NovelToon NovelToon
Putri Jenderal Yang S2

Putri Jenderal Yang S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Time Travel / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:133.9k
Nilai: 5
Nama Author: Win

Kelanjutan dari Putri Jenderal Yang Season 1.

Yang Qing Xia membuka jati dirinya karena sudah ketahuan oleh sang mertua jika dia berasal dari masa depan. Se Se pun menceritakan kepada Qing Xia jika dia juga sama seperti Qing Xia yang datang dari masa depan.

Hubungan menantu dan mertua semakin dekat setelah mengetahui rahasia masing-masing.

Tugas Qing Xia selanjutnya adalah menghancurkan kediaman Fang. Sanggupkah dia melakukan keinginannya untuk membalas dendam dan mengembalikan nama baik ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Han Ze Hao mengangkat tubuh ibunya ke atas tempat tidur. Ia memegang lengan wanita itu dan memeriksa denyut nadinya yang sudah tidak berdetak.

"Brukkk!"

Pria itu terjatuh lemas, dia duduk di atas lantai yang dingin sambil menatap wajah ibunya. Wajah cantik yang mulai menua dengan sedikit keriput di dahi.

"Ibu... Hikss... Hikss.... Aku baru saja melenyapkan semua keluarga Fang. Aku baru saja berniat membawa Ibu pergi dari neraka ini. Kenapa Ibu tidak menungguku? Apakah aku tidak pantas untuk dipercayai?" Hikss..."

Han Ze Hao terus menangis sambil menatap wajah Ibunya yang mulai memutih. Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan, menyeka dan membersihkan noda darah yang menempel di wajah wanita itu.

Setelah mengeluarkan semua kesedihannya, pria itu menghapus air matanya. Dia berdiri, menyentuh pelan wajah Ibunya kemudian kembali memasang wajah dingin.

Han Ze Hao memasang kain hitam untuk menutuoi wajahnya, ia keluar dari istana dingin lalu melompat melalui tembok pembatas yang menjadi penghalang istana dingin dengan istana putra mahkota.

Han Ze Xing berada di taman belakang istana matahari. Dia duduk di dalam gajebo bersama istrinya yang sedang merajut pakaian musim dingin.

Melihat sosok berpakaian hitam yang melompat memasuki istananya, Han Ze Xing berdiri, berlari menghampiri pria tersebut.

"Siapa kau? Mau apa kau kemari?" tanya Han Ze Xing kepada Paman kecilnya tanpa mengetahui siapa penyusup tersebut.

"Aku hanya ingin menyampaikan kabar! Selir yang dikurung di istana dingin, baru saja meninggal." ucap pria itu dengan wajah dingin.

"Kau membunuh Selir Zhu?"

"Dia meneguk racun yang diberikan oleh Yang Mulia!"

Han Ze Hao berbalik, ia melompat ke atas tembok lalu menatap ke bawah. Mengedarkan pandangannya ke Han Ze Xing lalu melirik Putri Mahkota yang juga sedang menatapnya dengan mata hitam yang berbinar cerah.

"Aku benar-benar iri dengan kehidupan bahagia Ze Xing. Keluarganya harmonis dan penuh dengan keceriaan. Dia hanya memiliki satu istri dan tidak berniat untuk menambah selir." batin Han Ze Hao.

Pria itu berbalik, melompat dari satu atap ke atap lain.

"Jika ibu menikah dengan seorang pria biasa, apakah kehidupan ibu bisa lebih bahagia?" tanya pria itu dalam benaknya.

Langit mulai gelap, bulan muncul menggantikan tugas matahari. Bintang-bintang turut meramaikan suasana di atas angkasa yang luas.

"Tok Tok Tok!"

Qing Xia mengetuk pintu kamar Xin Le. Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada respons dari dalam kamar. Qing Xia merasa khawatir, ia memutuskan untuk membuka pintu dan memeriksa keadaan putranya. Dia mencari ke seluruh sudut ruangan untuk menemukan Xin Le namun tidak terlihat tanda-tanda keberadaan bocah kecil itu di dalam kamar.

"Ke mana perginya Xin Le? Padahal sudah gelap di luar!" batin Qing Xia.

Qing Xia memutuskan untuk duduk menunggu Xin Le di dalam kamar. Dia menatap secarik kertas yang berada di atas meja. Karena penasaran, Qing Xia mengambil lalu membuka kertas tersebut.

Qing Xia yang tadinya tenang tiba-tiba menjadi cemas dan panik setelah membaca isi surat yang ditulis oleh Xin Le.

"Ibu, Xin Le pergi! Mungkin hanya seminggu atau sebulan. Tidak usah khawatir. Xin Le akan kembali dengan selamat tanpa lecet maupun goresan."

Qing Xia segera berdiri dan berlari keluar dari kamar Xin Le. Dia menuju ke paviliun utama yang menjadi tempat berkumpul semua anggota keluarga.

"Xin!" teriaknya dengan suara cemas seraya berlari masuk ke dalam ruangan.

Semua mata tertuju ke Qing Xia yang kesulitan menarik napasnya. Degup jantungnya berdetak kencang dengan rongga dada yang naik turun secara cepat.

"Qing Xia, ada apa? Mengapa kau terlihat sangat panik?" tanya Se Se sambil menatap menantunya dengan rasa penasaran.

"Xin Le... Xin Le pergi dari rumah!" ucap Qing Xia terbata-bata.

Semua yang hadir di ruang keluarga segera berdiri dengan mata membesar, terkejut dengan berita yang disampaikan oleh Qing Xia.

"Ke mana perginya bocah nakal itu? Ayo kita cari secepatnya!" ucap Han Ze Xin ikut panik.

Para pasukan segera berkumpul, membentuk tiga kelompok untuk mencari keberadaan Xin Le.

Setiap kelompok di pimpin oleh 1 anggota keluarga. Hanya Qing Xia yang menolak bergabung, dia ingin bergerak sendirian dalam pencarian.

"Aku harus menggunakan penglihatan tembus pandang secara maksimal untuk mencari Xin Le." pikir Qing Xia.

Setelah membagi tugas kelompok, para pasukan segera berangkat mencari Xin Le. Kelompok pertama di pimpin oleh Han Ze Xuan. Pria itu mencari Xin Le di dalam kota.

Kelompok kedua dipimpin oleh Se Se. Dia mencari Xin Le di pegunungan, tempat yang menjadi favorit Xin Le untuk mencari tanaman obat. Dan kelompok ketiga dipimpin oleh Han Ze Xin, dia mencari Xin Le di pinggiran kota.

Sementara Qing Xia mencari dengan menggunakan mata tembus pandang, dia masuk ke dalam hutan yang juga menjadi salah satu tempat favorit bocah nakal itu.

Setelah berkeliling semalaman, belum ada kabar mengenai Xin Le. Tidak ada kelompok yang menemukan bocah itu meskipun mereka sudah mencari di seluruh sudut-sudut dan menggeledah rumah penduduk desa.

Qing Xia masih berada di dalam hutan, ia melompat dari satu pohon ke pohon lain, menggunakan ketinggian untuk memperluas jangkauan penglihatannya.

"Grrrr!!!"

"Auuuùuuuuuuu!"

Suara-suara dari binatang buas yang mengaum mulai menggema di seluruh penjuru. Bunyi jangkrik dan katak ikut meramaikan suasana. Hutan yang tadinya sepi dan hanya terdengar suara angin yang bertiup mulai terasa mencekam.

Qing Xia masih melompat ke pohon yang lebih tinggi, dia menatap ke bawah, memperluas jangkauan pandangan mata dan mempertajam kemampuan tembus pandangnya.

Tampak sosok hitam dari jarak 10 meter ke depan. Karena penasaran, Qing Xia berlari mendekati tempat sosok hitam tersebut. Dia masuk ke dalam goa yang bersarang di sebuah batang pohon tua.

Goa kecil yang ia lihat sebagai sosok hitam ternyata berisi tanaman aneh dan unik yang belum pernah dilihat oleh Qing Xia. Pohon setinggi 1 meter, memiliki 8 buah aneh dan 8 daun berwarna keemasan.

"Pohon apa ini?" gumam Qing Xia sambil mendekat dan meraih salah satu buah yang bergantungan di ranting pohon.

Qing Xia memetik buah unik itu lalu memperhatikan dengan seksama. Buah berbentuk bulat seperti apel dengan 8 titik hitam berbentuk bintang. Warna kulit buahnya merah, semerah darah segar. Bintang yang berjumlah 8 titik di kulit buah membuat Qing Xia semakin penasaran.

"Apakah buah ini boleh dimakan?" gumamnya lagi.

"Kraukkk!"

Tanpa berpikir panjang, Qing Xia menggigit buah yang berada di tangannya. Dia mengunyah seraya menatap warna emas daging buah yang dia gigit barusan.

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Alwa fikriah
ceritanya seru banget deh
Alwa fikriah
bagus banget ceritanyaaa
riamy💜
ini gk ada kelanjutannya kah?
Bima Sakti
Burung... Burung siapa yang lagi cari sangkaaaar..( Senandung)/Slight//Slight//Facepalm//Facepalm/
Bima Sakti: jiahhaha 🤭🤭🤭
total 2 replies
hani chaq
kok muter2 ya.sebenarnya ini cerita siapa PUnya
tuti raniati
Luar biasa
Ulufi Dewi
biar tambah semangat nulisnya ku tekan vote dan like untuk kakak cantik...
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
Ricka Monika
kok bersambung lg,
Nurul Fatimah
bagus
Nurul Fatimah
semangat Thor 💪
Santy Susanti
ayo up lg thoor jgn lama2🙏🏻😘
Mirabel
mungkin buah manggis kalau ada bintangnya
Mirabel
wanita itu mungkin selir kaisar yg di buang karena di fitnah
Atoen Bumz Bums
gak jelas authornya
mendingan gak usah ada season 2
Sribundanya Gifran
lanjut
Wan Trado
yah author masih kasihan dg yi yi, masih dibiarkan hidup untuk melanjutkan drama dendamnya 🤷‍♂️🤦‍♂️
Wan Trado
bagus, jangan tanggung " penyakit harus dibasmi 👊👍
Wan Trado
jalang kok teriak jalang 🤣🤣
Wan Trado
pendapat yang benar 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!