-
Masuk ke dimensi lain, dan menjadi buronan di hari pertama yang menyebabkannya mati. Begitu mati, jiwanya memasuki tubuh lain lagi dan menjadi ibu tiri dari tiga orang anak.
Frustasi dan tertekan yang dirasakan Karina.
Tapi, demi bertahan hidup dan kembali ke dunia aslinya, Karina mau tidak mau harus menjalani kehidupannya di desa kecil seraya menyelesaikan serangkaian misi yang diberikan padanya.
Kuat tidak kuat Karina menjalaninya, ikuti terus kelanjutan ceritanya untuk mengetahui akhir dari perjalanan Karina!
-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bola-bola Daging
*
*
Setelah menurunkan semua, dan memasukkan barang yang dibeli ke dalam rumah, menyisakan gerobak sapi, ayam, dan bebek, Deraga dan kedua orang dewasa pun datang bersamaan.
Karina kemudian maju dan menyapa keduanya. Mengutarakan niatnya tentang membangun kandang untuk ternak di halaman belakang yang akhirnya disetujui setelah Karina mengatakan akan membayar 20 tembaga untuk 1 kandang.
Ada sekitar 6 hewan, yakni Ayam, bebek, kambing yang masih dalam perjalanan, kandang untuk sapi, rusa juga kelinci yang sebelumnya sudah ditangkap hidup-hidup. Karina butuh 6 kandang untuk memisahkan hewan tersebut, tetapi karena Karina takut ke depannya akan menambah hewan, akhirnya ia menambah 2 kandang untuk berjaga-jaga.
Mendengar hal tersebut, akhirnya Paman Gober dan Bibi Sarita mau tidak mau melebarkan mulutnya terkejut, karena baru kali ini ada orang yang membuat begitu banyak kandang dalam satu rumah. Biasanya hanya sekitar 3 sampai 4 kandang, tetapi kali ini 2 kali lipat lebih banyak dari biasanya.
Tetapi meski begitu, karena Paman Gober dibayar, akhirnya dengan senang hati mulai mengerjakannya. Untuk bahan, karena rumahnya dekat dengan gunung, akhirnya menebang pohon lebih dulu disana, dan ditambahi biaya 5 tembaga per pohon. Dan Paman Gober akhirnya menebang sekitar 12 pohon yang tidak terlalu besar, karena takut tidak kuat membawanya turun.
Setelahnya, dimulailah ia membuat kandang. Ada jalur samping yang bisa dilewati untuk menuju halaman belakang, jadi orang asing tidak perlu memasuki rumah hanya untuk ke halaman belakang. Tidak seperti Karina dan anak-anak yang biasa melewati pintu depan rumah, melewati ruangan yang ada di rumah.
Kemudian setelah mengatur kan paman Gober, datanglah pedagang kambing yang mengirimkan kambing yang dipesan Karina, sebanyak 4 ekor kambing. 2 betina 2 jantan, dan yang betina adalah kambing yang sedang menyusui sebelumnya, jadi nantinya Karina bisa memerah susunya untuk diminum semua orang di keluarga.
Bibi Sarita membantu paman Gober dibelakang, memotong kayu dan menempelkan kayu. Bergantian dengan paman Gober agar lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Sedangkan Karina bergegas masuk dan ke dapur untuk memasak makan siang. Sudah hampir waktunya, dan dirinya bahkan belum mamasak apapun.
Setelah meninggalkan anak-anak yang menonton pembuatan kandang di halaman belakang, Karina beralih pada daun bawang, mencuci dan mengirisnya tipis. Selain itu, Karina juga memanaskan air dan memasak mie.
Menunggu mie siap, Karina mengambil daging ayam yang dibelinya pagi ini di kota. Mencincangnya sampai halus, kemudian menyimpannya di mangkuk. Lalu beralih mengambil tepung dan sedikit tepung kanji, tambahkan ke mangkuk yang berisi daging cincang halus tadi, dan uleni setelah menambahkan bumbu agar cita rasa nya enak.
Setelah diuleni, Karina kemudian menyimpannya, dan mengangkat mie yang sebelumnya direbus. Tiriskan lalu masukkan ke dalam wadah. Melihat air mendidih, Karina memasukkan tulang ayam ke dalamnya untuk menjadikannya kaldu. Selain itu, adonan yang telah dibuat juga dicetak bulat dan masukkan ke air mendidih.
Tunggu sampai mengambang, jadilah bakso persis di dunia asli. Meski tidak seenak di dunia asli, tetapi begitu mengambil satu dan mencobanya, bakso yang dibuatnya masih bisa dibilang enak.
Setelah mencoba satu dan tidak ada masalah, Karina melanjutkan mencetak semua dan memasukkannya ke air mendidih. Bakso bisa disimpan selama 1 sampai 2 hari, jadi membuat lebih banyak juga tidak akan sia-sia nantinya.
Setelah selesai, Karina menatap semua hidangan yang dimasaknya dengan puas. Sudah lama sejak ia memakan makanan tersebut. Lumayan, dan ia bangga pada dirinya sendiri karena berusaha sekeras ini.
"Astaga, aku lupa pada makanan raja tidur!" Gumamnya, tetapi kemudian matanya menangkap panci berisi bubur. "Uh untunglah masih ada sisa pagi tadi. Baiklah, ayo panaskan ini lalu masak obatnya." Lanjut Karina bergumam. Tetapi kemudian ia berteriak, "Deraga! Ganika! Bantu aku menata meja!"
Tak lama, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan berlari memasuki dapur, membuat Karina tersenyum menatap ketiganya. Tangannya yang sudah bersih kemudian terulur dan mengusap setiap kepala sebelum akhirnya ketiganya menuruti perintah Karina.
Kedua laki-laki menata meja dan kursi, sedangkan Serena diam menonton di samping. Karena ketika ia hendak mengambil alat makan, Karina melarangnya. Dan membiarkan Serena mencoba bakso buatannya.
"Bagaimana? Enak tidak?" Tanya Karina seraya tersenyum.
Serena melebarkan kedua matanya, dengan binar itu, ia kemudian menganggukkan kepalanya semangat. "Um! Sangat enak! Apa ini, ibu?" Tanya Serena antusias.
Karina tertawa kecil, kemudian memikirkan nama yang pas untuk di dunia tersebut, "Bola-bola daging! Ibu membuat resep baru, dan Serena adalah orang yang mencobanya pertama kali. Suka tidak?" Jelas Karina, kemudian bertanya seraya tersenyum gemas melihat Serena.
"Aku suka! Ingin lagi!" Pekik Serena senang, kemudian kedua tangannya menengadah, meminta Karina menusuk satu bola-bola daging lagi untuknya. Dengan kaki sedikit melompat-lompat saking senangnya.
Karina tertawa melihat tingkahnya, "Bocah rakus ini." Ucap Karina dengan nada gemas, dengan tangan yang menusuk kembali satu bola-bola daging untuk Serena.
Begitu Serena menikmati bola-bola dagingnya yang kedua, Deraga dan Ganika akhirnya kembali ke dapur, dan menatap Serena dengan tatapan penasaran. Di satu sisi, keduanya juga menatap Karina dengan tatapan ingin.
Meski keduanya tidak bicara, akhirnya Karina berinisiatif memberikan masing-masing anak satu bola-bola daging. "Aku membuat resep baru, cobalah, enak tidak?" Ucap Karina seolah dirinya tidak tahu jika kedua anak menginginkannya.
Setelah melihat binar senang keduanya, mau tidak mau Karina kembali tertawa. Semuanya memang masih anak-anak. Bahkan Deraga pun tidak luput dari keinginan rakusnya akan makanan.
"Baiklah, makan sambil duduk. Ayo tunggu aku di meja, aku akan membawa hidangannya sekarang." Ucap Karina, membuat ketiga anak langsung berjalan ke arah meja dengan tangan masing-masing memegang satu bola-bola daging. Wajah ketiganya jelas menikmati masakan baru yang dibuat Karina.
Karina menggelengkan kepalanya. Kemudian mengangkat bubur dan mulai memasak obat. Tidak butuh waktu lama, kemudian Karina mengangkat panci yang berisi kaldu tulang, serta mie di wadah lainnya. Lalu yang terakhir adalah bola-bola daging dan irisan daun bawang dan paprika sebagai pewarna, agar setiap mangkuk punya warna tersendiri.
Sebelum makan bersama, Karina kembali ke halaman belakang dengan dua mangkuk besar. Khusus membuat makan siang untuk Paman Gober dan Bibi Sarita.
Mangkuk yang dibawanya, sama dengan mangkuk dirinya dan anak-anak. Yakni kuah kaldu ayam, mie, bola-bola daging, dan irisan daun bawang serta paprika untuk menambah selera.
"Baiklah, ayo makan dan beri tahu aku bagaimana rasanya." Ucap Karina begitu duduk di meja, setelah menuangkan hidangan di masing-masing mangkuk.
*
*