Ini hanya cerita ya.. Fiktif belaka, jadi jangan ditiru ya guys.
Ini adalah season ke 3 dari Istri Manja Tuan Kusuma
Chevania Sayna Krisnajaya adalah putri cantik dari pasangan Jingga Riani Putri Kusuma dan Edward Joseph Krisnajaya. Dia gadis cantik yg sangat baik hati ( jika tidak memiliki masalah dengannya). Setiap yg melihatnya akan luluh dengan kecantikan dan tingkah menggemaskannya.
Chevania dikelilingi orang - orang yg sangat menyayanginya. Chevania adalah anak dari keluarga bangsawan. Apakah dia akan hidup sombong dengan segala fasilitas yg dimiliki ataukah dia akan jadi gadis cantik yg penuh dengan kesederhanaan?
Ardiaz Sailendra Kusuma adalah putra dari pasangan Biru Anggara Putra Kusuma dan Emiliana Andara. Dia adalah remaja tampan dan cerdas yg menjadi incaran para gadis. Dia dikelilingi orang - orang yang berusaha mengambil keuntungan darinya dan juga mengambil hatinya. Bagaimanakah caranya bersikap? Apakah dia akan membiarkan para gadis memanfaatkannya atau menjauhi para gadis yg mendekatinya?
Cari tahu kisah keluarga Kusuma selanjutnya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tania Radifa Chana
Keesokan harinya seperti yang telah dikatakan Biru, Tania menjadi murid baru disekolah Diaz
" Selamat pagi. hari ini kita kedangan murid baru. Dia pindahan dari luar negri. Silahkan perkenalkan dirimu! "
Kata salah seorang guru yang mengantarkan Tania kedalam kelasnya
" Selamat pagi. Nama saya Tania Radifa Chana. Kalian bisa memanggilku Tania. Mohon bantuannya "
Tania memperkenalkan dirinya dengan senyum indah tersungging diwajah cantiknya
" Tania kamu bisa duduk didepan Diaz "
Tania tersenyum dan menoleh kearah DIaz yang sedang duduk bersama dengan Lian
" Terimakasih! "
Suara Tenia begitu sopan kemudian dia berjalan mendekati meja Diaz
" Hai, kita bertemu lagi! "
Sapa Tania pada Diaz yang sama sekali tidak menghiraukannya. Lian mendengus melihat Tania yang di acuhkan oleh DIax
" Kamu jahat sekali sampai mengacuhkannya! "
Goda Lian dengan sedikit tersenyum pada DIaz
" Tutup mulut mu, biarkan saja dia! "
Jawab Diaz dengan kesal
' Apa dia sengaja kesini untuk mengikutimu? "
Lian terlihat penasaran dengan reaksi Diaz
" Sepertinya begitu, entah apa maksud papi yang ingin mendekatkan aku dengan anak ini. Tapi aku sama sekali tidak suka. Ini pertama kalinya papi menyuruhku menjaga hubungan baik dengan sesesorang. ini tidak seperti papi yang biasanya "
Diaz menjelaskan dengan acuh tak acuh
Lian hanya mengangkat kedua bahunya dengan bibir yang juga mengerucut
Sementara kelas Cheva, ia sedang melamun dengan menatap kearah jendela
" Apa kak Lian sudah menyelesaikan lukisannya? Lukisannya begitu bagus. Aku ingin sekali melihatnya lagi "
pikir Cheva dalam lamunanya
Teeeetttt
Bel istirahat pun berbunyi
" Cheva, ayo kita pergi ke kantin! "
Ajak Evita yang telah beridir bersama beberapa teman yang lain
" Tidak. Aku akan pergi ke kelas kak Dia dulu! "
Cheva menolak dengan senyum lembut
" Cih, mentang - mentang pacarnya pria paling tampan disekolah "
Goda salah satu teman Cheva. Cheva hanya membalas dengan senyum kemudian beranjak pergi menuju kelas Diaz
" Kak Diaz!
" Loh, bukannya itu si gadis sombong yang bertemu di pesta? Sekarang dia sekolah disini? "
Cheva memanggil DIaz yang kemudian dibuat terkeju setelah melihat Tania duduk dihadapannya
" Kak , Kita pergi kekantin! Kak Lian juga. Dan apa kakak ini jadi murid baru disini? "
Tanya Cheva degan senyum cerianya pada Diaz
" Tidak perlu dipedulikan! Ayo kita ke kantin! "
Diaz merangkul Cheva dan berjalan keluar kelas. Lian dan Tania memandang punggung mereka yang kian menjauh
" Lian! kamu mau ikut kami pergi tidak? "
Teriak Diaz memanggil Rian
" Iya, aku ikut. Tidak perlu berteriak! "
" Kenapa ada yang aneh ya saat aku melihat DIaz melingkarkan tangannya di pundah Cheva? "
guman Lian dalam langkahnya mengejar DIaz dan Cheva
" Bagaimana aku bisa mendekati Diaz, sedangkah dia sama sekali tidak menatapku? "
Pikir Tania menatap Diaz pergi
" Halo cantik, bolehkan kita berkenalan? "
Kata salah seorang pria teman sekelas Tania. Tania mengangkat kepala dan menatap wajah teman sekelasnya itu
" Saya Tania "
Jawab Tania dengan datar
" Ayo kita pergi kekantin! "
Ajak siswa itu baik - baik
" Tidak terimakasih. Kalian saja sendiri "
Tania menjawab dengan acuh tak acuh
" Sombong sekali kamu! Sok kecakepan! "
Kata siswa itu sambil berlalu meninggalkan Tania. Tania hanya menundukkan kepala dan memainkan gantungan boneka pemberian mendiang ibunya
" Mama, Tania sudah kembali ke kota ini, tapi Tania takut. Tante,,, pasti tidak bisa menerima Tania dan akan tetap bersikap sama seperti dulu "
Air mata mulai berlinang di pelupuk mata Tania, namun dia berusaha keras untuk menahannya
\=======
" Kakak, bukankah tadi itu gadis yang kemarin dipesta ya? "
tanya Cheva pada DIaz setelah tiba di kantin
"Hemn,, sudah ku bilang kalau papi ingin aku dekat dengannya "
Jawab Diaz acuh tak acuh
" Jadi Diaz sudah mengenalkan Cheva pada orang tuanya? Tapi,, kenapa ayahnya Diaz ingin DIaz lebih dekat dengan Tania? Aneh sekali. Apa hubungan mereka tidak direstui? "
Lian berpikir sambil menikmati makan siangnya
" Kak Lian, apa lukisanmu sudah selesai? "
Cheva bertenay dengan wajah ceria, namun Lian sama sekali tidak menanggapinya
" Kak Lian! Kak Lian! "
Cheva memanggil Lian berkali - kali namun tak di tanggapi hingga akhirnya dia sedikit meninggikan suaranya
" Hah, apa? "
Teriakan Cheva membuanya terkejut sekaligus tersadar dari lamunanya
" Aku tanya,,, apa lukisan kakak sudah selesai atau belum? Aku ingin melihat lagi hasil akhir lukisannya! "
Cheva bertenya penuh harap
" Apa kamu melukis lagi? "
Dahi Diaz berkerut ketika dia bertanya pada Lian
" Memangnya kenapa kalau kak LIan melukis lagi? "
Cheva terlihat bingung dan juga penasaran
" Bukan apa - apa? Aku hanya bosan saja karena itu aku melukis! "
Lian beursaha menutupinya
" Baikalh, kamu harus hati - hati agar tidak ketahuan! "
Diaz memperingatkan Lian
" Aku mengerti! Tidak usah cerewet! "
" Aku hanya memperingatkanmu saja! "
Jawab Diaz yang terlihat kesal
" Kalian punya rahasia apa? "
Rasa ingin tahu Cheva mulai bangkit
"Anak kecil tidak perlu tahu! "
Diaz berkata sambil menusap kepala Cheva
Jam pulang sekolah akhirnya tiba, Tania berusaha mendekati Diaz agar bisa pulang bersama
" Diaz, bisakah kamu mengantarkanku pulang? Supir ku tidak menjemputku, jadi aku pulang sendiri "
KataTania kepada DIaz ketika hendak keluar dari kelas
" Kamu bisa naik taksi! Aku masih ada urusan lain "
Dia mengabaikan Tania lalu melangkahkan kaki keluar pintu kelas. Tania tidak mengatakan apa - apa lagi. DIa mengikuti DIaz dan Lian dari belakang dan melihat Chvea dibnceng oleh Diaz
" Jadi urusanmu, bersama anak kecil itu! "
Gumam Tania yang masih memandang Cheva dan Diaz
Tania kembali kerumahnya dengan langkah yang terasa berat untuk menginjakkan kaki di rumah ini
" Ternyata kamu sudah pulang. Tante kira kamu tidak akan berani lagi menginjakkan kakimu dirumah yang bagaikan istana ini "
Sindir Astrid , tante dari ayah Tania
" Apa alasanku tidak kembali kerumah ini? Ini adalah rumahku, meskipun papa sedang berada diluar negeri, aku tetap memiliki hak untuk tinggal disini "
Jawab Tania dengan penuh keanggunan
" Ini buka rumah orang miskin seperti kamu! kamu sama seklai tidak pantas untuk hidup dirumah yang sebesar ini "
Astrid berkata dengan sinis
" Mamaku adalah istri sah papa dan aku adalah putri kandung papa. Apa hak tante melarangku tinggal dirumah ini?"
Tania menjawab tanpa ragu sedikitpun
" Karena ini adalah rumahku. Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil sepeserpun aset atau harta benda kakakku! "
Astrid berkata dengan penuh emosi
" Aku sama sekali tidak menginginkan harta keluarga ini. Aku hanya ingin tetap berada dekat dengan papaku saja! "
Tania menatap tajam pada Astrid
" Jika kamu ingin dekat dengan papamu, kenapa kamu kembali kemari lebih dulu? Harusnya kamu tetap disana menemani kakakku! "
Astrid mulai kesal dan meninggikan suara
" Papa memintaku pulang lebih dulu. Tidak lama lagi, dia juga akan kembali ke kota ini. Dan saat papa pulang tante bisa angkat kaki dari rumah ini! "
Tania melangkahkan kaki masuk kedalam kamarnya
" Dasar anak kurang ajar, tidak tahu diri! "
istri manja tuan kusuma
4x ku baca berulang2
bagus sekali