Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode:25
Benih-benih, racun kejahatan mulai meracuni pikiran Hendrik setelah 1 minggu lamanya terpuruk dalam kehancuran berapa Psikolog untuk menenangkan Hendrik.
"Mas..!, ayo lah semangat perhatikan kesehatan mu Mas sekarang hanya ada aku mereka tak memperdulikan Mas, Mas sakit apa sehat mereka tidak perduli apakah menanyakan ke adaan Mas tidak Mas.., selama kamu disini sakit apa dia tanya kabar soal kamu nggak Mas
Sekarang Mas.., jangan lagi memikirkan mereka "
Hendrik menatap tajam Elsa
"Biarkan mereka, kita disini memiliki kehidupan sendiri mereka bakal tertawa kalau melihat Mas seperti ini kamu mas.
Hendrik mulai menggerakkan badannya sepertinya Hendrik mulai termakan kata-kata Elsa tangan Hendrik meraih pundak Elsa yang sedang bicara di hadapan nya di tepi rajang.
"Kamu benar sayang..,, saya ingin melihat sampai cucu ku lahir, dan Moren melahirkan anak laki-laki." Ujar Hendrik yang masih berambisi memiliki anak dan cucu laki-laki sekarang Mas Hendrik makan ya?" kata Elsa.
Hendrik menganggukkan kepalanya. Elsa melangkah ke arah dapur mengambil makanan untuk Hendrik tanpa minta bantuan asisten di rumah dia mulai menyuapi Hendrik sesuap demi sesuap. makanan pun habis di dalam piring lalu Elsa menempelkan gelas di bibir Hendrik Elsa mengelap mulut nya dengan Tissue.
"Sekarang mas. istirahat lagi agar tubuh nya lekas pulih kembali."
Hendrik pun merebahkan kembali tubuh nya dan Elsa menyelimuti tubuh Hendrik dengan selimut.
Disini Morena dan Susi juga Sandi menanti kabar dari Rumah sakit konon hari ini akan ada kabar dari Rumah sakit tentang pengambilan anak Elsa. dari pihak rumah sakit telah hampir dua bulan lamanya Elsa tidak ada datang menengok bayinya selama masa perawatan pihak rumah sakit memutuskan untuk memanggil keluarga Susi datang ke rumah sakit dan membawa data-data keluarga untuk mengadopsi Susi harus mengikuti prosedur rumah sakit.
Semua sarat dan ketentuan Susi menyanggupi dan akan mengikuti proses nya sampai sidang di temani sang suami Sandi.
"Nanti jangan pernah beda-bedakan mana anak kandung mana bukan, karena bayi ini titipan Allah yang harus kita jaga dengan baik jangan melihat ini bayi terlahir dari dari rahim siapa." Ujar sandi menasehati Susi.
"Iya pa, saya akan menyayangi bayi ini, kasihan bayi ini tak berdosa hanya korban dari ke egois an orang tuanya." Ucap Susi berjanji dengan Sandi akan merawat dan menyayangi bayi Elsa sebaik mungkin.
Sandi mengusap pucuk kepala Susi di sematkan senyuman yang ter manis untuk Susi.
Telpon berdering memanggil Susi menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel.
"Halo, Susi menjawab panggilan telponnya.
"Mah.., morena hari ini akan berkunjung ke kediaman Ibuku Siti apa mama mengijinkan?" Tanya Moren.
"Iya sayang mama ijin kan tapi jangan lama-sama ya di sana nanti mama kesepian tidak ada kamu."
"Kan mama sekarang ada papa Sandi yang menemani Mama" Ujar Morena.
Setelah mendapatkan ijin dari sang Mama Moren berangkat mengendari mobil nya.
Harapan Moren bisa jumpa dengan ilham.
Hari ini Elsa dan Hendrik berangkat ke Singapura. untuk jangka waktu yang lama mungkin Hendrik dan Elsa berencana akan proses bayi tabung sementara perusahaan Hendrik mempercayakan dengan salah satu orang kepercayaannya.
Pengadilan.
Di pengadilan susi menerima keputusan bahwa Susi telah berhak atas bayi Elsa senyum merekah di bibir keduanya Susi dan Sandi ucap Shukur setelah melewati semua proses pengadopsi anak Elsa.
Setelah menerima berkas adopsi Susi dan Sandi kembali ke rumah sakit menyerahkan berkas adopsi dan pengambilan bayi tersebut.
Sementara Elsa seperti tak ada penyesalan atas meninggalkan putrinya di sebuh rumah sakit tersebut.
Moren telah sampai di kediaman Siti di sambut dengan hangat oleh Siti dan juga kiai Qodir, yang sudah menyayangi Morena seperti anaknya sendiri.
"Assalamu'Alaikum...Umi. teriak Morena setelah keluar dari mobil.
"Wa'Alaikumsalam..., sayang. Umi sangat rindu dengan mu, Umi pikir Morena sudah melupakan Umi.
"Ya betul Umi Abi juga sangat Rindu.
Siti memeluk tubuh ramping Morena.
"Tidak akan dan tidak mungkin melupakan Umi dan Abi." kata Moren
"Alhamdullilah" jawab Siti dan kiai serempak dan saling tatap dengan senyuman."
Ayo masuk dulu kita bercakap-cakap di dalam.
Moren menengok ke arah pondok.
"Siapa? yang kamu cari nak." tanya Siti.
"Ah...!, tidak ada Umi" Moren tersipu malu.
"Apa kamu menyukai nak ilham?."
"Tidak ada Abi" Kata Morena.
"Jika kau menyukai nak ilham, berarti kamu menyukai orang yang tidak salah ilham pemuda yang baik." Ujar kiai.
Sementara ilham belum sampai di pondok Morena merebahkan tubuh nya di atas ranjang menatap langit-langit membayangkan betapa tampan nya wajah ilham.
Ketuk kan pintu membuyarkan lamunannya.
"Tok...tok...tok. "Morena.., Siti sedikit teriak memanggil Moren.
Morena menengok arah pintu.
"Ia..Umi..,"jawab morena sambil melangkah ke arah pintu.
Celek. pintu terbuka.
"Solat Ashar dulu yuk."Ujar Siti.
"Baik Umi. Moren Siap-siap dulu."
Siti menganggukkan kepalanya. kemudian Morena menutup kembali pintu siap-siap berangkat sholat berjamaah.
Di salah satu negara lain Elsa dan Hendrik menikmati indah nya kota luar.Berpoya-poya Belanja memanjakan dirinya setelah belanja Elsa dan Hendrik kembali ke Apartemen yang dia sewa selama berada di negara tersebut di atas tempat tidur Elsa terpapar lemas telah melakukan aktifitasnya seharian.
Di pondok pesantren.
Moren melihat ilham sedang berjalan ke arah pondok.
Nyapa tidak ya Masya allah getaran apa ini dahsyat sekali.
"AU...!, menyandung batu di jalanan.
"Moren..,,hati-hati jalan nya sayang" kata Siti.
ilham, kaget ingin sekali membantu nya namun melihat Siti terlebih dulu membantu, ilham mengentikan langkah nya menggelengkan kepalanya tersenyum.
...----------------...
Terimakasih sahabat sudah like dan komen di karya SAHABATKU ISTRI MUDA PAPAKU.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih