NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Bab 33

Arina melihat Maxim dengan tatapan tajam. Dia melihat ke arah Maxim dengan tatapan yang aneh. Tidak seperti biasanya, meski sudah biasa bersikap dingin, dan memandang dengan mata datarnya, ini berbeda. Rasanya hawa mencekam masuk ke dalam kerah baju Maxim. Dia cukup bergidik saat Arina menatapnya.

"Apa dia kenal kamu?" Tanya Arina pada Maxim. Dia penasaran dengan lelaki yang mendekati dirinya, kenapa setelah mendengar nama Maxim Hazard, lelaki itu langsung ngacir?

"Gak kenal, dan gak penting." Ujar Maxim sepele. Arina pun mengendikkan bahu miliknya.

Dia kini memilih fokus kembali belajar. Maxim masih setia berada di dekat Arina, dia duduk di sisi Arina. Hingga akhirnya pelajaran di mulai kembali, Bella kembali ke kursinya, dan mengusir Maxim.

Maxim yang sudah di usir itu pun malah menawarkan pada Bella bangkunya. Dengan halus Bella menolak. Dia tidak ingin berpindah dari bangkunya. Maxim pun merungut kecewa, dia pun hanya bisa melihat Arina dari kejauhan.

∆∆∆

Hari sudah sore, mereka pun kembali ke asrama masing-masing. Arina mengingat saat-saat tentang Maxim yang di jauhi pria tadi. Dia berpikir lagi, apa mungkin Maxim berbahaya? Tapi Arina menepis kemungkinan bahaya Maxim. Maxim seperti orang berkuasa yang di takuti. Jika itu benar Arina juga tidak perlu khawatir, sebab Maxim baik padanya selama ini. Hanya Arina merada harus jaga-jaga jika Maxim melakukan sesuatu.

Arina menghentikan lajunya saat mendengar suara di dalam asramanya. Dan setelahnya dia membuka asrama dengan kunci asrama yang dia bawa. Arina melangkah melewati pintu, dan membuat sumber suara menoleh ke arahnya.

Itu adalah Rania, dn Anggraeni yang sedang memasak. Rania tengah memarahi Anggraeni sebab mengosongkan makanan. Dia kemudian mengambil alih tugasnya sendiri.

"Arina, Felicia udah pulang?" Ujar Rania ramah seperti biasanya.

"Ayo duduk sini, Rania bikin makanan enak." Ujar Anggraeni.

"Kenapa baunya gosong?" Ujar Felicia.

"Tadi Anggraeni melamun, jadi gosong deh kuenya." Jawab Rania pada Felicia.

Felicia menganggukkan kepalanya mengerti , dia lalu meletakkan tasnya di meja belajar, dan mengambil handuk. Arina duduk sambil memegang handuk, dia akan menunggu Felicia mandi. Dia juga ingin mandi sore sepertinya.

Rania, dan Anggraeni meletakkan kue bolu yang masih panas ke atas meja yang biasanya di pakai mereka untuk makan. Setelah beberapa saat Felicia pun keluar dari kamar mandi. Arina segera masuk, dan membersihkan diri dari kuman dan kotoran.

Setelah beberapa menit Arina pun keluar, tampak teman-temannya menunggu Arina di meja makan. Kenapa mereka tidak makan lebih dulu? Untungnya Arina tidak mandi lebih lama, jika tidak mungkin-mungkin teman-temannya menunggu waktu lebih lama.

"Kenapa tidak makan duluan saja?" Tanya Arina pada ke tiga teman sekamarnya.

"Kami menunggumu." Ujar Rania sambil menyikut Anggraeni.

Anggraeni hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia tidak berbicara sama sekali. Mereka lalu makan dengan lahapnya. Bolu yang sudah setengah panas itu masuk ke dalam mulut mungil mereka, di kunyah perlahan tapi cepat masuk ke dalam lambung.

Setelah makan Arina hendak mencuci piring. Tapi Anggraeni bergerak lebih cepat, dia mencuci piringnya, dan yang lain. Setelah selesai mencuci piring, Anggraeni duduk di kursi miliknya. Tampak ke tiga sahabatnya juga duduk di meja belajar masing-masing.

"Rania, apa ada materi yang ku lewatkan tadi?" Ujar Anggraeni membuat Arina, dan Felicia mendelik heran.

"Kau kan sekelas dengan Rania, kok tanya materi padanya?" Selidik Felicia.

"Aku di Unit kesehatan karena sakit perut, jadi sepertinya aku melewatkan materi. Hehe~" Ujar Anggraeni sambil cengengesan. "Itu gara-gara terlalu banyak naroh bo cabe di mie." Ujar Anggraeni lagi.

"Tidak ada materi." Balas Rania.

"Lain kali jangan makan yang pedas-pedas terlalu banyak." Tukas Felicia.

Anggraeni menganggukkan kepalanya, dia mengerti apa yang Felicia katakan. Felicia sendiri jarang makan pedas, makanya dia bisa menasehati Anggraeni seperti itu.

Arina sibuk dengan ponselnya, teman-temannya yang merasa penasaran pun mengintip ke arah ponsel Arina.

"Wah ganteng banget, ini sih lebih ganteng dari Maxim Hazard. Dia siapa Arin? Pacarmu?" Tanya Anggraeni. Dia sangat bersemangat melihat ini.

Felicia ikut menoleh ke arah ponsel pintar Arina. Dia menggelengkan kepalanya.

"Ini mah Andi Pratama. Kakak Arina. Alias Tion Andrews." Ujar Felicia pada Anggraeni.

"Hah kakaknya? Ganteng banget Arin, udah punya pacar belum ya kakak kamu?" Tqnya Anggraeni pada Arina.

"Udah punya pacar, penerus grup Lin." Ujar Arina pada Anggraeni.

"Ya ampun, sayang banget, mana orang berpengaruh lagi. Grup Lin yang itu kan?" Tanya Anggraeni.

"Iyalah, Alexa Lin pasti, kan dia satu-satunya penerus grup Lin." Felicia yang tampak lebih mengerti dunia bisnis buka mulut.

Arina hanya menganggukkan kepalanya, kemudian menutup ponselnya. Dia membuka buku, dan menulis pelajaran hari ini di sana. Arina memang suka belajar, dari kecil pun sudah seperti itu.

Rania ikut duduk di meja belajarnya. Sementara Anggraeni, dan Felicia saling pandang. Jika Arina bukan orang biasa, bagaimana dengan Rania? Apa jangan-jangan Rania adalah anak angkat Thomas Andrews non resmi yang di kabarkan itu? Meski ini menjadi rahasia, Felicia yang ayahnya direktur di perusahaan Andrews tentu akan tahu hal tersebut.

"Rania, apa kamu saudara angkat Arina?" Tanya Felicia tiba-tiba.

Rania hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia tidak menjawab dengan suara. Jadi benar Rania adalah saudara angkat tidak resmi Arina? Anggraeni sendiri adalah anak seorang asisten. Ayahnya bekerja di perusahaan milik Maxim. Meski dia tidak tahu jika Maxim adalah bos ayahnya. Maxim sendiri yatim piatu, dia tinggal dengan kakek neneknya. Almarhum ayahnya anak tunggal, jadi dewasa ini Maxim mengurus perusahaan sesuai dengan titah sang kakek.

Arina sudah tahu soal Maxim baru tadi saat dia membuka ponsel. Dia penasaran dengan Maxim, sebab pria yang mendekati Arina siang tadi kabur begitu tahu nama Maxim Hazard.

Ternyata Maxim orang berpengaruh di Singapore. Dan Arina bisa memaklumi pria yang mendekati dirinya ngacir ketakutan, tentu takut terkena masalah dengan Maxim Hazard.

Buku demi buku sudah di baca Arina. Begitu lula dengan Rania yang sudah menghabiskan banyak bacaan. Sebagai calon dokter dia harus banyak belajar. Terutama masalah kesehatan manusia. Dia ingin menjadi dokter yang berdedikasi, tentu harus belajar dengan keras.

Sementara Arina, dan Rania masih belajar, Anggraeni sibuk menggambar, dan Felicia sibuk dengan game di ponselnya. Mereka melakukan aktivitas masing-masing.

Felicia akhirnya selesai dengan gamenya. Dia melihat dua teman barunya masih berkutat dengan buku.

"Aku tahu kalian berdua suka belajar, aku juga suka. Tapi apakah dari tadi kalian serius hanya memandangi buku?" Tanya Felicia pada Arina, dan Rania.

"Iya." Jawab Arina, dan Rania bersamaan.

Felicia meletakkan ponselnya, dan menepuk pundak Arina, dan Rania. Dia membuat dua orang itu menoleh secara bersamaan.

Di lihatnya Arina, dan Rania secara bergantian. Felicia tampak bersemangat.

"Anggraeni, Rania, Arina, ayo kita ke balkon." Ujar Felicia pada tiga teman baiknya.

"Padahal tinggal bilang, ke balkon yuk." Ucap Anggraeni dengan tawa cekikikan miliknya.

Mereka pun berjalan ke balkon. Ke empat cewek yang takjub dengan pemandangan Singapore dari balkon kamar mereka.

Melihat pemandangan itu, membuat mereka bersemangat untuk mencapai mimpi mereka.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟˢ⍣⃟ₛ🏫⃟Sᵐᵖ
sukses selalu
𝒘𝒂𝒘𝒂❣️.......
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!