NovelToon NovelToon
Kekuasaan Surga

Kekuasaan Surga

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:566.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nara Official

Selama sepuluh tahun hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikhianati klanya tanpa akhir, Xing Yi menyaksikan keluarganya dibunuh oleh anggota klannya sendiri. Bertahan hidup di bawah kekuasaan tirani, diperbudak sebagai prajurit perang, dijadikan pertahanan terakhir di ujung maut.

Xing Yi menyimpan dendam tak berujung di hatinya, bertahan di bawah siksaan tiada akhir demi membalas dendam suatu hari nanti. Pemuda yang dipenuhi kemalangan ini berubah pada malam itu, menjadi sosok yang dipenuhi oleh keberuntungan tak terbatas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26 Api Surgawi

Suara ledakan bergemuruh di hutan, kobaran api seperti badai membakar puluhan gunung surga. Xing Yi memuntahkan banyak darah, ia berlutut dengan napas tersengal-sengal, hutan di sekitarnya mulai terbakar habis oleh nyala api Phoenix Surgawi, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan, seluruh kekuatannya telah di kerahkan namun tidak ada hasil sama sekali.

"Ternyata begini rasanya melawan ranah Bawaan secara langsung, bahkan dengan teknik terkuat sekalipun tidak mampu memberikan goresan? Aku sangat lemah sekarang. Mati sekarang, sepertinya tidak buruk, meski ada penyesalan dalam diriku. Tapi—"

Xing Yi mencoba bangkit, Phoenix Surgawi sedikit terkejut melihat ambisi pemuda di depannya untuk mengalahkannya. Bahkan, kultivator ranah Bawaan belum cukup untuk mengalahkannya meski mereka berkerumun di sekitarnya.

"Mengagumkan."

Xing Yi terkejut mendengar suara seseorang di depannya, ia mendongak keatas melihat kearah Phoenix surgawi, ini pertama kalinya Xing Yi mendengar Phoenix Surgawi bicara kepadanya setelah pertarungan panjang.

"Apa sebenarnya kau bisa bicara?"

"Diusia muda mempunyai kekuatan tak terkalahkan di ranah Jembatan Pemurnian, mewarisi Tubuh Surgawi dan bahkan di berkati Dewi, Teknik Stempel Surga dan Bumi. Anak yang di banggakan langit, di akui surga dan di sayangi para dewa, aku melihat perjuanganmu selama ini, melihat api kebencian tanpa akhir di hatimu."

"Jika kau terhanyut dalam kebencian itu, masa depanmu akan hancur, api neraka akan membakarmu, kau hanya akan menyiksa dirimu sendiri. Aku tidak membantah kau ingin membalas dendam, tapi dendam juga membuatmu merasakan penderitaan tanpa akhir."

Xing Yi melihat dengan tajam, menggertak penuh amarah, "Kau tahu apa tentang hidupku? Jangan bicara seolah-olah kau mengetahui segalanya. Kalaupun kau mengetahuinya, kau tahu seharusnya aku hidup seperti apa di masa lalu. Aku hidup untuk balas dendam kepada para bajingan itu!"

Phoenix Surgawi hanya diam melihatnya dipenuhi kebencian mendalam kepada orang-orang itu. Di hadapannya ada aura emas yang dipenuhi kemuliaan dan keberuntungan, namun ada setitik noda hitam di hatinya. Jika di biarkan terus menerus, titik hitam itu dapat merebut hatinya dan mengubahnya menjadi monster jahat tanpa belas kasih membunuh siapapun, bahkan orang-orang terdekatnya tidak luput.

Phoenix Surgawi mulai berubah bentuknya menjadi burung, ia terbang di langit memutari hutan selama sembilan kali kemudian turun kebawah. "Ikuti aku anak muda, ketempat dimana kau mendapatkan harta yang bagus."

Xing Yi menatapnya, berkata kepada Phoenix Surgawi, "Apa kau serius? Kenapa kau tidak membunuhku. Aku sudah memprovokasimu, berniat membunuhmu dan aku bukan orang baik, tanganku berlumuran darah."

"Sigh! Ikuti saja!"

Xing Yi terangkat berdiri berkat dorongan energi Phoenix Surgawi, meski ia kelelahan karena energinya telah habis terkuras untuk menciptakan puluhan gunung surga. Xing Yi mengikuti Phoenix Surgawi ke sebuah gua yang tersembunyi di hutan, di mana Xing Yi masuk kedalam ilusi dinding yang pernah ia lihat di Desa Plum.

Ketika berada di sana, ia melihat reruntuhan besar. "Apa ini Reruntuhan Abadi? Seperti yang ada di Hutan Spiritual?" Kata Xing Yi.

"Jangan menyamakan reruntuhan ini dengan Reruntuhan Abadi! Ini adalah Istana Phoenix Surgawi. Namun sekarang menjadi reruntuhan akibat kekacauan di masa lalu, aku membawamu ketempat ini untuk mewariskan garis darah Phoenix Surgawi dan Api Surgawi yang selama ini aku lindungi." Phoenix Surgawi meliriknya dengan tatapan percaya.

Xing Yi terkejut dan berhenti melangkah, "Kenapa? Aku sudah kalah darimu, bukankah seharusnya kau mencari penerus yang lain daripada aku?"

"Apa kau tidak ingat apa yang aku katakan? Kau adalah orang yang terpilih, anak yang di cintai surga dan di sayangi para dewa, mengenggam takdir kuno mewarisi Tubuh Surgawi. Keberadaanmu begitu spesial di mata mereka, kemuliaan dan keberuntungan tak terbatas selalu menyertaimu."

Xing Yi berhenti di depan altar di mana di atasnya terdapat api merah bercampur emas. "Apa itu adalah Api Surgawi yang kau lindungi selama ini?"

Phoenix Surgawi tidak menjawab, ia berdiri di depannya dan berkata. "Anak yang di cintai surga, apa kau bersedia menerima warisan garis darah Phoenix Surgawi dan Api Surgawi." Ucapnya.

Xing Yi terdiam cukup lama memikirkannya begitu dalam, ia membutuhkan kekuatan, "Baiklah ... Selama itu adalah kekuatan untuk dapat menghancurkan Kaisar, aku terima tawaranmu untuk mewarisinya."

"Bagus!"

Darah Phoenix Surgawi berkumpul di depan Xing Yi seperti kristal, Xing Yi mengambil posisi duduk lotus dan mulai menyerap darah tersebut. Urat-urat Xing Yi mulai membengkak seolah akan meledak, rasa sakit yang tak terbantahkan itu menekan dirinya kedalam jembatan kematian.

Darahnya menguap menjadi udara membuat detak jantung begitu cepat setiap detiknya. Darah Phoenix Surgawi mulai bergetar, tak terhitung jumlahnya benang darah menusuk masuk kedalam dirinya mengisi kembali darah yang menghilang itu dengan darah baru.

Hawa panas tak tertahankan membakar seluruh tubuhnya, membuat Xing Yi merasakan hal yang sama untuk kedua kalinya. Xing Yi mengibas tangannya mengeluarkan Sum-sum Surgawi untuk membantunya menerobos ke lapisan selanjutnya, Phoenix Surgawi sedikit terkejut karena Xing Yi mempunyai Sum-sum Surgawi di tangannya.

"Keberuntungan anak ini memang tak terbatas, sungguh mengerikan!"

Darah Phoenix Surgawi dan Sum-sum Surgawi mulai memenuhi dirinya, Sum-sum Surgawi memperkuat darah Phoenix Surgawi ke tingkat tertingginya membangkitkan darah ilahi Phoenix, Xing Yi berteriak keras ketika dentuman besar dalam dirinya seolah merobek dagingnya dan meremukkan organnya.

Tubuh Xing Yi melayang di udara, benang darah itu mulai masuk seluruhnya kedalam dirinya.

Bang!

Dentuman besar melepaskan aura lapisan menengah Jembatan Pemurnian dengan konstitusi Tubuh Surgawi sempurna! Auranya layaknya seperti lapisan puncak Jembatan Pemurnian, tidak ada celah untuk melukainya.

Xing Yi membuka mata, melihat dirinya melayang di udara. Aura yang terpancarkan dari dirinya layaknya Makhluk Abadi yang sedang kultivasi.

"Selanjutnya!"

Dari belakang, Phoenix Surgawi melepaskan segel, nyala Api Surgawi melesat masuk kedalam keningnya. Jantung Xing Yi berdetak kuat untuk sesaat, kemudian nyala api membakarnya seperti kepompong.

Dalam balutan Api Surgawi, Xing Yi memfokuskan dirinya untuk meningkatkan seluruh kemampuannya. Ketika sedang fokus, ia tanpa sadar membangkitkan kesadaran ilahi miliknya, kesadaran ilahi diperkuat oleh nyala Api Surgawi hingga seluruh hutan tempatnya bertarung dapat ia lihat.

"Setiap pergerakan, bahkan suara mereka dapat di dengar. Bahkan esensi langit dan bumi dapat di rasakan seolah-olah, kesadaran telah menyatu dengan langit dan bumi. Apa ini kesadaran ilahi yang mereka maksud? Tidak ada yang tidak bisa mereka amati, bahkan surga yang misterius sekalipun."

Dari apa yang ia dengar, kesadaran ilahi hanya dapat di bentuk ketika seseorang mencapai lapisan puncak Jembatan Pemurnian. Ketika memasuki ranah Bawaan, mereka akan mulai membangun jiwa primordial mereka, karena kekuatan jiwa dapat membunuh lawan dengan satu serangan.

Ketika penggabungan Api Surgawi mencapai puncaknya, rambut hitam Xing Yi terbakar Api Surgawi mengubah warnanya menjadi merah. Mata dan alisnya ikut berubah, tubuhnya mengeluarkan asap dengan aroma harum bunga musim panas.

...

*Bersambung ...

1
Rajo kaciak
mantaap ,lanjut sampai robeek
Aldrianto M. Lasut
hadeh bunuh aja toh.. kenapa harus disiksa apalagi perempuan menurut sy MC kek perempuan ga laki 2😌
Sang M
cerita membosankan. terlalu lama alur cerita di desa. ini jadi jelek..
Iwa Kakap
membosankan
Sang M
matamu..merendahkan wanita lu. anjing mati aja. Thor dancok
Sang M
host anjing
Sang M
bantai dg kejam iblis2 itu
Rief Jay
membunuh yg lemah pakai domain, yg lebih kuat bersusah payah. mantap thor 🤭
Yuliana Yana
👍
HartOhar
seperti di negara Konoha yg kita pijak sekarang
Prima Saputra
Kok chapter ni bertele2 thor,apa kehabisan ide.
$ᑕĥ¡ẓน𝕣υ: Baca karyaku juga kak
judulnya "Kebangkitan Sima Yi"/Hey/
total 1 replies
wong agung
daripada pedang suara iblis, mungkin lebih cocok dengan nama pedang kesunyian, karena tebasan pedang nya tanpa suara
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚛𝚊𝚙 𝚍𝚊𝚛𝚊𝚑, 𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚊𝚓𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚊🙏
total 1 replies
Wiji Lestari
akhirnya...nasip baik..ayo berjuang yi
Christian Matthew Pratama
materai gak ada
Surya Ibra
mantap thor n sehat selalu
Rahardian
bagus👍
Surya Ibra
semangat thor
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
hwaiting
Cmbe Wae
gak seru sama sekali ceritanya...
terlalu OP...
Gk ada lawan...
Iskandar Yunaeni
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!