Perjalanan Antonio di dunia lain yang selalu mendapatkan tantangan hingga dia harus selalu berpikir cerdas dan penuh siasat menghadapi musuh-musuh licik agar bisa tetap mempertahankan tujuan barunya sebagai seorang petualang.
Semua di mulai Setelah Antonio kehilangan semuanya di ibu kota dan memutuskan untuk kembali ke kampung halaman hingga bertemu seorang Dryad cantik yang berasal dari dunia lain di sebuah bukit tempat dirinya biasa berlatih beladiri saat kecil.
Antonio yang sudah tidak punya tujuan lagi akhirnya meminta pada Dryad itu untuk membawanya ke dunia tempat asalnya dan dari sanalah dia memulai hidup barunya menjadi petualang di dunia asing yang penuh monster dan sihir.
Original Story by Davit Riyanto
Genre Fantasi Isekai cocok untuk wibu garis keras.
di sarankan baca sampai Chapter 6 karena setelah chapter itu baru kalian bisa merasakan feelnya.
I hate plagiarism, f©ck U plagiat.
Ig: davitlosta
Kontak 087760573115
Email rollalosta@gmail.com
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davit Riyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.1 The Lich Of Traimar
.
Antonio dan yang lainya mulai melangkah melewati jalan menuju tempat para petualang yang terjebak dan ratusan skeleton yang menyadari kedatangan mereka langsung berlari mendekat dan menyerang mereka.
Sementara di dalam bangunan para petualang yang terjebak mendengar pertarungan dari kelompok penyelamat yang di pimpin Antonio.
"Apakah sudah di mulai."
"Jadi mereka benar-benar serius melakukanya."
"Baiklah kita jaga harus bersiap, kita akan bergabung dengan mereka ketika mereka sudah dekat."
"Baik"
"Jika aku mati paling aku tidak mati sebagai pengecut yang bersembunyi dari undead."
Antonio Gustaf dan Lidya berada di depan untuk menghancurkan dan membuka jalan ke bangunan tempat petualang yang terjebak.
Lilia, Ninda dan Rena berada di tengah untuk memberi bantuan sihir Sementara Python menghabisi skeleton yang menyerang dari belakang.
Meskipun bergerak lambat tetapi mereka perlahan bisa mendekati bangunan itu.
"Sedikit Lagi kita akan sampai di pintu masuk bangunan jadi tetaplah fokus."
Antonio berteriak memberi arahan pada rekan-rekanya sampai akhirnya mereka berhasil mengamankan pintu masuk bangunan.
Dan petualang yang terjebak langsung keluar dan bergabung dalam pertempuran.
"Terima kasih sudah datang menjemput kami"
"Kelihatanya memang sangat meriah di sini."
"Ya selamat datang di pesta kematian yang bisa menggunakan senjata segera bergabung di depan sedangkan pengguna sihir dan serangan jarak jauh di belakang."
Antonio segera memberi perindah pada mereka untuk membuat formasi. Berkat 3 orang tambahan di barisan depan berhasil menghadang dan menlenyapkan banyak skeleton.
Sementara 2 orang priest merapalkan mantra turn undead dan puluhan skeleton langsung menjadi abu.
"Kalian manusia akan mati di sini, kalian tidak akan pernah bisa kabur dari sihirku."
Lich itu mulai menyerang dia merapalkan sebuah mantra dan lingkaran sihir mulai terbentuk.
"Gawat Lich itu akan mulai membangkitkan skeleton lebih banyak lagi."
"Sudah kubilang percuma bila terus melawanya Lich itu, kita harus meloloskan diri dari kepungan skeleton ini."
Para petualang dari gedung itu mulai tidak yakin bisa menang dan mulai berpendapat untuk lari, tapi Antonio berpendapat lain.
"Kalian tidak akan bisa lari dari undead mereka tidak akan kelelahan, Ninda Rena siapkan sihir kalian."
"Baik."
Lich itu hampir selesai dengan mantranya.
"Kalian tidak akan bisa menang, telanlah keputus asaan bangkitlah jiwa-jiwa kematian CREATE UNDE.."
SPLASSH...
Sebuah anak panah yang entah dari mana datangnya menghujam dan mengenai lengan dari Lich dan menggagalkan mantra create undead dari Lich itu.
"Kalian makluk kurang ajar di mana pemanah itu bersembunyi cepat keluar."
"Itu panah Thomas dia berhasil"
"Apa pemanah itu rekan kalian di mana dia."
"Dia sedang bersembunyi untuk menjalankan strategi dari Antonio."
"Antonio siapa Antonio.."
Petualang yang sebelumnya terjebak mulai penasaran dengan apa yang terjadi, karena mereka tidak tahu tentang strategi yang Antonio buat.
"Ninda, Rena kalian sudah siap."
"Tinggal sedikit lagi."
Lich itu mulai marah dia mulai merapalkan mantra lain dan lingkaran sihir mulai terbentuk di depanya,
"Tidak akan ku biarkan kalian hidup lebih lama lagi FIRE JAVELIN.."
SPLASSH...!
Lagi-lagi sebuah anak panah kembali mengenai tubuh dari Lich itu dan lingkaran sihir dari Lich itu kembali menghilang, membuat mana yang di keluarkan Lich itu terbuang sia-sia.
"Siapa pemanah itu dia hebat sekali."
"Kerja bagus Thomas.."
"__"
"Yang benar saja menyuruhku naik ke atap gedung untuk mencari posisi memanah terbaik."
Meskipun itu ide yang bagus bersembunyi di atas gedung untuk mendapatkan jangkauan yang lebih luas untuk memanah, tapi tetap saja ini ide gila.
Jaraknya hampir dari 200 Meter dari target yang dapat bergerak bebas di tambah menyuruhku memperhitungkan gravitasi, arah dan kecepatan angin. Meskipun aku bisa memahami penjelasanya ini benar-benar sulit dan gila untuk mempratekanya langsung dalam pertempuran tanpa ada latihan sebelumnya.
"Kurasa aku sudah meremahkan Antonio soal kemampuan memanahnya."
>>>>>
"Kalian tidak akan pernah bisa menang, serang mereka."
Pasukan skeleton di sekitar Lich itu mulai maju, karena dia tidak bisa mengandalkan sihirnya dia menggunakan bawahanya untuk menyerang, Jadi ini adalah kesempatan kami.
"Ninda.."
"Sudah siap, gelombang bumi yang menelan segalanya EARTH SURGE.."
Mantra earth surge dari Ninda menyapu skeleton skeleton di depan Antonio sejauh 30 meter menjebak dan menghancurkan skeleton-skeleton itu.
Antonio segera berlari ke depan dengan tombak besi dan berteriak pada Rena yang sudah siap dengan mantra ledakan.
"Sekarang.."
"Jiwa api merah yang membara EXPLOSION..."
Ledakan dasyat mengenai Lich itu dan menghancurkan pasukan skeleton di sekitarnya, tapi meskipun terkena serangan sebesar itu, dia masih bisa berdiri dan merapalkan mantra.
"Bangkitlah jiwa-jiwa kematian CREATE UNDE.."
SPLASSH..
"Lagi-lagi panah itu membatalkan mantraku, dasar pengecut cepat keluarlah."
Antonio Langsung berlari memanfaatkan momentum itu dan berteriak sambil mengarahkan tombaknya.
"Bukankah kau yang bersembunyi di balik pasukan skeleton, jadi siapa yang pengecut Sebenarnya."
Antonio Langsung mengayunkan tombaknya dan menyerang Lich itu, tapi..
Tapi Lich itu tiba-tiba melayang di udara dan mundur menjauh kemudian mendarat di tempat berbeda.
"Apa bukankah Lich itu undead yang tidak bisa terbang."
Antonio berteriak pada rekan-rekanya di belakang.
"Kami juga tidak tahu itu dia tidak pernah terbang sebelumnya."
Dia tidak sering terbang dan segera mendarat lagi berarti itu bukan kemampuan aslinya, tapi bagaimana dia..
Mungkin dia memakai item sihir yang membuatnya bisa terbang tapi dia tidak bisa selalu menggunakanya, untuk itulah dia mendarat lagi.
"Huahahaha.. Kalian memang tangguh tapi kalian tidak akan pernah bisa menang dariku.."
Gawat panah Thomas tidak bisa mencapainya begitu juga sihir Ninda dan Rena.
"Pasukanku hancurkan manusia itu."
Dia tidak merapalkan mantranya, padahal dia pasti sudah tahu kalau ini adalah kesempatanya.
Jadi begitu karena sihir yang gagal berulang-ulang dan dia terbang membuat mana nya terkuras dan hampir kehabisan mana.
Dia tidak terlalu jauh, pasukan skeleton sudah tidak banyak yang mengelilinginya lagi, aku harus menyerangnya selagi masih ada kesempatan.
Antonio mencengkeram erat tombak bajanya dengan penuh kekuatan dia berlari menerjang skeleton dan beberapa senjata dari skeleton mengenai tubuhnya. Lich itu melayang lagi untuk mencoba kabur, tapi Antonio sudah mempersiapkanya.
Antonio memegang tombaknya seperti atlit lempar lembing, dengan penuh konsentrasi dia memfokuskan segala kekuatanya di tangan kanan dan tombak itu.
Tapi tombak itu tiba-tiba bersinar, mungkinkah tombak ini senjata sihir juga, aku berhasil menggunakan sihir dan mengalirkanya ke tombak ini.
Antonio melemparkanya dan tombak itu melesat dengan penuh kekuatan mengenai tubuh Lich itu yang langsung mendarat ke tanah.
Lich memang tangguh padahal sudah terkena sihir ledakan dan sebuah tombak menancap di tubuhnya tapi dia masih bisa tetap bertahan.
Skeleton masih terus menyerang Antonio, dan dia tidak hanya bisa bertahan dengan hanbeld (Armor Lengan) baja yang menutup kedua lenganya.
Antonio masih terus berjuang di sana dan melihat beberapa mayat tergeletak, itu adalah nayat petualang palanka yang tak sempat melarikan diri.
Di antara mayat itu ada sebuah pedang besar mengkilap dan langsung mengambilnya untuk menghancurkan skeleton di sekitarnya.
"Siapa kamu sebenarnya, pasukan skeletonku sudah melukai seluruh tubuhmu, tapi kenapa kao masih bisa bertarung."
"Berkat kemampuan yang ku dapatkan aku bisa menyembuhkan diri, menghilang rasa sakit dan tidak mudah kelelahan dan sebagian besar racun serta sihir yang mempengaruhi pikirkan tidak akan berpengaruh kepadaku, bahkan aku mendapatkan tubuh usia terbaik dan masa hidup seperti Elf dan mahkluk yang hampir abadi lainya."
"Tapi kau hanyalah manusia bukan mahkluk abadi seperti undead."
Dengan tubuh penuh luka Antonio mendekati Lich itu dan dengan satu ayunan kuat dari pedang besar itu dia memenggal kepalanya..
"Terima akhir keabadianmu."
"Tidak mungkin kamu hanyalah manusia."
Lich Traimar yang terkenal sangat kuat akhirnya benar-benar mati, dengan ini aku pasti akan mendapatkan kenaikan tingkat petualang dan uang.
"Lihat Antonio berhasil mengalahkan Lich itu."
"Lich, Lich Traimar yang legendaris berhasil di kalahkan."
"Kita juga harus terus berjuang masih banyak skeleton di sini."
"Ya..."
Lidya dan yang lainya kembali bersemangat setelah melihat aku berhasil menghabisi Lich itu.
Tanpa adanya Lich dengan sihirnya, para petualang berhasil memusnahkan sisa skeleton yang ada di tempat itu.
"Akhirnya itu yang terakhir.."
animenya apa aja yang muncul?
gak habis habis.
tukang jualan bakso.
pilih giping yg tangguh.