NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Arjuna Langit

Terjebak Cinta Sang Arjuna Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Di kehidupan yang hanya sekali ini, tentu menikahi orang yang dicintai dan mencintai diri kita juga adalah impian semua orang. Laila pun begitu, gadis manja dan ceria itu selalu menyematkan do'a terbaik untuk kehidupan cintanya. Namun, wasiat Ibunya dan permintaan Ayah yang tak bisa ia tolak memaksa Laila untuk menikah dengan laki-laki yang bahkan jauh dari tipenya.

Siapakah sosok lelaki yang dijodohkan dengan Laila?

Apakah bisa Laila melewati perjodohan dan menjalani kehidupan pernikahan tanpa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebohongan Dimulai

"Pi ayok dimakan dulu buburnya, Laila suapin ya," bujuk Laila.

"Aaaa." Laila spontan ikut membuka mulut saat menyuapi Papinya.

Dirga menyambut suapan Laila, lalu tersenyum melihat tingkah lucu putrinya itu, Laila kembali menjadi hangat setelah kejadian di hari wisudanya itu. Dirga bersyukur akan hal itu.

"Kenapa sih kok senyum-senyum, ada yang salah ya?" Laila mengecek bajunya, berpikir penampilannya ada yang salah.

"Gak...Papi cuma seneng aja sekarang kamu udah gak marah sama Papi lagi nak," ucap Dirga.

"Hemmm gitu, yaudah kalau gitu makannya yang banyak Pi biar cepet pulih dan bisa pulang ke rumah lagi," bujuk Laila.

"Iya iya, ayo suapin lagi Papinya," ujar Dirga.

"Eee... La, gimana kelanjutan perjodohan kamu sama Arjuna, kamu sudah memutuskan belum?" tanya Dirga ragu.

Laila terdiam sejenak mendengar pertanyaan mendadak dari Dirga.

"Setelah Papi pikir-pikir, lebih baik-"

Belum sempat menyelesaikan omongannya, Laila dengan cepat memotong omongan Dirga.

"Laila udah sudah memutuskan Pi, akan menerima perjodohan ini."

Dirga terkejut mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut putrinya. Laila, putri semata wayangnya yang biasanya keras kepala dan selalu punya seribu alasan untuk menolak keinginannya baru saja mengatakan setuju untuk menerima perjodohan yang Dirga buat.

Kata-kata itu meluncur begitu tenang dari bibir Laila, namun efeknya seperti hantaman keras yang membuat napas Dirga tertahan di tenggorokan. Selama beberapa detik, keheningan menyelimuti ruangan. Dirga mematung, matanya melebar, menatap Laila seolah-olah gadis di depannya adalah orang asing yang menyamar menjadi putrinya.

Pikiran Dirga langsung berkecamuk. Setelah berpikir panjang dan melihat efek yang terjadi dalam hubungan ayah-anak antara ia dan putrinya itu, Dirga sebetulnya ingin membatalkan perjodohan itu demi Laila. Ia tahu betul bagaimana jiwa muda putrinya yang mandiri dan menjunjung tinggi kebebasan memilih, ia takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan kalau terus memaksa putrinya. Walaupun masih ada harapan di hati kecil Dirga agar anaknya mau menerima perjodohan.

Dirga condong ke depan, menatap lekat-lekat manik mata Laila, untuk memastikan Laila mengatakan kalimat itu dalam keadaan sadar.

"Laila... kamu tidak sedang bercanda, kan? Kamu tahu kan siapa yang Papi jodohkan sama kamu ndok? Ini bukan main-main, ini pernikahan." Suara Dirga terdengar serak, ada nada tidak percaya yang begitu kental di sana.

"Laila gak bercanda Pi, Laila serius," tegas Laila.

Srek...

Suara benda jatuh di arah pintu mengagetkan Dirga dan Laila, spontan mereka menoleh ke sumber suara.

Di sana, di pintu masuk ruangan sudah ada Arjuna yang berdiri mematung dengan beberapa barang bawaan di tangan dan sebagian lagi sudah tergeletak di lantai.

"Lo, sejak kapan di sana?" tanya Laila jutek.

"La nada bicaramu itu ndok," tegur Dirga.

"Abisnya ngagetin Pi," cecar Laila.

"Kemarin Nak Juna," ajak Dirga.

Arjuna mendekati keduanya.

"Kamu sudah dengarkan apa yang dikatakan Laila tadi?" tanya Dirga memastikan.

"Sudah Om," jawab Arjuna.

"Sudah ada lampu hijau dari Laila, sebaiknya kalian segera urus nikah kantor ya. Perjalanan untuk mengurus berkasnya panjang," nasihat Dirga.

"Baik Om."

"Oh iya Pi, Laila mau nikahannya itu intimate aja ya," ujar Laila.

"Ehh mana bisa seperti itu Laila, kamu itu putri satu-satunya Papi. Dan kamu tau seberapa banyak rekan Papi semasa aktif bekerja dulu, tidak enak kalau tidak di undang ke acara kamu nanti," jelas Dirga panjang lebar.

"Ya kalau gitu Papi aja yang nikah," cetus Laila santai, sembari berjalan mengambil minum.

"Loh loh loh, kok ngomongnya sepeti itu sih ndok." Dirga geleng-geleng melihat kelakuan putrinya itu.

"Pernikahan sekali seumur hidup ya harus dirayakan meriah," ujar Dirga.

"Uhuk... uhuk..."

Laila terbatuk saat mendengar kata sekali seumur hidup yang dilontarkan Dirga.

"Hati-hati toh ndok."

"Ihhhh pokoknya nikahannya nanti harus intimate Pi titik." Laila pergi keluar ruangan meninggalkan Ayahnya dan Arjuna.

...****************...

"Iya sayang nyebelin banget deh pokoknya, udah syukur aku mau nerima perjodohan ini. Papi malah maksain mau bikin pesta gede-gedean."

Laila diam-diam menelpon Devan untuk mencurahkan kekesalannya pada Ayahnya.

"Aku kangen kamu sayang, pengen ketemu," ucap Devan di seberang telpon.

"Aku juga kangen tau, tapi kita udah sepakat sayang buat backstreet dulu selama aku ada di pernikahan ini. Sabar ya sayang, kita pasti bisa ngelewatin ini semua," ujar Laila. Iya mencoba meyakinkan Devan yang mulai goyah ingin bertemu.

Tak lama mata Laila melihat kedatangan Arjuna dari kejauhan, ia tahu betul orang itu pasti mencari dirinya.

"Sayang, udah dulu ya. Ada si Arjuna nyusulin aku ke taman. Bye sayang, love you." Laila segera memutus panggilan itu, karena Arjuna sudah melihat dirinya dan mendekat.

"Ngapain sih nyusulin gue? gue lagi butuh sendiri asal lo tau," cecar Laila.

"Ada yang mau saya bicarakan berdua saja dengan kamu," ucap Arjuna lembut.

Arjuna kemudian mengajak Laila duduk di kursi taman.

"Kamu betulan sudah yakin dengan perjodohan ini Dek?" tanya Arjuna.

Laila terdiam sejenak. "Iya, kenapa sih nanya mulu. Kan tadi lo udah nguping tuh obrolan gue sama Papi," cetus Laila.

"Hanya mau memastikan lagi Dek, Mas gak mau kalau-kalau kamu merasa ditekan dengan keadaan."

"Emang iya," gumam Laila.

"Apa Dek?" Arjuna tak bisa mendengar jelas gumaman Laila.

"Ohhh enggak ada apa-apa," ucap Laila gagap.

"Sebuah pernikahan itu sangat sakral menurut Mas, bahkan Mas punya prinsip untuk menikah hanya satu kali saja seumur hidup Mas," jelas Arjuna.

"Mas mau pernikahan kita meski dimulai dengan perjodohan akan tumbuh sehat ke depannya," sambung Arjuna.

"Iya iya, ngerti gue." Laila memutar bola matanya, ia ingin cepat menyudahi obrolan yang membuatnya tak nyaman itu.

"Dek, izinkan Mas menanyakan satu pertanyaan lagi buat kamu," ujar Arjuna.

"Apaan lagi sih, cepetan gue mau ke ruangan Papi lagi."

Arjuna menarik napas panjang. "Bagaimana hubungan kamu dengan Devan?" tanyanya.

Napas Laila mendadak tercekat. Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut pria di sampingnya, seringan embusan angin, namun efeknya mampu menghantam Laila hingga kelimpungan sendiri.

Seluruh kerja otak Laila seolah berhenti berputar selama beberapa detik. Ia terpaku, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, sementara jantungnya mulai berdetak dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

"Aduh, jawab apa? Jangan kelihatan gugup, La! Pikir, cepat pikir!" Laila membatin.

Tangannya yang mulai berkeringat dingin refleks meremas ujung kemejanya, mencoba menyalurkan rasa panik yang kian membuncah. Ia mencoba tersenyum, namun yang tercipta justru sebuah lengkungan kaku yang terlihat sangat dipaksakan.

Beberapa kali Laila berdeham, berharap tenggorokannya yang mendadak kering kerontang bisa diajak berkompromi.

"Itu... udah gue atasin kok, lo tenang aja," gugup Laila gugup.

"Udah ya, gue tiba-tiba pengen BAB nih." Laila segera menjauhkan diri dari Arjuna.

"Aduh ada-ada aja tu cowok mendadak nanyain itu, kan gue belum siapin diri dan kata-kata yang tepat buat jawabnya biar gak ada yang curiga," gumam Laila saat ia merasa sudah sedikit jauh dari Arjuna.

...Bersambung... ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!