NovelToon NovelToon
Zhafira

Zhafira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:368k
Nilai: 4.9
Nama Author: zha...

Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.

Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

faderiel kacau

...

3 hari berlalu Zhafira semakin geram dengan sikap Faderiel yang semakin tidak profesional sejak dia tau Zhafira adalah direktur baru nya, Faderiel banyak bertingkah, dia bahakan tak mau membawa berkas laporan yang biasanya dia sampaikan sendri ke ruang direktur kini dia selalu menyuruh Tio sekertarisnya, Faderiel benar benar menjaga jarak pada Zhafira.

Bahkan kini Zhafira semakain marah, bukan karena Faderiel menjauhinya mungkin salah satunya tapi ketika Faderiel sudah tak profesional dalam bekerja yang membuat Zhafra geram, benar saja baru jam 10 Faderiel tak ada dikantor ,tak menghadiri rapat eksekutif jam 8 tadi, dan setelah ditanyakan kepada Tio sekertarisnya Faderiel meninggalkan kantor jam 10 tadi tanpa penjelasan.

"Meka, kemana Faderiel" tanya Zhafira ketika Meka selesai membacakan agenda.

"Entah lah aku baru melihat sikapnya yang tak seperti biasa sekarang ini, dia pria cerdas dan profesional selama ini"

"Aku harus menemuinya"

"Kau ada janji makan siang bersama mangaer perions wakil dari perusahan mitraska, ditemani tuan stevanus,"

"kalau begitu aku akan menemui nya setelah makan siang"

Selesai mengahadiri perjamuan makan siang dihotel ternama tak lain salah satu hotel milik Qolb tentunya, dengan berbincang dan perkenalan anatara papa dan anak, yang mengabiskan waktu lebih dari makan siang.

...

Zhafira diikuti dua bodygordnya mengantar kan ke club malam Faderiel Golden Night Club, tepat pukul 4 sore Zhafira langsung menaiki lift menju lantai 3 kantor Faderiel, setelah melihat mobil lamborgini metalik milik Faderiel yang terparkir dihalaman parkir.

Zhafira langsung membuka ruang kerja Faderiel, dan melihat pria yang dicarinya tengah tidur lemas dengan berbagai botol alkohol memenuhi meja sofa dan ditanganya juga, Zhafira mengampiri dan duduk dikursi samping Faderiel dan menyambar botol dan membuangnya kesal.

Faderiel membuka matanya merasa ada yang hadir diruanganya.

"Zahfi ra" ucapnya terbata mash dalam pengaruh alkohol.

"Meninggalkan kantor di jam kerja, dan mabuk mabukan" cecar Zhafira menyilangkan tangan dengan kesal.

Faderiel memndudukan badanya "maaf bu derektur"

"Hentikan fad, apa yang terjadi, aku disini sebagai teman mu okey"

"Kau bisa memecat ku jika kau mau" ucap Faderiel asal.

"Bagus itu mau mu" Zhafira berdiri dengan muka marah.

"akan ku butkan" dan berjalan melewati Faderiel.

Namun ditahan Faderiel yang meraih tangan Zhafira menahan langkah Zhafira.

"Tunggu," Zhafira berbalik memandang Faderiel dengan wajah lesu rambut acak acakan.

"kenapa kau mempermainkan ku zhaf"

Zhafira membalikan badanya menghadap Faderiel yang masih duduk lesu masih menggenggam tangnya kuat, dan mendengarkan ucapan meracau Faderiel.

"Kau mempermainkan ku zhaf" ucap Faderiel menengadahkan kepala mulai memandang Zhafira yang berdiri di depannya.

"aku benar benar jatuh cinta pada mu zhaf"

"Apa karna itu kau sekalut ini"

"Karna kau seorang direktur, aku tak bisa mencintai wanita yang statusnya lebih tinggi dari ku" ucapnya dengan suara tinggi.

"Dimana faderiel sang donjuan yang ku kenal, penakhluk wanita, lihat dirimu fad" cibir Zhafira

"Kau yang membuat ku sperti ini, untuk pertama kalinya aku merasakan debaran yg berbeda kala bersama wanita, aku bisa terima berpa kali kau menolak ku setidaknya aku punya harapan tapi ketika kau menjdi bos ku sekarang apa daya ku, itu sangat melukai harga diri ku zhaf" berdiri mensejajarkan posisi.

"aku tak ingi memberi harapan palsu, cinta itu dari hati, jangan buat aku kasihan karna sikap mu yang seperti ini fad" Zhafira memeluk Faderiel.

"kau teman ku, kau tak akan pernah menyesal menjadi teman ku bukan, " ucap Zhafira dia tipikal teman yang care sangat sayang dengan orang yang sudah dianggap teman, ingat dengan kasus Gladist contoh kecil kepedulian Zhafira terhadap teman.

"Kau terlalu sempurna menjadi kekasih ku, tapi kau akan menjadi teman yang menyebalkan"

Kring kring kring

Zhafira mengangkat telfon bertuliskan Meka sekertaris dan melepaskan pelukannya kepada Faderiel.

/apa kau lupa pesta zhaf,kau dimana?/

"Pesta apa!"ucap Zhafira dengan kening mengkerut.

/Pesta ulang tahun tuan jhosep, dedynya derik sahabatnya tuan stevanus zhaf/

Zhafira tergelak melihat jam ditangnnya sudah menunjuk pukul 7 malam.

"Jemput aku di golden night club, bawabkan baju juga" ucapnya mengakhiri.

Zhafira berjalan mendekati Faderiel, dengan masih mengegam hanfon ditanganya.

"Come on, kau bisa mendapatkan wanita manapun fad, jangan bertingkah kekanakan"

"Tak akan sperti mu zhaf"

"baiklah, standar cew mu terlalu tinggi seperti ku tapi percayalah masih akan ada aku yang lain nantinya" jelas Zhafira sedikit sombong yang sudah tak bisa berbuat apa apa lagi.

Tak selang lama Meka datang, Zhafira bergegas mengganti kostum dikamar mandi dalam kantor Faderiel, Meka terpana melihat ruangan Faderiel yang acakan beserta pemiliknya ,15 menit Zhafira keluar dengn gaun panjang warna ungu tanpa lenga belahan lebar dipunggungnya dengan leontin cantik menghiasi lehernya.

Mata Meka dan Faderiel terpana, tak di pungkiri hanya bermodal lipstik saja Zhafira sudah terlihat mempesona dengan gaunya dan rambut digerai bebas.

Zhafira berjalan mendekati pintu keluar di susul Meka, namun sebelum membuka hendel pintu Zhafira kembali menatap Faderiel yang masih duduk lunglai karena mabuk.

"Dengar fad, jika besok tak ku temukan kau berada diruang ceo QC, aku pastikan surat yang kau minta akan segera ku buat," sejenak memandang Faderiel dengan raut tegasnya.

"kau tau pasti aku tak pernah main main dengan ucapan ku fad" berbalik dan pergi dari situ.

...

Tepat pukul delapan malam Zhafira sampai ditempat pesta bersama Meka sebagai pendampingnya , acara sudah dimulai 10 menit yang lalu, kini para tamu disuguhi berbagai aktrasi dan musik.

Terlihat ditengah ruang terletak sofa besar duduk dantara wanita cantik Jhosep dan Stevanus dua sahabat karib sedari sekolah sedang asik mengbrol dan bercengkrama, di ujung sofa ada Derik dengan wanita cantik dikanan kirinya, namun kedua wanita itu terlihat bosan karena Derik tak menanggapi rayuannya hanya terdiam memandangi pesta yang terlihat membosankan baginya.

Zhafira berjalan menuju Jhosep untuk sekedar memberi ucapan, Stevanus dan Jhosep menghentikan obrolan tatkala Zhafira sudah berada diujung meja tempat mereka becengkrama.

Zhafira menghampiri Jhosep dan di sapa dengan pelukan hangat, Zhafira sedikit terkejut dengan sifat sahabat papanya itu, Zhafira hanya beberapa kali bertemu dengan Jhosep, yang dia tau pria paruh baya dihadapanya ini adalah sahabat terbaik papanya.

"Selmat ya om maaf zhaf terlambat"ucap Zhafira kemudian duduk disebelah Stevanus wanita yang mendampingi nya tadi pergi meninggalkanya kala mendapat tatapan tajam dari Zhafira.

"Zhaf ku sudah besar, dia cantik seperti zahra stev,"

"Otak nya juga, kau tau itu"

"Papah"

"Kau tau nak, menghilangnya kau 6 tahun lalu aku harus mengrus dua lelaki yang uring uringan tiap waktu"

"Maksut om,"

"Papa mu dan anak laki ku , uring uringan tak menemukan mu selepas kau menghilang"ujar Jhosep menceritakan.

"Benarkah," ucap Zhafira memandang Derik yang masih di dampingi wanita sexy.

"kala itu zhaf blum mengenalnya"ucap Zhafira.

"Tentu saja buat apa om membual, derik terlalu dekat dengn zahra hingga dia begitu mengenalmu, jauh sebelum kalian bertmu, so when should I come to propose to my son"

"Jangan buru buru , biar lah merek yang menentukan, mereka sudah dewasa"ujar Stevanus merangkul Zhafira disampingnya.

"Apa kau tak tertarik degan putra ku zhaf"

Derik beranjak meninggalkan shofa dan kedua wanita cantik disampingnya dengan kasar.

Jhosep memandang perginya derik dari meja itu, kemudian beralih memandang Zhafira dengan wajah berharap.

1
MomZiee
kereeen
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, semangat terus berkarya, salam dari Menikah muda 😊🤗👍💜
Yun'@_Miu
like
Yun'@_Miu
like 👍
Yanti Agejul
keder keder loe......
Hasni Ahsan
😍🥰
Hamba Allah
mampir Thor atas nama cinta Karya pertama kuuu niii
Nurul Masnunah
awal cerita bagus
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
Yun'@_Miu
like 👍
Nurul Masnunah
terlalu banyak lelaki yang menginginkan satu orang wanita..
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
Nurul Masnunah
ceritanya bagus.. baru singgah baca di novel ini, mungkin kurang promosi ya..jadi yang singggah belum banyak
semangat aja Thor berkarya
Ida Saidah
knp gk sembunyi d ats pohon nenk bos
Yun'@_Miu
like 👍
Putri ava
♥️
Jujuk
like like
Jujuk
like
Jujuk
lanjut kak
Chacha
lanjut tour cerita nya
Dhina ♑
Nasi gorengnya bikin gagal fokus, jadi laper
Dhina ♑
mengapa pensiun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!