"Sayang sakit " ucap Aqeela menahan sakit, bahkan dia sampai menggenggam erat tangan suaminya.
"Tidak ada yang tidak sakit sayang kecuali membuatnya, enak " bisik Werren vulgar, mampu membuat wajah Aqeela bersemu merah.
"Nyonya sudah saat nya anda mengejan " ucap dokter memberikan instruksi.
"Aaaaarrrrrrggggggg " Teriak kan pertama gagal, padahal Aqeela sudah berusaha tapi masih gagal.
"Nyonya, sekali lagi " instruksi dari dokter .
"Baby pasti bisa, demi bayi kita " ucap pria yang di samping Aqeela, dan tidak lupa dia mengecup seluruh wajah istrinya.
"Aaaaarrrrrrggggggggggg " teriakan yang tidak sia-sia akhirnya.
Oek Oek Oek Oek
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Tok Tok Tok
Semua orang langsung saling pandang, bahkan dua bocah kecil yang merasa terganggu langsung membuka mata.
"Masuk " teriak Narcy, siapa sangka membuat cucu mereka terbangun dari tidurnya.
"Huaaaa,, " teriak Fiona kecil, saat terusik dengan tidurnya, Werren langsung dengan sigap menenangkan sang putri berbeda dengan Felix yang hanya mengucek matanya, menyesuaikan cahaya lampu.
"Sayang, ini Daddy nak " ucap Werren dan tak lupa dia mengecup pipi sang putri.
Cup
Cup
"Daddy" panggil Fiona.
"Iya ini Daddy, terima kasih sudah menyelematkan Daddy " ucap Werren bangga, tapi Fio kecil langsung cemberut.
"Akan ada drama " ucap e yang mengerti perubahan wajah sang cucu.
"Kaltu blacklist Fiona di mabil nenek, Daddy tidak mau ganti " tanya Fiona dengan mengerjap mata lucu.
"Black card " ralat Felix.
"Iya, itu makcud Fio " siapa suruh susah menyebutnya, dan lebih mudah blacklist jangan di bawa susah pikir Fiona kecil.
Sedangkan seorang wanita cantik yang sudah mendapat izin langsung mendorong pintu, tersebut dan tak lupa dengan jas putih kebanggaan.
"Periksa putri ku " perintah Narcy pada dokter kandungan yang diam-diam dia suruh datang melalui pesan yang beberapa saat lalu.
Kali ini Aqeela hanya pasrah saja, saat dokter langsung melakukan tugasnya, sedangkan Fiona kecil yang melihat itu langsung mendekat pada dokter cantik.
"Doktel mau cuntik mommy " tanya nya dengan polos.
"Tidak nona kecil, hanya periksa saja " jelas dokter langsung melakukan tugasnya.
"Mommy tidak tatit, kenapa di peliksa " tanya Fio lagi, rasa tahunya sangat besar mengalahkan segalanya jadi semuanya harus terjawab kan.
"Sayang " ucap Werren menghentikan pertanyaan yang mungkin membuat dokter tidak fokus, mendapat teguran Fiona kecil langsung memanyunkan bibirnya, dan langsung mendekat pada sang mommy.
"Kakak Fiona tidak boleh merajuk nanti adik bayi nya siapa yang jaga " ucap Aqeela membuat otak kecil Fiona berfikir, kenapa dia jadi Kaka kan dia masih kecil.
"Apa mereka baik-baik saja " tanya Werren.
"Mereka sangat kuat, seperti mommy nya " jelas dokter kandungan setelah menyelesaikan pemeriksaan.
"Syukurlah " ucap mereka bernafas lega, penerus raja Eropa memang tidak bisa di remehkan.
"Berapa usianya " kali ini Ara yang bertanya, penasaran dengan usia kandungan sang putri nakal nya.
"Sudah memasuki tiga bulan " beritahu dokter lagi, sudah sebesar itu tapi Aqeela tidak memberi tahu mereka, jika tidak Aqeela menunjukkan tanda-tanda dia hadir entah sampai kapan dia akan bicara jujur, dasar Aqeela.
"Apa yang nyonya rasakan selama ini " tanya dokter, memastikan lagi.
"Fio tidak di tanya " ucap Fiona kecil, jika tidak nimbrung pembicaraan orang dewasa bukan Fiona namanya, dokter yang gemes langsung mencubit pipi bocah kecil di sampingnya.
"Tidak boleh di cubit nanti dia sepelti bakpao " protes Fio lagi.
"Sayang tidak baik bicara begitu, peringat Aqeela, tidak ada dokter seperti biasa kadang muak tidak parah " beritahu Aqeela, kali ini dia bersyukur bayi yang ada di kandungan tidak membuat dia melelahkan dan lain sebagainya.
"Baiklah, saya akan memberikan serep vitamin dan obat mual jika nyonya merasa mual " dokter langsung menuliskan sesuatu di kertas kecil dan langsung memberikan pada Werren.
"Terima kasih " ujar Werren.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter pamit unduh diri dan mereka semua bubar dan Aqeela yang lelah langsung tidur setelah sarapan pagi.
Ara yang sedang duduk di ruang keluarga di mansion Darco dan yang lain tidak dengan Werren dan Aqeela yang harus istirahat, tiba-tiba Fiona kecil langsung berlari menghampiri mereka.
"Glandma " panggil Fiona.
"Ia sayang " jawab Ara.
"Fio lindu kak A " beritahu Fiona, padahal mereka belum satu Minggu di Jerman tapi keakraban mereka membuat mereka merasa terpisah dalam waktu yang lama.
"Kita telpon Kak " ucap Ara dan saat itu Fiona langsung duduk di pangkuan sang grandma, panggilan pertama tidak terjawab entah apa yang mereka lakukan di sana.
"Lama " ucap Fiona tidak sabaran, mereka yang melihat itu hanya menggeleng kepala, berbeda dengan Felix yang lebih tertarik di perpustakaan yang ada di mansion Darco banyak buku yang membuat dia tertarik, hal itu yang membuat dia betah berdiam diri di sana.
Drrrr
"Nenek buyut " ucap Ara langsung menekan tombol hijau saat sang bunda nelpon kembali.
"Hello assalamualaikum " ucap seseorang di sebrang sana, Fiona langsung mengarahkan kamera ponsel sang grandma pada wajahnya.
"Mikumsalam nenek buyut " jawab Fiona bahagia.
"Nenek lindu Fio tidak " tanya Fiona kecil
"Tentu saja, dan saat itu terdengar teriakan di sebrang sana, "Adik Fio " teriak bocah kecil di sana.
"Akak, Fio lindu " beritahu Fiona, membuat dua bucah di sebrang sana tersenyum bahagia.
"Kaka juga, pulang lah kak baru saja beli es cream yang banyak, mau bagi sama Fio dan Felix " beritahu Alend
"Grandma ayo pulang, mau es Cleam " rengek Fiona, dia kira Jerman ke Jakarta hanya dengan lompat bisa sampai, dasar Fiona ada-ada saja.
"Ia kita akan pulang, saat Daddy sudah baikan " beritahu Ara, dia tidak ingin egois saat sang menantu yang harus perlu istirahat.
"Hi sayang " sapa Narcy yang mendekat, dia sangat merindukan bocah laki-laki di sebrang sana.
"Hi nenek " sapa mereka balik.
"Nenek merindukan kalian, ayo datang lah bersama mom dan dad, jangan lupa bawa Oma mu " ucap Narcy.
"Oma " panggil Aland pada Dinda di samping nya.
"Hi Narcy bagaimana kabar mu " tanya Dinda ikut masuk di kamera ponsel.
"Baik, datang lah aku merindukan mu Dinda " ucap Narcy.
"Oma, ayo kita pergi ke sana " rengek Alend, belum sempat Dinda menjawab terdengar suara seseorang yang sangat di kenali oleh Narcy.
"Kakek datang " teriak Dominic.
"Kakek " girang mereka, yang sudah pasti membawa mainan baru.
"Fiona tidak dapat Mainan " ucap Fiona merajuk, saat kedua Kaka nya dapat mainan baru sedangkan dia tidak mendapatkan nya.
"Hi sayang, bagaimana kabarmu " tanya Dominic.
"Baik, Fiona hebat bisa Dool Dool " bangga Fiona.
"Dad " sapa Ara.
"Hi sayang, bagaimana keadaan kalian di sana, bunda sudah merindukan kalian " beritahu Dominic, yang langsung mendapat cubitan di perut nya, untung saja tidak sakit hanya cubitan gemes saja.
"Kami baik, hanya saja Werren sedikit terluka jadi kami akan menunggu sampai Werren sembuh " beritahu Ara yang tidak tau pasti kapan mereka akan kembali.
"Dom datang lah, biar Darco yang menjemput kalian " ucap Narcy, Dominic sempat berpikir mempertimbangkan saran Narcy yang tidak buruk menurut nya.
"Baiklah " jawab Dominic.
"Kakek apa kita akan menyusul adik " tanya Aland.
"Iya, apa kalian suka" tanya Dominic yang membuat Alend dan Aland bahagia.
"Horeee " girang mereka, bahkan mereka sampai berlari untuk menyiapkan barang-barang mereka.
"Fio di tinggal " sedih Fio saat melihat kedua Kaka nya pergi .
Mereka memutuskan sambungan telepon mereka, dan akan menyiapkan barang-barang mereka untuk berangkat ke Jerman.
Olang kaya mah bebas, yang mau ikut ayuk kita packing 🧳 ✈️
Kita tunggu kedatangan big family BENATA di Jerman 😍🥰
Hadiah, hadiah jangan lupa awas aja gak di kasih 🗡️🗡️🗡️
...Canda ✌️...