NovelToon NovelToon
Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: ade The_vie

Dhini Apriani seorang gadis cantik yang merasa dirinya titisan dewi kuan'in, bertemu dengan seorang pangeran tampan yang kadar ketampanannya diatas rata-rata lelaki pada umumnya.

Pertemuan mereka yang terjadi karena sebuah kesalahan kecil, membuat keduanya semakin hari semakin dekat.

Davin Aditya Pratama, putra seorang pengusaha sukses yang menjalin kasih dengannya. Namun sayangnya, orang tuanya telah menjodohkan dirinya dengan anak dari temannya.

Lantas bagaimana kisah cinta antara dua makhluk kasat mata itu ?

cekidot....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade The_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asoy

Kali ini Davin harus benar-benar pasrah, niatnya pengen nonton film yang romantis malah batal karena Dhini lebih memilih film kartun kesukaannya. Sepanjang film diputar Davin hanya fokus memperhatikan Dhini yang asik tertawa sambil mengunyah popcorn sang disuapi Davin.

"Lucu banget itu lho bang, liat deh" Dhini tertawa bersamaan dengan penonton lainnya sambil mengarahkan wajah Davin ke arah layar.

"Abang ketawa dong ah, kesannya kek gak ikhlas deh nonton film ini" bisik Dhini. Seketika itu Davin lalu tertawa dengan penuh semangat demi menyenangkan hatinya.

Sontak semua mata tertuju padanya, Bahkan beberapa penonton malah mencibirnya. Terang saja semua pada murka, pasalnya Davin tertawa disaat yang tidak pas.

"Abang apaan sih ah, bikin malu tuh liat pada ngeliatin kesini" ucap Dhini membekap mulut Davin.

"Kan kamu yang nyuruh abang ketawa, gimana sih. Giliran abang ketawa malah di bekap mulutnya abang, pake tangan lagi. Kalo pake bibir kamu sih abang gak akan komplen, ikhlas malah rela, beneran" jawab Davin setelah menyingkirkan tangan Dhini dari mulutnya sembari menaikkan turunkan alisnya.

Lagi-lagi dia mencoba menggoda gadis mungilnya itu, sedang yang digoda malah menutup wajahnya yang memerah karena malu.

"Woi bang, kalo mau ribut diluar sana. Ganggu orang lagi asoy aja" Ucap seorang pria disebelahnya. Davin yang mellirik ke arah mereka, melihat lipstik wanitanya sudah belepotan itu mencoba merapikan pakaiannya.

Tempat yang strategis untuk mereka memang, disudut kanan paling atas bangku penonton.

"Ck, miskin amat lo bang mau gituan disini. Gak bisa nyewa kamar lo ya" ejek Davin yang tanpa sadar memancing amarah pemuda itu.

"APA MAKSUDMU BANG, MAU APA KAU HAH ? KAU NGGAK TAU SIAPA AKU ? " emosi pemuda itu memuncak karena terganggu sedang asoy malah di ejek pula. Dia menarik kerah baju Davin dengan kasar.

"Ups santai bro, nggak usah emosian. Biasa aja nggak usah ngegas gitu ngomongnya bang" ucap Davin mencoba melepaskan cengkraman pria itu.

Kericuhan pun terjadi didalam bioskop membuat mereka berdua digiring ke pos keamanan. Dhini dan pasangan pria itu pun turut mendampingi mereka.

"Apa yang kalian ributkan sampai mengganggu kenyamanan orang lain" security mengintrogasi mereka

"Ni orang merasa terganggu sama suara ketawa saya pak, dia lagi asoy sama ceweknya nanggung jadinya" Davin buka suara.

Pria itu kembali terpancing emosi dan mencengkeram baju Davin, kepalan tangannya sudah mengarah ke wajah Davin.

"ABAAAAAANG..." teriak Dhini mendorong tubuh pemuda itu lalu menangis memeluk tubuh Davin.

"Dhini, kamu jangan nangis. Abang gak kenapa-kenapa nih lihat wajah abang masih tampan kan." ucap Davin menenangkan Dhini menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya. Security itu pun langsung menarik pemuda itu menjauh, khawatir akan terjadi keributan lagi.

Setelah masalah terselesaikan, pemuda itu berlalu pergi dengan kekasihnya tadi. Tampak jelas raut wajah kesalnya karena kejadian itu. Davin yang memang tidak mau memperumit keadaan telah memaafkannya. Mengingat bahwa hari ini dia hanya ingin bersenang-senang dengan calon istrinya.

"Ayo makan dulu Dhin, laper abang gara-gara si monyong itu tadi." Sebutan baru Davin untuk pria yang gagal asoy tadi.

Mereka memilih makanan cepat saji kesukaan Dhini, apalagi kalau bukan Chicken Crispy.

"Besok kalau abang di Jakarta, kamu jangan genit sama laki-laki lain ya. Terus ntar kalau mau belanja perlengkapan kafe minta temeni sama tante Ratih aja. Udah gitu-" ucapan Davin terhenti seketika melihat lima jari Dhini mengarah ke wajahnya.

"Stop, Dhini udah tau bang. Udah gitu nanti cari pekerja yang bantu-bantu di kafe itu perempuan jangan laki-laki. Di kampus jangan pecicilan sama laki-laki dan bla-bla-bla" semua pesan yang selalu disampaikan Davin sudah melekat di fikiran Dhini, yang tujuannya adalah untuk menjauh dari yang namanya laki-laki.

Malam itu menjadi malam yang menyenangkan untuk sepasang makhluk kasat mata itu. Setelah tadi kejadian yang menghebohkan penghuni bioskop itu selesai. Selesai makan mereka pun menuju wahana bermain.

Dhini yang paling bersemangat ingin mencoba satu persatu permainan. Davin memberikan sebuah Powercard dengan saldo setengah juta itu membuat matanya berbinar-binar saking senangnya. "Nih, kamu mau main apa aja boleh. Nanti kalau kurang abang isiin lagi saldonya."

Hampir semua permainan dicobanya, hingga saat mencoba permainan capit boneka Dhini terlihat kesal, pasalnya setelah sepuluh kali mencoba tetap saja dia gagal.

"iiis kan itu udah kena capitnya kok malah jatoh sih ah, gimana sih gak bener nih mesinnya" Dhini menendang mesin yang tak berdosa itu dengan kakinya.

"Eeeh kok malah marah-marah, itu mesinnya jangan ditendang gitu ntar marah mbak nya yang jagain lho kamu, mau ?" Davin menakut-nakuti Dhini yang celingukan takut terciduk.

"Sini coba abang yang capit, pasti dapet. Abang kan hebat." Dengan membusungkan dadanya Davin berkacak pinggang.

Percobaan pertama gagal, Dhini pun tertawa. Percobaan kedua pun tak membuahkan hasil, lagi-lagi Dhini tergelak. Percobaan ketiga dengan bacaan do'a-do'a ternyata berhasil mendapatkan sebuah boneka berbentuk love berwarna merah muda itu membuat Dhini melompat kegirangan.

"Yesss, akhirnya berhasil... Hemmm siapa dulu, Davin Aditya Pratama gitu lho." Dia kembali menyombongkan diri dengan gayanya tadi menepuk-nepuk dadany.

Dengan hati yang riang Dhini terus saja memeluk boneka barunya. Davin tersenyum mengacak rambut tunangannya itu. Rasanya semakin tak rela saja bila harus pergi darinya.

Tak terasa hari semakin malam, mereka berniat untuk pulang ke rumah Dhini. Davin memang akan menginap di rumah Dhini, tak lupa membelikan makanan untuk tante Ratih yang setia menunggu mereka di rumah.

Bersambung...

...🙏🙏🙏🙏...

1
🍒⃞⃟🦅
ganteng ganteng dikatain kang ojol🤣🤧
🍒⃞⃟🦅
Dewi kuan'in?mengingatkanku pada sun go kong 🤣🙈
🍒⃞⃟🦅
mulai tumbuh benih cinta nih😻
🍒⃞⃟🦅
gubrak dah🤣🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
mentang-mentang cogan,asal gandeng aja tuh🙄
🍒⃞⃟🦅
lain dimulut lain dihati🤣
🍒⃞⃟🦅
udah kayak nenangin bocah pake cup cup😂🤣
🍒⃞⃟🦅
haduh alasan klasik
ceritanya beneran mirip sama dunia real😂
🍒⃞⃟🦅
sudah aku duga,kelakuan mu itu membagongkan Dhini
jadi g mungkin belajar
malah nonton🤦🏻‍♀️
tapi yang penting jangan ke hal yg negatif 👍
🍒⃞⃟🦅
nyelonong aja tanpa ngejawab 🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
astaghfirullah Dhini mulutmu gak ada rem nya sama orang tua 😂🤣
🍒⃞⃟🦅
jangan bilang penulisnya salah satu korban drama Ikan terbang🤨🤣
🍒⃞⃟🦅
semangat nulisnya🤗
🍒⃞⃟🦅
karya pertama👍
penulisannya rapi tanpa ada typo
🍒⃞⃟🦅
the power of emak-emak ini mah 😂🤭
🍒⃞⃟🦅
gokil sih,pede akut🤣👍
🍒⃞⃟🦅
kalo Dhini bilang didepan kelas alasan ini yg bikin dia terlambat,auto diketawain 1kelas kamu dhini
🍒⃞⃟🦅
makanya Dhini kalo g mau kena hukum jangan terlambat🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
ciri khas dunia halu
karakter cwo yang tampannya diatas rata-rata
@🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ.⒋ⷨ͢⚤•§¢•AQILA 🦋
mampir onel pak wawan galak amat ya pasti malu bnget tuh si dini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!