NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Sepuluh Tahun Berlalu

Sepuluh tahun lamanya berlalu begitu saja di dalam lingkungan Sekte Pedang. Selama masa itu, Riu Han sama sekali tidak pernah terlibat dalam masalah atau perselisihan yang tidak perlu. Hal itu bukan hanya karena aturan sekte yang sangat ketat dan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, melainkan juga karena suasana keseluruhan di sini. Sebagian besar murid sepenuhnya tenggelam dalam latihan dan peningkatan kekuatan, sementara yang lain sibuk menjalankan berbagai misi tugas sekte. Tidak ada waktu luang yang terbuang untuk saling menjatuhkan atau mencari masalah pada orang lain.

Sejak hari pertama dibawa oleh Jing Hu ke Gunung Hu, Riu Han justru jarang berkesempatan bertemu langsung dengan sang Tetua. Jing Hu bukan sekadar pemimpin wilayah Gunung Hu—sebagai keturunan langsung pendiri sekte dan salah satu tetua tertinggi, ia sering dipercaya mewakili Sekte Pedang dalam berbagai urusan penting di luar wilayah sekte. Reputasinya yang meluas hingga ke berbagai penjuru benua, hasil dari petualangannya di masa muda, serta tingkat kultivasinya yang sudah mencapai puncak kekuatan, membuatnya selalu menjadi pilihan utama untuk berurusan dengan kerajaan, sekte lain, maupun persekutuan besar.

Sementara itu, hari demi hari dilalui Riu Han dan Luo Jin dengan irama yang tenang namun penuh tekad: berlatih bersama, saling menguji kemampuan, dan mendalami teknik demi teknik. Kakak-kakak seperguruan mereka pun tidak kalah sibuk. Selain memperkuat diri sendiri, mereka juga memiliki tugas resmi sebagai wakil Tetua Gunung Hu dalam urusan internal sekte. Meskipun setiap wilayah gunung memiliki instruktur pembimbing tetap, instruktur Gunung Hu sendiri justru lebih sering bertugas mewakili Jing Hu saat sang Tetua sedang tidak ada. Itulah sebabnya Pah Long dan para senior lainnya hampir tidak pernah berhenti bergerak.

Sebagai yang paling muda di antara semua murid, Riu Han dan Luo Jin untuk waktu yang lama dibebaskan dari segala tugas administratif atau tanggung jawab mewakili wilayah. Ini adalah kesempatan emas yang mereka manfaatkan sebaik-baiknya. Mereka paham betul bahwa semakin tinggi tingkatan kultivasi, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk melangkah ke tahap berikutnya. Setiap tingkatan dibagi menjadi sembilan level, dan setiap level itu sendiri menuntut sumber daya yang berlipat ganda dibandingkan sebelumnya. Tidak ada jalan pintas, dan kesabaran adalah kunci utama.

Jadwal mereka berulang namun berarti: berlatih gerakan dasar, mengasah teknik bertarung, menguji kekuatan satu sama lain, hingga tenggelam berjam-jam di dalam Pagoda Kultivasi. Kadang terasa berat dan membosankan, namun bagi seorang yang telah memilih jalan kultivasi, tidak ada jalan untuk berbalik arah. Di dalam sekte mereka mungkin aman dan terlindungi, namun dunia luar jauh lebih keras dan kejam.

Sesekali mereka menyempatkan diri berkunjung ke Kota Li, pemukiman terdekat dengan Sekte Pedang. Kehadiran murid sekte di sana selalu disambut baik, karena Sekte Pedang adalah kekuatan terbesar di wilayah ini dan menjadikan Kota Li tempat yang aman dari gangguan kekuatan gelap atau binatang roh liar. Kunjungan singkat ini menjadi cara mereka menyegarkan pikiran, mengingat betapa cepatnya waktu berlalu saat seseorang tenggelam dalam meditasi—satu hari bisa terasa berkedip mata saja. Itulah alasan mengapa poin kontribusi cepat habis, dan mau tidak mau mereka harus rajin berburu dan menjalankan misi untuk bisa terus menyewa ruangan di Pagoda yang energinya jauh lebih padat dibandingkan mana pun di luar sana.

“Hiat! … Duaaar!”

Di lapangan latihan Gunung Hu, dua sosok pemuda bergerak secepat kilat. Pukulan dan tendangan beradu keras, lalu seketika dua bilah pedang terhunus bersamaan.

“Tring! Tring! Cring!”

Suara logam beradu bergema terus menerus, menandakan serangan dan tangkisan yang tak henti-henti. Di sana berdiri dua pemuda yang tampan dan tegap: satu berusia tujuh belas tahun, yang lain dua puluh tahun. Yang lebih tua adalah Luo Jin, yang kini telah mencapai tingkat Panglima Level Tiga. Sedangkan yang lebih muda adalah Riu Han, yang baru saja melangkah ke tingkat Jenderal Level Tiga.

Secara angka, selisih kekuatan mereka tampak sangat jauh—satu tingkat penuh di antara ranah Jenderal dan Panglima. Namun di lapangan itu, pertarungan berjalan sangat seimbang, tak ada yang mendominasi.

“Cukup, Saudara Riu! Berhentilah dulu, hari sudah mulai siang. Senior Pah Long pasti sudah menunggu kita,” seru Luo Jin sambil menarik pedangnya mundur dan mengatur napas.

Riu Han pun tersenyum lebar sambil menyimpan senjatanya. “Baiklah, nanti kita lanjutkan lagi. Berlatih bersamamu sungguh membuatku semakin ingin tahu seberapa jauh batas kemampuanku.”

Luo Jin tertawa kecil namun ada rasa takjub di matanya. Ia sudah berusia lebih tua, memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi, namun selama sepuluh tahun ini tak pernah sekalipun ia berhasil mengalahkan Riu Han secara mutlak. Meski tidak pernah kalah telak, fakta bahwa ia dengan kekuatan lebih besar tidak bisa menekan adiknya itu sama saja dengan kekalahan baginya.

Kini, bocah-bocah kecil yang dulu berjalan kaki penuh harap memasuki gerbang sekte, telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berwibawa. Rambut mereka menjuntai rapi, tatapan mata tajam namun tenang, dan aura kekuatan yang memancar membuat siapa pun yang melihatnya tahu bahwa mereka telah melangkah jauh.

Mereka berdua berjalan menuju puncak Gunung Hu, di mana Pah Long sudah menunggu di atas batu datar yang biasa digunakan untuk rapat. Melihat kedatangan mereka, Pah Long tersenyum hangat.

“Kalian akhirnya datang juga,” ucapnya pelan namun penuh kebanggaan.

“Salam hormat, Senior Pah Long!” jawab Riu Han dan Luo Jin bersamaan sambil membungkuk sopan.

Pah Long mengangguk pelan, matanya menatap kedua juniornya dengan penuh arti. “Sepuluh tahun yang lalu, aku berada di tingkatan yang sama persis dengan kalian sekarang. Itu artinya, kalian telah melampaui harapan dan telah pantas untuk mulai memikul tanggung jawab sebagai wakil Gunung Hu.”

Ia kemudian menjelaskan rincian tugas yang akan mereka emban. Kali ini, Gunung Hu diperintahkan mengirimkan utusan untuk bergabung dengan rombongan besar Sekte Pedang dalam sebuah perjalanan resmi. Setiap wilayah gunung diwajibkan mengirim lima orang: tiga senior dan dua junior. Bersama mereka akan pergi Pah Long, Lu Si, Bu Yue, serta Riu Han dan Luo Jin sebagai perwakilan junior.

Lu Si berusia dua puluh lima tahun dan Bu Yue berusia dua puluh empat tahun. Keduanya memiliki tingkat kultivasi yang sama, yaitu tingkat Raja—namun Lu Si berada di Level Lima, sedangkan Bu Yue baru mencapai Level Satu. Di antara kelima orang ini, Pah Long tetaplah yang terkuat, kini telah menapaki puncak tingkat Raja Level Sembilan, tinggal selangkah lagi menuju gerbang tingkat Kaisar.

Setelah mendengar penjelasan lengkap mengenai tujuan perjalanan, rute yang akan ditempuh, serta aturan keselamatan yang harus dipatuhi, Riu Han dan Luo Jin pun mendapat perintah untuk segera beristirahat dan mempersiapkan perlengkapan. Keberangkatan akan dilakukan tiga hari lagi, dan mereka harus dalam kondisi terbaik untuk menghadapi apa pun yang mungkin terjadi di perjalanan.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Lanjut Up Thor 💪💪
Deevy Tresiyana
kuatkan💪mu riu han...ceritanya luar biasa thor👍😄
Deevy Tresiyana
👍💪hebat hebat
Blue Manusia Biasa
awal yang bagus
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 1 gift ☕ Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjutkan Thor 💪💪
sutrisno akbar
ayo lanjut thor l
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tingkatan Pemula saja Tingkat 1-9, kok nggak Awal, Tengah dan Puncak 🤔
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Kisah menjadi Kultivator / Pendekar dimulai 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Semoga Novel ini sukses dan sampai Tamat.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya mulai menarik untuk dibaca 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!