Arsyana, seorang gadis yang diusir demi mempertahankan bayi yang ada dalam kandungannya. Janin yang ia dapatkan dari sebuah kesalahan fatal karena kelalaiannya.
Di bulan ke empat kehamilannya, tiba-tiba datang seorang Presdir ternama di kota itu, yang usianya 12 tahun lebih tua darinya.
"aku ayah dari anakmu." kata Presdir itu tiba-tiba yang membuat Arsy tak percaya.
Seorang presdir yang terkenal baik tanpa cela, mengakui bahwa dirinya ayah dari janin yang dikandungnya? Bagaimana bisa? Atau dia mengakui hal itu karena hanya merasa kasihan karena Arsy hamil diluar nikah.
Apakah benar Presdir itu ayah dari anak yang dikandung Arsy?
Bagaimana tanggapan keluarga presdir yang sangat terpandang itu, menolak atau menerima Arsy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26 - Aslinya sangat baik
"Nita... apa yang kau lakukan?" tanya Arsy terkejut dengan perlakuan Nita pada Eun Ji.
"Biar sadar dia, kalo gak dia akan ganggu kamu tiap hari." ocehnya yang masih tak dimengerti Arsy
"duduk Nit, kita sarapan dulu." Ucap Dae Jung menghentikan pertikaian mereka seraya melirik Arsy yang tampak masih bingung. "Dia itu putri sahabat papa dan sering menginap di rumah." jelas Dae Jung singkat lalu melanjutkan sarapannya.
Karena ada dua orang tamu tak di undang yang tiba-tiba datang. Setelah sarapan Dae Jung memutuskan pergi ke kantor, rencananya gagal sudah mau mengenal lebih dalam istrinya. Ia pun sebenarnya hanya ingin berduaan dan bermalas-malasan hari ini.
"Hati-hati ya kak..." kata Arsy mengantar suaminya yang sudah rapi dan hendak berangkat.
"ehm... hati-hati dengan dua cecunguk itu." kata Dae Jung kesal, Arsy hanya tersenyum mendengarnya kemudian mencium tangan Dae Jung dengan takzim. "apa ini?"
"rasa hormatku pada kakak, Assalamu'alaikum" kata Arsy yang membuat Dae Jung sedikit malu seharusnya ia mengucapkannya, benar bukan?
"jawabnya?" pinta Arsy menanti jawaban dari suaminya
"wa'alaikum salam." ucapnya perlahan yang membuat Arsy menarik ujung bibirnya. Arsy menunggu di depan pintu hingga mobil suaminya menghilang dari pandangan.
Wanita itu masuk dan melihat dua orang itu masih bersahut-sahutan tanpa henti. "apa kalian masih lama?" tanya Arsyana yang membuat dua orang itu berhenti dan menatapnya. Arsy duduk di sofa di samping mereka. "apa yang kalian lakukan? melepas rindu disini?"
"melepas rindu sama dia? ih.. mana mungkin?" sahut Nita segera dan menampakkan wajah jijiknya.
"lagian siapa yang rindu sama cewek abal-abal kayak dia." sahut Eun Ji gak mau kalah
"dasar cowok aneh..." celoteh Nita berpaling dari Eun Ji
"eh.. udah-udah, kalian kesini pasti ada tujuannya kan?" tanya Arsy melunak gak ingin ada ocehan gak berguna keluar dari mulut mereka.
"ah... iya... untung kakak ipar ingetin, tadi ada pesen dari mama kalo kakak diminta makan malam dirumah."
"ok, nanti aku bilang sama kak Dae Jung." jawab Arsy menyanggupi permintaan ibu mertuanya.
"klo gitu, aku pamit kak... gak betah ngliat cewek abal-abal ini melulu." kata Eun Ji seraya berdiri dan berjalan keluar.
Saat Nita mau menimpali Eun Ji, ia ditahan oleh Arsy yang menggelengkan kepalanya dan menyentuh tangan Nita agar Nita membiarkan Eun Ji pergi.
"jangan begitu, nanti suka gimana?"
"aku suka sama dia? amit-amit dech suka cowok playboy kelas kakap kayak dia." seraya mengetuk-ketuk kepalanya.
"kamu gak kangen sama aku?" tanya Arsy mengalihkan pembicaraan, yang kemudian memeluk sahabatnya itu cukup erat, meskipun gak bisa dekat banget karena terhalang perut yang mulai besar.
"kangen banget," balas Nita, "kok kamu boong sich sama aku, kamu bilang mau ke rumah tante tapi nyatanya" celoteh Nita dengan wajah cemberut, karena waktu diantar Nita ke stasiun Arsy menolak tinggal di rumahnya karena akan tinggal di rumah tantenya.
"maaf ya... aku bener-bener bingung waktu itu." senyum manisnya menghiasi wajah yang bersinar terkena cahaya.
"aku gak papa, by the way kok kamu bisa sama tuan Dae Jung sich?" kata Nita penasaran atas pernikahan Arsy dan Dae Jung. "tahu gitu, awal-awal langsung minta pertanggung jawaban dia. eh... aku seneng banget loh, kamu nikah dengan tuan Dae. Ia itu sudah baik, tampan, pengertian ehm... pokoknya gak ada dua nya dech."
"kamu muji suami orang loh Nit!" goda Arsyana yang melihat temannya itu sangat mengidolakan suaminya,
"maaf-maaf..." kata Nita mencoba memintaaaf pada temannya itu, "aku cuma ngefans aja, gak cinta kok. Lagian mana berani aku yang biasa ini mencintai orang sesempurna dia."
Mendengar itu, Arsy menunduk. Memang benar apa kata Nita, ia juga wanita biasa, tak begitu cantik dan dari keluarga dokter biasa. Sungguh ia berani masuk dalam kehidupan Dae Jung, seorang Presdir yang sangat dihormati dan begitu tampan.
"gak papa Nit... oya, kok kamu akrab banget ma mereka?"
"oh itu... ayahku temannya tuan Ha Joon, ayah tuan Dae Jung, aku sering dititipkan ke mereka. Kau tahu sendiri ayahku orang tua tunggal dan mama tuan Dae itu dulu seorang baby sitter jadi dia mau menolong ayahku menjagaku sehingga aku besar bersama mereka. Ya.. meskipun aku dan Eun Ji beda 5 tahun tapi dia seperti sama usianya denganku, kami main bersama tepatnya dia suka menjahiliku habis-habisan. Lain halnya dengan suamimu itu, ia lebih pendiam, kesannya dingin tak pernah main denganku Eun Ji bilang kakaknya memang gitu makanya kita gak pernah ganggu dia dan aku memanggilnya tuan karena ia tak suka aku panggil kak, katanya aku bukan adiknya dan yang boleh panggil kak hanya istrinya dan Eun Ji. tapi kau gak usah khawatir tuan Dae aslinya sangat baik kok." terang Nita panjang lebar yang hanya di dengar oleh Arsy.
butuh biaya untuk hidup.di luar sana...
no 209