NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."

Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.

Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.

Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:

Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...

Komandan perang Kekaisaran Jiulong...

Raja informasi dari Paviliun Bayangan...

Semuanya adalah klon milik Lian!

Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan untuk Sang Komandan Luar

[Sovereign Duplication: Sinkronisasi Tiga Vektor Utama]

[Perhatian: Pengambilalihan Hirarki Militer Kerajaan Jiulong Dimulai]

Lantai batu di ruang samping aula harta bergetar pelan saat rombongan prajurit elit kerajaan melangkah masuk.

Di barisan paling depan, Jenderal Meng Tian—kepercayaan utama Putri Feng Qingxue—mengusap pedang perak bersimbah darah.

Pria bertubuh kekar itu menyeringai lebar, menatap punggung Canglong yang berdiri membelakanginya di tengah ruangan.

"A-Anu... Jenderal Meng Tian, apakah kita benar-benar akan mengambil alih komando dari tangan Komandan Canglong?" tanya perwira muda gemetar.

"Bocah kaku itu sudah terlalu lama menikmati panggung utama di samping Yang Mulia Putri!" geram Jenderal Meng Tian dingin.

Meng Tian melangkah pelan, merajut muslihat kotor yang sudah ia siapkan sejak meninggalkan ibu kota kerajaan.

"Canglong! Serahkan cincin komando pasukan pengawal kerajaan sekarang juga!" teriak Meng Tian menggelegar.

Canglong memutar tubuhnya perlahan, menatap sang jenderal dengan pandangan datar tanpa ada keterkejutan sedikit pun.

"Perintah Yang Mulia Putri adalah mengamankan rute, bukan menyerahkan kekuasaan militer kepada pembangkang," balas Canglong tegas.

"Di dalam situs peninggalan ini, hukum militer tidak berlaku lagi!" bentak Meng Tian sambil mencabut pedangnya.

"Ta-Tapi Jenderal! Komandan Canglong baru saja menyelamatkan barisan depan dari bantaian monster!" potong perwira muda mencoba menengahi.

"Tutup mulutmu! Siapa pun yang membela penakut ini akan kuanggap sebagai pengkhianat kerajaan!" ancam Meng Tian kejam.

'Bagus, setelah menghabisi Canglong di sini, seluruh kredit penaklukan situs ini akan menjadi milikku sepenuhnya,' batin Meng Tian puas.

Meng Tian tidak menyadari bahwa bayangan hitam di sudut ruangan mulai bergerak meliuk-liuk secara tidak wajar.

Bau harum bunga bakung mendadak memenuhi udara ruangan, menyamarkan aroma darah yang tadinya menyengat hidung.

WUSH!

Pandangan Jenderal Meng Tian mendadak kabur saat pemandangan di sekitarnya berubah menjadi ruang eksekusi berdarah.

Dinding batu yang kokoh mendadak berganti menjadi ribuan cermin hitam yang memantulkan sosok raksasa bermata merah.

"A-Anu... Mengapa tempat ini berubah?! Di mana pasukan pengawalku?!" jerit Meng Tian panik sambil mengayunkan pedangnya liar.

"Setiap manusia memiliki harga, dan harganya malam ini adalah kesadaranmu yang sombong," bisik Klon #03 Baihu dari balik cermin.

Baihu mengibaskan lengan bajunya, melepaskan gelombang ilusi Bisikan Bayangan yang langsung menyerang saraf pusat Meng Tian.

Meng Tian berlutut di atas lantai ilusi, mencengkeram kepalanya yang terasa mau pecah dihantam bayangan ketakutan terbesarnya.

"A-Anak buahku... mereka semua membantaiku dari belakang?! Tidak! Jangan mendekat!" teriak Meng Tian histeris dengan wajah pucat pasi.

Keringat dingin membasahi seluruh Zirah Perang Meng Tian saat ilusi Baihu menyiksanya tanpa celah sedikit pun.

"Ta-Tapi aku adalah Jenderal kepercayaan Putri Feng Qingxue! Kalian tidak boleh menyentuhku!" ratap Meng Tian menangis ketakutan.

"Arogansi sumpah suci milikmu hanyalah kebohongan konyol yang mudah dihancurkan," pangkas Baihu tertawa mengejek di dalam kegelapan.

Di luar formasi ilusi, para prajurit kerajaan hanya melihat Jenderal Meng Tian tiba-tiba berlutut sambil membenturkan kepalanya ke lantai.

"A-Anu... Apa yang terjadi pada Jenderal Meng Tian?! Mengapa beliau menjerit-jerit sendirian?!" tanya perwira muda panik.

"Beliau baru saja terkena perangkap jiwa purba akibat kelalaian dan sifat tamaknya sendiri," jawab Canglong tenang.

Canglong melangkah mendekati Meng Tian yang kini bersujud di tanah dengan napas tersengal-sengal dan mata berdarah.

Keangkuhan tanpa tanding yang tadinya memancar dari wajah Meng Tian kini sirna total, berganti dengan rengetan minta ampun.

"A-Ampun... Tolong lepaskan aku dari neraka ini! Canglong, tolong aku!" ratap Meng Tian memegang kaki Canglong pasrah.

"Kepatuhan adalah satu-satunya caramu untuk tetap bernapas di bawah naungan kerajaan ini," balas Canglong dengan suara mendominasi.

Canglong mencabut lambang komando dari pinggang Meng Tian, lalu menghancurkannya menjadi serbuk besi di depan mata sang jenderal.

"Mulai detik ini, seluruh otoritas militer Kerajaan Jiulong di dalam situs ini berada di bawah kendaliku secara mutlak!" bentak Canglong vokal.

"H-Hamba patuh! Hamba tunduk pada perintah Komandan Canglong!" rintih Meng Tian merayap di tanah sambil mengangguk histeris.

Para prajurit zirah berat langsung berlutut serempak di hadapan Canglong, memberi penghormatan tertinggi militer.

"Kami bersumpah setia di bawah komando Komandan Canglong! Tidak ada penentangan lagi!" seru seluruh prajurit secara bersamaan.

'Pembersihan internal ini berjalan sangat efisien tanpa perlu mengotori tangan dengan darah prajurit biasa,' batin Canglong tersenyum dingin.

Dari atas pilar gua yang gelap, Lian yang asli menyaksikan seluruh proses penaklukan ego tersebut dengan mata berbinar.

[Sovereign Duplication: Sinkronisasi Kekuatan Asura]

[Otoritas Pasukan Kerajaan Jiulong: 100% Terintegrasi dalam Sistem]

'Jenderal bodoh seperti Meng Tian memang paling mudah dihancurkan mentalnya menggunakan ilusi Baihu,' batin Lian menilai.

'Sekarang seluruh kekuatan militer Kerajaan Jiulong telah menjadi bidak tanpa wajah di dalam papan catur kosmik milikku,' lanjut Lian mantap.

Lian memutar gelang gioknya, mengirimkan instruksi taktis baru ke dalam pikiran Canglong melalui jalur Sinkronisasi Jiwa.

Canglong mengangguk pelan, lalu berbalik menatap pasukan militer yang kini sepenuhnya berada dalam cengkeraman telapak tangannya.

"Kumpulkan seluruh batu spiritual dari koridor barat dan siapkan barisan pertahanan di aula depan!" perintah Canglong tegas.

"Siap melaksanakan perintah Komandan!" jawab perwira muda bersemangat.

Sementara itu, Putri Feng Qingxue masih menunggu di luar situs dengan senyuman anggun yang penuh kepalsuan politik.

Sang Putri membayangkan Meng Tian telah berhasil mengamankan seluruh artefak berharga untuk dirinya tanpa cela.

"A-Anu... Yang Mulia Putri, berita dari lorong menyatakan bahwa Jenderal Meng Tian telah menyerahkan seluruh komando pada Canglong," panggil kasim.

Puteri Feng Qingxue mengerutkan alisnya, merasa ada kekeliruan besar dalam laporan yang baru saja ia dengar.

"Apa maksudmu?! Meng Tian adalah pria ambisius, mana mungkin dia menyerahkan komando secara sukarela?!" pekik sang Putri tidak percaya.

"Ta-Tapi seluruh pasukan di dalam situs sekarang bergerak rapat di bawah panji milik Komandan Canglong!" sahut kasim ketakutan.

Putri Feng Qingxue mengepalkan tangannya rapat-rapat, merasakan gelombang kegagalan mulai menggerogoti rencana mulusnya.

'Ada tangan rahasia yang sedang menarik benang bayangan di balik keputusan para jenderal ini,' batin Putri Feng Qingxue curiga.

Di dalam aula harta utama, Lian duduk santai sambil menatap tumpukan gulungan teknik purba yang berhasil diserap sistem.

"Langkah selanjutnya adalah membiarkan Sekte Api Ilahi dan Kerajaan Jiulong bertabrakan di pintu keluar," gumam Lian tenang.

"Biar mereka saling menyalahkan atas hilangnya seluruh harta karun di dalam situs ini," lanjut Lian menyeringai tajam.

Baihu mendarat mulus di samping tempat duduk Lian, memberikan penghormatan rendah dengan senyum bermuka dua.

"Tuan, Ye Chen baru saja memicu jebakan banjir lahar di koridor selatan sesuai dengan simulasi takdir kita," laporkan Baihu.

"Sangat bagus. Biarkan umpan bernyawa itu sibuk bertahan hidup sementara kita menguras sisa energi inti situs," balas Lian dingin.

Lian bangkit dari duduknya, merasakan gelombang kekuatan Omni-Adaptation bergejolak hebat di dalam pembuluh darahnya.

Kekuatan Fisik Asura dari Canglong dan kekuatan ilusi dari Baihu kini menyatu sempurna di dalam tubuh utama Lian.

Akankah Ye Chen dan Putri Feng Qingxue menyadari bahwa mereka hanyalah mainan konyol di telapak tangan sang penguasa bayangan?

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!