NovelToon NovelToon
KUTUKAN JARAN GOYANG

KUTUKAN JARAN GOYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Bad Boy / Akademi Sihir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Alifas Yang Merumput

Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 : Sinyal Balasan Ki Demang

Di sudut lain pinggiran kota Jakarta yang pekat oleh malam, sebuah rumah Joglo tua tampak diselimuti oleh kabut misterius yang tidak biasa. Di dalam ruang tengahnya yang pengap oleh kepulan asap dupa hitam, Ki Demang duduk bersila di atas karpet beludru merahnya. Pria tua berambut panjang itu mendadak membuka sepasang matanya yang hitam legam dengan rahang yang mengeras kaku. Ia merasakan ada sebuah guncangan energi yang sangat hebat merusak salah satu simpul pelayan gaibnya di tengah kota.

Cengkeraman energi negatif Jaran Goyang yang selama seminggu ini ditanamkannya di dalam tempurung kepala Dedi untuk merusak karismanya, mendadak luntur hancur berantakan. Ki Demang bener-bener tidak menyangka bahwa ada kekuatan lain di kota besar ini yang mampu menetralisir hawa pembenci kiriman gaibnya dengan begitu bersih tanpa sisa.

"Sialan! Siapa orang yang berani mencampuri urusanku?!" geram Ki Demang, suaranya terdengar sangat parau, dingin, dan bergetar menggetarkan udara ruangan.

Ponsel lama di samping tikarnya mendadak bergetar panjang, menampilkan nama Taufik di layarnya. Ki Demang segera mengangkat telepon itu dengan emosi yang tertahan. Dari balik saluran telepon, suara Taufik terdengar sangat panik dan gemetar hebat menahan amarah.

"Ki! Bagaimana ini?! Umpan hawa negatif yang Aki kirimkan kemarin kenapa tidak bekerja?!" pekik Taufik dari seberang sana dengan nada ketakutan. "Dedi hari ini datang ke kantor dengan pembawaan yang bener-bener aneh, Ki! Dia tidak linglung, tidak stres, dan wajahnya justru memancarkan wibawa yang sangat bersih sampai membuat seluruh staf bawahan tunduk patuh kembali! Rencana fitnah laporan keuangan yang saya siapkan bisa berantakan kalau dia seberani ini!"

Ki Demang menggertakkan gigi tuanya hingga berbunyi kaku. "Tenang, Taufik! Jangan panik seperti anak kecil! Orang yang membantu Dedi di balik layar pasti adalah orang yang sama yang kemarin melepaskan sukma Sri dari belengguku. Bocah ojol bernama Bagus itu bener-bener menantang maut!"

Ki Demang mematikan sambungan telepon secara sepihak, lalu mengambil mangkuk tanah liat berisi air kembang setaman di depannya. Ia menarik napas dalam-dalam dari rokok herbalnya, mengembuskan asap putih tebal ke permukaan air, lalu mulai merapalkan sebuah mantra penyerang saraf tingkat menengah bahasa Jawa kuno dengan intonasi yang sangat cepat dan beringas.

Ia menghentakkan telapak tangan kanannya tepat di atas lantai semen rumahnya. Detik itu juga, gelombang getaran energi hitam berskala besar melesat terbang membelah kegelapan malam kota, mengarah lurus menuju ke dua titik target utama: jasad Dedi yang sedang tertidur di rumahnya, dan batin Bagus di kamar kontrakannya.

Sementara itu, di dalam kamar kontrakan sederhananya, Bagus sedang duduk bersila di atas selembar sajadah setelah menunaikan sholat Tahajud sepertiga malam. Sri tampak sedang tertidur sangat lelap di atas kasur lantai yang tipis tidak jauh di sampingnya.

DEG!

Dahi Bagus mendadak berdenyut sangat kencang, disusul oleh rasa panas menyengat yang mendadak mencoba menembus pertahanan luar jasadnya. Indra keenamnya yang sudah ditajamkan menangkap adanya hantaman gelombang gaib yang sangat beringas dari arah pinggiran kota. Namun, begitu energi hitam kiriman Ki Demang bersentuhan dengan lapisan tipis benteng spiritual yang menyelimuti tubuh Bagus, hawa negatif itu seketika lebur hancur tak berbekas menjadi debu spiritual di udara, gagal total menembus keteguhan iman pemuda tersebut.

Bagus perlahan membuka kedua kelopak matanya, sorot matanya memancarkan kilat ketenangan yang sangat matang. Ia menoleh ke arah jendela kamar yang bergetar halus ditiup angin malam yang berbau anyir tipis.

"Dukun tua itu akhirnya mulai melepaskan sinyal balasannya," bisik Bagus pelan di dalam hati, suaranya sangat tenang tanpa ada rasa takut sedikit pun.

Bagus menyadari betul bahwa serangan malam ini tidak hanya mengarah kepada dirinya, melainkan juga sedang menghantam telak sistem saraf pusat Dedi di rumahnya untuk mengembalikan kondisi linglungnya sebelum jam kerja esok hari. Bagus segera menutup kedua matanya kembali, memosisikan tangannya terbuka di atas lutut, dan mulai mengunci kefokusan batinnya untuk mengirimkan benteng ketenangan jarak jauh demi melindungi sukma Pak Dedi dari marabahaya kegelapan. Pertempuran tak kasat mata di malam sunyi ibu kota resmi memanas.

“Ketika kegelapan mulai melancarkan sinyal balasan karena murka cengkeramannya dihancurkan, jangan pernah kau biarkan imanmu goyah barang seujung kuku. Setiap gelombang hitam yang dikirimkan dengan dendam nafsu, akan selalu lebur menjadi abu di hadapan kokohnya benteng cahaya doa yang diridai oleh-Nya.”

— Sang Alifas Yang Merumput

1
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
wah mau apa tuh bagus
Wijaya Mandiri Media Studio: mau ke dukun bagus nya hehehe Semar mesem 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!