Anak adalah titipan,anak adalah amanah,dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Dan Dinda,yang diusia muda sudah menjadi ibu sekaligus ayah bagi tiga buah hatinya harus berjuang keras menafkahi meskipun ada begitu banyak rintangan yang harus dihadapi.
Mampukah Dinda melewati ujian hidupnya seorang diri,sekuat dan segigih apa perjuangannya untuk ketiga anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penggemar Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apa itu??
"harus kumpulin duit lagi ya buat lahiran si dede" suara Yoga yang baru pulang kerja membuyarkan lamunan Dinda sore itu
"eh iya pa,harus ngumpulin,buat biaya lahiran sama biaya beli perlengkapan yang belum ada"
"iya nanti aku usahain ya"
Dinda mengangguk
"kamu kenapa ma? ngelamun aja" tanya Yoga
"ng-nggak,gak ngelamun koq pa,cuma lagi mikir aja" jawab Dinda gelagapan
"mikirin apa?" selidik Yoga
"mikirin yang tadi itu,biaya buat si dede bayi,iya itu" jawab Dinda
"hmmm,,ya udah nanti kan aku yang urus,kamu tenang aja,urusin aja Galang sm kesehatan kamu" ucap Yoga sambil mengambil handuk dari gantungan
"habis mandi mau langsung makan pa?" tanya Dinda
"nanti aja kayanya,belom laper" Yoga menjawab sambil masuk ke kamar mandi
Dinda masih termenung di tempatnya,ada hal yang sangat mengganggu pikirannya saat ini.
Tadi pagi saat sedang membongkar barang milik Galang yang disimpan Yoga di lemari pakaiannya Dinda menemukan sesuatu yang belum pernah Dinda lihat sebelumnya karena dia menemukannya di laci paling bawah lemari itu,lemari milik Yoga sejak masih bujangan,kini lemari itu dipakai mereka bersama,karena walaupun sudah cukup lama tapi lemari jati itu masih kokoh dan sangat layak pakai.
Selama ini Dinda memang belum pernah mengobrak abrik isi kamar itu dikarenakan saat hamil Galang dirinya selalu merasa kelelahan,lalu setelah Galang lahir,dirinya selalu disibukkan urusan Galang karena baru pertama memiliki anak sehingga sering kelabakan dan nyaris tak ada waktu senggang.
Dan saat ini,bukan waktu senggang sebenarnya,hanya karena dirinya sedang mengeluarkan barang barang bekas Galang yang disimpan Yoga di lemari nya,jadi sekalian saja Dinda mengobrak abrik lemari itu hingga ke laci lacinya.
Tak menyangka sama sekali dirinya bisa menemukan tumpukan kertas dan foto foto lama yang tersimpan rapi disana,sebenarnya Dinda tidak berminat mengambilnya,namun ada seperti dorongan entah darimana yang membuatnya begitu penasaran dan akhirnya mengeluarkan semua isi laci itu.
Awalnya yang terlihat hanya beberapa lembar surat cinta yang ditujukan untuk Yoga dari mantan kekasihnya saat jaman sekolah,Dinda bisa menebak dari tahun surat itu dibuat lalu warna kertas yang sudah menguning,entah itu surat mungkin saat dia masih SMP sepertinya,gumam Dinda sambil terkekeh,namun tak ada keinginan sedikitpun untuk membacanya,Dinda hanya melewatkannya saja,lalu selanjutnya adalah amplop amplop bertema cinta yang kemungkinan adalah amplop dari surat cinta yang barusan dilihatnya,lalu kemudian ada 2 lembar foto dengan wajah berbeda yang bisa ditebak juga itu adalah foto close up jaman dulu,terlihat dari wanita di dalam foto yang mengenakan baju pengantin model gaun berwarna putih memegang bunga yang terlihat jadul sekali,lalu foto wanita dengan baju jadul dan dandanan jadul,betul betul dari jaman yang entah kapan,bahkan Dinda pun merasa tidak pernah melewati masa itu,hanya pernah melihat foto dengan gaun dan baju seperti itu dirumah bibinya di kampung,Dinda kembali terkekeh geli,dasar katrok,gumamnya geli.
Dan yang paling menarik perhatian Dinda adalah beberapa lembar kertas yang tampak sangat lusuh,seperti sering dibuka tutup lipatannya,kertas itu berisi tulisan arab gundul yang lebih terlihat seperti jimat.
lalu kertas dengan tulisan tulisan arab biasa,dan kemudian yang paling membuat Dinda tercengang adalah lipatan dari dua lembar kertas yang dilipat sedemikian rupa,dan saat terbuka lipatan itu berisi satu botol sangat kecil mirip botol parfum tester,kecil namun panjang,botol itu berisi seperti air kemudian di dalamnya ada 2 benda mirip seperti akar yg berukuran kecil dan tipis berwarna coklat kehitaman,akar itu tampak bergerak dan saling bertautan satu sama lain,seperti hidup.
lalu yang membuat Dinda lebih terbelalak lagi adalah adanya foto dirinya dengan seragam sekolah SMP berukuran 3x4 berwarna hitam putih,Dinda diam sejenak sambil berpikir darimana Yoga mendapatkan foto itu padahal dirinya tidak pernah memberikan foto pada Yoga,namun diingatnya kembali pernah menyimpan foto foto seperti itu untuk keperluan sekolah,berarti Yoga mencuri foto itu dari dalam tas sekolahnya,mungkin saat mereka pacaran dulu,Dinda manggut manggut sendiri,dan dibalik foto itu ada foto Yoga juga berukuran sama dan seragam yang sama serta berwarna hitam putih juga,lalu di kertas pembungkus itu Dinda membaca sederet tulisan dalam bahasa arab kemudian dibawahnya berisi tulisan kata kata yang mirip dengan jampi jampi dalam bahasa yang tidak Dinda mengerti sama sekali,karena seperti bahasa daerah atau bahasa lama begitu,kemudian di lembar selanjutnya ada tulisan lagi dengan bahasa arab kemudian kalimat yang dibacanya harus diulang beberapa kali,kemudian ada tata cara melakukan sesuatu dengan kemudian menyebut nama lengkap Dinda beserta nama sang ayah diakhiri dengan tulisan berbahasa arab kembali.
Apa ini? gumam Dinda,terlihat mencurigakan sekali,namun Dinda tak bisa menebak karena dirinya sangat awam akan hal hal seperti itu,
'aku harus mencari tau tentang ini' gumam Dinda
'aku merasa ada hal yang tidak beres dan harus aku ungkap secepatnya' gumamnya lagi
Itulah yang membuatnya jadi melamun,karena memikirkan harus dibawa kemana benda benda yang ditemukannya tadi,siapa yang dapat dirinya tanyai, tak mungkin bertanya langsung karena Dinda sangat yakin itu bukanlah hal yang biasa,Dinda merasa hal itu disembunyikan oleh Yoga,karena itulah dia harus mencari tau tentang benda benda itu dari orang lain,orang yang paham,tapi siapa kira kira??
Tak lama kemudian,Yoga keluar dari kamar mandi dan melihat Dinda masih di posisinya semula,
"hmmm,kamu kenapa sih ma?" tanya Yoga heran
"gak biasanya kamu begitu" kening Yoga berkerut dan kedua alisnya bertaut
"ehm,agak gak enak badan pa,bawaan mungkin" jawab Dinda berkilah
"oowh,ya udah istirahat aja kamu,biar Galang nanti aku ambil dari ibu" ucap Yoga
'kenapa aku merasa sepertinya kamu merahasiakan sesuatu dari aku pa' batin Dinda
'Ya Allah berilah aku petunjukmu,berilah jawaban dari semua kegelisahanku ini' Dinda terus saja membatin
Yoga sudah meninggalkannya sendirian di kamar,itu justru membuat Dinda lega,karena berada di dekat Yoga membuat pikirannya tak karuan,ada banyak sekali pertanyaan berkeliaran di benaknya,pertanyaan pertanyaan yang entah akan diajukannya pada siapa,tak mungkin pada Yoga tentunya,sungguh rasa penasaran ini menyiksanya,sangat menyiksanya,Dinda bertekad untuk mencari tau,dengan cara apapun itu dan tentu saja tanpa ketahuan Yoga.
'Ya Allah bantu aku' gumam Dinda kembali dengan mata terpejam agar lebih khusuk.
itu blm seberapa, karma yg
di terima oleh anak mu yg tersayang.
siapkan mental, siapkan pisik.
dan berlapang dada.
thanks mbak 💪😍
bacanya, kayak buah dd Ng pake
bra, tergantung tapi masih nempel
di dada, kalo novel ini di hati.
thanks mbak 💪🥰