NovelToon NovelToon
JODOHKU PEMBANTUKU

JODOHKU PEMBANTUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elizabetgultom191100

Aqira yang awalnya merupakan seorang pelayan di sebuah rumah mewah yang dihuni oleh keluarga Charles, harus terjerat dalam pernikahan yang direncakan oleh Tuan dan Nyonya Charles.
Mereka berencana menikahkan Aqira, gadis belia sembilan belas tahun dengan putra sulung mereka, Brian Charles.

Brian yang notabenenya adalah pria dingin dan sombong harus menikahi seorang gadis yang merupakan pelayan di rumahnya. Bagaimanakah sikap Brian pada gadis pelayan itu? Apakah cinta mereka akan bersemi seiring berjalannya waktu.

Baca terus novel ini jika ingin tau kelanjutannya.


FOLLOW IG AUTHOR : Lisa_gultom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa yang pulang?

Hari demi hari mereka lalui dengan baik, sikap Brian terhadap Aqira bisa dikatakan sudah mendapat perubahan.

Sikap lelaki itu sepertinya sudah menjadi lebih baik, dibandingkan dulu kini Brian berubah menjadi sosok yang lembut kepada Aqira, tidak ada lagi hinaan dan bentakan yang keluar dari mulut pria itu. Lelaki itu kini lebih menghargai Aqira, dan membiarkan gadis itu mengurus semua kebutuhannya.

Walaupun begitu, acapkali pria itu sangat suka mengerjai istri kecilnya itu dan membuatnya kesal. Brian sangat suka menggoda Aqira, itu sudah menjadi salah satu hal yang paling menyenangkan bagi pria itu.

Walaupun tidak ada rasa cinta, setidaknya itu lebih baik, mungkin untuk ke depannya Aqira akan menjadi lebih mudah untuk menyentuh hati suaminya itu.

Ini adalah hari pertama Aqira masuk kuliah, jadi dia sudah harus bangun lebih pagi dari sebelumnya. Karena bukan hanya Brian saja yang harus diurusnya, dia sendiri juga harus bersiap siap untuk ke kampus.

"Aku pergi dulu." setelah menghabiskan sarapannya, Aqira beranjak dari duduknya dengan menenteng totebag berisi buku buku pelajaran yang akan dipakainya kuliah.

"Kau berangkat bersamaku." ucap Brian yang masih duduk menikmati sarapannya.

"Aku hampir terlambat, ini hari pertamaku kuliah, tidak mungkin aku terlambat di hari pertamaku." Aqira mengerucutkan bibirnya.

"Duduk!" perintahnya dingin.

"Brian..."

"Jangan membantah. Kampus itu milikku, dan kau adalah istriku, tidak akan ada yang berani denganmu."

"Baiklah baik, kau bosnya.

Kalau bos sudah bicara, siapa yang berani melawan, bahkan semut pun tidak berani." ucapnya malas lalu mendudukkan bokongnya di kursinya yang tadi.

"Gadis pintar." ucapnya tersenyum puas.

Mobil Brian berhenti tepat di depan kampus Aqira, "Aku turun dulu." Aqira pamit sambil membuka seatbeltnya.

"Tunggu."

"Ada apa?"

"Ingat jangan..."

"Jangan dekat dekat dengan pria lain." Aqira memotong ucapan Brian.

Aqira terkekeh, "Aku tau, kau selalu mengatakan itu."

"Bagus, kalau kau ingat."

"Kalau begitu aku kuliah dulu..."

"Kau pergi tanpa pamit padaku?"

Aqira mengerutkan keningnya, "Bukannya aku sudah pamit tadi?"

"Pamit yang benar!"

"Hah...?" bingung Aqira.

Brian menaikturunkan alisnya, "Kau tidak tau bagaimana seorang istri pamit kepada suaminya?"

Aqira bingung, setaunya istri berpamitan dengan mencium tangan suaminya, atau pipinya dan bahkan bibirnya.

Tidak mungkin dia melakukan itu, hubungan mereka tidak seromantis itu bukan?

Tapi apa maksud pria ini? Sebagai istri, maksudnya apa? Hah, ya sudahlah, lakukan saja apa maunya, kalau dia marah, kan dia sendiri yang menyuruh.

Aqira memberanikan diri mengambil tangan Brian, lalu mencium punggung tangan pria itu.

Lalu bergerak cepat membuka pintu mobil, sebelum suaminya marah.

"Hei, kau mau kemana?" Brian menarik kembali tangan mungil Aqira, sehingga membuat Aqira duduk kembali lebih dekat dengannya.

"Apa lagi, kan tadi sudah.."

"Itu tidak cukup."

Brian menarik dagu Aqira, perlahan tapi pasti, pria itu membenamkan bibirnya di antara belahan bibir Aqira yang sedikit terbuka.

Mengecupnya beberapa kali, hingga ciuman itu berakhir setelah beberapa detik.

"Begitu baru cukup." Brian tersenyum menyeringai melihat istri kecilnya yang hanya mematung dengan wajah yang sudah memerah padam.

"Kau tidak mau keluar? Atau mau kutambahi lagi?"

Aqira tersadar dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, gadis itu segera turun dari mobil.

Sepanjang perjalanan menuju kelas, dalam hati Aqira merutuki kelakuan Brian.

"Memang dasar tidak tau malu, bisa bisanya menciumku, sedangkan Joe ada di sana."

"Aduhh...sangat memalukan." Aqira menggeleng gelengkan kepalanya.

Di dalam mobil, Brian menetralkan kembali wajahnya menjadi dingin, "Berangkat Joe." perintahnya menyadarkan Joe yang mematung sedari tadi akibat melihat kelakuan Tuan mudanya.

"Ba..baik Tuan." dengan segera melajukan mobilnya.

Aqira berjalan duduk di kursi single di kelasnya dengan tenang. Setelah memperkenalkan diri didepan kelas tadi, membuatnya sedikit gugup. Ini hari pertamanya kuliah, tidak ada satu orang pun yang dikenalnya di kelas ini.

Aqira mengambil jurusan fashion designer, makanya di kelas ini pasti kebanyakan mahasiswa perempuan, kalau pun ada mahasiswa laki laki, pastilah ada jiwa jiwa wanita yang tumbuh dalam diri mereka.

Suaminyalah yang memilihkan jurusan ini untuknya, bukan tanpa sebab, tentu saja karena Brian tidak ingin istri kecilnya di kelilingi oleh pria lain.

Aqira hanya bisa menurut saja dengan keinginan suaminya itu, jurusan apa saja itu tidak masalah, yang penting dia bisa melanjutkan pendidikannya.

Hari ini Aqira sangat senang, ternyata dia bisa menjalani hari pertamanya dengan baik, dengan otak cerdas yang dia miliki, gadis itu bisa mengikuti mata kuliahnya dengan mudah.

Dia juga mendapat beberapa teman baru, mereka membantu Aqira mempelajari beberapa pelajaran yang tertinggal.

Sekitar pukul dua siang Aqira keluar dari kelasnya, dan ingin segera pulang.

Aqira berjalan dengan santai menuju halte,

tapi tiba tiba seseorang tidak sengaja menyenggol tubuh mungilnya, hingga dia kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke tanah. Tasnya yang berisi buku juga ikut berceceran di atas tanah itu.

"Kau tidak apa-apa?" suara bariton dari orang yang menabraknya barusan, orang itu membantu Aqira berdiri, "Maafkan aku, aku tidak sengaja."

"Tidak apa-apa." Aqira kembali jongkok untuk memungut buku bukunya yang berceceran. Dia tidak terlalu memperhatikan orang yang baru saja menabraknya, yang penting adalah menyelamatkan buku bukunya, supaya jangan sampai diinjak orang yang lalu lalang.

"Mari kubantu." orang itu ikut jongkok membantu Aqira. Setelah selesai orang itu menyerahkan buku Aqira.

"Sekali lagi maaf, aku tidak sengaja. Aku pergi dulu, semoga kita bertemu lagi." tanpa mendengar respon Aqira orang itu berlalu dari hadapan Aqira.

Aqira menatap punggung orang itu yang mulai menjauh, "Siapa yang mau bertemu lagi?" herannya.

Aqira duduk di halte yang terlihat ramai, gadis itu sedang menunggu bus yang akan membawanya pulang. Tiba tiba ponsel di tasnya berdering, Aqira mengambil ponselnya dan melihat suaminya menghubunginya.

"Halo."

"Masuk ke mobil." suara di seberang sana terdengar ketus.

"Hah..?" Aqira bingung.

"Lihat ke sebelah kananmu." Aqira langsung menoleh dan benar saja mobil Brian sudah parkir di pinggir jalan beberapa meter dari halte.

Aqira berjalan menghampiri mobil suaminya, kaca depan mobil Brian terbuka, terlihat Brian duduk di belakang kemudi, "Masuk!" ucapnya dengan nada memerintah. Aqira masuk ke dalam mobil dan duduk di samping suaminya.

Sepertinya mood Brian sedang tidak baik sekarang, lihat saja wajahnya sudah seperti anj**g pelacak yang menemukan pencuri.

Aqira duduk tenang saja, tidak berani mengajak Brian bicara, takut melihat wajah sangar suaminya itu. Padahal, banyak sekali yang hal ingin diceritakannya pada pria itu.

Sampai di rumah pun, Brian tetap diam dan masih dengan wajah dinginnya.

"Siapa lelaki itu?" Brian bertanya setelah mendudukkan bokongnya di sofa kamar mereka.

"Hmm lelaki yang mana?" bingung Aqira.

Brian berdecak kesal, "Ck yang baru saja kau temui." ucapnya ketus.

"Yang mana?" Aqira mencoba mengingat.

"Aaa... yang tadi menabrakku di depan kampus?"

"Hmm.."

"Aku tidak tau."

"Jangan coba coba membohongiku, siapa namanya?"

"Aku tidak tau dia siapa, dia hanya tidak sengaja menabrakku tadi." Aqira mencebik kesal.

"Sungguh kau tidak mengenalnya?"

"Iya, aku tidak mengenalnya, sungguh."

Brian menghela napas lega, dia sangat tidak suka Aqira dekat dengan pria lain.

Brian selalu menepis bahwa dia cemburu pada Aqira, dia bersikap posesif semata mata hanya karena sesuatu miliknya disentuh orang lain, tidak lebih dari itu.

•••

"Kau sudah menemukannya?" Brian bertanya kepada seseorang melalui telepon.

"Sudah Tuan." ucap seseorang dari seberang sana.

"Bagus. Ada hal lain lagi?"

"Ya Tuan, beberapa bulan lagi dia akan pulang ke negara kita."

"Benarkah, dia akan pulang?" wajah Brian terlihat sumrigah mendengar laporan dari orang suruhannya.

"Siapa yang akan pulang?" Aqira tiba tiba masuk ke dalam kamar mereka.

Brian terdiam, tidak tau mau menjawab apa apa.

.

.

.

.

.

.

Selamat sore semuanya

Yang tanya siapa yang datang ke rumah Brian kemarin, itu bukan siapa siapa kok hehe😁😁

Itu cuma tetangga aku yang mampir😂😂😂.

Nggak deh bercanda, nanti di next episod yaa

Votenya yang banyak yaa, biar author makin rajin updatenya.

Love you all😘😗

.

.

.

.

.

.

.

1
Diana Resnawati
seru ceritanya
Diana Resnawati
mampir thor...
Marlina
buat cerai sama Bryan,biar dia tau arti kehilangan &dimarah habis2 an sama ortunya
MuhammadSatrya Ananami
yg no2 aku syuka 😍😍😍
MuhammadSatrya Ananami
keren Thor...lanjut😍😍😍
Enyzubaidah
masih sering salah tulis nama Brian dan hans
Siti Rukayah
yg prtma thor
Sri Susilowati
crtanya bagus alurnya rapi
Hasanah
yg kedua lebih pas
Ros Lina
update kelanjutannya thor
Nana Bati
akhirnya bahagia.... selamat thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuu .... mulai bucin Brian....
semangat thor👍👍👍
bunda dinda
kayaknya Brian lagi ekting
bunda dinda
salam kenal Thor aku baru baca...yang ke 2 lebih ok kyknya👍🤗😘
Zai Nuddin
hans tau bran
Zai Nuddin
bukanya hans
Jas Wati
udah tinggalin aja tu cowok meyeballan
Jas Wati
dasar pria kejam
Jas Wati
tuan muda yang kejam
Jas Wati
tuan muda yang munafik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!