NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja dan Nyanyian

Di tangan Susi ada sebuah notes. Isinya permainan-permainan. Para gadis mempersiapkannya jauh-jauh hari. Mereka bertanya pada google dan seluruh hal yang bisa ditanya. Apa sih permainan yang seru saat camping?

Sore itu suasana sangat meriah. Bima merekam semua kegiatan permainan mereka. Terkadang ia juga dipaksa ikut permainan. Tripod membantunya, kameranya tetap menyala dengan fokus. Bagas yang awalnya terlihat tak peduli, sekarang juga terbawa suasana permainan. Kebersamaan itu seru sekali. Tawa Mayang tak lepas ia pandang-pandangi. Bima baru pertama kali melihatnya sesenang itu. Ia tergelak bersama gadis-gadis, tertawa membuatnya makin terlihat cantik.

Mereka mengambil banyak foto bersama. Susi terlihat sangat tertarik dengan kamera yang Mayang bawa, hadiah dari Papanya kemarin. Bima mengajarinya beberapa teknik dan cara mendapat gambar dengan baik. Mayang sekaligus menyimak, ia belum semahir Bima.

"Oke, oke. Sekarang coba Susi foto yang lain, jangan pemandangan terus," Susi tampak asyik sekali. Seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.

"Ah, fotoin kalian. Bima sekarang duduk yang dekat sama Mayang," ia mengarahkan.

Bima dan Mayang duduk di satu bangku kayu. Memang agak berjauhan.

"Terus kesini, deket lagi," Susi gemas karena meraka tak beranjak, lalu mendorong lengan Bima agar dekat dengan Mayang.

"Oke nah bagus." Susi kembali pada kameranya. "Bim, kok jadi gelap."

Bima tertawa, gelas kopinya terguncang. Mayang membawa gelas kopi yang sama. Yang lainnya sedang makan mie instan dan makanan lainnya yang disiapkan.

"Kan objeknya membelakangi cahaya. Nanti jadi kayak semacam siluet. Susi coba dulu."

Susi mengarahkan kameranya. Ia mengambil beberapa gambar.

"Satu lagi," Bima berseru. Ia taruh gelas kopinya di ujung bangku. Ia rangkul Mayang dengan sebelah tangannya. Mayang terkejut memandang ke arahnya. Bima ikut memandang ke Mayang. Keduanya saling bertatapan. Susi mengambil beberapa foto.

Bagas memandang dari jauh sambil menyesap kopinya. Ia makin muak. Bima dengan sengaja melakukannya. Ia yakin.

"Oke, terus biar orangnya kelihatan, Susi fotoinnya dari arah mana?"

Bima menjelaskan lagi. Susi mengangguk mengerti.

"Susi foto lagi ya. Nah, ini. Bima pegang gitar. Ceritanya lagi main gitar," Susi mulai mengatur. Diambilnya gitar Bima yang ia letakkan tak jauh dari situ.

Mayang terlihat gugup. Pelukan itu, rangkulan tangannya. Wajahnya tersipu, ia usap dengan jemari tangannya. Dingin juga udara di sini. Membuat pipinya semakin merah.

Bima memposisikan gitarnya.

"Bima mainin gitarnya beneran ya. Bikin Mayang ketawa biar hasilnya bagus," ia berseru kepada Susi.

Bima tahu, Mayang salah tingkah. Ah, makin menggemaskan anak ini kalau sedang malu-malu.

Bima memainkan nada yang lucu dengan gitarnya. Mayang tak tahan lagi, ia tertawa.

Susi berkeliling. Ia memotret semua temannya. Mereka mengeluarkan gaya andalan mereka. Aneka pose lucu mereka buat. Mereka tertawa-tawa.

Senja datang. Bima mengatur kembali kameranya. Ia setting menghadap ke langit di belakangnya. Lalu ia kembali duduk di samping Mayang. Ia mainkan gitarnya.

"Mayang mau nyanyi?"

Mayang menggelang. Ia belum terlalu percaya diri. Apalagi banyak teman-temannya di belakang.

Bima memainkan gitarnya. Mulai bernyanyi lagi. "More Than Words". Lagu yang sama yang tempo hari Mayang nyanyikan.

Mayang menimpali. Mereka berduet. Mengalir begitu saja. Sangat manis didengar. Suara gitar Bima pas sekali dengan suara merdu Mayang .

Lagu berakhir. Semua bertepuk tangan. Tak disangka ternyata mereka terkesima. Mayang tersipu. Ia belum terbiasa. Bima meyakinkannya. Suara Mayang bagus.

"Lagi dong, ayo lagi dong," semua menyoraki.

"Mayangnya nggak mau nyanyi," Bima menyeletuk setengah meledek Mayang.

"Ayo satu lagi," semua makin berseru.

Bima akhirnya memulai lagunya. "Mandy" Lagu itu pernah dibawakan oleh boyband Westlife. Namun Bima mengganti liriknya dengan Marrie. Marrie adalah nama tengah Mayang. Kamayang Marriene Haris. Ia ganti lirik lainnya, menjadi lagu cinta yang manis. Mayang tersipu. Ia memandangi Bima yang sedang menyanyi untuknya dengan mata berbinar.

Di sisi lain, Susi merekam mereka dengan kamera Mayang. Tadi Bima sempat mengajarinya. Ia ingat dan langsung merekamnya. Momen yang bagus, ia merekam sembari ikut tersenyum-senyum.

Semua kembali riuh bertepuk tangan. Bima mematikan kameranya. 2 lagu ia rekam dengan asal. Mungkin nanti hasilnya bagus. Susi menghampiri mereka. Ia bilang tadi Susi merekam.

Senja hampir hilang. Mereka sibuk membuat api unggun. Walaupun di atas ada lampu tembak yang terang, tapi kemah serasa kurang tanpa adanya api unggun.

Suara kayu berderak-derak menjadi arang, api menjilat-jilat. Udara menjadi lebih dingin. Mayang mengambil syalnya di tenda. Papa yang kasih. Papa kasih dua. Katanya yang satu buat Bima. Ia serahkan kepada Bima. Bima memakainya di kepala seperti suporter bola. Mayang kesal, ia ambil lagi dan ia pakaikan dnegan benar. Ia tahu, Bima selalu ingin membuatnya tertawa.

Karena sesorean sudah lelah karena bermain game, malam ini mereka akan bersantai.

Susi berseru dan berjalan di tengah lingkaran tenda-tenda. Ia memberi isyarat, semua menaruh perhatian. Terkadang Bima pikir sepertinya Susi yang lebih cocok menjadi ketua kelas dibandingkan dengan Bagas. Ia sigap, tanggap dengan keadaan dan mampu merangkul semua orang. Ia mudah diterima, ia juga bijak.

"Jadi hari ini memang belum berganti tanggal. Tapi besok teman kita ada yang berulang tahun." Semuanya bertepuk tangan meriah.

Mayang tercekat.

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!