Hidup Mayu Ichihara benar-benar sial setelah ditipu kekasihnya. Keluar dari tempat kerjanya, diusir dari rumah kontrakan, bahkan seluruh uang tabungannya dihabiskan kekasihnya untuk membayar utang judi. Dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa.
Berkhayal akan bertemu pangeran tampan berkuda putih yang akan menyelamatkannya dari kesengsaraan, yang ada dia malah terperangkap dalam kelompok penipu kelas kakap yang tengah mengincar sebuah batu mulia bernilai fantastis. Benda berharga tersebut, dimiliki oleh seorang penyanyi pop bernama Chiba Yamada. Berbagai skenario pun mereka susun demi mendekati penyanyi pop itu.
Ikuti kisah Mayu dan kelompok penipu handal dalam melakukan aksi penipuan terhadap sang Idola terkenal di Jepang.
Warning! Banyak adegan ciuman dan dewasa. Novel ini setting luar negeri, jadi kalau mau baca pikirannya juga harus ke luar negeri, ya 😊
SPIN OFF NOVEL DON'T FORGET (CHIBA YAMADA'S STORY)
Genre: Romantis Adult, Scamming, action
Alur: maju
setting: Japan
Catatan Penulis ✍️
Tidak menjanjikan novel bagus, baca aja dan nilai sendiri. Memilih bacaan adalah soal selera, kuharap karya-karyaku bagian dari seleramu.
Baca juga bukuku yang lainnya di sini:
Don't Say Goodbye: kisah cinta cowok berandalan pemain biola 🔚
Don't Forget: kisah pembalasan dendam ketua Yakuza terhadap seorang wanita 🔚
Gomen, Aishiteru: kisah pencuri misterius yang mencintai adik polisi. 🔚
©AotianYu, 2021
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 25 : Bingung dengan Perubahannya
Mayu menutup pembicaraan antara dirinya dan Rai di telepon. Ia termenung sambil memikirkan kata-kata pria itu. Benar, mana mungkin Chiba akan mengajaknya menjalin hubungan jika bukan karena skandal yang menghebohkan selama sepekan ini?
Aku terlalu percaya diri sehingga menganggapnya tertarik padaku. Dia adalah bintang besar, tidak mungkin akan mudah jatuh cinta pada orang sepertiku.
Mayu keluar dari toilet lalu menatap barang-barang mewah yang baru saja diberikan untuknya. Seketika ia berpikir, bukankah mereka akan saling menguntungkan? Dia membantu pria itu membersihkan nama baik, dan mendapat imbalan kemewahan. Tidak masalah, 'kan?Lagi pula, dia datang ke sini sebagai penipu yang mengincar Red Diamond. Jadi, dia tidak boleh terlibat permainan hati dengan pria itu.
Di sisi lain, Chiba yang sedang dalam perjalanan menuju kediaman komposer lagu, justru tengah sibuk dengan ponsel pintarnya. Selama berada dalam mobil, ia hanya terus mencari rekomendasi restoran kelas atas yang cocok untuk berkencan di website. Padahal, manajer Thao sangat semangat berbicara padanya sepanjang jalan.
"Sugoi! Kau masuk urutan pertama peringkat pria tertampan menurut rangking Goo. Bahkan kau mengalahkan Masaki Suda dan Takumi Kitamura yang sedang naik daun di tahun ini," ucap manajer Thao penuh semangat sembari membaca info dari Yahoo news.
"Thao-san, aku ingin mengosongkan jadwalku untuk besok." Chiba membersit.
"Tunggu, aku akan lihat jadwalmu dulu. Setahuku kau ada jadwal wawancara dengan beberapa media terkait rencana perilisan album terbarumu."
"Kalau begitu katakan pada mereka aku akan datang bersama kekasihku. Siapkan pertanyaan yang ingin mereka tanyakan."
"Eh?!" Mata manajer Thao membeliak seakan hendak meloncat dari rongganya. "Apa kau serius? Apakah ... wanita itu ... dia yang menjadi pemberitaan beberapa hari ini?" tanya manajer Thao tersendat-sendat.
"Hum." Chiba mengangguk pasti. "Aku akan menghadiri wawancara setelah selesai berkencan. Jadi, katakan pada mereka mohon bersabar jika aku terlambat datang."
Mata manajer Thao yang membulat, makin membesar tatkala mendengar pria itu akan berkencan. Ia menatap artisnya itu secara saksama, seakan mencari sesuatu yang salah dengan pria itu.
Malam telah datang dan langit semakin pekat karena waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Mayu duduk meringkuk di sofa sambil menemani Arata yang masih bermain.
"Arata-chan, sudah waktunya tidur!"
"Aku tunggu papa datang."
"Papamu mungkin masih lama pulang."
"Coba telepon papa sekalang. Tanyakan padanya kapan pulang."
Mayu terdiam. Dia baru menyadari tak mempunyai nomor ponsel pria itu. Ini membuktikan kalau mereka memang tidak memiliki hubungan apa pun.
"Lebih baik sekarang tidur. Supaya saat kau membuka mata, papamu telah pulang."
"Tapi aku tidak bisa tidul kalau tidak dinyanyikan."
"Jangan beralasan! Bukankah kau tetap tertidur tanpa dinyanyikan semalam?" omel Mayu.
"Semalam, kan, aku cuma pula-pula tidul supaya Bibi Hantu belhenti mengomel."
Mayu kembali terdiam. Dia teringat bocah itu ada saat Chiba membangunkan dirinya semalam.
"Kalau begitu, aku akan menyanyikan lagu untukmu asal kau harus tidur."
"Memangnya Bibi Hantu bisa menyanyi?" tanya Arata sambil mengerjapkan matanya berulang kali.
"Tentu saja bisa." Mayu menggendong Arata lalu membawanya masuk ke kamar. Ia membaringkan bocah itu di ranjang, sambil ikut berbaring di sisinya. "Ayo, sekarang kau mau dinyanyikan lagu apa?"
"Aku mau Bibi menyanyikan lagu papa."
Gawat! Tidak ada satu pun lagu pria itu yang aku hafal.
"Ah, baiklah! Bibi akan membawakan lagu papamu yang paling Bibi suka."
Mayu pun mulai menyanyikan salah satu lagu Chiba yang terkenal. Sayangnya, dia sama sekali tak hafal lirik lagu tersebut, sehingga menggantinya dengan lirik yang tak jelas."
"Shiawase to wa na na na na na na sya la la la...." Mayu bernyanyi penuh semangat sambil tiduran di samping Arata.
Arata menutup kupingnya rapat-rapat seraya mengeluh. "Bibi, belhenti! Sualamu sepelti gelas pecah!"
Tanpa peduli apa pun, Mayu terus melantunkan nyanyian tersebut dengan nada suara yang sumbang.
Tiga puluh menit kemudian, Chiba baru saja pulang ke apartemennya. Berdiri di depan pintu kediaman, ia mematung sesaat sembari menarik napas dalam-dalam. Hari ini, agensinya resmi merilis pernyataan bahwa dirinya sedang menjalani hubungan dengan wanita yang bukan dari kalangan artis. Bahkan pernyataan tersebut juga dirilis di situs resmi miliknya dan akun fanbase lewat persetujuannya.
Ponsel pria itu tiba-tiba berdering. Ia segera menerima panggilan itu, saat melihat nama Hibari di layar ponselnya.
"Moshi-moshi."
"Aku sudah menemukan data riwayat Nona Ichihara Mayu. Dia berasal dari Osaka dan menyelesaikan sekolahnya di sana. Ayahnya telah meninggal sejak ia kecil, sementara ibunya menikah lagi dan tinggal di Ibaraki. Dia berada di Tokyo selama tiga tahun terakhir, sempat bekerja di restoran tradisional kawasan Asakusa dan terakhir bekerja di gedung pernikahan Aoyama Geihinkan."
"Gedung Aoyama Geihinkan tempat Yu dan Hana menikah, bukan?"
"Iya. Tapi telah berhenti sebulan yang lalu. Dari tempat sewa rumahnya yang dulu, pemilik sewaan itu mengatakan Ichihara-san bernasib sial karena ditipu kekasihnya. Omong-omong, kenapa kau memintaku menyelidiki perempuan itu? Apa kau mengenalnya?"
"Ya, aku mengenalnya. Karena itulah, aku tidak ingin dia berbohong padaku. Tapi, info yang kau berikan membuatku tenang. Arigatou gozaimasu."
Sekali lagi, Chiba membuktikan jika dirinya memiliki tingkat waspada yang tinggi dan tidak mudah memercayai seseorang.
Chiba membuka pintu apartemennya. Saat kakinya melangkah masuk, ia terkejut melihat Arata keluar kamar sambil berlari ke arahnya.
"Papa," teriak Arata sambil memeluk Chiba.
"Mana Bibimu?"
"Dia sudah tidul," jawab Arata sembari meletakkan jari telunjuknya di tengah bibir. "Ssstt ... aku pula-pula tidul supaya dia belenti menyanyi."
Chiba tertawa kecil sambil menggendong Arata lalu membawanya masuk ke kamar. Pandangannya terarah pada Mayu yang tertidur telungkup di atas ranjang.
"Arata, kau tidur bersama Bibi malam ini, ya?"
"Lalu, Papa tidul di mana?"
"Di situ!" Chiba menunjuk sofa yang terletak di dalam kamar. "Oh, iya, besok aku akan mengantarmu pulang. Kau bisa ke sini lagi kapanpun."
"Apakah kalau aku datang, Bibi Hantu masih ada di sini?" tanya Arata.
Chiba terdiam, ia kembali menoleh ke arah Mayu yang tertidur lelap. "Tentu. Soalnya dia kekasih Papa," jawab Chiba sambil mengelus kepala bocah yang merupakan anak dari saudaranya.
Tak terasa kegelapan malam mulai memudar, berganti dengan cahaya fajar yang membawa pagi. Mayu membuka kelopak matanya yang berat, begitu tercium aroma daging panggang. Ia segera bangun saat menyadari tertidur di ranjang pria itu. Menyeret langkah pelan, ia keluar kamar dan melihat pria itu tengah sibuk memasak di dapur, sementara Arata telah duduk rapi di meja makan dengan tas di punggungnya.
"Ohayou!" tegur pria itu dengan segaris senyum tipis.
"Ohayou," balas Mayu sambil merapikan rambutnya. Ia menoleh ke arah Arata kemudian bertanya, "Arata-chan, apa kau akan pulang?"
"Iya, papa akan mengantarku setelah salapan."
Seharusnya hari ini aku juga keluar dari rumah ini. Kalau Arata sudah tidak ada, berarti tinggal aku dan dia yang ada di sini.
Chiba meletakkan sarapan roti panggang dengan isian daging merah, telur, alpukat dan sayuran segar di atas meja.
"Itadakimasu (selamat makan)," ucap pria itu setelah duduk.
Ia dan Arata langsung melahap roti tersebut, sedangkan Mayu masih termangu sambil berdiri di samping meja.
"Masih tidak mau sarapan lagi?" tanya Chiba pada Mayu sambil mengangkat segelas susu.
"Eh?" Mayu bergegas menarik kursi dan duduk di samping Chiba. Entah kenapa dia menjadi salah tingkah dan tidak tahu harus melakukan apa. Melihat Mayu yang bingung, Chiba langsung meletakkan roti panggang di piringnya.
"Silakan makan!" ucap pria itu.
Mayu hanya bisa mengangguk sambil mulai memegang garpu dan pisau. Ia mulai menyantap hidangan roti panggang. Ini pertama kalinya ia mencoba masakan buatan pria itu.
"Oishi?" tanya Chiba menatap penuh ke arahnya.
"Oishi (enak)," jawab Mayu tergagap mendapat tatapan seperti itu.
Chiba menatap Mayu, kemudian mengulurkan tangannya dengan pelan ke wajah perempuan itu hingga membuatnya menahan napas. Jempol pria itu bergerak perlahan ke sudut bibirnya, menyeka saus yang menempel di situ lalu menjilatinya dengan gaya yang seksi sambil tersenyum tipis.
Melihat perlakuan tak biasa pria itu, membuat Mayu tersedak seketika. Chiba langsung memberikan segelas air padanya sambil kembali tersenyum. Tak ayal, wanita itu makin terbatuk-batuk dibuatnya.
Apa ini? Kenapa dia tiba-tiba sehangat ini padaku? Apa kami benar-benar menjadi sepasang kekasih? Dia tidak perlu seprofesional ini padaku jika ingin menutupi kasus yang sedang merebak.
.
.
.
FYI, Gedung Aoyama Geihinkan tempat pelaksanaan pesta termewah. dan gedung ini juga dipakai Reno Barak n Syahrini saat mereka menikah di Jepang