Gimana jadinya kalau harus menikah dengan seseorang yang bahkan tidak dikenal sama sekali?
Inilah yang terjadi kepada Alvaro dan Kiara, Pernikahan yang sudah diatur membuat mereka tidak bisa untuk menolaknya.
Disatu sisi Ara sangat mencintai kekasihnya dan tidak rela bila harus kehilangannya, dan satu sisi lagi, Ara tidak bisa menolak keinginan Sang Papa.
Dan dengan terpaksa Ara memutuskan untuk menikah akan tetapi dirinya tetap berhubungan dengan pacarnya dibelakang Alvaro.
Suatu ketika Al mengetahui kenyataan yang sangat pahit bahwa Sang Istri berselingkuh!
Bagaimanakah nasib pernikahan mereka? Akankah Al menceraikan Ara? Bagaimanakah takdir mempermainkan mereka berdua? Akankah mereka mampu untuk menghadapinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Apriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 26
Al langsung memutuskan untuk segera menghubungi viona, tidak berapa lama kemudian vio langsung menjawab panggilan dari al.
"viona, bisa saya bertemu kembali dengan kamu?" ucap al langsung to the point.
"sekarang ya al? hmm.. bisa saja. kita ketemu di Cafe Melodi ya. setengah jam lagi aku akan segera kesana." ucap vio.
"oke! sampai ketemu disana." ucap al singkat lalu segera menghakhiri panggilannya dengan cara sepihak.
dari lokasi syuting vio langsung menuju tempat janjian ketemu dengan al. "hmm.. ada apa ya? apa al sudah menyaksikan secara langsung? aku harus segera mengkonfirmasinya. sepertinya akan menjadi sangat menarik nih!"
ucap vio dengan sangat antusias, sesampainya di cafe itu, vio langsung memasuki ruangan VIP. berhubung dirinya saat ini sedang ramai diperbincangkan, vio tidak ingin membuat publik menjadi lebih heboh kembali.
vio yang menggunakan kemeja hitam dengan celana pendek yang hampir tidak kelihatan itu, menggunakan kaca mata hitam lengkap dengan topi untuk menutupi wajahnya. secara perlahan langsung mengambil posisi yang paling sudut.
untung saja saat ini cafe melodi sedang sepi, jadinya vio bisa lebih bernafas lega. kalau tidak pasti akan ada yang mengenali dirinya. setelah menunggu sekitar 15 menitan, akhirnya al sampai juga. kemudian vio mempersilahkan al untuk duduk dihadapannya.
al tidak ingin membuang buang waktu lagi, al langsung menanyakan segala sesuatu yang sangat ingin diketahuinya. seakan vio bisa membaca pikiran dari wajah al saat ini dengan segudang pertanyaan.
vio tersenyum menatap al yang sudah emosi begitu. "ada apa nih al? ada yang bisa aku bantu?" ucap vio membuka obrolan.
"aku sudah melihat semuanya, ternyata kamu benar! aku sangat kecewa dan sakit hati dengan ara! dia sudah tega berbohong kepadaku selama ini, pantas saja dia menolak untuk mempunyai seorang anak dariku setelah kami menikah."
kata al yang berapi api menceritakan kepada vio.
"tenang al, tenang! jadi kamu tidak memergoki mereka secara langsung?" tanya vio yang sangat penasaran.
"enggak! ini belum saat yang tepat. aku ingin memberikan mereka pelajaran karena telah berani mempermainkan perasaanku! aku ingin mereka merasakan sakit hati yang ku rasakan. berani sekali mereka bermain dibelakangku seperti ini!" kata al dengan emosi yang sangat jelas terlihat.
"jadi apa rencana kamu, al?" tanya vio lagi dan lagi dengan perasaan yang sangat senang.
'kalo aku gak bisa mendapatkan hati rey! jangan harap kamu ara bisa terus bersama dengannya. aku akan membuat hidupmu hancur sehancur hancurnya.' umpat vio dalam hati.
"aku belum tau, yang jelas aku ingin membuat ara membayar ini semua!" kata al dengan mata yang sangat berapi api, dengan mengepalkan kedua tangannya dengan penuh amarah.
'bagus ini memang sesuai dengan keinginanku. ternyata sangat mudah untuk membuat al mengikuti permainanku.' batin vio.
"apa yang bisa aku bantu?" tanya vio dengan berakting sok sedih dihadapan al.
"terimakasih atas tawarannya vio. tapi aku bisa melakukannya sendiri. lagian ini semua adalah masalah pribadiku! aku kesini ingin menanyakan, kamu sejak kapan mereka membohongiku seperti ini? kenapa kamu ingin menceritakannya? pasti kamu ada maksud lain dibalik ini semua."
jawab al lalu menatap tajam kearah vio. yang ditatap hanya berpura pura saja tidak mengetahui apa maksud dari omongan al barusan.
"maksud kamu? aku tidak ingin melihat kamu terluka karena terus menerus dipermainkan oleh ara! aku tidak punya maksud lain. kenapa kamu jadi bertanya begini."
ucap vio yang menjadi salah tingkah atas pertanyaan al barusan, 'tapi dari sikapnya yang gelisah dan salah tingkah seperti ini, pasti ada hal lain yang sedang disembunyikan dari viona ini.' batin al.
"oke! terserah kamu kalo begitu, aku tidak tau kamu punya dendam apa sama mereka berdua, itu bukan urusanku. tapi kamu belum menjawab pertanyaanku tadi." tapi al dengan sangat ingin tau.
"kalo aku kasih tau ini sama kamu pasti kamu akan sangat terkejut! mereka berdua tidak pernah putus sampai sekarang, ara sangat mencintai rey dan rey juga sangat mencintai dirinya. bahkan rey rela melihat ara menikah demi untuk bisnis keluarganya. dia hanya ingin membantu bisnis papanya yang hampir bangkrut itu. kalo tidak mana mungkin dia rela berpisah dari kekasihnya pada saat itu." kata vio menceritakan segalanya dengan senang hati.
'mampus kalian berdua! ini hadiah dari ku untuk kalian berdua, sedangkan rey masih menjadi kekasihku yang aku yakin sebentar agi akan menjadi milikku. tidak dengan ara!' batin vio lagi dan lagi yang merasa akan menang bisa mendapatkan rey seutuhnya dari ara.
"APAAAA....! SIALAN.. AKU SUDAH TERTIPU MENTAH MENTAH! LIHAT SAJA APA YANG BISA AKU LAKUKAN." Teriak al sampai berdiri dari tempat duduknya sambil memukul meja yang berada dihadapannya.
"BRRUUUKKK..!" dengan berkali kali sambil mengepalkan kedua tangannya.
"sabar al sabar, aku kasian sekali melihat kamu al. sudah dibohongi sejak awal oleh ara. mereka berdua memang benar benar keterlaluan sekali. aku juga tidak menyangka mereka akan berbuat hal yang serendah itu ke kamu. padahal kamu sangat mencintai ara. tapi dia lebih memilih rey kekasihnya daripada kamu."
ucap vio terus menerus memanas manasi al supaya lebih membenci ara dan rey. 'terus al terus! dengan begitu mereka akan berpisah. dan itu akan sangat menguntungkan untukku.'
"oke vi, thanks atas waktu dan informasi yang telah kamu sampaikan. kalo begitu aku pergi dulu." ucap al lalu berjalan pergi meninggalkan vio begitu saja.
al berjalan dengan emosi yang sudah tidak bisa ditahannya lagi, tapi al tidak ingin bersikap sebenci ini kepada ara. al ingin membalas setiap perbuatan yang telah lakukan kepadanya.
al pulang kerumah dengan sikap yang sangat dingin, al mengacuhkan ara yang sedang berdiri dihadapannya. ara menyambut kepulangan dari suamin dengan sangat manis.
ara bahkan mulai belajar memasak untuk suaminya itu. karena al pernah merengek ingin segera mencicipi masakan dari sang istri.
"sayang.... akhirnya kamu pulang juga. aku sudah menunggu kamu sedari tadi tau! sampai masakan aku dingin begitu. muka kamu kok kusut sekali sih? hei.." ucap ara seraya menyentuh pipi al. al tidak bersikap seperti biasanya. kali ini al bersikap cukup dingin kepada ara. sampai ara kebingungan sendiri.
'aku ada salah apa ya? al kok akhir akhir ini beda banget. mungkin hanya perasaanku saja.' batin ara.
al mengikuti ara untuk makan malam bersama, sepanjang makan malam, suasanya berubah menjadi sangat hening. tidak ada yang berbicara satu sama lain. bahkan al yang melahap makanannya tidak memberikan komentar apapun.
ara yang memperhatikan sikap dari suaminya itu, akhirnya angkat suara juga. "makanannya tidak enak ya? pasti itu tidak sesuai dengan selera kamu ya? maaf ya, lain kali aku akan belajar masak lebih baik lagi." tanya ara sambil terus memperhatikan ekspresi datar al.
"lain kali gak usah menungguku pulang, kamu bisa istirahat saja. oh iya, lain kali kamu tidak usah repot repot untuk masak lagi." ucap al datar tanpa menatap ara.
"kenapa begitu? apa salah kalo aku ingin memasak buat suamiku sendiri? kenapa sikap kamu jadi dingin begini sih? maaf kalo masakan ku tidak enak, tapi aku janji aku akan berusaha untuk terus memasak agar kamu bisa menyukai masakanku." sahut ara.
al hanya tersenyum mengejek mendengar perkataan ara barusan. al tidak menanggapi perkataan lagi, al memilih diam.
'suami? iya aku suami kamu yang bisa kamu manfaatkan dan permainkan sesuka hati saja?!' umpat al dalam hati.
"kenapa kamu diam aja? kenapa sih kamu al? aku ada salah apalagi sih." ucap ara yang masih tidak terima dengan perubahan sikap al yang sangat mendadak begini.
"aku gapapa. kamu jangan terlalu banyak berpikir. aku sudah selesai makan, aku ingin mandi dan langsung melanjutkan pekerjaanku diruang kerjaku. aku harap kamu mengerti dan tidak mengganggu." ucap al sambil mengelap mulutnya dengan menggunakan tissue.
"oke aku tidak akan mengganggu pekerjaan kamu." ucap ara lalu berlari kekamarnya.
"al kenapa sih? kenapa sikapnya sangat aneh! biasanya dia tidak pernah sedingin ini terhadapku, biasanya dia akan menghampiriku bila aku pergi dan marah kepadanya? kenapa kali ini tidak! apa dia mulai merasa bosan kepadaku?" ara terus menebak nebak didalam pikirannya.
al masuk kedalam kamar, ara pikir al akan membujuknya seperti biasa kalo dia sedang marah ataupun ngambek, kali ini al masuk kekamar lalu segera kekamar mandi untuk mandi dan membersihkan dirinya. kemudian 15 menit kemudian al sudah keluar sambil mengenakan handuk yang menutupi bagian tubuh bawahnya, sedangkan dibagian atas dibiarkan terbuka, lalu al membuka lembari pakaian kemudian langsung segera mengenakan piyama tidur. al tidak menggubris tatapan ara yang terus memperhatikan tingkahnya itu.
kemudian ketika al ingin membuka pintu untuk keluar, al merasakan jika dirinya dipeluk dari belakang. seketika perasaan al berubah menjadi lemah, tapi dengan cepat al langsung melepaskan tangan ara. "kamu kenapa sih al? aku ada salah apa sih sayang? aku minta maaf ya." ucap ara yang masih tidak terima diperlakukan seperti itu oleh suaminya.
"kamu kenapa terus minta maaf sih ra? aku baik baik saja kok. hanya saja aku sedang banyak pekerjaan. aku harap kamu bisa mengerti. malam ini dan kedepannya aku akan tidur dirung kerja. aku memberitahu kamu ini, supaya kamu tidak menungguku terus. maaf ya aku harus pergi."
ucap al dengan dingin lalu membuka pintu dan berjalan cepat menuju ruang kerjanya.
sementara itu ara masih terpaku ditempat, ara tidak pernah mendapatkan perlakuan cuek dan sedingin ini dari seorang pria. bahkan rey tidak pernah melakukannya karena rey sangat takut kalo ara marah kepadanya dan biasanya rey langsung memohon mohon supaya ara tidak marah lagi. sekarang malah kebalikannya ara yang di cuekin dan mohon mohon supaya diperhatikan oleh suaminya.
"kamu akan menyesal karena sudah bersikap sedingin ini kepadaku al! kalaupun kamu mohon mohon kepadaku, aku tidak akan dengan mudh bisa menerima permintaan maafmu itu." sumpah ara sangkin kesalnya telah diabaikan oleh suaminya itu.
kemudian ara dengan kesal langsung naik keata ranjangnya dan menarik selimut untuk segera tidur.
sedangkan al yang sudah berada diruang kerjanya langsung mengunci pintu lalu memegangi dadanya yang berdegup sangat kencang itu.
"hampir saja aku menjadi sangat lemah! kenapa sangat sulit sekali melakukan itu? tidak tidkak tidak! kali ini kamu sudah sangat keterlaluan ra! aku akan membuat kamu merasakan sakit yang aku rasakan saat ini."
setelah jauh lebih tenang, al berbaring di kursi panjang yang biasa dia diduri ketika sudah sangat lelah dalam bekerja, kemudian al kembali memutar video yang berdurasi singkat yang memperlihatkan ara yang memeluk mesra pria lain kemudian mencium pria itu dengan penuh gairah.
berapa kali pun diputarnya, al terus merasa emosi dan amarah yang cukup meluap luap karenanya. al terus menyaksikan video itu sampai akhirnya dia terjatuh tidur dengan sendirinya. betapa pedih, sakit dan kecewa al kepada ara istrinya.
pagi harinya, al dan ara sarapan bersama sebelum menuju ke kantor masing masing, ara yang masih kesal dengan penolakan al tadi malam, hanya diam saja, al pun tanpa rasa bersalah hanya terus melanjutkan memakan sarapannya.
setelah selesai, al pamit pergi ke kantor duluan ke ara. ara hanya diam dan merasa sangat gelisah dengan sikap dingin al yang seperti itu.
ara terus menatap punggung al yang sudah menjauh sampai tidak terlihat lagi.
"lihat saja nanti apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu kembali memuja muja diriku ini! jangan panggil aku ara kalo aku tidak bisa membuatmu kembali lagi dan bersikap seperti semula lagi" janji ara kepada dirinya sendiri.
kemudian ara pergi dengan perasaan kesalnya itu. benar saja setelah jam istirahat, ara meluangkan waktunya untuk bertemu dengan al, ara berkunjung ke kantornya al dengan membuang semua gengsinya itu. ara membawakan bekal makan siang untuk mereka makan bersama.
al kaget melihat kedatangan ara, karena ara tidak pernah melakukannya selama 6 bulan pernikahan mereka. ini kali pertama ara datang berkunjung kekantor al. al menatap ara sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaannya kembali.
"tumben kamu kesini ra? ada apa nih?" tanya al sambil terus memperhatikan semua dokumennya itu.
"masa aku gak boleh main kekantor suamiku sendiri? aku sudah membawakan makan siang buat kamu sayang. kita makan bareng ya." jawab ara dengan sangat antusias.
"nanti saja ra, aku sangat sibuk nih. tumben kamu punya waktu untuk datang repot repot kesini? tidak seperti biasanya aja. kamu kan selalu sibuk." kata al yang menyindir ara blak blakkan.
kemudian ara berjalan mendekati al, lalu duduk diatas pangkuan al sambil membelai wajah al dengan mesra.
"aku mau makan siang dengan kamu sekarang. aku tidak ingin penolakan dari kamu sayang!" bisik ara dengan nakal.
tubuh al langsung kaku karena mendapatkan serangan mendadak seperti itu. "tapi kamu lihat sendiri kan ra, pekerjaanku itu sangat banyak." al terus menerus menghindar dan menolak ajakan makan bersama dengan ara.
"aku bilang aku mau makan dengan kamu sekarang!" kemudian ara langsung melingkarkan kedua tangannya dileher al.
degup detak jantung al sudah tidak beraturan lagi karenanya, al sudah sangat bersusah payah untuk menahan nafsunya kepada ara yang saat ini sedang menggodanya.
Bersambung......
******
>>** DONT FORGET! LIKE\, COMMENT\, FAVORITE AND RATING! **<<
HAPPY READING ALL ^.^
like
favorit👍❤
gw syuka sama alurnya,....tata bahasanya meski pjg,tpi runut annya bagus,...teratue...bahkan menurut gw "sempurna".......
capcus....lnjut.....💪💪thor🙏
kapan tpada tobatnya biar terbungkar