NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Suasana di area dapur lapangan darurat yang semula menegang akibat perdebatan status sosial, dalam sekejap berubah total menjadi panggung komedi romantis yang teramat manis, sekaligus membingungkan bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Panggilan saling balas antara "Baby" dan "Honey" yang diluncurkan oleh pasangan palsu itu ternyata tidak berhenti sampai di situ saja.

Ketika waktu makan siang resmi dimulai, seluruh mahasiswa baru dan para mentor mengambil bagian masing-masing, duduk berbaur di atas bangku-bangku kayu panjang di bawah keteduhan pohon pinus.

Millian Vale-Knight, dengan segala arogansi dan karisma bad boy-nya, sengaja memilih tempat duduk tepat di sebelah Scarlett Langford.

Di hadapan puluhan pasang mata yang mengawasi dengan binar iri dan penasaran, kedua manusia dengan ego setinggi langit ini justru terus melanjutkan sandiwara mereka dengan tingkat kefasihan yang luar biasa alami.

"Garamnya sedikit kurang, Honey. Tapi karena ini buatan tangan indahmu, rasanya tetap menjadi sup terbaik di perkemahan ini," goda Millian dengan nada suara baritonnya yang direndahkan, melirik Scarlett dari balik kacamata hitamnya yang kini sudah dinaikkan kembali ke pangkal hidung.

Scarlett menyunggingkan senyuman manis yang paling menawan, meski di bawah meja tangannya sedang meremas kain celemeknya dengan gemas.

"Oh, benarkah, Baby? Kalau begitu, biar aku pastikan kau menghabiskan seluruh isi mangkuk ini tanpa tersisa sedikit pun."

Niat awal Scarlett sebenarnya hanyalah ingin membalas godaan Millian agar pria itu merasa risi dan berhenti mengganggunya di depan publik.

Dengan gerakan yang sengaja dibuat dramatis dan penuh perhatian palsu, Scarlett menyendok sedikit sup jagung hangat dari mangkuknya, lalu mengarahkan sendok tersebut tepat di depan permukaan bibir Millian. Ia benar-benar siap menyuapi sang pangeran Bel Air di depan ratusan pasang mata.

Melihat sendok yang teracung di depan wajahnya, Millian tidak langsung menerima suapan itu.

Pria itu justru terkekeh rendah, memundurkan kepalanya satu senti.

Di dalam benak gilanya yang selalu dipenuhi oleh pemikiran logis dan sarkastis, Millian mendadak ingin meluncurkan sebuah lelucon gurauan untuk menggoda sensitivitas Scarlett yang terkenal mandiri.

"Kalian para gadis benar-benar suka sekali dengan drama suap-menyuapi seperti ini," ucap Millian dengan nada santai, sebuah kalimat gurauan yang meluncur begitu saja tanpa disaring.

"Kalo kau menyuapiku dengan gaya protektif seperti ini, Baby... rasanya sama saja seperti kau sedang menyuapi ayah atau ibumu sendiri yang sudah renta."

Deg.

Gerakan tangan Scarlett yang memegang sendok langsung terkunci mati di udara.

Dalam hitungan satu detik, senyuman manis buatan yang sedari tadi menghias wajah cantik Scarlett lenyap tanpa sisa.

Seolah-olah ada sebuah tombol rahasia di dalam hatinya yang baru saja ditekan dengan paksa, sepasang mata indah Scarlett mendadak berubah warna menjadi kemerahan.

Lapisan air mata yang bening dan hangat dalam sekejap menggenang di sudut kelopak matanya, membuat pandangannya mendadak berkaca-kaca di bawah sengatan terik matahari siang.

Millian yang sedang menunggu reaksi ledakan amarah atau makian ketus dari Scarlett, mendadak membeku di tempat duduknya.

Menyaksikan bagaimana mata tangguh gadis di depannya tiba-tiba memerah dan berkaca-kaca, memicu hantaman rasa bersalah yang sangat dahsyat di dalam rongga dada tegap Millian.

Menyadari situasi telah bergeser menjadi sesuatu yang sangat serius dan emosional, Millian dengan cepat memajukan tubuhnya. Ia sedikit menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya di balik bahu Scarlett agar interaksi mereka tidak terlihat oleh James, Delaney, atau mahasiswa lainnya yang sedang sibuk mengobrol di ujung meja yang lain.

"Hei..." bisik Millian dengan nada suara yang sangat rendah, bergetar penuh ketulusan yang belum pernah ia tunjukkan pada siapa pun sebelum ini.

Sepasang matanya menatap lekat binar memerah di mata Scarlett dengan rasa panik yang menjalar. "Maafkan aku... Apa ada yang salah dari kata-kata yang baru saja kuucapkan? Aku... aku benar-benar tidak bermaksud buruk."

Scarlett tidak menjawab sepatah kata pun. Ia menarik napas dalam-dalam, mengedipkan matanya sekali untuk memaksa air mata yang nyaris jatuh itu kembali masuk ke dalam kantungnya.

Taring harga dirinya menolak keras untuk runtuh di tempat ini.

Namun, alih-alih menurunkan sendoknya atau memaki Millian seperti biasanya, Scarlett dengan keikhlasan yang mendalam dan gerakan tangan yang sangat lembut justru kembali memajukan sendok berisi sup itu, mendorongnya pelan hingga menyentuh bibir bawah Millian yang sedang sariawan.

"Buka mulutmu," bisik Scarlett lirih.

Melihat keteguhan dan binar memerah di mata itu, jantung Millian mendadak terasa sesak dan berdenyut nyeri.

Tanpa ada niat untuk membantah atau mengeluarkan sarkasme lagi, Millian dengan patuh langsung membuka mulutnya, membiarkan satu suapan pertama dari tangan kecil Scarlett masuk ke dalam mulutnya.

Sup hangat itu tertelan mengalir di tenggorokannya, bersamaan dengan rasa bersalah yang kian menggunung karena ia menyadari dirinya telah salah bicara secara fatal.

Scarlett kembali menyendok sup dalam porsi yang lebih kecil, mengarahkannya kembali ke depan wajah Millian yang masih menatapnya dengan pandangan penuh rasa bersalah yang tulus.

"Suapan pertama tadi... itu khusus untuk Ayahku," ucap Scarlett dengan nada suara yang sangat tenang namun bergetar pelan oleh kerinduan yang mendalam.

Millian tetap membuka mulutnya tanpa suara, menerima suapan kecil kedua tersebut dengan kepatuhan mutlak yang jarang ia tunjukkan pada dunia luar.

"Dan suapan kedua ini... ini untuk Ibuku," lanjut Scarlett, menyunggingkan seulas senyuman tipis yang teramat getir di bibirnya. "Semoga mereka berdua bisa beristirahat dengan tenang di surga sana."

Deg.

Millian Vale-Knight tersentak di tempat duduknya, sendok di tangan Scarlett perlahan diturunkan.

Otak cerdas Millian mendadak lumpuh selama beberapa detik saat mencerna arti dari kalimat pendek yang baru saja meluncur dari bibir Scarlett.

Semoga mereka tenang di surga.

Fakta itu menghantam kesadaran Millian layaknya sebuah kejutan listrik yang sangat menyakitkan.

Scarlett Langford... gadis beasiswa yang selama ini ia cap sebagai pelayan gila yang penuh tipu daya, ternyata adalah seorang yatim piatu yang berjuang sendirian di tengah kerasnya kota tanpa adanya perlindungan dari kedua orang tua.

"Oh, Tuhan... maafkan aku, Baby," lirih Millian dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa sesal yang teramat sangat, jemarinya di bawah meja bergerak, nyaris ingin menggenggam tangan Scarlett untuk menyalurkan kekuatan.

"Aku... aku benar-benar tidak tahu kalau situasi keluargamu—"

"Tidak apa-apa," potong Scarlett dengan cepat.

Dalam hitungan detik, binar memerah dan sisa-sisa air mata di sepasang mata indah Scarlett lenyap tanpa sisa, digantikan oleh kilat ketegasan dan kesinisannya yang biasa.

Taring pertahanannya kembali mencuat tegak dengan sempurna. Scarlett meletakkan mangkuk supnya ke atas meja dengan bunyi dentuman pelan, lalu menatap Millian dengan pandangan enteng yang mengejek.

"Aku sama sekali tidak memasukkannya ke dalam hati, Tuan Vale-Knight. Lagipula... aku memang sudah terbiasa memberi makan seekor kadal gurun yang tidak tahu adat sepertimu," jawab Scarlett enteng, menaikkan sebelah alisnya dengan gaya angkuh yang sangat menawan.

Melihat pembalikan emosi yang begitu cepat dari sosok Scarlett, rasa panik di dalam dada Millian perlahan surut, digantikan oleh rasa takjub yang luar biasa terhadap tingkat ketahanan mental gadis di depannya.

Pria itu menghembuskan napas panjang, lalu menyandarkan kembali punggung tegapnya pada sandaran bangku kayu, mencoba mencairkan atmosfer canggung yang sempat tercipta dengan gaya bercandanya yang khas.

"Aku benar-benar tidak tahu kalau perempuan titisan setan sepertimu ternyata bisa menangis dan memiliki air mata juga," kata Millian enteng, menyunggingkan seringai sinisnya yang biasa, meski matanya tetap meneliti wajah Scarlett untuk memastikan gadis itu benar-benar sudah baik-baik saja.

"Titisan setan?" Scarlett langsung melotot kecil, menatap Millian dengan kilat permusuhan yang berapi-api.

"Kau berani menyamakan esensi diriku yang suci dan sempurna ini dengan makhluk sejenis setan, hah?! Wah, sialan kau, bajingan arogant!"

Scarlett memajukan duduknya, mendesis pelan tepat di samping telinga Millian. "Aku bukan titisan setan, asal kau tahu saja. Mengingat bagaimana aku selalu berhasil mengacaukan ketenangan hidupmu dan membuatmu mati kutu sejak kemarin... kenapa kau tidak menamaiku saja sebagai 'Malaikat Maut'-mu, hm? Itu jauh lebih terdengar megah dan cocok untuk mengakhiri arogansimu!"

Mendengar rentetan protes tajam dan nama julukan baru yang disematkan Scarlett untuk dirinya sendiri, tawa rendah Millian kembali lolos membelah udara siang.

Ritme kedekatan di antara mereka yang penuh dengan ketegangan ini justru membuat Millian merasa sangat nyaman—sebuah perasaan asing yang belum pernah ia rasakan saat berada di dekat gadis-gadis borjuis lainnya.

Millian mengulurkan tangan kanannya, dengan gerakan santai yang sengaja dibuat sangat dekat, ia mengusap sudut bibir Scarlett yang sedikit terkena noda kuah sup menggunakan selembar tisu bersih, membuat Delaney yang mengawasi dari kejauhan langsung memekik gemas tanpa suara.

"Baby... kau ini jangan marah-marah terus sepanjang siang ini," ucap Millian dengan nada suara yang sengaja dibuat sangat manis, sarat akan intonasi seorang kekasih pelindung yang sedang membujuk pasangannya.

Millian mendekatkan wajah tampannya, berbisik tepat di samping pelipis Scarlett dengan kilat jenaka yang sangat provokatif dari balik lensa kacamata hitamnya.

"Aku tahu kau pasti sedang merasa kesal karena jatah ciuman rahasia kita tertunda akibat jadwal orientasi yang padat ini, kan? Tenang saja, Baby... aku berjanji akan melunasi seluruh jatah Ciuman kita nanti malam di depan sisa api unggun, tanpa ada yang boleh mengganggu."

What?!

Scarlett langsung membeku, tangannya yang memegang garpu melayang di udara dengan pasokan oksigen yang mendadak terasa menipis di sekelilingnya.

Janji gila tentang "melunasi jatah ciuman nanti malam" yang diucapkan Millian dengan begitu lancar di depan publik darurat ini benar-benar sukses membuat otak Scarlett mengalami korsleting untuk kesekian kalinya.

1
Mita Paramita
nih pasti sih Ana yang lagi jadi paparazi dadakan 😈😈😈
Rosdianah 🌷: hihihi author up besok lanjutan nya kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
delaney cemburu liat Scarlett jadi pacar palsu millian 🤨 itu nama Moore mungkin kah masih keluarga sama Scarlett sama sama klan moore
Mita Paramita: kirain mereka satu klan abis nama belakang delaney ada Moore ny sama kayak nama belakang nenek scarlet 🤨
total 2 replies
Mita Paramita
susahkan dapetin hati Scarlett 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Aman kata yang🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍lovestruck nih mereka
Rosdianah 🌷: semoga tetap stay dan gak bosan ya kak reader
total 1 replies
Mita Paramita
millian bisa jadi gentleman juga🤣🤣🤣🤣 buat dapetin hati scarlet
Rosdianah 🌷: hihihi 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!