NovelToon NovelToon
Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Barat / Tamat
Popularitas:177.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ligar Cahyadi

Lahirnya Penguasa Kegelapan season 2 : The Union Of World Academies

Tasya yang memiliki kekuatan dari Crystal Suci, sedikit demi sedikit mulai mengalir pada seluruh tubuhnya.

Tiba pada waktunya pada saat kekuatan Crystal Suci telah memuncak, Dewa dari para monster mulai bergerak.

Semua monster mulai keluar dari dalam portal sesuai dengan perintah dari Dewa mereka, yakni memusnahkan seluruh umat manusia sampai tidak tersisa. Namun Akademi yang berada di seluruh dunia tidak ingin hal itu terjadi dan mereka berniat untuk bertempur sampai titik darah penghabisan.

Pertempuran yang sangat besar, tidak lama lagi akan terjadi pada dunia yang ditinggali Tatsuya.

Apakah Tatsuya bisa mencegah hal itu terjadi?

Bisakah Tatsuya melindungi kekasihnya, yang menjadi target Dewa dari para monster?

Mampukah Tatsuya mengalahkan Dewa tersebut dengan kekuatan penguasa kegelapan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26 Pengintaian Terhadap Semua Ketua Guild

...*Selamat Membaca*...

Pada saat Antonio ingin menjelaskan mengenai seseorang yang mencarinya dari sebuah guild, ternyata Tatsuya sudah memperkirakan hal ini bakalan terjadi. Dengan tenang Tatsuya mempersiapkan diri untuk menangani semua guild yang mencarinya, dan berniat mengerahkan Roh miliknya untuk memberi pelajaran pada mereka.

Tidak lama setelah itu, Tatsuya bersama Antonio kembali ke ruangan utama untuk melanjutkan kembali acara kesembuhan Tasya. Namun kali ini Tatsuya tidak menghampiri Tasya, melainkan dia menghampiri Rena untuk memberikan tugas pengintaian.

"Rena." panggil Tatsuya.

Rena hanya terdiam sambil berdiri menyandarkan tubuhnya pada dinding. Hal ini tentu saja membuat Tatsuya berpikir kalau dirinya itu masih marah, setelah memberikan perintah hanya untuk mengawasi semua robot yang memasuki portal pada hari sebelumnya.

"Cihhh... Sudah kubilang jangan seenaknya dekat-dekat denganku!" pinta Rena sambil berjalan menjauhi Tatsuya.

"Ada sebuah tugas yang harus kamu lakukan, dan tugas ini hanya kamu yang bisa melakukannya." pinta Tatsuya sambil berjalan mengikutinya.

"Cari saja yang lain, untuk saat ini aku sedang tidak dalam kondisi prima." jawab Rena sambil menoleh pada Tatsuya dengan mengerutkan dahinya.

"Sudah kuduga kamu akan berbicara seperti itu, namun apakah seorang penembak jitu selalu bertingkah seperti ini bila dia mendapatkan sebuah tugas dari atasannya?" tanya Tatsuya dengan niat meremehkan keahliannya.

Mendengar perkataan seperti itu membuat Rena menghentikan langkah kakinya. Hal ini membuat Tatsuya berpikir kalau dirinya itu tidak suka diremehkan oleh siapapun terutama mengenai keahliannya.

"Hah, ternyata kemampuanmu berbeda jauh dengan yang lainnya, atau bisa disebut juga yang terlemah." lanjutnya sambil memprovokasi Rena supaya menerima perintahnya.

"Tutup mulutmu!" pinta Rena sambil menghampiri Tatsuya, dan mengambil pisau kecil yang berada di kakinya, lalu menodongkannya pada leher Tatsuya. "Bila kau terus berbicara, akan ku cabik-cabik lehermu ini!" lanjutnya dengan ancaman.

"Tidak ada gunanya kamu melawanku, bukankah kamu mengetahui setengah dari kekuatanku dulu?" tanya Tatsuya sambil menyentuh ujung pisau, dan melelehkannya dengan aura hitam pada telapak tangannya.

"Csssshhhh"

"Memang benar untuk saat ini aku tidak bisa mengalahkanmu." jawab Rena sambil melemparkan pisau kecil yang meleleh pada pot bunga. "Langsung saja ke intinya, tugas apa yang ingin kau berikan padaku?" lanjutnya sambil menanyakan tugas yang ingin diberikan oleh Tatsuya.

"Aku ingin kamu mengintai orang-orang yang mendekati gedung ini, dan beritahu aku bila kamu menemukan salah satu dari ketua guild terbesar di negara ini." pinta Tatsuya dengan tersenyum padanya.

"Memangnya ada urusan apa dengan mereka? Dan untuk apa pula mereka mendatangi tempat ini?" tanya Rena karena masih belum mengerti mengenai tugas yang sama sekali tidak ada hubungan dengannya.

"Lakukan saja, nanti juga kamu akan mengetahuinya sendiri." pinta Tatsuya tanpa menjawab pertanyaan darinya.

Tanpa banyak bicara lagi, Rena langsung pergi ke atap gedung untuk melakukan pengintaian, dan meminta pada salah satu penjaga di dalam ruangan tersebut untuk mengantarnya.

Sementara itu, Tatsuya bertanya pada Antonio mengenai tempat kosong dengan ruangan yang luas untuk melakukan pemanggilan Roh miliknya, karena merasa tidak nyaman bila memanggil mereka dihadapan semua orang.

Kemudian Antonio mengajak Tatsuya ke ruangan lain untuk kedua kalinya, dan hal ini disadari oleh Clara. Dengan spontan dia langsung menghampiri Tatsuya, lalu bertanya kepadanya mengenai apa yang sedang terjadi.

Tatsuya sama sekali tidak memberitahu apapun, karena masih belum waktu yang tepat. Namun Tatsuya memberikan perintah padanya untuk melindungi Tasya, dan jangan biarkan dia keluar dari dalam ruangan ini.

Dia juga meminta pada yang lainnya, untuk tetap siaga supaya bisa mencegah penyusup yang hendak memasuki gedung ini. Tanpa banyak bicara, Clara melakukan apa yang diperintahkan oleh Tatsuya.

Tidak lama setelah itu, Tatsuya berjalan bersama Antonio ke ruang kosong yang berada di ruangan lain. Sesampainya ruangan tersebut, Tatsuya meminta pada Antonio untuk kembali dan menyuruhnya untuk mempersiapkan robot-robot tanpa dikeluarkan dari mobil kontener.

"Maaf tuan, ada satu hal yang belum saya mengerti mengenai perintah dari anda. Bukankah lebih baik kita bergerak terlebih dahulu, daripada kita menunggu kedatangan mereka?" tanya Antonio dengan rasa khawatir kalau semua orang dari guild sudah memiliki persiapan untuk melawan Tatsuya.

"Bila kita mulai bertindak, itu berarti kita yang memulainya duluan mencari masalah dengan mereka. Untuk saat ini kau fokus saja pada perintah yang aku berikan, dan aku yakin kalau semua orang penghuni daerah selatan tidak akan tinggal diam bila penyelamatnya ditangkap begitu saja." jawab Tatsuya dengan raut wajah senang.

"Ternyata ini juga termasuk dari rencana tuan. Kalau begitu saya akan bicara dengan orang tua gila, dan bersama-sama untuk melakukan perintah dari anda." ucap Antonio sambil kembali ke ruangan utama.

Setelah Antonio pergi, Tatsuya langsung memanggil semua Roh miliknya termasuk juga Mysha. Beberapa bayangan hitam mulai keluar dari tubuh Tatsuya, lalu perlahan-lahan bayangan tersebut membentuk sebuah wujud dan berlutut dihadapan Tatsuya kecuali Mysha.

"Papa, bukankah Mysha sudah meminta untuk tidak dipanggil ketika acara sedang berlangsung?" tanya Mysha sambil mendekati Tatsuya.

"Ada suatu hal yang harus segera dilakukan, jadi aku sengaja memanggilmu dan juga yang lainnya." jawab Tatsuya sambil menatap pada semua Roh yang sedang berlutut dihadapannya.

"Tapi apakah mama mengetahui keberadaanku?" tanya Mysha dengan rasa takut.

"Tentu saja tidak, aku ingin Mysha menjaga mama dan jangan biarkan keluar dari ruangannya." jawab Tatsuya dengan memberikan perintah padanya.

"Meskipun Mysha tidak mengetahui apa yang akan terjadi diluar, dengan senang hati Mysha pasti melindungi mama sekuat tenaga." ucap Mysha dengan tersenyum.

"Mysha benar-benar anak yang baik, kalau begitu awasi mama dan jangan dulu tunjukan wujud Mysha, kecuali ada suatu hal yang sangat kritis." pinta Tatsuya sambil mengelus rambutnya.

Mysha hanya menganggukan kepalanya untuk menanggapi perkataan dari Tatsuya. Lalu dia kembali menjadi sebuah bayangan dan pergi ke ruangan dimana Tasya berada.

Beberapa saat setelah Mysha pergi dari ruangan tersebut, tanpa basa-basi lagi Tatsuya memberikan perintah pada semua Roh yang berada dihadapannya. Dia meminta pada mereka untuk bersembunyi di setiap sudut halaman gedung tersebut, untuk berjaga-jaga bila ada suatu hal yang mendesak.

"Maaf bila saya lancang tuan, kalau boleh saya tahu ada masalah apa sehingga tuan ingin kami berjaga di tempat ini?" tanya Giro sambil mengangkat kepalanya.

"Lakukan saja sesuai yang aku perintahkan! Disaat waktunya tiba, kalian akan diberi perintah yang lain dariku dan jangan lupa untuk mempersiapkan pasukan kalian." pinta Tatsuya dengan memberikan perintah untuk segera pergi melakukan tugasnya.

"Baik tuan." jawab semua Roh dengan serempak, lalu mereka kembali menjadi bayangan dan pergi.

Tidak lama setelah semua Roh pergi, Rena yang sedang mengintai di bagian atap gedung menghubungi Tatsuya lewat alat komunikasinya.

"Aku sudah melihat salah satu ketua dari guild terbesar di negara ini dari arah barat sedang menuju kemari bersama anggota lainnya, dan kemungkinan akan tiba dalam waktu 15 menit." ucap Rena dengan memperkirakan waktu kedatangannya.

"Bisakah kau lihat atribut yang berada di pakaiannya!?" ucap Tatsuya.

"Sepertinya aku melihat lambang ular pada pakaian mereka." jawab Rena sambil mendekatkan bidikannya pada salah satu orang tersebut.

Seketika Tatsuya tersenyum lebar setelah mendengar jawaban dari Rena, kalau orang pertama yang sedang menuju ke tempatnya adalah Leonard.

"Rena, tetap disana dan amati bila ada ketua guild lain yang sedang menuju kemari." pinta Tatsuya.

"Sebaiknya kau katakan dulu padaku apa yang sebenarnya sedang terjadi!" ucap Rena dengan serius.

"Sudah kubilang, nanti kamu akan mengetahuinya sendiri dengan mata kepalamu. Untuk saat ini jalankan saja perintahku dan kabari kembali bila melihat ketua guild lainnya." jawab Tatsuya sambil mematikan alat komunikasi miliknya.

Beberapa saat setelah Tatsuya mematikan alat komunikasinya, dia langsung pergi ke ruangan utama untuk menemui Tasya dan yang lainnya.

disisi lain, Rena sangat kesal ketika Tatsuya menutup alat komunikasinya tanpa menjawab pertanyaan darinya.

"Dasar orang bodoh, mengapa dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dariku meski termasuk anggotanya sendiri." gumam Rena dalam hatinya. "Apakah aku terlalu berlebihan kepadanya?" lanjutnya dengan memikirkan kelakuannya pada Tatsuya.

"Akkkhhhh... Bukankah dia sudah memiliki orang yang sangat penting, kenapa aku harus memikirkan dirinya dasar bodoh!" ucap Rena, lalu dia kembali memfokuskan dirinya pada tugas pengintaian.

Baru saja beberapa detik Rena melanjutkan pengintaiannya, dia melihat kalau ketua guild lain menuju ke arah yang sama. Hal ini tentu saja membuatnya sangat terkejut, karena mereka semua membawa anggotanya yang berjumlah lebih dari 50 orang.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa semua guild menuju ke tempat ini?" gumam Rena dengan memikirkan apa yang sedang terjadi.

...Bersambung......

...{Pemberitahuan Update}...

...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru setiap hari pada pukul 22.00 WIB.)...

...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....

...Terimakasih 🙏...

1
Milly
Luar biasa
Ajna dillah
segera up
Ajna dillah
semangat
Ajna dillah
gas
Ajna dillah
??
Ajna dillah
gas
Ajna dillah
/Heart/
Ajna dillah
/Rose//Rose//Rose/
Ajna dillah
semangat terus berkarnya/Good//Good//Good/
Ajna dillah
/Ok//Ok//Ok/
Ajna dillah
/Beer//Beer/
Ajna dillah
bodoh
egois
gk baik itu untuk apa punya teman
Ajna dillah
masih aja bodoh
gk melawan
Ajna dillah
/Coffee//Coffee/
Ajna dillah
sehat selalu thor
Ajna dillah
semangat
Ajna dillah
/Shy//Shy//Shy/
Ajna dillah
/Good//Good//Good/
Ajna dillah
reoni nih
Ajna dillah
/CoolGuy//CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!