Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 25
Saat silvi dan kenath sedang beradu ucapan, tiba tiba suara keisya mengalihkan pandangan mereka.
"Mama...." Keisya menarik tangan anin.
Anin dan keisya mendekat ke arah silvi dan kenath, sementara kenath hanya menatap anin dalam dalam.
"Keisya kita ke dapur dulu ya...biar tante sama om ken bicara dulu" Ajak silvi.
"Baikk ma" Ucap keisya, Silvi memegang tangan keisya dan menuntun nya ke arah dapur.
Setelah keisya dan silvi pergi, anin mengambil posisi duduk di depan kenath... HENING... tak ada pembicaraan antara anin dan kenath.
"Mas mau minum?" Anin bertanya untuk menghilangkan suasana keheningan.
"Tidak" Ucap kenath menyilangkan kaki nya.
"Kenapa kamu tidak mengabariku jika ingin pulang?" Tanya kenath menatap anin.
"Anin tidak mau merepotkan mas" Ucap anin.
"Mas kenapa ke rumah kak silvi? apa mas ingin melihat anin?" Tanya anin.
Deg...kenath seakan bingung ingin menjawab pertanyaan yang di lontarkan anin.
"Gak usah ke PD an kau..aku ke sini karna tidak ingin citra suami ku hilang di hadapan kakak dan abang mu" Ucap kenath.
"Apa mas akan menginap di sini?" Tanya anin.
"Kau tidak pulang?" Tanya kenath balik.
"Anin ingin di sini beberapa hari...boleh?" Tanya anin.
"Satu malam saja, aku juga akan menginap di sini, besok kau pulang" Ucap kenath.
"Baik mas...apa mas mau mandi dulu?" Tawar anin.
"Emmm" Ucap kenath.
"Ikut lah" Anin mengajak kenath untuk mengikuti nya ke arah kamar.
Sampai di kamar anin menyiapkan air hangat untuk kenath dan pakaian bang revan untuk kenath pakai.
"Mas gak bawa baju ganti bukan? Pakai ini ya?" Anin meletakan beberapa pakaian di atas tempat tidur.
"Punya siapa ini?" Tanya kenath.
"Punya bang revan, tapi lihat lah, itu masih ada cap nya dan keadaan nya masih baru" Anin mengambilkan handuk di dalam lemari.
"Anin kedapur ya menyiapkan makanan untuk mas" Memberikan handuk ke kenath.
Tanpa menjawab kenath mengambil handuk dari tangan anin dan menuju ke kamar mandi. setelah kenath masuk ke kamar mandi anin langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan kenath.
❤❤❤
"Kak" Sapa anin saat sampai dapur.
"Kenath akan menginap satu malam di sini..boleh?" Tanya anin.
"Boleh...itu lebih baik..karna jika dia di sini, dia tak akan berani menyakiti kamu" Ucap kak silvi.
"Anin akan memasak untuk makan malam kak, sekalian menunggu bang revan pulang" Anin mengambil sayuran di kulkas.
"Kita akan makan bersama malam ini.. dan kakak akan bantuin kamu" Silvi bergegas untuk memotong sayuran.
Anin dan silvi mulai bertempur di dapur untuk masak malam, sementara keisya masuk ke kamar anin dan mendapati kenath yang sedang duduk sambil memainkan handpone nya.
"Om ken" Keisya menggendong kucing pemberian anin dan kenath sewaktu ulang tahun nya.
"Gadis kecil...sini" Panggil kenath meletakan handpone nya.
Keisya berlari mendekati kenath dengan megendong kucingnya.
"Ini kucing yang kemarin ya?" Kenath mengelus kucing di pangkuan keisya.
"Iya om...cantikan kayak keisya" Keisya mengelus kucing itu juga.
"Emm... (Kenath memandang keisya dan kucing itu) Benar.." Kenath mencupi pipi keisya.
"Siapa nama kucing ini?" Tanya kenath.
"Nama nya nina om" Jawab keisya.
"Kok nina? kayak lagu nina bobok aja" Kenath tertawa.
"Bukan om...om mau tau kenapa keisya kasi nama kucing ini nina?" Keisya melihat ke arah kenath.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal