NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Jangan menangis

"Ayo, berikan," ucap Sean pada Ara yang masih takut dan sungkan.

Ara mengambil paper bag yang tadi dibawanya di dekat mereka duduk. "Ayang aja yang ngasih," suara kecil Ara malah memberikan paper bag itu pada Sean.

"Kasih sendiri, kenapa malah takut?" ucap Sean dan juga menyenggol kaki Ayah yang memasang ekspresi dingin sampai pacar kecilnya jadi takut.

"Apa yang kamu bawa?" tanya Ayah dengan ekspresi wajahnya semakin datar melihat gadis itu malah semakin mepet, seolah-olah berlindung pada Sean.

"Bolu pandan," jawab Ara dengan suara kecil, dan karena semakin takut melihat tatapan Ayah, dia bersembunyi ke balik punggung Sean.

"Bolu pandan," ulang Ayah, langsung tahu siapa pemilik bolu enak waktu itu.

"Berikan pada Ayah," ucap Sean mengeluarkan bolu itu dari paper bag dan memberikan pada Ara.

"Ini, ini, Ayah, makanlah," kata Ara memberikan dengan tangan gemetaran.

Ayah mencicipi bolu pandan itu sekaligus memberikan pada Ibu dan tersenyum saat mendapati rasa yang sama persis.

"Kamu beli atau buat sendiri?" tanya Ibu sambil mencoba bolu pandan yang rasanya sangat khas.

"Buat sendiri," jawab Ara dengan kaku.

Ara yang biasanya petantang-petenteng menjadi sangat kaku dan diselimuti rasa takut ketika bertemu dengan orang tua Sean.

Bukan tidak bermental, tapi tidak siap, mana kesan awalnya jelek banget lagi. Pasti mereka menilai Ara sangat agresif pada Sean.

"Kamu yang membuatnya sendiri?" tanya Sean yang bahkan tidak berharap lebih pacar kecilnya yang manja ini bisa memasak, tapi rupanya bisa bikin bolu juga.

"Hmmm, rasanya nggak enak, ya, Yah?" tanya Ara menatap Ayah dengan ekspresi separuh sedihnya.

"Enak, enak kok, pandai Ara buat bolu, ini adalah kali kedua kami makan bolu buatan Ara," kata Ibu menghibur anak gadis yang sudah sedih itu.

"Kami ingin makan bolu buatan Ara lagi di lain waktu," ucap Ibu yang secara tidak langsung meminta Ara membawakan mereka lagi.

Sementara Ayah berada di situasi membingungkan, di satu sisi Ayah merasa Ara banyak minusnya untuk menjadi calon menantu, tapi di sisi lain bolu buatan Ara sangatlah enak, namun Ayah terlanjur gengsi untuk memujinya.

"Ayo pulang," ucap Ayah tanpa berkomentar apa-apa.

***

"Ayah nggak suka Ara, ya?" tanya Ara menatap Sean dengan mata berkaca-kaca setelah kedua orang tua Sean pergi.

"Suka, Ayah memang cuek orangnya, apalagi kalau belum terlalu akrab, jangan berpikir macam-macam, Ayah suka Ara," kata Sean tersenyum menghapus air mata yang jatuh di pipi Ara.

"Tapi, Ayah kayak nggak suka Ara," suara kecil Ara menangis dalam pelukan Sean.

"Baby, jangan menangis," panik Sean melihat Ara yang menangis dalam diamnya.

***

"Ayah, lihatlah, dia jadi menangis karena tatapanmu itu," untuk pertama kalinya Ibu mengomeli Ayah sebagai respons terhadap sikap Ayah pada Ara.

Ayah yang masih berdiri dekat pintu ruangan Sean langsung menatap istrinya tajam karena berani mengomelinya, apalagi ini di perusahaan.

"Kamu benar-benar jahat, tatapanmu itu sangat menakutkan," ucap Ibu malah marah dan berjalan pergi duluan, bukannya patuh seperti biasanya.

"Sinta," ucap Ayah mengejar istrinya yang tumben sekali marah, bahkan biasanya menentang Ayah saja tidak berani.

***

"Baby, jangan menangis lagi, aku berjanji akan membuat Ayah bersikap hangat, jangan menangis lagi," kata Sean memeluk serta mengelus kepala Ara dan menenangkannya.

"Enggak, enggak, kamu nggak boleh menangis lagi," ucap Sean menghapus air mata Ara sampai bersih tak bersisa.

"Mmmh, udah, jangan nangis lagi, ayo kita jalan-jalan," ucap Sean menghibur pacar kecilnya agar tidak sedih lagi.

"Enggak," kata Ara keluar dari pelukan Sean dan duduk menjauh.

"Loh, kenapa tadi katanya ingin jalan-jalan?" ucap Sean.

"Ara mau putus aja sama Sayang, soalnya Ayah nggak suka Ara," ucap Ara yang membuat serasa disambar petir.

"Baby, ngomong apa, sih. Kalaupun Ayah nggak suka kamu, kan yang pacaran kita, yang penting kita sama-sama suka," ucap Sean.

"Aku tidak suka kamu bicara putus lagi," sambung Sean membawa Ara kembali ke dalam dekapannya.

"Tapi, kan Ayah nggak suka Ara nanti,"

"Kita buat Ayah suka sama Ara," ucap Sean yang tahu, mungkin untuk menjadi Nyonya besar keluarga, Ara masih banyak kurangnya.

Tapi kan dia bisa belajar!

"Ara mau, kan, belajar?" tanya Sean mengelus kepala Ara dengan sayang.

"Belajar apa?" tanya Ara menatap Sean.

"Sebenarnya, di dalam keluarga utamaku ada beberapa tata krama khusus seorang istri dan juga Nyonya besar," ucap Sean.

"Karena kamu adalah calon istriku, jadi harus belajar semua tata krama itu, kamu mau, kan?" tanya Sean membujuk pacar kecilnya.

"Emang keluarga Sayang keluarga kerajaan sampai ada tata krama khusus?" tanya Ara yang walaupun sudah menjadi pacar Sean sebulan, tapi belum mengenal dia sepenuhnya.

"Nanti, ya, aku jelaskan, sekarang aku harus meeting," ucap Sean menatap jam di pergelangan tangannya.

"Hwaaaa, tadi kata Ayang bakalan ajak Ara jalan-jalan, kok sekarang *meeting*," kata Ara menangis kembali.

"Iya-iya, kita jalan," kata Sean dengan gemas mengecup kening Ara yang lucu itu.

Ara memang cengeng dan manja, tapi Sean mencintainya.

***

Sejak pulang sore tadi, Sean benar-benar diam seribu bahasa, bahkan sampai makan malam dia sama sekali tidak bicara.

"Sean, Ayah ingin kamu mengajari pacar kecilmu itu tata krama keluarga kita," ucap Ayah begitu mereka selesai makan.

"Dia sudah tidak ingin menjadi menantu keluarga ini," ucap Sean yang membuat kedua orang tuanya terkejut.

"Kenapa?" tanya Ayah, di saat puluhan wanita antre untuk menjadi menantu keluarga ini, kenapa gadis itu malah mengundurkan diri.

"Melihat sikap Ayah tadi saja, dia sudah langsung meminta putus padaku," ucap Sean menarik napas dalam-dalam.

Susah payah dia membujuk pacar kecilnya tadi siang.

"Benar-benar tidak punya mental, ditatap begitu saja langsung ciut," ucap Ayah membayangkan gadis itu yang begitu takut sampai gemetaran.

"Ayah, tidak semua anak besar di keluarga yang mendidik dengan keras, Ara lahir dari keluarga yang penuh kehangatan dan orang tua yang sangat menyayanginya," ucap Sean yang walaupun belum bertemu dengan keluarga Ara, tapi dia menyimpulkan hal itu.

"Setiap orang tua menyayangi anaknya, kamu harus tau itu, hanya cara mendidiknya saja yang berbeda," ucap Ayah yang juga menyayangi anaknya sama seperti ayah lainnya.

"Aku tau itu, Ayah, tapi Daddy Ara menyayangi dan menjaganya seperti berlian sampai satu goresan kecil saja tidak boleh mengenainya," ucap Sean.

"Dia bukan tidak punya mental, tapi mentalnya sedari kecil sangat dijaga, aku akan mengajarinya budaya keluarga kita, tapi perlahan," ucap Sean.

"Tapi, jika dia tidak ingin melakukan hal itu, aku tidak akan memaksanya," sambung Sean.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!