Mau sebaik apapun orang baru, orang lama tetaplah pemenangnya.
Kutipan diatas sangat pas dengan yang dialami oleh Sabia.
Satu hari sebelum hari pernikahannya tiba dengan Kenziu tunangannya, tiba-tiba Kenziu mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan Ziu koma.
Tak ingin pesta yang sudah direncanakan sedemikian mewahnya tidak terlaksana, orangtua Kenziu meminta anak sulungnya yang bernama Kenzie atau lebih sering disapa Mr Zie untuk menggantikan adiknya menikahi Sabia.
Siapa sangka ternyata Mr Zie adalah orang di masa lalu Sabia, tapi karena merasa tak ada rasa cinta pada Sabia, Mr Zie dan keluarga memutuskan untuk pernikahan mereka dilaksanakan berdasarkan kontrak, setelah Kenziu sadar dari koma maka Mr Zie akan menceraikan Sabia dan Sabia harus kembali kepelukan Ziu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Setelah memeriksa keadaan Ziu, Dokter Misha pun keluar dari dalam kamar. Keluarnya Dokter Misha sangat dinantikan oleh momy Elvia, Sabia dan Mr Zie.
"Bagaimana Dokter? Kenapa kedua kaki Ziu seperti itu?"
"Pasien yang mengalami cidera otak memang kebanyakan akan mengalami hal-hal seperti ini, kelumpuhan tangan, kaki atau bahkan seluruh tubuhnya! Tapi biasanya ini hanya bersifat sementara, untuk itu aku akan melakukan pemeriksaan CT scan terlebih dahulu!"
"Lakukan yang terbaik Dokter, aku tidak mau sampai anakku lumpuh!"
Dokter Misha mengusap pundak momy Elvia, akhirnya pihak rumah sakit mengirimkan alat untuk CT scan yang dibutuhkan oleh Dokter Misha setelah sebelumnya pihak rumah sakit dihubungi oleh Dokter Misha.
Dokter Misha kembali kedalam ruangan, diatas meja kecil kanan dan kiri ranjang Ziu, terlihat satu gelas susuu dan sandwich yang masih hangat baru saja diantar oleh pelayan.
Tetapi sepertinya Ziu tidak tertarik untuk menyentuhnya. Diambilnya segelas susuu itu oleh Dokter Misha sambil satu tangannya yang lain memakan sandwich yang sejak tadi dianggurkan oleh Ziu.
Glek, glek..
Ziu melirik sedikit kearah Dokter Misha yang menghabiskan segelas susuu dan sandwich miliknya.
"Aku haus dan lapar daripada kau tidak memakannya lebih baik aku yang habiskan!"
"Apa boleh panggilkan ibuku atau kakakku?" tanya Ziu.
"Untuk apa?"
"Aku ingin ganti Dokter!"
Mendengar hal itu Dokter Misha mendekatkan wajahnya dengan wajah Ziu.
"Kau bekerjasama lah denganku jangan minta yang aneh-aneh, paham!"
"Aku tidak suka Dokter seperti mu,"
"Tidak masalah yang penting kau sembuh dan aku dibayar!"
Ziu memasang tampang tidak suka pada Dokter Misha, padahal beberapa hari sebelumnya momy Elvia mengatakan bahwa sosok Dokter Misha itu sangat santu, lemah lembut dan penyayang tapi ternyata kebalikannya.
Hasil CT scan sudah dapat diketahui sesuai dugaan Dokter Misha, kelumpuhan yang diderita Ziu bersifat sementara. Momy Elvia dan yang lainnya pun ikut lega karena Ziu tidak lumpuh permanen.
Untuk beberapa jam kedepan Dokter Misha menyarankan agar Ziu tidak diganggu terlebih dahulu, dan membiarkan dia istirahat tidur.
"Bi,"
"Ya Mr, ada apa?"
"Apa kau tetap mau menikah dengan adikku meskipun dia lumpuh?"
"Itu tidak masalah Mr, bagiku Ziu adalah laki-laki yang baik dan bertanggungjawab itu saja sudah cukup untukku!"
Deg,, bagai tertusuk pedang tajam saat Mr Zie mendengar betapa Sabia mencintai Ziu dengan tulusnya, apakah tidak akan ada cinta sedikit saja untuk Mr Zie?
Tetapi apapun keputusan Sabia tentu saja Mr Zie tidak bisa menolaknya, tetapi selagi sekarang ini masih ada waktu Mr Zie ingin memanfaatkan waktu yang dia miliki dengan Sabia sebaik mungkin.
"Aku ingin mengajakmu berbelanja Bi, kau mau?"
"Belanja apa Mr?"
"Pakaian wanita maybe?"
"Asik, aku mau Mr!"
Ditawari untuk berbelanja Sabia langsung antusias dan bersemangat, sampai-sampai Sabia menggandeng tangan Mr Zie hingga keduanya tiba didepan mobil.
"Maaf Mr aku terlalu bahagia tadi,"
"Tidak apa-apa justru aku suka kau menggandeng tanganku,"
Sabia langsung masuk kedalam mobil dengan wajah memerah kemudian disusul oleh Mr Zie.
Tiba di salah satu mall terbesar dipusat kota! Sabia langsung menggandeng Mr Zie untuk buru-buru memasuki mall. Wajahnya ceria dan tidak henti-hentinya tersenyum.
"Mr lihat ini, oh my God ini lucu sekali,"
"Kau mau?"
"Mau, tapi warna ini atau ini?"
"Beli dua-duanya saja!"
"Benarkah, kau baik sekali Mr,,"
Sudah beberapa pakaian, rok dan celana yang Sabia beli tetapi Mr Zie masih ingin mengajak Sabia berbelanja tas dan sepatu untuknya, keduanya pun masih berkeliling di mall.
Kedua kaki Mr Zie terhenti yang membuat Sabia ikut berhenti berjalan.
"Ada apa Mr?"
"Aku ingin kau membeli itu!"
Sabia mendelik kearah yang ditunjuk oleh Mr Zie, rupanya stand khusus pakaian da lam wanita termasuk lingerie yang terpampang nyata disamping Sabia dan Mr Zie adalah stand yang ditunjuk oleh Mr Zie.
"Aku tidak mau!"
"Ayolah beli beberapa, kalaupun kau tidak mau memakainya saat denganku tapi kau bisa memakainya nanti setelah kau menikah dengan Ziu,"
Perkataan Mr Zie membuat Sabia tertegun, dia merasa jika sudah sangat jahat sekali pada Mr Zie tapi bagaimana lagi sudah ada Ziu didalam hatinya.
"Baiklah aku akan beli beberapa,"
Mr Zie tersenyum senang meskipun dia sangat ingin sekali Sabia memanjakannya sebagai seorang suami dengan memakai pakaian dinas malam, tetapi Mr Zie sadar diri jika yang Sabia inginkan adalah Ziu adiknya.
"Mr kau mau bantu pilihkan?"
"Apa boleh aku memilihkan untukmu?"
"Iya tentu saja boleh,"
Tanpa ragu Mr Zie menunjuk beberapa lingerie tembus pandang yang terlihat sangat seksi, apalagi jika Sabia memakai itu dihadapannya.
Tanpa pikir panjang Sabia pun membeli semua lingerie yang menurut Mr Zie bagus dan cocok untuknya, termasuk juga beberapa pasang pakaian da lam dengan warna senada.
Hadeuhh Bi makin mancing-mancing makin kamu jerit nanti apalagi sekarang dah beli lingerie.😃