NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1--Dihajar Rian

BAB 1

"Uhuk! Uhuk!"

Suara batuk kering yang menyakitkan menggema di keheningan malam pinggiran Desa Sukamaju. Bima Wijaya tersungkur di atas tanah berlumpur, dadanya kembang kempis menahan rasa sakit yang luar biasa.

Setiap kali dia mencoba menarik napas, paru-parunya terasa seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Cairan kental berbau amis besi mengalir dari sudut bibirnya. Darah lagi.

Ia memiliki penyakit jantung bawaan berbahaya yang membuat fisik dia selemah balita. Gara-gara penyakit itu, dia memiliki hidup yang begitu mengenaskan. Ditambah lagi, komplikasi paru-paru basah yang akut membuat setiap hari dalam hidup Bima adalah siksaan tanpa akhir. Untuk bertahan hidup, dia terpaksa bergantung pada obat-obatan mahal yang harganya tidak masuk akal bagi kantongnya yang kosong.

Namun, rasa sakit di dadanya malam ini kalah jauh dengan rasa sakit di harga dirinya.

Di depannya, berdiri tiga orang pemuda dengan pakaian necis. Tiga pemuda berbadan kekar nan gagah itu menyunggingkan senyuman remeh, sementara di tengah-tengah mereka adalah Joko, anak kepala Desa Sukamaju yang terkenal arogan.

"Bima, sadarlah. Kamu itu cuma sampah desa, penyakitan, miskin lagi," suara Rianterdengar sangat dingin dan penuh penghinaan. "Sudah tahu kere, penyakitan, masih berani-beraninya numpuk utang di rumah bapakku!"

Bima mencengkeram tanah berlumpur, kepalanya terangkat dengan susah payah. Utang

.Ya, itu adalah akar dari semua bencana ini. Demi membeli obat jantungnya selama setahun terakhir, Bima terpaksa meminjam uang berobat kepada Kepala Desa Sukamaju—yang tak lain adalah bapaknya Joko, sang lintah darat desa yang suka memeras warga dengan bunga mencekik.

Bima bekerja serabutan setengah mati, jualan koran hingga jadi kuli angkut ringan di pasar walau sering berakhir pingsan, hanya untuk mencicil utang tersebut. Tapi bagi keluarga Joko, sisa utang Bima yang tinggal sedikit itu justru dijadikan alasan untuk menginjak-injaknya malam ini.

"Mas Joko... aku... aku sudah janji bakal bayar sisanya akhir bulan ini setelah uang jualan koranku cair..." Bima terbata, air mata bercampur darah mengalir di pipinya yang lebam.

"Halah! Akhir bulan matamu peyang! Bapakku sudah bosan dengar janji manis dari cowok ampas kayak kamu!" Rianmaju selangkah, menatap Bima dengan pandangan yang sangat merendahkan. 

"Bapakku butuh duitnya sekarang. Karena kamu gak punya duit, maka malam ini tubuh cacatmu itu yang harus bayar bunganya!"

Rianadalah pria yang punya segalanya di desa ini. Dia tampan, kaya, dan punya kuasa berkat jabatan bapaknya. Namun, di balik itu semua, Rianmemiliki tabiat yang sangat busuk. Dia terkenal suka main wanita, suka memeras pedagang pasar, dan sering melakukan pelecehan yang selalu ditutupi menggunakan kekuatan uang dan jaringan hukum bapaknya.

Bima tahu semua kebusukan itu karena dia sering mangkal di pasar. Dan malam ini, Riansengaja membawa antek-anteknya ke area sepi di dekat kaki gunung hanya untuk melampiaskan kesadisannya pada pemuda ringkih tak berdaya seperti Bima.

"Bapakmu... bapakmu itu pemeras! Bunga utang itu sudah kulunasi tiga kali lipat, tapi kalian terus menambahnya!" Bima berteriak serak, mencoba membela diri.

Mendengar ucapan frontal dari Bima, wajah Rianlangsung berubah drastis karena merasa terancam sekaligus tersinggung. "Banyak bacot kau, cacat! Berani kamu menghina keluargaku?!"

Bugh!

Rianmaju selangkah, lalu dengan kejam mendaratkan tendangan lurus yang sangat keras tepat di perut Bima.

"Argh!"

Bima menjerit tertahan, tubuh kurusnya berguling di tanah. Hantaman itu terasa sepuluh kali lipat lebih mematikan bagi fisiknya yang hancur. Dia kembali memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak. Tubuhnya bergetar hebat merasakan rasa sakit luar biasa, campuran antara harga diri yang tercoreng dan rasa sakit fisik yang ekstrem.

Dua antek Joko, pemuda berbadan kekar dari kampung sebelah, tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan itu.

"Hahaha... kasihan banget sumpah! Begitu doang langsung muntah darah!"

"Lemah ada batasnya juga kali! Gak usah sok keras kalau fisik kayak ayam sayur!"

"Hajar dia! Biar dia tahu sopan santun sama anak Kepala Desa!" perintah Riandengan bengis.

Tanpa ampun, kedua antek Rianmulai menghajar Bima habis-habisan. Pukulan demi pukulan yang dilapisi tenaga besar bersandar di wajah, rusuk, dan punggung Bima. Bunyi hantaman daging dan tulang yang beradu terdengar mengerikan memecah kegelapan malam.

Bima tidak bisa melawan. Fisiknya yang digerogoti penyakit kronis sejak remaja membuatnya tidak lebih kuat dari selembar kertas. Dia hanya bisa meringkuk di atas tanah berlumpur, melindungi kepalanya dengan kedua tangan yang gemetar hebat, menerima setiap siksaan dengan kepasrahan yang menyakitkan.

Bugh! Bugh!

Hantaman demi hantaman terus dilancarkan tanpa ada niat untuk berhenti.

"Sudah, bantai saja sekalian! Biar desa ini bersih dari beban orang miskin tak berguna!" seru salah satu antek Riansambil menginjak dada Bima dengan brutal.

KREK.

Bima bisa merasakan tulang rusuknya retak. Rasa sakit yang teramat sangat membuatnya hampir kehilangan kesadaran seketika. Pandangannya mulai mengabur, menyisakan siluet Rianyang berdiri tegak sambil bersedekap dada, tersenyum puas melihat Bima yang sudah sekarat di ujung maut.

"Ayo pergi. Bau darah si penyakitan ini bikin mual," ajak Riansambil meludahi tubuh Bima yang sudah tak bergerak. 

Setelah melempar beberapa makian lagi, Riandan para anteknya melangkah pergi dengan tawa kemenangan, meninggalkan Bima yang terkapar tak berdaya di tanah berbatu dekat kaki gunung.

Malam semakin larut, dan gerimis mulai turun membasahi bumi, mengubah tanah menjadi semakin dingin.

Bima mengerang, mencoba menggerakkan jarinya, namun seluruh tubuhnya terasa mati rasa. Dengan sisa-sisa tenaga yang hampir habis dan napas yang terputus-putus, dia menyeret tubuhnya di atas tanah, merangkak tanpa arah demi mencari perlindungan dari air hujan yang membuat tubuh ringkihnya semakin menggigil hebat.

Byurr!

Karena pandangannya yang kabur tertutup darah dan tanah yang licin akibat hujan, Bima kehilangan keseimbangan di tepi tebing. Alih-alih bergerak menjauh darisana dia malah sial serta jatuh ke bawah.

Tubuh kurusnya berguling jatuh dari tebing kecil dan langsung terhempas ke dalam aliran sungai berbatu di kaki gunung yang arusnya sedang menderu deras.

Dinginnya air sungai langsung menusuk hingga ke sumsum tulangnya. Bima megap-megap, kepalanya membentur batu sungai berkali-kali. Dia tidak bisa berenang, apalagi dengan kondisi tubuh yang hancur pasca dihajar habis-habisan.

"Uhuk! Glek!" Air sungai mulai masuk ke dalam saluran pernapasan dan lambungnya. Mampus, dia serasa mati lemas saat itu juga di dalam pusaran air yang gelap.

Hanya karena utang obat, nyawa harus jadi taruhan. Tragis dan sangat mengenaskan.

'Apakah... aku akan mati di sini? Mati sebagai sampah miskin yang diinjak-injak?' batin Bima di ambang kematiannya.

Di tengah kegelapan air sungai yang menenggelamkannya, hati Bima menjerit sekencang-kencangnya. Jiwanya dipenuhi oleh amarah, dendam, dan keputusasaan yang mendalam.

'Kenapa?! Kenapa takdir begitu tidak adil padaku?! Apa salahku? Aku hanya ingin hidup normal! Kenapa aku harus lahir dengan penyakit sialan ini?!'

'Kenapa orang-orang kaya berkuasa seperti Rianselalu bisa menginjak-injak orang miskin seperti aku seperti cacing?!'

'Joko... Kepala Desa... jika aku mati dan menjadi hantu, aku bersumpah akan menuntut balas pada kalian semua! Aku mengutuk kemiskinan ini! Aku mengutuk takdir sialan ini!!!' Bima merutuki hidupnya dengan segala kebencian dan dendam membara yang tersisa di dadanya.

Kesadarannya perlahan-lahan mulai padam. Matanya hampir tertutup sepenuhnya saat tubuhnya yang lemas tersangkut di antara celah batu besar di dasar sungai yang gelap.

Namun, tepat di saat napas terakhirnya hendak berhembus dan jantungnya hampir berhenti berdetak, tangan Bima yang mencengkeram dasar sungai secara tidak sengaja menggenggam sebuah benda bulat seukuran telur puyuh yang tertimbun di dalam lumpur.

Benda itu adalah sebuah batu hitam legam dengan guratan urat-urat bercahaya hijau redup.

DEG!

Begitu kulit telapak tangan Bima bersentuhan dengan batu tersebut, sebuah sentikan energi yang luar biasa panas tiba-tiba menjalar, melesat cepat melewati pembuluh darah lengan kirinya, dan langsung menghantam tepat di pusat jantungnya!

Mata Bima yang tadinya sayu langsung membelalak lebar di dalam air. Cahaya hijau misterius mulai berpendar terang, membungkus seluruh tubuhnya yang semula sekarat di dasar sungai.

1
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
septian arista
cerita cultivator versi dalam negeri🤭🤭🤭
Manusia Biasa: kultivasi lokal
total 1 replies
septian arista
ini ceritanya mirip sama para kultivator yang menemukan warisan tersembunyi
Hentri Gunawan
kpn di up LG Thor ..
Manusia Biasa: selasa mungkin kak, lagi sibuk ujian
total 1 replies
Leynn
Author, kok bisa update sampai 5+ chapter sehari? sanggup kah? atau emang udah punya draft yang banyak? sekali update berapa kata? (mohon jawab karena saya juga author pemula ingin tahu motivasi nya kenapa bisa banyak banget chapter dalam sehari)
Leynn: hell naw😹
total 9 replies
Domek Uuk
mantap
Domek Uuk
lanjut thor,,
Gege
dan othor di pun mencoba men skip adegan kitab kamasutra yang tabu untuk di detailkan dalam platform NT..🤣
Manusia Biasa: gak boleh sama pihak NT
total 1 replies
Kisin Gindam
mantap
Domek Uuk
ceritanya kurang menantang thor
Domek Uuk
lanjut thor
Domek Uuk
zip,lanjutkan thor
Domek Uuk
mantap bos,wiek wik mana?
Ajidewa nagaraja
ribet ya mau tiap lanjut episode
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Waduh mengerikan sekali..😨😰😱
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Menurutku lebih SAH kalau hubungan tersebut diresmikan melalui pernikahan.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊
Achnad Asbert: 🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Gege
ditunggu plot ratu LC datang berobat mengalami masalah saluran kencingnya...pasti tangan bima mengobok oboknyaah...😄🤭🤣
Manusia Biasa: udah bos, cabulnya sampai sini dulu. kena pringatan dari PF ini, gagal kotnrak😂😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!