Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
"mah "teriak ayah Nara.
"iya Pah, ada apa"ucap istrinya.
"bisa tolong ke sini sebentar"ucap ayah Nara.
"iya tunggu"ucap istrinya lagi.
"ya udah Mama turun dulu papamu mungkin lagi butuh sesuatu"ucap ibunya.
"iya mah"ucap Nara.
ibunya langsung mengusap air matanya dengan kedua tangannya . lalu keluar dari kamar Nara.
"ada apa sih Pah, kok teriak-teriak"tanya istrinya.
"kamu lihat dasi papa yang warna biru"tanya suaminya.
"itu loh pak di dalam lemari"jawab istrinya.
"oh iya tadi kamu lagi bicara apa sama Nara, kok kelihatannya serius banget"tanya ayah Nara dengan wajah penasaran.
"bukan apa-apa kok cuman masalah kecil aja"jawab istrinya.
"ya udah kalau gitu, papa ke kantor dulu"ucap suaminya.
" hati-hati di jalan ya Pah"ucap istrinya.
sedangkan Nara di kamar Masih memikirkan semua yang dikatakan Sisil dan ibunya. ia merasa bahwa ada benarnya perkataan Sisil, jika dia tidak datang ke pesta pasti Milka akan menertawakannya lagi. tetapi jika ia pergi ke pesta tidak akan ada yang mau menjadi pasangannya. iya seperti berada di dalam dilema.
"apa mungkin aku pergi aja ya"ucapnya.
"ah nggak usah deh, nanti yang ada cuma diketawain lagi"ucapnya lagi.
setelah ia selesai menyusun susunan acara dan mencatat semua yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pesta nara langsung tidur.
saat Nara sudah tertidur pulas, ibunya masuk ke kamarnya. ibunya merasa bersalah karena tidak bisa memberikan Nara wajah yang cantik. ibunya menganggap bahwa itu adalah kesalahannya. iya menangis di samping Nara.
"Nara maafkan Mama nggak bisa ngasih kamu wajah yang cantik sehingga kamu diejek di sekolah"ucapnya.
"andaikan aja kamu punya wajah yang cantik, pasti kamu nggak akan malu buat datang ke pesta itu"ucap ibunya lagi.
setelah mengatakan itu ibunya pun langsung turun dan kembali ke kamarnya .karena tidak ingin mengganggu Nara yang sedang beristirahat.
keesokan paginya Nara bangun lebih awal, ia bangun jam 04:56. setelah ia bangun ia langsung mandi dan memakai seragam. baru ibunya ingin menaiki tangga yang menuju ke kamarnya untuk membangunkan Nara. tiba-tiba saja Nara sudah membuka pintu kamar, dan keluar dengan berseragam rapi.
"baru Mama mau kasih bangun, eh ternyata kamu udah bangun duluan"ucap ibunya.
"iya mah soalnya hari ini pasti sibuk banget"ucap Nara.
"ya udah sini sarapan dulu"ucap ibunya.
"oke mah "ucap Nara.
Nara yang tidak melihat ayahnya di meja makan pun langsung bertanya kepada ibunya.
"papa mana mah kok tumben nggak sarapan bareng kita"tanya Nara.
"papa udah berangkat subuh subuh katanya ada urusan penting .makanya itu dia nggak sempat sarapan"ucap ibunya.
"kalau gitu aku berangkat dulu ya mah"ucap Nara.
"ya udah, hati-hati di jalan"ucap ibunya.
"Hmm oke mah"ucap Nara.
Nara pun langsung berangkat ke sekolah, seperti biasa ia selalu naik taksi. saat sampai di sekolah ia langsung buru-buru ke ruang guru untuk menyerahkan susunan acara untuk pesta akhir pekan yang telah ia buat.
sesampainya Nara di ruang guru ia langsung bertemu dengan Bu Tiara.
"selamat pagi Bu"ucap Nara.
"pagi Nara ,kenapa kamu pagi-pagi udah cari ibu"ucap Bu Tiara.
"Saya mau menyerahkan susunan acara untuk pesta nanti bu"ucap Nara.
"wah, udah jadi memang cuman kamu murid yang bisa ibu harap"ucap Bu Tiara.
"kalau gitu sini ibu lihat dulu"ucap Bu Tiara.
"kalau ada yang mau diganti ibu bisa bilang sama saya nanti biar saya ganti"ucap Nara.
"udah nggak usah diganti udah bagus kok semuanya. tersusun pula jadi nggak ada yang perlu diperbaiki"ucap Bu Tiara.
"ya udah kalau begitu saya kembali ke kelas dulu ya Bu"ucap Nara.
"tunggu Nara, kamu simpan saja dulu ini nanti kamu persentasikan semua ini dan diskusikan sama anggota osisnya supaya mereka bisa mempersiapkannya"ucap Bu Tiara.
"baik bu"ucap Nara.
Nara pun langsung keluar dari ruang guru dan pergi ke kelas. sesampainya ia di kelas ia telah mendapati Sisil dan siswa-siswa lain yang sudah datang.
heii Nara kamu dari mana aja, tadi aku nyariin kamu .aku lihat tas kamu udah ada di bangku tapi kamunya malah nggak ada, sampai aku kira kamu diganggu lagi sama Milka"ucap Sisil yang khawatir kepada Nara.
"enggak kok tadi aku habis dari ruang guru ketemu sama Bu Tiara"ucap Nara.
"emangnya ada urusan apa kamu, sampai nyari Bu Tiara sepagi-pagi ini"tanya Sisil.
"aku cuman mau nyerahin susunan acara buat pesta nanti "jawab Nara.
"oh gitu" ucap Sisil.
"tiba-tiba Milka dan teman-temannya pun datang. mereka datang bersamaan dengan Keandra. Milka dan teman-temannya langsung duduk di bangku mereka begitu pula dengan Keandra. tak lama dari situ Brian dan Fernando pun datang, mereka langsung pergi menemui Keandra.
pagi itu semua siswa langsung membicarakan tentang pesta akhir pekan yang akan datang. mereka langsung mencari pasangan untuk dibawa ke pesta itu. di saat semua orang membahas tentang pesta akhir pekan. Nara langsung pergi dari kelas, iya langsung berkata kepada Sisil.
"lebih baik kamu cari pasangan buat ke pesta nanti takutnya kamu nggak dapat pasangan loh"ucap Nara.
"iya juga sih"ucap Sisil.
"ya udah kamu bicara aja dulu sama cowok yang ada di kelas ini siapa tahu ada yang mau jadi pasangan kamu"ucap Nara.
"terus kamu mau ke mana"tanya Sisil.
"aku mau ke kursi taman ,mau hirup udara segar dulu"jawab Nara.
"mau aku temenin nggak"tanya Sisil.
"nggak usah aku bukan anak kecil yang harus ditemenin setiap kemana-mana"jawab Nara dengan santai.
"ya udah deh hati-hati ya"ucap Sisil.
"Iya, ucap Nara.
lalu Nara pun pergi meninggalkan Sisil. iya pergi ke kursi taman yang ada di samping sekolah. ia mencoba untuk menenangkan diri di sana. memang setiap kali Nara ada masalah dia akan pergi ke kursi taman yang ada di samping sekolah.
Keandra yang melihat nara pergi sendirian langsung bertanya kepada Sisil.
"kenapa kamu nggak pergi sama Nara"tanya Keandra.
"Nara pasti lagi nenangin dirinya"jawab Sisil.
"emangnya dia kenapa"tanya Keandra penasaran.
"terus kenapa kamu malah enggak ngajak dia ke pesta, padahal kalian kan sahabat"tanya Keandra lagi.
"bukannya aku nggak mau atau malu ngajak dia ke pesta. cuman dia nggak pernah mau padahal aku udah paksa tapi dia tetap nggak mau. dia cuman takut kalau dia datang ke pesta ,dia akan buat orang jadi nggak nyaman. jadi setiap ada pesta Dia nggak pernah dateng"ucap Sisil kepada Keandra.
Keandra yang mendengar hal itu pun langsung pergi ke taman untuk menemui Nara.