NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:148.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Siang harinya, di tengah kesibukan rumah sakit, Arka menyempatkan diri untuk menghubungi istrinya. Ia melangkah ke sudut koridor yang lebih tenang sebelum menekan tombol panggil pada ponselnya.

"Halo, Assalamualaikum Sayang," sapa Arka saat sambungan telepon terhubung.

"Waalaikumsalam, Mas. Ada apa? Kamu sudah makan siang?" tanya Lilis di seberang telepon.

"Ini baru mau makan. Oh iya, Lis, sepertinya aku pulang sore hari ini. Pasien di sini cukup padat, jadi tidak bisa pulang lebih awal seperti rencana tadi pagi," ucap Arka memberi kabar.

Lilis terdengar memakluminya. "Iya, nggak apa-apa, Mas. Selesaikan saja dulu tugasmu. Jangan lupa makan Mas."

"Iya sayang."

"Ohh iya. Nanti pulang bareng Tiara ya. Sudah aku katakan tadi ke dia buat jemput kamu," lanjut Arka.

Lilis terdiam sejenak, merasa agak sungkan. "Emang nggak ngerepotin, Mas? Tiara kan mungkin juga ada urusan lain," tanya Lilis memastikan.

"Nggak kok, Tiara sendiri yang bilang senggang hari ini dan mau jemput kamu sekalian beli keperluan Ibu. Kamu tunggu saja di sana ya," jelas Arka menenangkan istrinyaa.

"Ya sudah kalau begitu, mas."

"Jangan lupa kabari kalau sudah sampai rumah ya," ucap Arka lembut sebelum akhirnya menutup telepon dengan Lilis.

Sementara itu di tempat Lilis, ia baru saja memasukkan ponselnya ke dalam tas ketika Hana datang menghampirinya.

"Lilis! Belum pulang?" bertanya Hana sambil merapikan tas bahunya.

"Kamu pulang sama siapa? Mau nebeng nggak?"

Lilis tersenyum ramah menyambut tawaran temannya itu. "Makasih, Han. Tapi hari ini nggak deh kayaknya. Adik ipar aku yang jemput soalnya. Aku pulang ke rumah mertua aku soalnya."

Hana mengernyitkan dahi, sedikit penasaran karena biasanya Lilis langsung pulang ke rumahnya sendiri bersama Arka. "Emang kenapa? Kok tumben mendadak ke rumah mertua?"

"Ibu mertua aku lagi sakit, Han," jawab Lilis.

Hana mengangguk-angguk paham, raut wajahnya berubah menjadi penuh simpati mendengar penjelasan Lilis.

"Oh, ya ampun... pantesan," ucap Hana lembut.

"Titip salam ke ibu mertua ya, Lis. Semoga beliau cepat sembuh."

Lilis tersenyum tulus mendengar doa dari temannya itu. "Amin, makasih banyak ya, Han. Nanti aku sampaikan ke Ibu."

"Sama-sama, Lis. Kalau begitu aku pamit duluan ya, mumpung cuacanya lagi cerah nih takut keburu mendung," kata Hana sambil melambaikan tangannya ringan dan mulai melangkah pergi meninggalkan koridor.

"Iya, Han. Hati-hati di jalan!" seru Lilis melepas keberangkatan temannya, sebelum akhirnya ia berjalan menuju gerbang depan untuk menunggu jemputan Tiara.

Tidak lama setelah Hana pergi, Lilis berjalan menuju gerbang depan dan duduk di salah satu kursi besi yang disediakan di sana. Sambil menunggu jemputan Tiara, ia mengeluarkan ponselnya dan mulai memainkannya, sekadar memeriksa pesan masuk atau membaca berita.

Saat sedang fokus menatap layar ponsel, sebuah bayangan mendekat. Elham datang dan langsung menyapa Lilis.

"Belum pulang, Mbak Lilis?" sapa Elham dengan nada suara yang berusaha terdengar ramah.

Mendengar suara itu, Lilis hanya menunduk, merasa kurang nyaman. Ia segera mengunci layar ponselnya dan menjauhkan sedikit posisinya.

Elham kemudian bertanya lagi, "Kenapa belum pulang?"

Lilis langsung menjawab dengan singkat tanpa menatap balik, "Sudah mau dijemput."

Bukannya menjauh setelah mendapat jawaban dingin, Elham justru menawarkan diri.

"Mau saya temani tunggu jemputannya, Mbak?"

Lilis makin merasa risi. Dengan tegas namun tetap berusaha sopan, ia menolak, "Nggak usah, Pak. Sebentar lagi datang."

Lilis memalingkan wajahnya ke arah jalan raya, berharap mobil Tiara segera muncul. Di dalam hatinya, Lilis merasa aneh sekali dengan sikap anak pemilik yayasannya ini. Sebagai atasan, Elham dirasanya terlalu mencampuri urusan pribadinya dan bersikap sok akrab, padahal mereka tidak memiliki kedekatan khusus di luar urusan pekerjaan.

Elham yang menangkap gelagat risi dari Lilis akhirnya tersenyum canggung dan mengangguk pelan. "Ya sudah kalau gitu, saya duluan, Mbak. Assalamualaikum," pamitnya mencoba mencairkan suasana sebelum melangkah pergi.

"Waalaikumsalam," jawab Lilis pelan, nyaris berbisik.

Bertepatan setelah Elham membalikkan badan, sebuah mobil yang sangat Lilis kenali berhenti tepat di depan gerbang. Itu adalah Tiara yang datang menjemputnya. Melihat penyelamatnya telah tiba, Lilis segera bangkit dari kursi kayu tempatnya duduk tadi dengan perasaan lega.

Namun, sebelum melangkah mendekati mobil, Lilis sempat melirik ke arah Elham yang berjalan menjauh, lalu beralih menatap kaca depan mobil Tiara.

Dalam hati Lilis merasa sedikit cemas, "Tiara pasti melihat pria itu tadi." Lilis hanya berharap adik iparnya itu tidak salah paham atau menanyakan hal yang macam-macam tentang interaksinya dengan Elham barusan.

......................

Malam harinya, Lilis tengah menemani Kirana makan malam di dalam kamar. Berbeda dari malam sebelumnya, Kirana sudah tampak jauh lebih baik, wajahnya tidak lagi sepucat kemarin dan binar matanya telah kembali.

Saat Lilis hendak mengambilkan sendok untuk menyuapinya, Kirana menolak halus karena tak mau disuapi lagi.

"Nggak usah disuapi lagi, Lis. Ibu sudah kuat kok makan sendiri. Alhamdulillah badan Ibu sudah enakan," ucap Kirana sambil tersenyum tulus dan mengambil alih mangkuk buburnya dari tangan Lilis.

"Alhamdulillah kalau begitu, Bu. Mas Arka sama Ayah pasti senang banget kalau tahu kondisi Ibu sudah seadanya ini," jawab Lilis lega, lalu duduk di kursi samping ranjang.

Sembari menikmati makan malamnya, Kirana menatap menantunya dengan penuh perhatian, lalu membuka obrolan baru.

"Bagaimana rasanya ngajar, Lis?" tanya Kirana.

"Senang dan campur aduk, Bu. Kadang seru lihat tingkah anak-anak, tapi kadang butuh kesabaran ekstra juga," tuturnya jujur.

Kirana terkekeh pelan, tatapannya menerawang seolah mengingat masa lalu. "Dulu waktu masih muda, Ibu juga bercita-cita jadi guru," kenang Kirana dengan senyum tipis.

"Tapi ya sudahlah. Sekarang Ibu juga bahagia hidup sama kalian semua di rumah ini. Menjadi ibu dan melihat kalian tumbuh sudah lebih dari cukup."

Setelah menyelesaikan makan malamnya dan meminum seteguk air, Kirana kembali menatap Lilis.

"Lis... maaf ya kalau Ibu lancang. Tapi, apa kamu sudah isi?" tanya Kirana lembut.

Lilis agak tersipu, lalu menggeleng pelan dengan sopan. "Belum, Bu."

Kirana langsung tersenyum hangat agar menantunya tidak merasa terbebani. "Nggak apa-apa. Kalian kan baru sebulan menikah," ucap Kirana menenangkan.

Ibu mertuanya itu kemudian menggenggam lembut tangan Lilis. "Ibu cuma mau mengatakan, Ibu sama sekali tak memaksa. Anak itu karunia dan rezeki dari Allah. Kapan pun waktunya tiba, kita terima dengan rasa syukur. Yang penting sekarang kalian berdua sehat-sehat," tutur Kirana.

1
Sri Supriatin
seneng ada kemajuan buat Hana 😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
kayanya hamidun tapi g ngidam...janinnya sembunyi🤭🤭🤭
Sri Rahayu
Lilis gundah gulana siapa pr bernama Alia yg chat Arka....kok Arka ga jelasin ke Lilis siapa itu Alia 😇😇😇...lanjut Thorr 😘😘😘
Karmina Karmina
alhamdulilah
akhirnya Hana bisa memaafkan da menerima Ilham
bahagia selalu Hana dan Ilham
Sri Supriatin
Semoga cepat tumbuh janinnya lilis n arka 🙏🙏😍😍
Sri Rahayu
kok Arka jd MANJA bgt...jgn2 Lilis bener hamidun sprt kata Hana 🙃🙃🙃😇😇😇 lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
bagus Elham...kamu gentleman memilih pergi meninggalkan semua demi mempertahanksn kel kecil mu
Yati Susilawati
arka nggak ngasih tau tempat kerjanya?
Yati Susilawati
murid tk ada ujiannya?
Nice1808
jangan ada bibit pelakor ya thor, awas aja🤣🤣🤣
Nice1808
apa bibit pelakor thor🤣🤣
Sarinah Quinn
Hana gak usah keras kepala deh biar bagaimanapun elham Sd mau bertanggungjawab. gemas deh sama Hana jadi gak respect 😤
Aghitsna Agis
tjor jgn ada yg ganggu rumahtangga arka lah
Shabrina Darsih
good job elham benr2 tamggung jawab ke Hana berani melepaskan semua fasikitas dr ayah nua
Sri Supriatin
slmt Arka n Lilis semoga lancar menjalani ngidam😍😍
Aghitsna Agis
selamst srka lilis udah dapet titipan dari allah semiga dapat menjaga amanahnya
Sri Rahayu
aku jg bahagia mas Arka 🤩🤩🤩 atas kehamilan Lilis...semoga sehst trs sampe lahiran nanti...selamat ya Arka dan Lilis... lanjut Thort😘😘😘
Sri Rahayu
wah jgn badai lagi yg hrs dilalui Hana...dia uda bnyk melewati badai bekerja keras utk ibu dan adiknya...semoga dia akan bahagia bersama Elham...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
sebaiknya saling memaafkan...kan Elham uda menyadari kesalahan nya, meminta maaf dan mau bertanggung jaeab...damai ajalah...lanjut Thorr😘😘😘
Dar Pin
semoga bsdainya cepat berlalu beri kesempatan untuk Ilham menebus dosa nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!