Demi memperbaiki ekonomi keluarga kecilnya, Novia pergi ke luar negri. Setelah enam tahun berlalu Novia kembali dengan kejutan besar.
Kevin suaminya yang sudah menantinya dengan kesetiaan harus menelan pahitnya kenyataan saat Novia hamil benih pria lain.
Betapa mahal kesetiaan yang Kevin lakukan nyatanya tak berarti apa-apa. Ekonomi mereka memang sudah sangat baik namun tidak dengan hubungan mereka.
Beribu kali Novia menuntut cerai dari Kevin nyatanya Pria itu enggan menjatuhkan talaknya. Kevin seakan berjalan dia antara hamparan pecahan kaca, yang dimana Kevin sama sama terluka jika berhenti maupun melanjutkan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indahnya halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memerlukan energi
"Ibu Kevin mohon berhenti mencampuri kehidupanku!" pria itu mengatupkan kedua bilah tangannya di hadapan sang ibu.
"Novia tak sengaja melakukan kesalahan."
Kevin terus membela Novia, sebisa mungkin pria itu menepis makian yang ibunya tunjukan kepada sang istri.
"Tidak mungkin ketidak sengajaan itu sampai menumbuhkan janin di rahim Novia! Sadar Kevin! Buka matamu! Kau terlalu di butakan oleh cintanya, jangan terlalu naif jdi seorang pria, tidak kah kau ingin meninggikan harga dirimu sendiri?"
Kevin tersenyum sumir. "Sepertinya ibu faham betul apa yang terjadi pada istriku."
Ibu Maryati membungkam mulutnya rapat untuk beberapa waktu, ia membenarkan ucapan putranya dalam hati. Di masa lalu dirinya memang pengkhinat di level tertinggi sampai menghadirkan benih pria lain di rahimnya di saat statusnya sebagai seorang istri dari seorang pria.
Ayah Hasan bungkam sejak tadi, ia tak berani menimbrung pembicaran ibu dan anak itu, mengingat dirinya hanya seorang ayah sambung. Jika ia mendukung salah satu dari keduanya mungkin saja ia akan di salahkan di kemudian hari.
"Kau benar benar mencintai istrimu?" tanya Maryati serius.
"Ya Bu, iya. Jika aku tak mencintai Novia tak mungkin aku menunggunya dengan kesetiaan selama enam tahun. Jika aku tak mencintai Novia tak mungkin pula masih menerimanya di saat apa yang terjadi kepadanya. Apa ibu pikir aku tak terluka saat mengetahui Novia mengandung benih pria lain?" Kevin terlihat frustasi ia bahkan menjambak rambutnya sendiri beberapa kali.
"Aku bahkan menyakiti Novia dengan sengaja selama berminggu minggu Bu, aku memecat seluruh pelayan rumah demi menyakiti Novia. Aku juga selalu pulang malam agar Novia merasa tersiksa, tapi bukan Novia, yang lebih tersakiti justru aku yang gila di saat Novia hampir mati Bu, Novia berusaha melenyapkan dirinya sendiri dengan sehelai syal yang ia ikatkan di ambang pintu kamar itu." Kevin menunjuk satu kamar yang Novia gunakan sebagai tempat kejadian.
"Aku akan benar benar kehilangan kewarasanku jika hal buruk terjadi kepada istriku. Aku sakit Bu, tapi aku gak mampu untuk melepaskannya, meskipun Novia memohon akan hal itu aku tak bisa melepaskan istriku Bu. Novia sudah banyak berkorban untuk hidupku, aku menjadi seperti sekarang atas keringat darinya. Novia masih mau denganku sekalipun aku tak memiliki apapun, padahal jika dia ingin Novia bisa meninggalkan aku dan mencari pria lain yang lebih segalanya dariku, tapi apa yang Novia berikan kepadaku dia dengan setia berada di belakangku, mendukungku dalam setiap hal. Sungguh aku akan menjadi pria yang tak tau diri jika aku mencampakannya hanya karna satu kesalahannya."
"Kesalahan Novia sangat fatal Kevin."
"Aku tau Bu, tak usah kau mengabsennya. Meski begitu aku masih ingin bersamanya."
"Jika kau masih ingin bersamanya ajukan syarat untuknya."
Seandainya ibunya tau Kevin bahkan menuruti kedua syarat Novia hanya agar menjaga Novia tetap tinggal bersamanya.
"Syarat? Sungguh aku tak memerlukannya. Jika ibu berpikir ulang Novia tak akan hamil benih pria lain seandainya aku mampu mencukupi kebutuhan kami, Novia berada dalam penderitaan juga karna ketidak berdayaan putramu ini Bu." Kevin beranjak dari duduknya, lebih baik ia kembali kerumah mertuanya saja dan menginap di sana, terserah jika kedia orang tuanya berminat untuk bermalam di rumahnya.
"Suruh Novia menggugurkan kandungannya jika dia ingin tetap menjadi istrimu!" Tanpa merasa bersalah Ibu Maryati mengatakan hal itu, membuat langkah Kevin yangnyaris sampai di ambang pintu utama menghentikan langkahnya.
"Apa ibu waras?" Kevin meninggikan suaranya, ia amat tak menyangka jika ibunya mampu berkata hal sekeji itu dalam intonasi yang amat tenang.
"Ini demi harga dirimu. Apa kata orang jika mereka tau Novia hamil bukan benih milik suaminya.
"Aku tidak perduli kata orang Bu! Nyatanya yang menolong dan tetap bersamku saat aku menjadi gembel hanya Novia saja, bahkan kalian selaku orang tuaku menutup mata akan penderitaan yang kami lalui di masa lalu." Kevin sudah meneteskan air matanya setiap kali membahas penderitaannya.
"Pikirkan lagi Kevin!"
"Cukup sekali aku menyaksikan Novia hampir mati karna keguguran. Aku tak sekejam itu untuk menyaksikan wanita yang kucintai dalam bahaya. Hanya seorang pria berengsek yang tega menyuruh wanitanya mengugurkan kandungan hanya karna mengandalkan kata malu dan garga diri. Sungguh dalam cinta dua hal itu tak berharga apa apa." Kevin pergi begitu saja meninggalkan Ibu dan Ayahnya.
Ayah Hasan merasa tertampar atas apa yang pputra sambungnya katakan, ia dan Maryati di masa lalu pernah menggugurkan bayi mereka demi melindungi rasa malu.
Ibu Maryati hendak mengejar langkah putranya tapi segera di hentikan oleh Ayah Hasan.
"Biarkan Kevin menyelesaikan masalahnya sendiriBu, apa ibu tak cape terus mengekang anak itu?"
.
Novia tak bisa memejamkan mata meskipun malam sudah larut, pikirannya kini melayang, juga tengah menjelajah dan menduga duga tentang hal apa yang meetuanya katakan kepada Kevin suaminya, bagaimana jika ibu mertuanya menyuruh mereka kembali berpisah.
Drrrtt ... Drrrtt ...
Ponsel Novia bergetar, menunjukan Kevin tengah memanggiknya. Tanpa pikir panjang Novia langsung mengangkan ikon gambar gagang telpon yang berwarna hijau.
"Hallo Sayang kau belum tidur?" terdengar suara Kevin dari sebrang sana.
"Belum." Jawab Novia singkat.
"Kau mencemaskan aku?" tanya Kevin tepat, Novia mengangguk meski Kevin tak dapat melihatnya.
Novia dapat mendengar bisingnya suara kendaraan dari sebrang sambungan telepon, ia menebak jika Kevin tengah dalam perjalanan.
"Mau di belikan sesuatu?"
Novia terligat berpikir, akan tawaran yang di tawarkan Kevin terhadapnya.
"Nasi goreng boleh Vin, extra acar ya." Novia akhirnya mengatakan apa yang ia inginkan.
"Baiklah."
Saat Kevin sampai di rumah mertuanya, ia melihat lampu utama di rumah itu masih terang, apa nertuanya lupa mematikan lampu pikir Kevin seraya membuka kunci rumah yang sempat ia minta tadi kepada mertuanya. Kevin membawa 4 porsi nasi goreng takutnya nertuanya masih terjaga, ia akan mengajak makan bersama.
Rupanya saat pintu rumah terbuka Kevin melihat Ayah dan ibu mertuanya masih berada di ruang tengah seperti tengah berjaga.
"Ayah ibu belum tidur?" tanya Kevin.
"Kami takut Novia melakukan hal serupa untuk melenyapkan dirinya sendiri jika kami meninggalkannya sendiri." jawab Ayah Anwar.
Kevim tertegun, begitu besarnya rasa cinta seorang ayah kepada putrinya meskipun putranya sudah dewasa. Lalu mengapa ia tidak bisa menyayangi anak yang Novia kandung, apa karna anak itu bukan anaknya sehingga ia tak menyayanginya.
Novia keluar dari kamar setelah memastikan mobil suaminya berada di halaman. Ia lapar dan ingin makan sekarang, masalah pembicaraan apa yang Kevin perbincangkan dengan ibu mertuanya akan Novia tanyakan nanti.
Setelah memastikan Kevin pulang, kedua orang tua Novia langsung beristirahat, ia menolak halus nasi goreng yang di belikan menantunta, karna mereka sudah makan.
"Vin nasi gorengnya enak aku mau lagi." Novia tersenyum canggung seraya mengambil sebungkus lagi nasi goreng yang Kevin bawakan untuknya.
"Makanlah yang banyak, kau memang memerlukan energi, karna setelah ini kau harus menyenangkan aku." Bisik Kevin, lidahnya dengan sengaja menjilat cuping telinga istrinya.
Novia seketika tersedak makanan yang tengah ia kunyah.
"Uhuk ... Uhuk ..."
#tanda merah dijasad putriku
#salah imam
#gelora wanita perusak akad
#perangkap cinta pertama
#hidden brondong
hayu thor selesaikan satu persatu aku setia menunggu mu
💜💜💜💜💜💜