NovelToon NovelToon
Until The End

Until The End

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:39.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Samsiyah

Prolog

Gadis itu berjalan dengan tatapan kosong tidak mempedulikan guyuran hujan yang menimpa tubuh mungilnya. Ia berjalan tanpa alas kaki melewati jalanan penuh kendaraan yang berlalu-lalang.

Gadis malang itu berjalan tanpa arah. Bahkan ia tidak bisa merasakan dirinya sendiri, tubuhnya seperti melayang tanpa beban.

"Sayang.. jangan takut, kau tidak akan sendiri, aku akan menyusulmu." Gumamnya dalam hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Samsiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Gysta menuruni tangga dengan senyum mengembang lebar di wajah nya. Gysta berbunga-bunga mengingat semalam ia tertidur di pelukan Arkan. Gysta membayangkan pasti Arkan menggendong nya ke dalam kamar.

"Ma, kok tangga nya ada di bawah kamar Gysta."

Gysta menghentikan langkah mendengar teriakan Papa nya dari luar.

"Kenapa Pa?" Mama Gysta setengah berlari dari arah dapur.

Gysta melirik ke kanan dan ke kiri panik, pasti itu tangga yang Arkan gunakan untuk naik ke kamar Gysta semalam. Gysta berlari menuruni tangga mengintip dari balik pintu.

"Kok bisa ya, padahal biasanya ada di pagar samping." Mama Gysta tampak menggaruh kepala nya yang tidak gatal. "Oh jangan-jangan ada maling."

"Kamu udah liat Gysta di atas?" Tanya Papa Gysta.

"Pagi Om, Tante." Mama Gysta hendak menjawab namun tidak jadi mendengar suara berat di belakang mereka. Mama dan Papa Gysta memutar badan melihat Arkan datang.

"Arkan, ayo masuk sarapan." Ajak Mama Gysta

"Ada apa Om?" Arkan melihat Papa Gysta yang tampak gusar sekaligus kebingungan.

"Ini tangga yang biasa ada di samping rumah kok tiba-tiba ada di bawah kamar Gysta."

Gysta meletakkan tas sekolahnya lalu menghampiri orangtuanya dan Arkan di depan rumah.

"Ayo makan." Seru Gysta sambil menggelayuti lengan Mama nya agar segera masuk dan melupakan masalah tangga itu.

"Semalem nggak ada yang masuk kamar kamu kan Gys?" Papa Gysta melihat anak nya khawatir.

Itu cowok di samping Papa

"Ngg... Nggak ada kok Pa." Gysta menggeleng.

"Syukur deh kalau nggak ada."

Gysta melihat Arkan penuh makna seolah berkata Kamu ketangkep basah!. Arkan membalas tatapan Gysta sambil menyembunyikan senyum nya. Nggak bakal ketahuan, begitu pikir Arkan. Bukannya takut, Arkan malah ingin tertawa mengingat dirinya semalam naik ke kamar Gysta menggunakan tangga tersebut. Sialnya Arkan lupa mengembalikan tangga pada tempatnya.

"Biar saya yang kembalikan tangga nya Om." Ujar Arkan. Papa Gysta sedikit mundur saat Arkan melewatinya. "Tempat nya dimana Om?" Tanya Arkan. Gysta mendelik mendengar pertanyaan Arkan.

Dasar licik. Gysta mengerling tajam ke arah Arkan sekaligus menahan tawa. Melihat wajah Arkan yang bersikap seolah-olah tak berdosa itu membuat Gysta gemas.

"Itu di pagar samping." Papa Gysta menunjuk pagar tembok.

Arkan mengangkat tangga dengan mudah dan menyandarkannya pada pagar tembok tempat nya semalam mengambil tangga tersebut. Saking bahagia nya Arkan lupa mengembalikan tangga pada tempat nya. Untung saja Papa Gysta tidak mencurigai Arkan sama sekali.

"Besok kayak nya Mama mau ke salon deh Pa." Ujar Mama Gysta ketika mereka sudah duduk di ruang makan untuk sarapan.

"Tumben." Sahut Papa Gysta mengerutkan kening.

"Besok kan kita mau makan malam bareng keluarga Arkan, biar kelihatan lebih cantik dong." Mama Gysta mengerling genit ke arah suaminya.

"Tante udah cantik kok." Timpal Arkan sambil mengembangkan senyum lebar. Gysta ikut tersenyum mendengar ucapan Arkan, ternyata cowok paling cool satu sekolah itu juga pandai gombal pada tante-tante.

"Ya ampun." Mama Gysta tertawa. "Calon menantu idaman."

Yang lain tertawa mendengar kalimat Mama Gysta termasuk Arkan yang bahkan jarang tertawa.

Arkan lebih senang sarapan bersama keluarga Gysta dari pada dengan orangtuanya. Apalagi ya Papa Arkan bicarakan hanya seputar bisnis tidak ada yang lain. Arkan muak, selama ini ia tidak pernah mau satu meja dengan Papa nya. Kalaupun besok Arkan harus makan bersama Papa nya itu semua hanya demi Gysta.

"Nanti pulang sekolah ke PIM yuk." Ajak Gysta pada Arkan ketika mereka keluar rumah usai sarapan dan berpamitan dengan orangtua Gysta.

"Kamu mau beli apa?" Arkan menoleh melihat Gysta yang berjalan di samping kiri nya.

"Beli baju buat besok, aku nggak punya baju, kamu mau aku malu-maluin di depan Pak Alex?"

"Bagian mana dari diri kamu yang bisa malu-maluin?" Arkan membuka pintu mobil untuk Gysta, dan menutup nya setelah memastikan gadis nya duduk dengan baik.

Arkan menyusul Gysta masuk ke dalam mobil. "Iya nanti ke PIM." ujar Arkan akhirnya melihat Gysta yang memasang wajah merajuk. Sungguh Arkan paling gemas melihat ekspresi seperti itu, kalau bisa ia mengambil foto saat Gysta merajuk agar bisa dilihatnya setiap saat.

"Gitu dong!" Seru Gysta "Dari tadi kek."

Arkan terkekeh, emosi Gysta berubah dalam hitungan detik hanya dengan menyetujui permintaannya. Arkan mulai menjalankan mobil nya keluar dari halaman rumah Gysta bergabung dengan kendaraan lain.

*****

Kertas ujian di depan Arkan membuat matanya panas. Arkan malas melihat kumpulan angka tersebut, ia alergi. Jika matematika seperti makanan maka Arkan pasti sudah gatal-gatal dibuatnya. Ah sebenarnya Arkan memang alergi pada semua mata pelajaran.

Arkan meletakkan kepalanya di atas kertas jawaban dan memejamkan mata, ia ingin tidur. Jika Gysta paling anti dengan kimia, maka Arkan anti dengan semuanya.

"Arkan Fahreza!" Panggil guru pengawas dengan suara lantang membuat seluruh murid terkejut kecuali si pemilik nama. Murid lain segera fokus kembali pada kertas mereka masing-masing setelah tahu bahwa guru hanya menegur si cowok tampan. "Kenapa kamu malah tidur bukannya mengerjakan soal?"

Terpaksa Arkan mengangkat kepalanya malas.

"Saya kan nggak ganggu murid lain pak." Protes Arkan dengan suara datar enggan menghabiskan energi hanya untuk berdebat dengan guru.

"Jangan tidur, ini kelas bukan kamar!" Sentak guru tersebut.

Arkan mendengus kesal, ia mengalah dan meraih pensil nya. Membayangkan 120 menit menghabiskan waktu untuk melihat angka-angka itu membuat Arkan semakin mengantuk.

Arkan melihat soal nomor 1 lalu melingkari salah satu pilihan yang ia anggap benar pada lembar jawaban. Kemudian soal nomor 2 dan selanjutnya, ia bisa menjawab dengan mudah dalam 1 menit setiap soal. Kertas yang disediakan untuk menghitung kosong, Arkan tidak membutuhkannya.

Aku mau hadiah kalau besok nilai matematika ku di atas kamu.

Arkan teringat ucapan Gysta semalam. Semua soal sudah Arkan kerjakan dan ia yakin 99% jawaban nya benar. Nilai Arkan harus berada di bawah Gysta agar ia bisa mengabulkan permintaan gadis itu. Arkan menghapus beberapa jawaban dan menggantinya dengan pilihan lain. Arkan sudah merencanakan negara mana yang akan ia kunjungi bersama Gysta setelah liburan nanti.

Pukul 10 tepat, bel berdering panjang tanda jam pelajaran telah berakhir. Mereka pulang lebih awal karena hanya 2 mata pelajaran yang diujikan.

Arkan menenteng tas nya yang enteng tanpa penghuni, ia berjalan ke arah ruang ujian Gysta yang berdampingan dengan ruangan nya. Setelah muak melihat soal ujian, Arkan merasa harus segera melihat wajah cantik kekasih nya.

"Kalian mau kemana?" Noura melihat Arkan dan Gysta penuh selidik saat mendapati Arkan sudah menunggu kekasih nya di depan pintu.

"Mau jalan-jalan." Jawab Gysta sambil menjulurkan lidah ke arah Noura.

"Lah, Nindy sama Alan juga jalan-jalan, nggak ada yang ngajak aku nih?" Jerit Noura penuh drama.

"Nanti aku bawain masker innisfree yang kolaborasi sama bt21." Hibur Gysta, walaupun Noura menyebalkan tapi tetap saja cewek cerewet itu sahabatnya.

"Beneran ya!" Mata Noura berbinar-binar.

"Iya." Gysta mengangguk.

"Makasih ya." Noura memeluk lengan Gysta. "Hati-hati di jalan, nanti aku WA biar kamu nggak lupa." Noura segera cabut dari sana setelah Gysta kembali mengangguk.

*****

Gysta terus menggelayuti lengan Arkan sejak keluar dari mobil menuju tempat pakaian perempuan. Bahkan jika bisa, Gysta ingin meletakkan tulisan besar di punggung Arkan, sold out! Jangan dilirik. Gysta sebal karena dari tadi cewek-cewek melihat Arkan sambil berbisik dan terkikik setelahnya.

"Aku mau makan es krim segentong." Seru Gysta saat ia berjalan melewati food court.

"Emang abis?" Arkan sedikit menduduk melihat Gysta yang berjalan di samping nya.

"Ayo nyari es krim dulu." Gysta menarik tangan Arkan berhenti di salah satu penjual es krim. Otak Gysta panas setelah mengerjalan soal matematika dan bahasa inggris, ditambah cemburu pada cewek-cewek itu, ia butuh sesuatu yang dingin dan manis seperti es krim.

"Cantik banget sih kalau cemberut." Arkan tersenyum melihat Gysta yang sedang menunggu es krim nya selesai disajikan. Gysta hanya melirik Arkan sesaat tidak menanggapi ucapan cowok itu.

"Makasih." Kata Gysta saat penjual es krim memberikan satu cup besar es krim dengan berbagai macam rasa di dalamnya.

Gysta memakan es krim nya di salah satu kursi yang terdapat di sekitar sana tanpa membaginya dengan Arkan. Gysta memang sedang butuh sesuatu yang bisa mendinginkannya.

"Mau makan siang sekalian?" Arkan melihat sekitar, menimbang-nimbang tempat makan mana yang akan dikunjunginya.

"Enggak." Jawab Gysta, ia belum selesai menghabiskan es krim nya. "Kita beli baju aja dulu, nanti makan belakangan."

"Ya udah." Arkan mengambil alih cup es krim di tangan Gysta lalu mengusap telapak tangan gadis itu dengan tisu yang diambil nya dari tempat es krim tadi. Arkan membersihkan tangan Gysta yang penuh dengan es krim. Arkan gemas sekaligus heran, kenapa Gysta bisa seberantakan itu hanya karena makan es krim.

Gysta menatap wajah Arkan yang tertunduk karena sedang membersihkan tangannya. Garis rahang Arkan yang tegas membuat Gysta ingin sekali menyentuh nya, untung saja akal sehatnya masih berfungsi, jika tidak pasti Gysta sudah membelai rahang Arkan di tempat umum ini.

"Makasih." Gumam Gysta tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Arkan.

Arkan beranjak dari duduk nya untuk membuang tisu. Gysta memperhatikan langkah Arkan. Buang sampah aja ganteng.

"Ayo!" Gysta menyusul Arkan membawanya berjalan ke tempat pakaian, ia tidak sabar memilih pakaian untuk nanti malam. Gysta sudah janjian dengan Mama dan Papa nya untuk mengenakan pakaian putih. Entah nanti keluarga Arkan akan mengenakan pakaian seperti apa, mereka tidak menentukan secara khusus lagi pula ini hanya makan malam biasa.

Arkan tengah menunggu Gysta di depan ruang ganti. Gysta memilih beberapa dress dan membawanya masuk ke ruang ganti untuk dicoba satu per satu.

"Arkan, ini bagus nggak?" Gysta keluar dengan dress berwarna merah muda yang terbuka bagian bahu nya.

"Jelek." Tandas Arkan. "Kenapa kamu suka baju yang bahu nya keliatan?" Arkan mendorong Gysta masuk ke dalam ruang ganti.

Gysta terkikik di depan cermin melihat penampilannya sendiri. Tidak mungkin Gysta berpenampilan seperti itu nanti di acara makan malam bersama keluarga Arkan. Gysta memutuskan memilih satu baju yang menurut nya pas untuk dikenakan nanti malam. Gysta sengaja tidak menunjukkannya pada Arkan.

1
Reena Azza
aku sllu setia bca kok thor...
tiap bca psti nyesek
di episode trkhr ini lbh nyesek lg coz sad ending 😭😭😥😥
Mirna: Gak semua cerita berakhir indah bukan? 😌
total 1 replies
Tusini Anwdmk
rajin up y thor..kumenunggumu...👍👍👍💪💪💪
Reena Azza
sad ending 😭😭🥺🥺
aku pkr arkan msh hidup smpe sneng aku thor...😥😔
Mirna: Berat banget pisah sama Arkan 😭
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Dikit banget sih Thor...CPT up LG y Thor..💪💪💪💪
Mirna: Ini kan update nya satu abad sekali 😂
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Mewek aku thooor 😭😭😭😭😭😭
Tusini Anwdmk
Aaaaaaaaaa baper aku Thor😭😭😭😭😭 so sweeet banget...
Tusini Anwdmk
Ada y Thor cowok Ky Arkan ...😀😀😀😀
Tusini Anwdmk
cocok Thor visualny ....aku suka👍👍👍
Mirna: Eh masih ada yang baca novel ini ya. makasih akak 😘
total 1 replies
Reena Azza
jgn lama2 lah thor up nya...
Mirna: Masih ada yang baca novel ini yak
total 1 replies
untari mustofa
aq harus senyum apa nangis.....
Reena Azza
smoga gysta gpp...
untari mustofa
kemarin masih berharap mereka dapat melukis cerita yg manis tenyata 😭😭😭 masih berharap ini hanya mimpi
OFF
knpa sad ending yaallah😭😭😭😭
Reena Azza
bau2 sad ending ini...😭😭😭
untari mustofa
masih berharap arkan baik2 saja😭😭
untari mustofa
lup yu kak
untari mustofa
aq masih setia kak jan lama2 upnya 😘😘
Reena Azza
jgn lma2 lah thor up nya...
roman2nya ni nnti sad ending deh...🥺🥺🥺
untari mustofa
biarkan arkan sembuh ya neng otor 😘😘 jan kejem2 deh ya 😂😂 upnya diseringin dong aq masih setia loh
Mirna: Makasih udah setia sama otor yang up nya seabad sekali 😍
total 1 replies
untari mustofa
setelah sekian purnama menanti....💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!