Kepulangan dua gadis kembar kesayangan Daddy Bastian dan Mommy Fallen ada dua alasan nya.
Sakit nya dua Oma kesayangan nya menjadi alasan pertama kedua gadis kembar itu pulang.
Alasan keduanya adalah perjalanan mencari cinta.
Syakila yang tidak menyukai pria yang mencintai nya.
Dan Syakira yang ingin belajar melupakan cintanya untuk pria dingin yang menyukai kakak nya.
Penasaran akhir cinta Triplets S? yuk ikutin cerita nya🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Villa pribadi #2
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Syakira bangun saat merasakan harum bau sesuatu yang menggoda iman nya, ini harum daging asap yang ia sukai.
si pecinta daging itu keluar dengan memakai celana panjang olahraga kebesaran dengan kaos yang kebesaran nya.
Seperti biasanya Syakira tidak perduli pada penampilan nya, karena yang dia perduli kan hanya satu yaitu pesan Daddy nya, untuk tidak memakai pakaian seksi, dan Syakira menuruti setiap pesan Daddy nya.
"Harum banget, aduh jadi lapar." mengusap perut nya yang terasa sakit meminta di isi.
Saat keluar dari kamar nya saat itulah Syakira melihat Syakila yang sedang makan di ruang makan, dia tidak banyak bicara duduk dengan kakak nya.
"Nggak ajak-ajak ihk nyebelin." Syakira yang duduk itu manyun.
"Tadi kamu tidur, nggak tega aku bangunin nya." balas Syakila yang sedang makan.
Huh..
Syakira menghembuskan nafas nya kasar, mana bisa dia tahan dengan godaan di depan nya itu, apalagi dia memang sudah lama tidak makan daging asap.
Melihat Syakira yang diam saja membuat Syakila tersenyum, dia memberikan piring pada sang adik.
"Udah jangan di tahan-tahan, makan aja nih." lanjut Syakila lagi.
"Iya deh mending makan, laper." Syakira tidak jadi merajuk, ikut makan dengan kakak nya.
"Emm enak bangettttt!" sampai memejamkan mata Syakira di buatnya.
Syakila yang melihat adik nya sangat lebay dalam hal makanan itu hanya tersenyum, dia sengaja minta di masakan daging asap pada koki di Villa, tentunya agar adik nya bisa tersenyum seperti ini.
"Kak Syaka mana?" bertanya sambil mengunyah.
"Lagi di luar, katanya ada teman nya lagi main." balas Syakila.
"Loh kok gitu sih, kan kak Syaka janji mau quality time sama kita, uhuk.." Syakira batuk karena berbicara sambil mengunyah.
Syakila menggelengkan kepalanya melihat Syakira yang selalu ada saja tingkah menggemaskan nya.
"Minum dulu, nih." Syakila memberikan air minum.
"Makasih kak." balas Syakira sambil mengambil gelas berisi air minumnya.
"Iya sama-sama, jangan makan sambil bicara, habiskan dulu makan mu lalu bicara." kata Syakila lagi.
Dan Syakira hanya mengangguk kecil sambil tersenyum, lalu kembali makan lagi dengan semangat, tentu saja semangat karena dia makan makanan kesukaan nya.
Di halaman depan, nampak Syaka yang sedang mengobrol dengan teman lama nya, usia keduanya memang sangat jauh yaitu 5 tahun, tapi meski begitu mereka adalah teman semasa kuliah.
Pria di depan nya adalah senior nya, pria yang pernah menolong nya dari bullying semasa kuliah dulu.
aneh rasanya seorang Syaka di bully, tapi itulah yang terjadi, usianya yang genap 16 tahun dulu sangat di spelekan karena bisa masuk kuliah di usia yang masih terbilang muda.
"Mana adik-adik mu? apa mereka masih tidur?" tanya pria itu.
"Seperti nya tidak, tadi satu adik ku sudah bangun dan minta di masakan daging asap, seperti nya sekarang mereka sedang makan." balas Syaka.
"Dan Ray, kau tidak pernah memberitahu tentang keluarga mu, kau punya adik?" lanjut Syaka bertanya.
Membuat pria itu terdiam, lebih tepatnya Rayden.
Dia memang menutup semua tentang keluarga nya, dan tidak ada yang tau akan kehidupan nya begitulah dia hidup secara tertutup tanpa ingin ada yang mengetahuinya.
Apalagi tidak ada yang bisa dia unggulkan dari keluarga nya yang berantakan itu, ibu nya sudah meninggal dan ayah tiri nya sudah menikahi lagi, dan itu yang membuat Rayden membenci kehidupan nya.
"Tidak." balas singkat padat dan jelas Rayden.
"Sayang sekali ya, kalau saja kau punya adik aku pasti akan mendekati nya, lihatlah aku tampan dan seharusnya aku berpacaran bukan, tapi ahk.. aku punya adik jadi aku harus melupakan keinginan ku untuk berpacaran." Syaka menjawab dengan nada yang terdengar sangat lebay.
Dan Rayden hanya menanggapi nya dengan wajah biasa saja, memilih meminum minuman nya.
Syaka melihat Rayden, beginilah sikap Rayden yang tidak di sukai nya, pria itu sangat sulit di ajak bicara, lebih tepatnya pelit.
tapi kalau di ajak bicara masalah bisnis pria itu akan gesit, bahkan terlalu gesit dan gercep.
"Kau jomblo tidak?" tanya Syaka.
"Tidak, aku sudah punya orang yang aku sukai." balas Rayden singkat.
Membuat Syaka melirik teman nya.
"Siapa? kau tidak pernah bicara jika punya pacar?" Syaka penasaran akan sosok gadis yang bisa meluluhkan pria dingin di depan nya.
"Memang nya kau pernah bertanya?" balas Rayden.
Jedar !!
Begitulah yang Syaka tidak sukai dari teman nya itu, savage Rayden benar-benar membuat bibir nya bungkam tidak bisa berkata-kata.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di kantor nampak uncle Dani yang sedang duduk di sopa yang ada di ruangan CEO.
"Kau harus bisa sehat kembali, dan ke pantai akan membuat pikiran mu tenang." kata Uncle Dani yang kesekian kalinya.
Mengajak Alex untuk mau di ajak ke pantai, tidak memberitahu jika Syakila ada di pantai karena sekarang Alex memang sedang menjauhi Syakila, lebih tepatnya setelah dia tidak terima di salahkan akan insiden kemarin.
"Aku merasa sehat, kau pikir aku sakit?" menjawab dengan wajah dingin.
"Ya, kau mungkin terlihat sehat, tapi ingatan mu tidak, kau memiliki villa pribadi di pantai x jika ingin menenangkan pikiran kau bisa ke sana." kata uncle Dani lagi.
Dan setelah mengatakan itu uncle Dani keluar, berharap jika Alex akan mau mendengarkan ucapan nya, apalagi sekarang Syakila memang sedang menenangkan dirinya di Villa agar kembali ceria.
"Dia selalu mengurusi hidup ku, padahal dia hanya teman dan asisten ku." Uncle Alex berdecak kesal.
Kesal, tentu saja apalagi sekarang-sekarang ini kepala nya sering sakit, tidur nya pun tidak nyenyak karena kepala nya selalu terisi sosok gadis cantik berseragam itu.
Ingin sekali dia mencari tau siapa pemilik wajah itu, tapi satu kendala nya dia gengsi bertanya dan untuk mengingat jelas wajah gadis itupun ia tidak bisa melihat nya dengan jelas, karena yang selalu terbayang di kepalanya hanya tawa dan senyuman remaja yang bersenang-senang dengan kehidupan nya.
"Siapa kamu, kenapa wajah mu selalu ada di kepala ku, pikiran ku dan juga dalam mimpi ku." gumam uncle Alex.
Mencoba untuk tidak banyak berpikir hal-hal yang tidak penting, uncle Alex kembali fokus pada pekerjaan nya, tapi bukan nya dia fokus pada file-file yang ada di meja kerjanya kepala nya malah semakin pusing di buat nya.
"Aww !!" uncle Alex memegang kepala nya yang terasa sakit.
Beberapa menit uncle Alex terdiam, tangan nya terulur untuk mengambilkan obat penenang nya, lalu meminum obat nya dan yang terakhir minum air.
"Kepala ku, kenapa semakin sakit rasanya." gumam Uncle Alex sambil memijat pelipisnya yang terasa sakit.
Tiba-tiba ponselnya berdering..
"Halo." terdengar suara laki-laki.
"Ya, siapa?" tanya Uncle Alex, nomer itu tidak memiliki nama di ponselnya.
"Bastian." jawab Dad Bastian di sebrang telpon.
"Daddy Syakila?" tanya Uncle Alex.
"Iya." singkat jelas dan padat.
"Ada apa?" bertanya singkat.
"Kau duda?" nada menuduh.
"Ya?" jawaban yang singkat.
"Main ke rumahku." nada memaksa.
"Untuk apa?" bertanya kebingungan.
"Main saja, atau aku tidak akan memaafkan mu karena pekerja mu membuat anak gadis ku terluka."
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏