NovelToon NovelToon
Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Pesona Istri Yang Kusia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Pelakor / CEO / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Alyssa hidup dalam pernikahan yang hancur bersama Junior, pria yang dulu sangat mencintainya, kini menolaknya dengan kebencian. Puncak luka terjadi ketika Junior secara terang-terangan menolak Niko, putra mereka, dan bersikeras bahwa anak itu bukan darah dagingnya. Di bawah satu atap, Alyssa dan Niko dipaksa berbagi ruang dengan Maureen, wanita yang dicintai Junior dan ibu dari Kairo, satu-satunya anak yang diakui Junior.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

"Sudah lama sekali. Kamu terlihat baik," komentar Lazar sambil menatap sekeliling apartemen Alyssa dengan seksama. Nada bicaranya tetap tenang dan berwibawa, sama seperti dulu, tampan meski usia jelas terpahat di wajahnya.

Alyssa berkedip, masih tampak bingung dengan situasi yang tiba-tiba ini.

"I-iya, Tuan," jawabnya gugup.

Ia segera menjauh dari Junior. Meski tidak menoleh, ia bisa merasakan tatapan pria itu yang seolah tak lepas darinya.

'Tuhan… bisa tidak sih dia berhenti menatapku?' batinnya kesal. 'Mau ku congkel matanya sekalian?'

"Tuan?" ulang Lazar sambil tersenyum kecil. "Formal sekali. Aku rindu kamu memanggilku Ayah."

'Apa?' Alyssa nyaris tersedak. 'Tidak mungkin juga, kan? Kami sudah bukan siapa-siapa.'

"T-Tuan Lazar," katanya kaku.

"Pak Lazar!" suara Albert terdengar dari dalam ruang tamu. Aliana ikut menoleh.

"Albert, kamu di sini," sambut Lazar ramah sambil menjabat tangan ayah Alyssa. "Junior bilang kamu dan putrimu sudah berdamai."

Hubungan kedua pria paruh baya itu memang sudah membaik sejak lama. Apalagi setelah kebenaran terungkap, bahwa Niko benar-benar darah daging keluarga Brixton. Perlahan, rasa bersalah Lazar terhadap keluarga Alyssa pun mengikis amarah lama yang sempat ia pendam.

Ia sebenarnya ingin meminta maaf langsung pada Alyssa. Namun ia memilih diam. Kali ini, ia membiarkan Junior yang bertanggung jawab sepenuhnya.

Alyssa melirik ke arah Aura. Wanita itu tampak sama sekali tak peduli dengan orang lain di sekitarnya, sibuk mengobrol dengan Cecil, sesekali mengusap rambut bocah itu dengan wajah berseri.

'Dia benar-benar menyukai Cecil…' pikir Alyssa pahit. 'Meski membenciku, setidaknya dia tidak melibatkan cucunya.'

Obrolan para ayah berlanjut di sisi lain ruangan. Melihat kesempatan itu, Alyssa menarik lengan Junior dan menyeretnya ke lorong, menjauh dari pandangan semua orang.

"Kamu pikir sedang apa?" bisiknya penuh emosi.

"Aku sudah bilang, aku tidak akan berhenti sampai kamu memaafkanku," jawab Junior tanpa ragu, menatapnya lurus. "Aku serius."

"Kurang ajar kamu!" suara Alyssa bergetar karena marah. Air matanya nyaris jatuh. Ia ingin sekali memukul pria itu, tapi menahan diri. Ia menghela napas panjang, lalu meninggalkan Junior di lorong begitu saja.

"Apa kami mengganggu?" suara Lazar terdengar dari belakang, membawa sebuah kantong kertas. "Kami membawa sedikit kue. Kami pikir ini waktu yang tepat untuk berkunjung."

"Berkunjung untuk apa?" tanya Alyssa, alisnya berkerut.

"Bukankah jelas?" sahut Aura dengan nada dingin khasnya.

'Untuk anak-anak…'Alyssa hampir mendengus kesal. 'Hebat. Sekalian lapor orang tua pula.'

Junior melangkah maju. "Kami hanya ingin bicara."

Alyssa memutar mata. Ia sudah menduga semua ini. Ia memang sadar, cepat atau lambat keluarga Brixton akan tahu soal Cecil. Tapi tidak menyangka akan secepat ini dan tanpa persiapan.

Belum ada penyelesaian apa pun antara dia dan Junior, tapi sekarang situasinya seperti rapat keluarga besar. Mereka tidak dekat, tapi terjebak di bawah satu atap. Ia harus bersikap sopan.

Para ayah masih mengobrol hangat. Sementara itu, Aura sepenuhnya tenggelam bersama Cecil, tertawa kecil seolah bocah itu telah lama menjadi bagian hidupnya. Aliana hanya mengamati dari sofa, jelas bingung dengan kehadiran mendadak keluarga Brixton.

"U-uhm…" Alyssa gugup. "Kebetulan kami mau makan. Silakan ikut," tawarnya sambil menerima kantong kue dari Lazar.

"Aku bantu," kata Junior sambil mengikutinya ke dapur.

'Aduh, sok perhatian!' Alyssa mendecak dalam hati.

Kalau bukan karena orang tua mereka, mungkin Junior sudah ia usir sejak tadi.

Syukurlah ia memasak cukup banyak.

"Aku saja!" sentaknya saat Junior meraih piring.

"Alyssa," panggil Junior lembut, tangannya menyentuh tangan Alyssa. "Tolong maafkan aku."

"Berhenti atau ku tusuk pakai garpu!" ancamnya dengan tatapan tajam.

"Aku tidak pernah mencintai Maureen."

'Kenapa nama itu lagi?'

"Aku janji akan menebus semuanya. Tolong beri aku kesempatan lagi… istriku," bisik Junior penuh ketulusan.

Bulu kuduk Alyssa meremang. Suara itu… terlalu lembut. Terlalu berbahaya.

"Sudah!" sergahnya, lalu kembali menata meja.

Junior hanya bersandar di dinding, menatapnya tanpa berkata apa-apa.

'Aduh, kenapa dia cuma menatap begitu? Pergilah kalau tak membantu!'

Setelah meja siap, Alyssa memanggil semua orang.

"Ayo makan."

"Mommy! Nenek Daddy baik sekali!" seru Cecil ceria. "Katanya mau belikan aku banyak mainan!"

Alyssa tertawa canggung.

'Kenapa rasanya aku satu-satunya yang kelihatan bermasalah di sini?'

Mereka semua duduk. Sempit, tapi hangat.

"Niko di mana?" tanya Lazar.

Alyssa berdiri. "Aku panggilkan."

"Boleh aku ikut?" tanya Junior.

Semua mata tertuju padanya. Alyssa mengangguk kaku.

Di kamar, Niko berbaring sambil bermain ponsel.

"Sayang, ayo makan," kata Alyssa lembut.

Tatapan Niko berubah saat melihat Junior.

"Dia lagi?"

"Kakek dan nenek Daddy ingin bertemu kamu."

"Aku pikir mereka membenci kita," jawab Niko dingin sambil menunjuk Junior.

"Niko," peringatan Alyssa terdengar letih.

Junior duduk di tepi ranjang. "Aku rindu kamu. Maafkan Daddy."

Niko memasang headphone kembali dan memalingkan wajah.

Alyssa menahan napas.

"Sudah," kata Junior lirih.

Akhirnya, Niko mengikuti Alyssa keluar.

Di meja makan, Aura berdiri antusias.

"Cucuku! Tampan sekali!"

Niko justru menepi ke sisi Aliana, neneknya.

"Tidak apa-apa," ucap Lazar tenang.

Mereka makan dalam diam yang canggung. Hanya terdengar bunyi sendok dan piring, sesekali Cecil berbicara riang dengan Aura.

"Alyssa," akhirnya Lazar bicara setelah meletakkan sendoknya, "kami datang dengan niat baik."

Junior menunduk. "Aku hanya ingin menjadi bagian hidup anak-anakku."

Aura menyela, nadanya lebih lembut dari biasanya. "Kami hanya ingin kamu memberi Junior haknya sebagai ayah."

Alyssa mengangkat wajah. "Aku tidak melarang. Aku hanya butuh waktu."

"Kamu menyembunyikan Cecil," sanggah Aura.

Alyssa menunduk. Nafsu makannya hilang. Ia merasakan tangan Aliana menggenggam tangannya di bawah meja, memberi dukungan tanpa kata.

"Aku punya alasanku," ucapnya lirih. "Dan Junior tahu itu. Dia bahkan tidak mengakui Niko." Suaranya bergetar. "Lalu apa yang harus kupikirkan saat aku mengandung Cecil sendirian? Tanpa suami. Tanpa dukungan. Hanya dengan Niko yang masih kecil dan trauma karena ditolak ayahnya sendiri?"

Kata-katanya tajam. Terlalu jujur. Tapi perlu dikatakan.

Junior menunduk lebih dalam, bahu-bahunya bergetar.

Dan ruangan kembali sunyi.

1
kalea rizuky
menye menye alisya males dahh
kalea rizuky
pergi jauh alisya enak aja qm sama anak mu cm di jadiin cadangan doank dih laki goblokkk
Asyatun 1
lanjut
Oma Gavin
waduh ini yg koma istri edgar jgn seneng dulu kamu maureen hbs ini giliran edgar yg akan menghabisi mu dan hans
Anonymous
LEMAH AMAT 🤣
Asyatun 1
lanjut
Anonymous
Alyssa mental Slime
Ma Em
Alyssa bulatkan tekadmu pergilah ke Amerika lbh baik Alyssa dan anak2 tinggal di Amerika , Alyssa hrs bisa melupakan Junior emang Junior tetaplah papanya Niko dan Cecil itu tdk akan ada yg bisa menggantikannya , aku tdk sukanya sama Alyssa tetap saja lemah dan bodoh msh saja TDK bisa move on dari Junior sama saja Alyssa dipakai tambah lumayan sama Junior dulu dicaci dihina dan diusir dibuang seperti sampah tapi Alyssa sdh melupakan momen itu .
Ma Em
Alyssa akhirnya kamu emang selalu kalah dari Maureen kamu yg bodoh Alyssa msh saja percaya sama Junior , Junior tetap saja memprioritaskan Kairo daripada Niko , lbh baik kamu lupakan Junior lbh baik kamu keluar negeri lagi jgn tinggal di indonesia lagi lupakan Junior carilah kebahagiaanmu dan anak2 Alyssa .
Asyatun 1
lanjut
Adinda
Alysa tolol udah dibuang,difitnah direndahkan masih mau bertahan
Adinda
wanita tolol udah dibuang kayak sampah masih saja bodoh
kalea rizuky
kapok goblok sih jd orang menyia nyiakan anak dan istri demi anak haram
Oma Gavin
nah bener kan kairo bukan anak junior sudah jelas dari kelakuan nya mirip maureen kamu saja yg oon bin goblok junior selama ini kamu hanya dimanfaatkan maureen jelas" selingkuh dgn hans kamu masih saja ngga test DNA udah dari awal kamu ragu wajah ngga ada miripnya dgn kamu masih saja kamu pertahankan, semoga kamu juga ditinggalkan sama alyssa dan niko, cecil biar komplit penderitaan mu junior
Anonymous
ole ole balikan... DASH DASH OHRANGER
Anggrenioi
okeee
Anita Rahayu
cerita kamu memuakkan dan jenuh thor karakter cowo gk tegas dan plin plan begitu juga dgn cweknya gk sukalah bacanya
kalea rizuky
Alisa lemah lembek tolol lawan bodoh
kalea rizuky
sekali lacur ttep lacur
kalea rizuky
klo balik q ksih rating jelek. ini. novel liat aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!