang baru muncul dihadapannya. Sungguh mencurigakan sekali.

"Awas"

"Kita perlu bicara"

"Tak ada yang perlu di bicarakan, awas" rasanya sudah muak Laura menghadapi orang-orang seperti Vania.

"Ayo ikut"

Vania menarik tangan Laura dan membawanya ke gudang sekolah, yang penuh dengan barang-barang bekas.

Tiba-tiba saja Vania mengeluarkan sebuah belati dan langsung menyerang Laura. Tak ada ampun sama sekali yang diberikan oleh Vania untuk Laura. Berkali-kali Vania menghujamkan belatinya, tapi Laura selalu bisa menghindar dan menangkisnya.

Vania yang kesal mengambil sebuah kayu berukuran cukup panjang dan mengarahkannya lagi pada Laura. Laura yang sudah muak menarik kayu itu. Sekarang sudah ada ditangannya.

Buk buk buk, Laura menghantamkan kayu itu ke kepala Vania. Dia belum siap untuk menghindar dan akhirnya hanya bisa pasrah. Kepalanya sakit dan pusing. Darah segar sudah bercucuran.

Laura menggusur kayu itu dan mengelilingi Vani a. Menatapnya dengan tajam dan tanpa ampun sedikitpun mengambil kursi disampingnya dan menghantamkannya ke punggung Vania. Brak kursi hancur berserakan, Vania tumbang dan muntah darah.

"Ampun Laura, ampun aku masih ingin hidup. Lepaskan aku sekarang. Aku mengaku kalah dan tak akan mengusik kamu lagi" Vania terbata-bata mengucapkannya, tubuhnya sudah remuk dan tak kuat.

"Seharusnya sebelum menantang aku pikir-pikir dulu dan menurutku kamu juga tidak pantas untuk hidup. Terlalu menjadi beban hidup mu ini "

Laura menendang tubuh Vania sampai terlentang, menginjak dadanya beberapa kali. Lalu untuk final Laura mengambil belati dan menyayat seluruh wajah Vania, menghancurkannya sampai tak di kenali.

Laura tersenyum melihat maha karyanya yang sudah lama tak dia lakukan. Rasanya bahagia sekali melakukan ini. Untuk menghilangkan jejak Laura membersihkan setiap barang yang dipegangnya.

Semuanya belum berakhir masih banyak orang-orang yang harus di habisi. Orang-orang yang membully nya tak boleh hidup tenang. Itu tak pantas untuk mereka. Yang ada malah akan ada korban lagi saja nantinya.

"Selamat menunggu ajalmu. Aku pastikan tak akan ada yang menemukan mu sebelum kamu mati"

Laura pergi dari sana, menutup pintu dengan rapat. Vania yang memang belum mati mencoba untuk merangkak mengesampingkan setiap kesakitan yang dideritanya ini. Tapi tubuhnya ambruk tak bisa digerakkan lagi.

"Sakit tolong siapa saja, ini sangat sakit " gumam Vania.

...----------------...

"Masuk Laura"

Saat duduk Laura menatap Anya yang sedang menunduk tak mau menatapnya sama sekali.

"Sebenarnya ada apa ya Bu" tanya Laura yang sudah sangat penasaran.

"Apakah kamu yang merencanakan semua pembullyan untuk Anya "

"Aku " Laura menunjuk dirinya sendiri " Mana mungkin aku tega melakukan itu pada Anya Bu. Dia saudaraku tak mungkin aku seperti itu. Bahkan tadi aku yang memberi pakaian ganti untuknya. Kalau memang aku yang melakukannya aku tak akan sepeduli itu pada Anya Bu"

"Engga Bu, Laura bohong. Dia ga pernah peduli sama keluarganya Bu apa lagi aku. Kita ini saudara tiri Bu jadi Laura sangat membenci aku" sela Anya yang tak mau kalah.

"Anya tapi seragam yang kamu pakai itu punya Laura. Lihat ada nama Laura di sana " ucap Ibu Sania.

Anya yang kaget segera menatap seragamnya ternyata benar ada nama Laura. Kenapa Anya bodoh tak melihat dahulu. Bisa gagal rencananya ini.

Bu Sania menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya "Jika kalian berdua sedang bertengkar di rumah sebaiknya selesaikan berdua ya. Lihat jelas-jelas Laura memang menolong kamu Anya. Jangan sampai hubungan keluarga kalian berantakan nanti karena masalah ini "

"Bu dengarkan aku dulu, Laura itu pintar bersandiwara dia itu tak sebaik yang Ibu lihat. Semua ini Laura yang melakukannya Bu. Dia yang merencanakan semua ini. Ibu harus adil " Anya benar-benar tak mau kalah.

"Sudah Anya, pekerjaan Ibu sangat banyak. Lebih baik sekarang kalian masuk kelas dan selesaikan masalah keluarga kalian secara baik-baik. Silahkan keluar"

"Baik Bu" dengan senang hati Laura segera keluar tak mau lama-lama juga.

Anya juga melakukan hal yang sama, Anya berlari dan menarik tangan Laura " Urusan kita belum selesai ya. Lihat saja nanti saat dirumah kamu akan habis. Aku tak akan membiarkan kamu tenang Laura"

"Rumah, memangnya kamu punya rumah bukannya sudah di usir ya"

Anya menghentakkan kakinya dan berlari pergi meninggalkan Laura. Rasanya tak ada gunanya bertengkar dengan Laura kalau tak ada Mamanya. Nanti saja dirumah agar ada yang membelanya juga.

...----------------...

"Eh ada yang lihat Vania ga, dari tadi dia ga ada " tanya Lala pada teman-temannya saat di kantin.

"Kan biasannya juga sama kamu" ucap salah satu temannya.

"Ga, dia tadi izin keluar kelas tapi sampai sekarang ga ada. Khawatir banget aku takut terjadi apa-apa sama dia"

Lala kembali berkeliling mencari temannya, takut terjadi apa-apa dengan Vania. Dia tak berbicara ingin kemana tadi. Lala sama sekali tak diberi tahu oleh Vania. Tak seperti biasana Vania seperti ini.

Lala takut nanti disalahkan oleh orang tua Vania. Pasti masalahnya akan sangat panjang sekali seperti sebelum-sebelumnya.

"Laura kenapa kamu diam saja, ayo dimakan nanti keburu dingin " tegur Rayan.

"Ah iya "

"Kamu lagi banyak fikiran ya" tanya Rayan dengan khawatir.

"Siapa yang pertama kali membully ku Rayan"

"Memangnya kamu ga inget ya tentang itu"

"Aku ga tahu "

"Aku takutnya kamu nanti malah sakit hati dengernya"

"Bilang sama aku. Aku pengen tahu semuanya "

Memang selama ini Laura tak tahu siapa yang pertama membully nya. Semua terjadi secara tiba-tiba. Datang datang ke sekolah semuanya tiba-tiba membully nya tanpa sebab.

"Baiklah akan aku ceritakan semuanya, kamu harus siap ya "

Laura menganggukkan kepalanya tak sabar ingin mendengar semua cerita dari Rayan. Jadi tahu siapa yang harus pertama kali dibalas oleh Laura.

"Semua ini berawal dari grup sekolah dan ada seorang provokator. Dia menjelek-jelekan kamu di sana dan orang itu Alma"

Laura membelalakan matanya. Alma berarti selama ini firasatnya benar kalau Alma memang bukan benar-benar teman yang tulus.

"Yakin"

"Iya, dia mengadu domba kamu dengan teman-teman dan pada akhirnya seperti apa yang kamu tahu. Akan aku ceritakan karena untuk bukti sudah tak ada. Pesan itu sudah semuanya ditarik"

Laura menganggukkan kepalanya jantungnya sudah berdegup kencang.

1
Adi Sahputra
Luar biasa
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝖻𝖾𝗀𝗂𝗍𝗎 𝖽𝗂𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗁𝖺𝗇𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗆𝗂𝖺𝗇. 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗉𝖾𝗇𝖺𝗄𝗎𝗍
Memyr 67
𝖺𝗇𝖽𝗂 𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁. 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖺𝗅𝗎 𝗄𝖾𝗋𝖺𝗌 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖺𝗅𝗎 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀.
Memyr 67
𝖻𝖾𝗀𝗈 𝖺𝗆𝖺𝗍, 𝗅𝖺𝗎𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗒𝖺𝗁. 𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗋𝖾𝗐𝖾𝗅, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗄𝖾𝗌𝖺𝗅. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗅𝖺𝗎𝗋𝖺, 𝖽𝗂𝗁𝖺𝗃𝖺𝗋 𝖽𝖺𝗇 𝖽𝗂𝗄𝗎𝗋𝗎𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗆𝖺𝗋 𝗆𝖺𝗇𝖽𝗂 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗉. 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁. 𝗍𝖺𝗄𝗎𝗍 𝖽𝗂𝗆𝖺𝗋𝖺𝗁𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂? 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗉𝖾𝗆𝖻𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗈𝖽𝖾𝗅 𝗆𝖺𝗐𝖺𝗋 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗄𝗎𝗍𝗂. 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖽𝖺𝗆𝗂𝖺𝗇.
Memyr 67
𝖺𝖽𝗂𝗄 𝖽𝗎𝗋𝗃𝖺𝗇𝖺. 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗌𝗂𝗄𝗌𝖺 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖻𝗈𝗅𝖺𝗄 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗌𝗂𝗁, 𝗇𝖺𝖽𝗂𝗇𝖾 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝗂𝗄 𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺.
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗅𝖺𝗎𝗋𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗅𝖺𝗁𝗂𝗋 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗁𝗂𝗋 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗆𝗈𝗇𝗌𝗍𝖾𝗋 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖽𝖺𝗆𝗂𝖺𝗇.
Syilvi Hesty
iya betul seharusnya kan jiwa alhmira yg melayang karna arwah Laura udh pegi duluan GK jelas ne authornya
Syilvi Hesty
emang Andi ne saudara laknat juga giliran Laura dulu di buliyy dia cuek dan diam aj ajd penonton dan GK pernah juga ngerangkul Laura tapi giliran Anya baru sedikit dibuly aj langsung di rangkul di Adan dikasihi, moga aj Laura juga kasih Andi pelajean sakit ht aku,
zz
💪💪💪💪👍👍👍
zz
kalau alam nyata ada ayah macam ni,terbuat dari apa hatinya
Ria Gazali Dapson
baru tau ada sekolah sadistis , kejam , pembullyan , besar²an , berarti sekolah yg pencetak para algojo², ngeri, kompak banget yaa , kejahatan nya , tapi yg aneh ko guru nya g da yg tau dn peduli
Ria Gazali Dapson
itu ayah nya orang ato syaitonirozhim
pelangi jingga
keren sekali kak karyanya, alurnya ga bikin bosen. semangat selalu ya kak semoga makin banyak karya karya barunya
Sisilia Hernianti
sebenarx thor jangan buat laura masuk club krn masih sma..mls bca
echa purin
👍🏻
Priskha
ini sklh atau sarang mafia sih kok isinya kekerasan semua 🤭🤭🤭
Endang Werdiningsih
apakah almira jago beladiri karena bisa menyelamatkan Bima
Ani Maryani
ternyata Rayan juga jahat jangan terjebak Laura cepat selidiki c Rayan
🦋⃞⃟𝓬🧸 Muffin🧚🏻‍♀️: Hai sahabat pembaca!
Aku baru aja rilis cerita baru berjudul “Menjebak Cucu Presdir” ✨

Cleona hanya ingin menyelamatkan ibunya dari penyakit mematikan, tapi sebuah kesalahan membawanya ke kamar Batara, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia. Kini, hidupnya terjerat antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tak pernah ia duga. Apakah ini awal kehancuran… atau takdir yang menunggu?

🔥 Jangan lupa mampir dan ikuti kisahnya yaa~
total 1 replies
Nii
ok
Alana kalista
rasain /Hammer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!