" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 jangan menangis
" Ayo berikan " ucap Sean pada Ara yang masih takut dan sungkan .
Ara mengambil paper bag yang tadi dibawanya di dekat mereka duduk " Ayang aja yang ngasih " suara kecil Ara malah memberikan paper bag itu pada Sean .
" Kasih sendiri, kenapa malah takut " ucap Sean dan juga menyenggol kaki Ayahnya yang memasang ekspresi dingin sampai pacar kecilnya jadi takut .
" Apa yang kamu bawa?" pertanyaan Ayah dengan ekspresi wajahnya semakin datar melihat gadis itu malah semakin mepet seolah-olah berlindung pada Sean .
" Bolu pandan" jawab Ara dengan suara kecil dan karena semakin takut melihat tatapan Ayah di bersembunyi kebalik punggung Sean .
" Bolu pandan" ulang Ayah langsung tau siapa pemilik bolu enak waktu itu .
" Berikan pada Ayah " ucap Sean mengeluarkan bolu itu dari paper bag dan memberikan pada Ara .
" Ini, ini Ayah , makanlah " kata Ara memberikan dengan tangan gemetaran.
Ayah mencicipi bolu pandan itu sekaligus memberikan pada Ibu dan tersenyum saat mendapati rasa yang sama persis .
" Kamu beli atau buat sendiri?" pertanyaan Ibu mencoba bolu pandan yang rasanya sangat khas .
" Buat sendiri" jawab Ara dengan kaku .
Ara yang biasanya petantang-petenteng menjadi sangat kaku dan diselimuti rasa takut ketika bertemu dengan orang tuanya Sean .
Bukan tidak bermental tapi tidak siap mana kesan awalnya jelek banget lagi, Pasti mereka menilai Ara sangat agresif pada Sean .
" Kamu yang membuatnya sendiri?" pertanyaan Sean yang bahkan tidak berharap lebih pacar kecilnya yang manja ini bisa memasak tapi rupanya bisa bikin bolu juga
" Hmmm, rasanya nggak enak , ya Yah?" tanya Ara menatap Ayah dengan ekspresi separuh sedihnya.
" Enak, enak kok, pandai Ara buat bolu, ini adalah kali kedua kami makan bolu buatan Ara" kata Ibu menghibur anak gadis yang sudah sedih itu .
" Kami ingin makan bolu buatan Ara lagi dilain waktu " ucap Ibu yang secara tidak langsung meminta Ara membawakan mereka lagi .
Sementara Ayah berada di situasi membingungkan, di satu sisi Ayah merasa Ara banyak minus nya untuk menjadi calon menantu tapi disisi lain bolu buatan Ara sangatlah enak namun Ayah terlanjur gengsi untuk memuji nya .
" Ayo pulang " ucap Ayah tanpa berkomentar apa-apa.
...........
" Ayah nggak suka Ara ya?" tanya Ara menatap Sean dengan mata berkaca-kaca setelah kedua orang tua Sean pergi .
" Suka, Ayah memang cuek orang nya apalagi kalau belum terlalu akrab , jangan berpikir macam-macam, Ayah suka Ara" kata Sean tersenyum menghapus air mata yang jatuh di pipi Ara .
" Tapi Ayah kayak nggak suka Ara" suara kecil Ara menangis dalam pelukan Sean .
" Baby, jangan menangis " panik Sean melihat Ara yang menangis dalam diamnya .
...........
" Ayah, lihatlah dia jadi menangis karena tatapan mu itu " untuk pertama kalinya Ibu mengomeli Ayah sebagai respon terhadap sikap Ayah pada Ara .
Ayah yang masih berdiri dekat pintu ruangan Sean langsung menatap istrinya tajam karena berani mengomelinya apalagi ini di perusahaan.
" Kau benar-benar jahat, tatapan mu itu sangat menakutkan" ucap Ibu malah marah dan berjalan pergi duluan bukan nya patuh seperti biasanya .
" Sinta " ucap Ayah mengejar istrinya yang tumben sekali marah bahkan biasanya menentang Ayah saja tidak berani .
............
" Baby jangan menangis lagi, aku berjanji akan membuat Ayah bersikap hangat , jangan menangis lagi" kata Sean memeluk, mengelus kepala Ara dan menenangkan nya .
" Enggak, enggak, kamu nggak boleh menangis lagi " ucap Sean menghapus air mata Ara sampai bersih tak bersisa .
" Mmmh, udah jangan nangis lagi ayo kita jalan-jalan" ucap Sean menghibur pacar kecilnya agar tidak sedih lagi.
" Enggak " kata Ara keluar dari pelukan Sean dan duduk menjauh.
" Loh kenapa, tadi katanya ingin jalan-jalan" ucap Sean .
" Ara mau putus aja sama Sayang, soalnya Ayah nggak suka Ara" pernyataan Ara yang membuat serasa di sambar petir.
" Baby, ngomong apa sih , kalaupun Ayah nggak suka kamu kan yang pacaran kita , yang penting kita sama-sama suka" ucap Sean .
" Aku tidak suka kamu bicara putus lagi " sambung Sean membawa Ara kembali kedalam dekapan nya.
" Tapikan Ayah nggak suka Ara nanti, "
" Kita buat Ayah suka sama Ara " pernyataan Sean yang tau mungkin untuk menjadi Nyonya besar keluarga Ara masih banyak kurangnya.
Tapikan dia bisa belajar !.
" Ara mau kan belajar?" tanya Sean mengelus kepala Ara dengan sayang .
" Belajar apa?" tanya Ara menatap Sean .
" Sebenarnya didalam keluarga utamaku ada beberapa tatakrama khusus seorang istri dan juga Nyonya besar" ucap Sean .
" Karena kamu adalah calon istriku jadi harus belajar semua tatakrama itu, kamu mau kan?" tanya Sean membujuk pacar kecilnya.
" Emang keluarga Sayang keluarga kerajaan sampai ada tatakrama khusus?" pertanyaan Ara yang walaupun sudah menjadi pacar Sean sebulan tapi belum mengenal dia sepenuhnya.
" Nanti ya aku jelaskan, sekarang aku harus meeting " ucap Sean menatap jam di pergelangan tangan nya .
" Hwaaaa, tadi kata Ayang bakalan ajak Ara jalan-jalan kok sekarang meeting" kata Ara menangis kembali .
" Iya-iya, kita jalan " kata Sean dengan gemas mengecup kening Ara yang lucu itu .
Ara memang cengeng dan manja tapi Sean mencintainya.
.............
Sejak pulang sore tadi Sean benar-benar diam seribu bahasa bahkan sampai makan malam dia sama sekali tidak bicara .
" Sean, Ayah ingin kamu mengajari pacar kecilmu itu tatakrama keluarga kita" ucap Ayah begitu mereka selesai makan .
" Dia sudah tidak ingin menjadi menantu keluarga ini" pernyataan Sean yang membuat kedua orangtuanya terkejut .
" Kenapa?" pertanyaan Ayah disaat puluhan wanita antre untuk menjadi menantu keluarga ini kenapa gadis itu malah mengundurkan diri .
" Melihat sikap Ayah tadi saja dia sudah langsung meminta putus padaku " pernyataan Sean menarik nafas dalam-dalam.
Susah payah dia membujuk pacar kecilnya tadi siang .
" Benar-benar tidak punya mental, di tatap begitu saja langsung ciut " ucap Ayah membayangkan gadis itu yang begitu takut sampai gemetaran.
" Ayah, tidak semua anak besar di keluarga yang mendidik dengan keras. Ara lahir dari keluarga yang penuh kehangatan dan orang tua yang sangat menyayangi nya " pernyataan Sean yang walaupun belum bertemu dengan keluarga Ara tapi dia menyimpulkan hal itu .
" Setiap orang tua menyayangi anaknya, kamu harus tau itu hanya cara mendidiknya saja yang berbeda" pernyataan Ayah yang juga menyayangi anaknya sama seperti ayah lain nya .
" Aku tau itu Ayah, tapi Daddy Ara menyayangi dan menjaganya seperti berlian sampai satu goresan kecil saja tidak boleh mengenai nya " pernyataan Sean .
" Dia bukan tidak punya mental, tapi mentalnya sedari kecil sangat dijaga. Aku akan mengajarinya budaya keluarga kita tapi perlahan " ucap Sean .
" Tapi jika dia tidak ingin melakukan hal itu, aku tidak akan memaksanya " sambung Sean .
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua