NovelToon NovelToon
Pilihan Hati Kiara

Pilihan Hati Kiara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:558k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ara Nas Nasya Nuriva

Aku mencintaimu, Ale, tapi aku berpacaran dengan Elang yang tak lain keponakanmu. aku tidak pernah sakit hati putus dengan Elang. tapi aku sakit hati atas pernikahanmu (Kiara)


Kiara Putri Sanjaya, 21 tahun. terlibat hubungan salah sasaran. ia menjalani hubungan palsu dengan Elang selama setahun. terbebas dari Elang, berharap bisa dekat dengan Ale yang tak lain adalah Paman Elang. Namun, Kiara harus menelan pil pahit karena Ale akan menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ara Nas Nasya Nuriva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 26

“Bagaimana? Apa lu sudah paham dengan semua berkas yang gue kirim?" tanya Dira yang kini menghubungi Kiara lewat aplikasi Zoom.

Saat ini Kiara sedang menikmati makan malamnya di cafe. Seperti biasa, Kiara akan membawa laptopnya kemana pun dia pergi karena memang Kiara akan mempelajari seluk beluk perusahan yang akan menjadi tanggungannya.

Sejak kemarin, Dira sudah mengirimnya banyak sekali berkas-berkas yang harus dibaca olehnya. Kiara tidak mungkin membacanya di kamar. Karena ia pasti akan merasa bosan.

“Hmm...”

Kiara merespon pertanyaan Dira dengan malas. Bibirnya mecucu. Tangan kanannya sedari tadi bergerak maju mundur, seolah-olah sedang memainkan kursor laptop.

“Kenapa? Kalau lu masih bingung tanya sama gue. Ingat, Senin lu udah mulai aktif lho ya"

Dira kembali mewanti-wanti adiknya itu. Raut wajah malas Kiara membuat Dira kembali ragu-ragu untuk menyerahkan jatah warisan dari Papanya. Dira tidak mau perusahan yang dirintis mati-matian oleh mediang Papanya, hancur dengan sekejap akibat ketidak becusan Kiara.

“He’em" jawaban Kiara yang seperti itu tentu membuat Dira kesal.

“Kalau lu belum siap, lu bisa bilang sekarang. Gue bakal batalin pengukuhan jabatan lu besok" ucap Dira dan dijawab gelengan kepala Kiara.

“Gue paham. Paham sekali. Lu nggak usah khawatir”

“Gimana gue nggak khawatir, wajah lu itu abu-abu kayak gitu? Ingat ya, ini bukan main-main. Gue mau lu serius pegang amanah ini!”

“Bawelllll........!!! Gue paham, bahkan sangat paham. Gue nggak bakalan ngecewain lu. Udah ya, gue mau baca lagi.”

Klik.

Kiara memutuskan sambungan videonya dengan Dira secara sepihak. Kiara kembali membuka berkas-berkas yang di kirim Dira. Ia mulai membaca dengan teliti. Kiara berusaha berkonsentrasi penuh. Hingga tanpa sengaja, Kiara melihat Ale sedang duduk beberapa meja dari tempatnya.

Untuk kali ini Kiara tidak berniat menghampiri Ale. Kiara akan membaca berkas-berkas ini. Kiara sudah bertekad tidak akan mengecewakan Dira.

Tiba-tiba lima orang laki-laki naik ke atas panggung menyapa para pengunjung dengan ramah. Malam ini mereka akan menyanyikan sebuah lagu dengan acapella. Para pengunjung bertepuk tangan riuh, tak sabar akan mendengarkan lagu mereka. Tidak termasuk Kiara. Kiara tidak peduli, ia bahkan tidak melirik sedikitpun pada mereka.

Mereka mulai bernyanyi. Sebelumnya mereka menyamakan nada suara. Memainkan beberapa nada dan mulailah salah satu dari mereka bernyanyi sedangkan yang lainnya memainkan musik dengan mulutnya.

Lagu yang mereka bawakan bernuansa hip hop. Para pengunjung yang mayoritas anak muda, sepertinya hafal dengan lagu yang mereka bawakan. Tak heran banyak dari pengunjung yang ikut bernyanyi.

Kalau cinta ya bilang cinta.  Kalau sayang bilang bilang sayang

Jangan di tunda-tunda.  Nanti di ambil orang.

Kalau cinta ya bilang cinta. Kalau sayang bilang bilang sayang

Jangan berpura-pura. Nanti kau kesepian.

Kiara mengernyitkan dahinya ketika mendengar lirik lagu mereka. Kiara menajamkan pendengarannya. Ini reffren lagu itu. Mereka menyanyikan lirik itu berulang-ulang.

“S.I.A.L nyindir gue nih lagu" umpat Kiara dalam hati. Kiara menertawakan dirinya sendiri.

Kiara menutup laptopnya dan mulai menikmati lagu yang mereka bawakan. Kiara baru pertama kali mendengar lagu itu. Jadi tidak hafal lirik lagu itu secara penuh.

Akibat terlalu fokus dengan laptonya, Kiara hanya bisa menikmati penampilan mereka sebentar. Lagu telah usai dan kelima lelaki itu hendak turun dari panggung.

Kiara memanggil seorang pelayan cafe dan meminta tolong agar menyampaikan kepada kelima lelaki itu untuk menyanyikan lagu itu kembali. Kiara memberikan beberapa lembar uang dollar sebagai tips untuk mereka. Tak lupa Kiara mewanti-wanti agar merahasiakan orang yang menyuruhnya.

Pelayan cafe itu mengerti. Dia segera berlari mendekati penyanyi itu dan berbisik. Tak lama kelima lelaki itu naik kembali ke atas panggung. Senyum Kiara mengembang. Kali ini ia akan menikmati lagu itu secara keseluruhan.

“Sial, lagu ini beneran nyindir gue!” batin Kiara kembali menertawakan dirinya.

Ketika mereka sampai pada reffren, senyum Kiara kembali mengembang. Kiara seperti mendapat petuah apa yag harus dia lakukan. Kiara menatap Ale yang sepertinya tidak menyadari keberadannya. Kiara mengambil laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan menuju tempat Ale dengan tangan menjinjing laptop.

Entah, setelah mendengar lagu itu. Kiara seperti mendapat tambahan dukungan untuk melancarkan serangan pada Ale. Kiara berjalan perlahan dengan tatapan tajam layaknya singa yang hendak menerkam mangsanya.

Ale tidak menyadari jika Kiara akan menghampirinya. Ia tengah sibuk menyantap es teler dengan tambahan roti tawar. Ale merobek-robek roti tawar menjadi bagian yang lebih kecil. Di sebelah mangkuk es teler Ale, terdapat mangkuk lain berisi es batu. Ale memang terbiasa meminta es batu tambahan agar menambah sensasi dingin pada minumannya.

Kiara meletakkan laptopnya di atas meja. Seketika pandangan Ale berpindah dari mangkuknya. Ale sedikit kaget melihat Kiara yang kini berdiri di hadapannya. Kiara tersenyum, menggoda Ale. Ia mengambil es batu di mangkuk Ale dan menempelkan pada bibirnya seolah-olah es batu itu adalah lipstick.

Mata Ale membulat. Mulutnya menganga. Kiara memasukkan es batu di tangannya ke dalam mangkuk Ale yang berisi es teler. Kiara memberikan kecupan jarak jauh dan berlalu meninggalkan Ale.

Deg..dag..dig..dug...

Deg..dag..dig..dug..

Suara degup jantung milik Ale.

“Ya Tuhan, Mengapa anak ini terus menggodaku?" gerutu Ale sambil memegang jantungnya.

Ale menatap pada mangkuk es telernya.

“Kalau tetap di makan, ada bekas Ara. Nggak dimakan, sudah terlanjur beli" Ale mulai ragu. Andai Ale memakai kemeja berkancing, pasti Ale akan memakai metode hitung kancing untuk menentukan pilihan.

“Alah bodoh amat, toh cuma Ara ini. Aku yakin Ara nggak punya penyakit rabies" tepis Ale meyakinkan diri. Ale kembali menyantap es telernya sampai tandas. Peduli teing dengan ulah Kiara tadi.

                        ____ ***____

“Wuahhhhhhh....Nona Kiara tumben sekali bergabung makan disini!"

Elin menyambut kedatangan Kiara dengan gembira. Pasalnya sejak Kiara berada di villanya, Kiara hanya satu kali bergabung dengan mereka. Kiara lebih sering berada di luar villa. Sehingga tak heran jika Elin tak pernah melihat Kiara berkeliaran lagi di villa.

Kiara tak menyahut. Dia hanya menoleh pada Elin sambil tersenyum. Kiara menarik kursi dan mulai duduk. Elin menyodorkan piring dan Kiara menerimanya dengan cepat. Kiara mulai menuangkan nasi dan mengambil beberapa lauk.

“Ehem..ehem...” Aisha berpura-pura batuk.

Kiara menoleh ke arahnya dan tanpa diduga Kiara duduk tepat di sebelah Ale. Posisi Ale kini berada di tengah-tengah, antara Kiara dan Aisha.

Kiara tertawa licik, sepertinya ini memang keberuntungan untuknya. Kiara memang tidak memperhatikan orang-orang yang berada disitu. Ia asal menarik kursi yang kosong. Mungkin dewi fortuna sedang berpihak padanya.

Kiara berpura-purang tidak peduli. Ia menyantap makanannya dalam diam. Ale yang merasakan sindiran halus Aisha, tentu saja merasa gugup. Ale miliriknya Kiara dengan ekor matanya. Kiara nampak tak peduli dengan keberadaan Ale dan Aisha.

Ale menjulurkan tangan kanannya, hendak mengambil ayam bakar yang letaknya agak jauh dari tempatnya.

“Mas Ale, mau ini? Biar aku yang ambilkan" ucap Kiara dengan manja.

 Dag dig dug

 Ale membisu.

“Mas Ale mau apa lagi? Sini biar Ara ambilkan,” ucap Kiara sambil tersenyum manis ke arah Ale.

Aisha mencengkram sendoknya dengan kuat.

“Upss... Mas Ale makannya belepotan deh. Sini aku bersihin" Kiara mengambil tisu dan membersihkan bibir Ale.

“Eh..eh..eh.. Non, Nona Kiara...” ucap Elin hendak melarang. Namun terlambat karena Kiara semakin memainkan serangannya.

Brakkk...

Aisha menggebrak meja makan. Ia berdiri dan meninggalkan meja makan. Aisha berlari dengan cepat menuju kamarnya.

“Sial...! Apa sih maksud perempuan itu??? Apa dia benar-benar mau mengganggu rumah tanggaku?” batin Aisha.

Ale berdiri hendak meninggalkan ruang makan untuk mengejar Aisha. Namun, Kiara menarik tangannya, menggagalkan langkah kaki Ale.

“Mas Ale, makananmu belum habis. Habiskan dulu. Begitukan yang selalu Mas Ale ajarkan kepadaku?" ucap Kiara dengan tatapan manjanya yang membuat Ale menurut dan kembali duduk.

Elin tak enak hati melihat apa yang terjadi di ruang makan. Ia ingin menegur Kiara tapi tak berani. Elin mengerti perasaan Aisha yang cemburu melihat kedekatan Ale dan Kiara.

“Non...” panggil Elin.

“Ya..?” jawab Kiara cepat.

Kiara menoleh dengan cepat dan menatap tajam ke arah Elin. Elin ciut. Tatapan Kiara yang menakutkan seperti itu menandakan jika Kiara tidak mau ditegur. Elin memilih diam dan mereka kembali makan dalam diam.

“Cemburuan sekali sih kamu?? Heii Aisha ini masih serangan kecil. Lihat saja, aku akan memberimu serangan yang lebih besar. Persiapkan dirimu. Cepat atau lambat, aku akan menjadikan Ale milikku” ucap Kiara dalam hati.

tetap dukung karya author ya...

terima kasih

salam kenal

1
Ferfi Risma Uli
entahlah!!
Tidqk patut dicontoh, IDE YG ABSURD, KARAKTER YG HALU.....
ADA YQ PEREMPUAN SEPERTI KIERA nemplok diidenyq thor
MommyAtha: namanya juga cerita, ONENG!!! kalau mau g halu yaa bukan fiksi
total 1 replies
Ferfi Risma Uli
kalau kiara anakku kupaatikan menguleni mulut atas, mulut bawah dgn cabe sembari diikat dipohon karet....

ABSURD BANGET
Ferfi Risma Uli
kalau kiara anakku kupaatikan menguleni mulut atas, mulut bawah dgn cabe sembari diikat dipohon karet....

ABSURD BANGET
Ferfi Risma Uli
NGAWUR!!!
Ferfi Risma Uli
Sinetron
Idang
semoga kiara menemukan kakanya yaa
Rury Jayanti
Luar biasa
Husnul Khotimah
keren ceritanya maak
Lina Zascia Amandia
Kak Atha, maafkan sy yg jarang nengok karyanya, soalnya ada tugas juga yg numpuk. Tp sabar ya pas santuy pasti mampir..... kadang like kadang baca.... Heheehehe...
Lina Zascia Amandia
Wkwkkwk episode ternyeleneh..... ada di orang kaya ranjangnya bisa patah.... asli nih..... kocak....
Lina Zascia Amandia
PAS asik2 baca pindah bab dibawah adalah ada visual. Sumpah untuk Kiara diluar expektasi sy Thor.... hehe.... bayangannya sih Anya liar n seksihhhh, maksudnya perannya....
mery harwati
😃Kiara ajak aja main ke Gunung Klothok atw ke SLG atw ke Besuki atw Posarang atw air terjun Dholo, banyak tuh tempat wisata Kediri yang bikin otak fresh lagi 😍
MommyAtha: aduh... bikin lapar ini mah
total 3 replies
mery harwati
Lah lah lah kenapa itu kota Pare Kediri dibawa bawa Thor ? Aq kaget lho beneran, karena aq juga orang Kediri 😃 Jangan² Dira di suruh ngajar di Kampung Inggris ? 😍, memang Kediri Bersemi selalu di hati ♥️
mery harwati
😃😃Ale, emang enak dikerjain sama Kiara 🤪
mery harwati
Waahh gila nih bocah 🤪 cinta emang gak peduli dia udah bekas orang juga ya bahkan masih sah, dapat wangsit dari lagu tadi tuh, jadi nekat 😃
mery harwati
Oh Jeng Kelin kapan ya aq bisa ke salah satu tempat wisata impian ku, Labuan Bajo,selain Raja Ampat 😍
mery harwati
Rio kau harus berjuang klo mau Kiara jadi istrimu 💪
MommyAtha: semangat
total 1 replies
mery harwati
Mengintip cerita nya dulu ya Thor 😍
mery harwati: Iya makasih ya Thor, sehat selalu bwt Author ya 💪
total 2 replies
Puspa Trimulyani
ini seperti keluarga mafia ya kak??? kok nyimpan senjata?
Puspa Trimulyani: 🤭😅😅😅🙏
total 2 replies
Ezhi Alfarizy
aq mampir nich thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!