NovelToon NovelToon
Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aylis

"Love or Death?" tanya Lucas sembari menyodorkan satu pisau yang begitu tipis dan tajam tepat di leher gadis yang di rantai di depan nya.

"I love you!" jawab Anna dengan cepat sebelum pisau tajam itu menembus leher nya.

Smirk pria itu naik dengan tatapan hewan buas yang seakan ingin memakan mangsa nya.

Definisi cinta di tolak pisau melayang?

Gadis muda yang menjalani kehidupan sulit itu kini terjebak dengan pria gila yang jatuh cinta dan terobsesi dengan nya?!

Dan obsesi gila itu hanya bermula dari mata biru nya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia tidak akan mati

Pagi yang bersinar mulai datang, lantai keras itu membuat gadis cantik yang masih mengenakan gaun biru tua itu terbangun.

"Uhh!" tubuh nya menggeliat dan merenggang semua sendi yang terasa sakit.

Dahi nya mengernyit, kepala nya terasa nyeri dan perut nya yang seakan ingin bergejolak mengeluarkan isi nya.

"Hoek!"

Gadis itu menutup mulut nya agar tak muntah di tempat.

"Kalau kau berani muntah di kamar ku, aku akan benar-benar membunuh mu."

Mata biru itu membulat, ia tiba-tiba tersentak saat mendengar suara bariton pria yang berada di sana.

Kepala nya memutar, ia menatap pria yang duduk di atas ranjang empuk itu dan dirinya yang tertidur di lantai.

"Kenapa anda di sini, Sir?" tanya nya lirih saat belum menyadari jika tempat itu bukan lah kamar nya.

"Harusnya aku yang tanya itu kan?" mata tajam dan suara yang selaras dingin membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.

Anna mulai melihat ke sekeliling kamar yang bernuansa hitam putih dan tampak sangat mewah serta menampilkan kesan yang gelap dan misterius.

"Wah..." ucap nya yang tanpa sadar malah melongo melihat tempat yang bagi nya baru seumur hidup melihat yang seperti itu.

Kamar itu 10 kali lipat lebih bagus dari kamar yang di berikan pada nya walau ia kira dulu kamar nya itu adalah kamar terbaik yang pernah ia dapatkan.

"Wah?" tanya Lucas dengan wajah bingung melihat gadis itu yang terpaku dengan kamar nya.

Anna kembali menoleh ke arah pria itu, dan mulai sadar. Ia langsung memeriksa tubuh nya dan mendapati semua pakaian nya masih lengkap tanpa ada kurang.

"Kau ingat apa yang terjadi semalam?" tanya Lucas dan membuat gadis itu berhenti melihat dirinya.

"Semalam?" tanya Anna mengernyit dan memutar bola mata nya ke atas.

Ia seperti melupakan sesuatu namun tak ingin sepenuh nya dan memang masih belum bisa mengingat semua nya.

"Saya tersedak dan minum terus..."

"Akh!" ucap nya yang berteriak kecil.

"Ingat?" tanya pria itu sembari menaikkan satu alis nya.

"Saya memukul orang lain di pesta!" jawab nya dengan ingatan yang belum datang sepenuh nya karna ia juga baru tersadar dari mabuk nya.

"Hanya itu? Kau membuat masalah yang lebih besar! Kau tau?! Dia tidak mau turun dan terus berdiri! Aku harus meditasi selama tiga jam! Tapi akhirnya- Sudahlah!" ucap pria itu yang sangat kesal.

Sedangkan Anna melihat dengan mata biru yang tak mengerti apapun, "Apa yang turun? Siapa yang berdiri, Sir?"

Anna menatap bingung namun ia memang melihat matras olahraga berwarna hitam.

Lucas membuang wajah nya, ia sangat jarang berbicara ataupun berdekatan dengan wanita. Baginya hal yang ia alami kemarin adalah hal yang sangat baru.

Ia merasakan hasrat yang aneh, bukan hasrat ingin mengikuti dan menyayati seseorang seperti biasanya.

Namun sesuatu yang membuat tubuh nya panas dan ingin melakukan sesuatu untuk meredakan nya.

"Lalu dia sekarang sudah duduk, Sir?" tanya Anna membuka suara dengan lirih takut pria itu semakin kesal.

"Tutup mulut mu dan keluar," ucap Lucas ketus.

Anna langsung bangun walaupun ia masih berdiri dengan sempoyongan.

Pria itu menarik napas nya, ia membuka laci yang berada di samping tempat tidur nya dah mengambil pisau yang baru saja ia gunakan kemarin malam.

Ia tak bisa menurunkan adik nakal yang berada di tengah tubuh nya itu, mandi air dingin dan meditasi namun ia malah memikirkan hal kotor sebagai ganti dari usaha untuk menurunkan Lucas junior itu.

Dan cara ampuh yang ia pakai kemarin malam adalah mengambil salah satu pelayan di mansion nya dan mulai mengiris nadi nya.

...

Anna kembali ke kamar nya, ia masih merasa pengar karna mabuk tadi malam, dan pria itu pun mengatakan sesuatu yang bahkan tak ia ingat sama sekali.

"Apa aku buat kekacauan?" gumam nya yang merasa bingung.

Anna membuang napas nya lirih, untung nya tanggal hari ini memang merah dan ia pun libur sehingga tidak perlu ke sekolah dalam keadaan yang kacau.

......................

JNN grup

Diego menarik napas nya, ia melihat lesu dan kesal pada sepupu sekaligus atasan nya itu yang membuat nya tetap datang bekerja walaupun ia sudah meminta libur dan cuti.

"Kau membunuh pelayan mu lagi tadi malam?" tanya Diego karna ia tau pada akhirnya ia yang akan membereskan masalah itu juga.

"Hm," Lucas menjawab singkat sembari melihat ke arah laptop nya.

"Kenapa? Kau tidak tiba-tiba merasa sakit? Atau apa?" tanya Diego pada pria itu.

Karna ia tau sekarang membunuh pelayan adalah hanya untuk hal yang urgent ketika ia tak dapat mencari pengganti untuk di kuliti.

Lucas tak menjawab, ia menarik napas nya dan meletakkan pena nya di atas meja lalu melihat ke arah sepupu nya yang punya banyak sekali pengalaman dengan para wanita itu.

"Kau pernah merasa menginginkan sesuatu? Sesuatu yang membangunkan tubuh mu." tanya pria itu yang menatap ke arah sepupu nya.

"Turn on?" tanya Diego mengernyit dan melirik ke arah pria yang duduk di bangku teratas perusahaan itu.

"Ya," jawab Lucas singkat.

"Tentu, itu wajar kan?" tanya Diego yang bingung mengapa sepupu nya bertanya demikian.

"Cara mu mengatasi nya bagaimana?" tanya Lucas yang kini mulai menatap penasaran.

"Mudah, tinggal cari wanita saja. Itu jalan yang paling mudah, kenapa harus di tahan?" ucap nya yang tau bahkan dengan panggilan telpon saja ia bisa memesan wanita cantik dan memilih nya.

"Sial! Dia terlalu kecil, anak itu bisa hancur." decak nya yang mengusap kepala dengan kesal.

Diego mengernyit, ia menatap ke arah Lucas dengan tatapan curiga, "Siapa yang kau maksud? Anna?"

Lucas tak menjawab dan hanya melirik ke arah sekertaris nya itu.

"Kau tidak pernah memiliki pacar atau dekat dengan wanita selama 30 tahun dan sekarang kau menyukai anak itu?" tanya Diego lagi yang memperjelas di setiap kalimat nya.

"Kenapa kau banyak sekali bicara?" tanya Lucas dengan menatap kesal.

Diego tertawa mendengar nya, entah mengapa diantara sekian banyak wanita yang cantik sepupu nya itu malah memilih anak remaja yang bahkan belum cukup umur untuk apapun.

Yah, mungkin sepupu nya itu memang tak bisa melihat wajah seperti apa sehingga tak tau mana yang cantik dan mana yang tidak namun setidaknya sepupu nya itu melihat bisa melihat bentuk tubuh dengan jelas.

"Dia tidak mati, dia saja masih hidup walaupun kau kuliti dan membuat dia jadi kelinci percobaan untuk chip itu kan? Oh iya, dia juga punya 8 pekerjaan paruh waktu." ucap Diego tertawa.

"Tapi dia kecil sekali," gumam pria itu sembari mengingat postur tubuh yang pernah di pangkuan nya itu.

"Kau sekarang peduli tentang nyawa seseorang?" tanya Diego tersenyum.

"Tidak, hanya saja sulit kalau dia mati. Tidak ada yang punya mata dan rambut sepertinya." ucap Lucas lirih.

"Banyak yang punya tapi kau yang tidak bisa lihat dan kalau kau tidak mau anak itu mati jangan menyayat nya dan membuat dia kehabisan darah," sahut Diego pada pria itu.

Lucas diam sejenak, mana mungkin ia sulit mengendalikan hasrat nya yang haus darah itu?

"Kau terlihat peduli dengan anak itu tapi ternyata tidak," ucap Lucas melihat ke arah sepupu nya.

Diego hanya tersenyum mendengar nya, "Kau lupa? Aku manusia kapitalis yang hanya mencintai diri ku sendiri," ucap pria itu dengan tersenyum.

"Kalau kau memang kapitalis kenapa bukan kau saja yang duduk di sini?!" tanya Lucas dengan nada kesal.

"Aku sudah cukup dengan apa yang ku punya," jawab Diego tertawa.

Memang berdasarkan urutan hak waris ia bisa mendapatkan posisi yang sama jika sepupu nya itu di lengserkan.

Namun selain merepotkan ia juga tak ingin melakukan nya, karna ia tau jika dirinya dan pria di depan nya sudah bertopang satu sama lain di perahu yang sama.

......................

Skip

Sekolah

Gadis itu memundur dan ingin berlari namun ia tak bisa karna terkunci di ruang musik yang cukup besar itu.

"A..Ada apa?" tanya Anna lirih.

"Kau lupa di bagian mana kau memukul ku?!" tanya Gevan dengan menatap dengan begitu kesal.

"Aku gak pernah mukul kok!" sanggah gadis itu dengan cepat dan ingin lari secepatnya.

"Gak pernah yah? Yauda aku juga," ucap pria itu dan mulai mengangkat tangan nya.

"Kak Gevan!" teriak Anna seketika.

Pria itu membatu sejenak dan menatap nya dengan tangan yang menggantung di udara belum sempat mendatar di pipi nya.

"Kak?" panggil remaja itu mengernyit.

"Kak Gevan, aku bakal sopan dari hari ini sampai seterusnya, jadi..."

"Ja..jadi jangan pukul..." ucap nya lirih yang terlihat memang benar-benar takut.

"Aku belum memukul mu kenapa kau sudah pucat?" tanya Gevan itu mengernyit.

Gadis itu menunduk, tangan nya mengepal meremas rok pendek nya dengan erat. Mata nya mencari tempat yang kecil dan tertutup seperti memori pertahanan nya.

1
rarr
banjir air mata🥹
rarr
nangisss bgttt thor🙏
rarr
na udh bener kok kabur mu, sakit bgt hidup di keluarga ga syg km, trs mimpi mau punya keluarga bahagia aja ga dapet...sakit bgt jd anna😭
ZrLee Darman
🤣🤣🤣 astaga anna 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
ZrLee Darman
tdi diatas bilang 17 THN..knp umurnya malah menurun bukanya bertambah 😅
ZrLee Darman
jadi ingat sama James Thor 🥰
!.
Luar biasa
Aize Ze🗝️🥀°_°
ceritanya bagus Author nya suka nonton film action ya makanya terimpirasi buat ceritanya tapi knp harus sad ending Thor
Aize Ze🗝️🥀°_°
cocok bgt Thor visual cowoknya female lead nya juga cute
Desi Lestari
kejam Lucas kasihan Anna
raara
minn sriuss??
Dian Anggra
inilah yg bener2 genre psycho. keren othor
Seika Hikaru
OMG😭😭😭😭ini cinta yang sangat gila..😭😭
𝓓𝓲𝓪𝓷 𝓒𝓪𝓲𝓷𝓮..💘
mampir thor /Joyful/
Amisaroh
mantap luc
Amisaroh
jijik² ngakak
Amisaroh
astaga lampu gantung🤣🤣🤣
gyelgyl
walaupun sad end tapi novelnya bagus bgt,sampai sampai saya pun nangis baca novelnya
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣 maaf ya aku ngakaknya telat, soalnya aku baru nemu novel ini
Anggun Peratiwi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!