Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
"Apa kau ingin mengikuti jejak ibumu!" Kalindra membentak Soraya lebih kencang dari sebelumnya. Hingga Soraya memejamkan matanya karena terkejut, bhkan wajahnya langsung memucat.
"Bagaimana mungkin kau merebut Cio dari kekasihnya, dan menyuruh Cio bertanggung jawab pada KIrea padahal KIrea bukan anak Cio. Kenapa kau harus mengorbankan orang lain demi ambisimu. kenapa kau tidak meminta tanggung jawab saja pada ayah kandung Kirea. Apa kau tau, tingkahmu sangat menjijikan. Aku sudah berusaha menyayangimu, agar kau tidak meniru ibumu, tapi kenapa tingkahmu sama menjijikannya seperti ibumu!'"
Kalindra berbicara sambil berapi-api, raut wajahnya benar- benar memerah. menatap Soraya dengan tatapan marah, Sebenarnya masa lalu kedua orang tua Soraya dan orang tua Kalindra sangat buruk, karena sebenarnya juga Kalindra dan Soraya satu ayah berbeda ibu.
Dulu ibu Soraya merebut ayah Kalindra dari ibunya, dan Kalindra yang saat itu masih kecil menyaksikan perselingkuhan ayahnya dan ibu Soraya, hingga menjadi trauma tersendiri untuk Kalindra. Tapi saat dewasa, Kalindra berusaha menerima Soraya menjadi adiknya.
Dan inilah alasan kenapa sekarang Kalindra begitu murka ketika percaya dengan apa yang Marry katakan.
Jangan di tanyakan betapa nyerinya hati Soraya saat ini, yang pasti dia benar-benar nyeri. Ucapan Kalindra mengantarkan rasa sakit yang luar biasa, rasa sakit yang menyentuh titik terdalamnya. Dia tidak tau kenapa Kalindra bisa mengatakan seperti ini, dan kenapa kakanya tiba-tiba menuduhnya.
Di tengah rasa sakit yang melandanya, tiba-tiba wajah Marry langsung melintas di otak Soraya, dan sekarang Soraya tau bahwa mungkin Marry menemui kakanya
Brak!
Kalindra menendang meja, karena Soraya malah memejamkan matanya dan tidak menjawab ucapannya. “Jawab aku!” teriak Kalindra.
Dengan nafas yang tidak beraturan, Soraya langsung membuka mata. Dia memberanikan diri menatap Kalindra dengan wajah yang lebih memucat dari sebelumnya.
“Pu-pulanglah. A-aku tidak punya jawaban atas ucapanmu. Percayai saja apa yang kau percayai." Soraya terlalu lelah untuk menjelaskan, dia terlalu sakit karena Kalindra lebih percaya pada orang lain dari pada kepadanya. Satu yang Soraya sadari, sepertinya sampai saat ini Kalindra masih dendam padanya atas kelakuan ibunya di masa lalu. Dan mungkin apa pun penjelasan Soraya, tidak akan pernah membuat Kalindra percaya. Itu terbukti dengan sikap Kalindra pada Kirea yang tiba-tiba berubah.
Dan setelah mengatakan itu, Soraya langsung bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan dengan sedikit cepat untuk pergi ke kamar, karena takut Kalindra melukainya.
Dan ketika Soraya bangkit dari duduknya, emosi Kalindra kembali meluap-luap. Dia juga ikut bangkit, dan menyusul Soraya.
“Kau berani menghindari kakak!” teriak Kalindra sambil menarik tangan Soraya dengan kencang, hingga Soraya berbalik.
“Kak, kumohon cukup. Jangan bertanya lagi!” Soraya mengatakan itu dengan suara pelan, bahkan rasanya dia tidak sanggup lagi untuk menatap kakanya
“Sorayaaaaaaaa!” kali ini teriakan Kalindra begitu menggelegar. Sangking emosinya. Kalindra Mengayunkan tangannya untuk menampar pipi Soraya
“Aaa!” Soraya berteriak ketika Kalindra akan menamparnya, dia langsung memejamkan matanya.
“Paman tolong jangan lukai Mommy!” Kirea berteriak ketika berada di depan Kalindra. Rupanya sedari tadi dia mendengar semuanya, gadis kecil itu mengintip dari Kamar.
Dan jujur Kirea juga sangat ketakutan karena sedari tadi Kalindra terus berteriak pada ibunya, dan ketika Kalindra akan menampar ibunya. Kirea secara refleks berlari, walaupun dia sendiri ketakutan pada pamannya.
Dan ketika mendengar teriakan Kirea, Kalindra sedikit tersadar. Lelaki itu menggantungkan ke udara dan tidak jadi menampar Soraya.
“Masuk kau!” teriak Kalindra pada Kirea Namun, kali ini Kirea tidak menurut malah memeluk ibunya dan kali ini Kalindra Langsung menarik tangan Kirea, agar Kirea masuk kedalam kamar.
“Aaaa!” Kirea terpekik ketika dia jatuh ke lantai, rupanya kaliandra menarik tangannya dengan kencang, akhirnya kehilangan keseimbangannya dan pada akhirnya gadis kecil itu pun terjatuh.
Dan ketika mendengar teriakan Kirea, Soraya seperti mendapat kekuatannya kembali. “Cukup!” Soraya berteriak.
“Kau berani berteriak di hadapan Kakak!”
“Be-berikan waktu aku untuk berbicara!” Soraya berbicara pelan. Dia menatap Kaliandra dengan tatapan memohon agar Kalindra tidak berteriak lagi.
“Aku tidak seperti yang kau bayangkan. Aku tidak pernah merebut siapa pun. Dulu, aku hamil anak Mario, tapi Mario menghamili wanita lain, hingga aku memilih mundur, dan kebetulan Joseph menyuruh Cio untuk menikahiku, Cio menerima tawaran Joseph karena saat itu kondisi kekasih Cio kritis. Mungkin Joseph pikir Cio benar melakukan tugasnya, hidup denganku dan melupakan kekasihnya. Tapi, sebenarnya tidak, aku menyuruh Cio kembali pada kekasihnya. Inilah alasan kenapa setelah aku pindah. Aku tidak ingin Joseph tau bahwa Cio kembali pada kekasihnya."
Soraya berusaha menjeskan semua dengan sejelas mungkin, di tengah ketakutannya dia berusaha untuk menatap Kalindra. Awalnya dia tidak mau menjelaskan, karena Soraya rasa percuma, sebab kakanya tidak akan percaya. Tapi, karena kalindra mengamuk di hadapan kirea, akhirnya Soraya membeberkan semuanya Bahkan dia juga harus rela memberitahukan rahasia yang selama ini dia simpan, tentang ayah kandung Kirea yaitu Mario.
Dan naasnya Soraya mengatakan itu di hadapan Kirea sendiri, hingga sekarang gadis kecil itu tahu bahwa Mario ayahnya, bukan Cio.
Mendengar penjelasan Soraya, Kalindra malah tertawa, di otak kalindra penjelasan Soraya sungguh tidak masuk akal. Mana mungkin Joseph membayar cio untuk menikahi Soraya, dan di mata Kalindra juga penjelasan Marry lebih masuk akal.
“Kau benar-benar membuatku malu Soraya!” rahang Kalindra kembali mengeras ketika Soraya terus mengelak. Soraya mundur satu langkah ketika Kalindra maju ke arahnya.
“ Tuhan tolong lindungi aku.” Soraya kembali memejamkan matanya, sekarang ketakutan pada kalindra benar-benar berkali-kali lipat. terlebih lagi dia juga mendengar tangisan kirea, tapi dia tidak berani untuk menghampiri putrinya karena takut kalindra akan melukai Kirea.
“Kalindra ...." tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang, hingga Kalindra menoleh, dan ternyata Gueen yang memanggil Kalindra.
Setelah membujuk ketiga anaknya, akhirnya Gueen mengikuti Kalindra. Entah kenapa perasaannya mendadak tidak enak, sebab dia tahu bahwa Kalindra adalah orang yang temperamental, dia takut Kalindra melakukan sesuatu pada Soraya, sama seperti dulu Kalindra menyiksanya.
Dan saat di perjalanan dia juga menelepon Joseph dan Jena, menyuruh keduanya untuk datang dan pada akhirnya Gueen tahu yang sebenarnya, sebab ketika berada di perjalanan Joseph menceritakan semuanya pada Gueen, tidak menceritakan semua. Namun, Gueen mengerti garis besarnya, hingga sekarang Gueen tahu bahwa adik iparnya tidak bersalah.
“kau mengikutiku?" tanya Kalindra yang juga merasa kesal pada Gueen.
“Tutup mulutmu, kau apa kan Soraya!" teriak Gueen yang langsung menghampiri Kalindra.
“Kirea!" Pekik Gueen ketika melihat Kirea di lantai, dia pun langsung memeluk keponakannya.
Dan tak lama terdengar pintu terbuka hingga Gueen dan kalindra menoleh ke arah belakang, dan ternyata Joseph dan juga Jenna yang masuk.
Joseph langsung berlari ke arah Soraya, terlebih lagi ketika melihat Soraya terlihat sangat kacau.
“Aku yang menyuruh Cio yang menikahi Soraya, karena aku tidak ingin Soraya menikah dengan lelaki seperti Mario!" Joseph langsung menjelaskan pada Kalindra.
Seketika kalindra kembali tertawa. “Lelucon macam apa itu, apa kau berusaha untuk membelanya?” Kalindra kembali emosi dengan pembelaan Joseph, dan tak lama pintu apartemen kembali terbuka muncul sosok Cio berlari dengan terengah-engah.
Tadi di perjalanan, Joseph meminta Cio datang, dan Cio juga sudah mengetahui kelakuan Marry yang mendatangi Kalindra. Tentu saja Joseph yang memberitahunya , dan sebelum memberi pelajaran pada Marry, Cio memutuskan untuk datang terlebih dahulu ke apartemen Soraya.
“Apa yang diucapkan Soraya semuanya benar, aku yang bersalah di sini, aku berjanji pada Joseph untuk tinggal dengan Soraya, api aku malah kembali pada Marry, dan apa yang di ucapkan Marry padamu adalah sebuah kebohongan.”
Ketika Cio mengatakan itu, ekspresi Kalindra langsung berubah.
“Kau tidak bercanda?” tanya Kalindra memastikan. Sedangkan Soraya yang benar-benar sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi, memegang pinggiran sofa, berusaha untuk tetap sadar. Padahal saat ini kepala Soraya sudah berputar-putar.
“Tolong pergilah kalian." Soraya berbicara dengan pelan, dan sedetik kemudian semua terkejut ketika tubuh Soraya ambruk di lantai. Rupanya Soraya sudah tidak kuat menahan tekanan, hingga dia kehilangan kesadarannya.
***
Semua keluarga menunggu dengan harap-harap cemas, berharap dokter segera keluar dari ruang rawat Soraya. Ya, sekarang Soraya sedang ditangani oleh dokter, karena setelah Soraya tidak sadarkan diri, Soraya langsung dibawa ke rumah sakit.
Gueen yang sedang berdiri di depan jendela langsung menoleh ke arah Kirea yang sedang duduk di kursi tunggu menjauhkan diri dari semuanya. Sedari tadi masuk ke dalam rumah sakit, Kirea tidak mau berbicara dengan siapapun, bahkan ketika ada yang menghampirinya Kirea langsung pindah dari tempatnya.
Sepertinya apa yang dilakukan Kalindra dan kenyataan yang dia dengar bahwa Mario adalah ayahnya membuat Kirea terpukul hingga sekarang gadis kecil itu seperti kehilangan separuh jiwanya, apalagi tadi dengan jelas dia melihat ibunya hampir saja di tampar oleh Kalindra, dan itu adalah sebuah pukulan yang besar bagi Kirea.
Saat Gueen akan menghampiri Kirea, langkahnya terhenti karena Joseph sudah terlebih dahulu menghampiri gadis kecil itu.
Joseph berlutut di hadapan Kirea, hingga Kirea langsung tersadar. Baru saja Kirea akan berpindah duduk, Joseph menahan tangan keponakannya.
“Paman, Mommy tidak jahat, tolong katakan pada semuanya, jangan perlakukan Mommy dengan buruk.” Kirea berbicara dengan menangis sesegukan. Hingga rasanya jantung Joseph seperti terbelah. Belum Joseph menjawab, terdengar suara orang berlari hingga Joseph menoleh dan ternyata yang datang adalah Kelvin dan Mario, kedua lelaki itu datang secara bersamaan. .
Siapa yang nangis di part ini? Aku aku aku ....
Dah semua bener bener kebongkar.
Ingat dah kena strok