Kisah seorang wanita yang di sia-siakan oleh lelaki yang paling di cintai nya.
"Tega sekali kamu Andra, aku sudah berkorban banyak sekali untuk mu, aku meninggalkan Ayah dan Ibu ku demi kamu, bahkan Ibu ku hampir bunuh diri demi kamu bisa di terima oleh Ayah ku, tapi apa balasan kamu, kamu menyakiti aku"
Indah Paramita.
"Aku tidak pernah meminta mu untuk berkorban untuk ku, Aku tidak pernah memaksa mu untuk meninggalkan orang tua mu demi aku dan aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Jadi jangan kau anggap kau hebat atas pengorbananmu, ingat! aku tidak pernah memintanya.
Andra wirawan
Lalu bagai manakah kisah selanjutnya?
Akankah Indah akan tetap mempertahankan cinta yang lama yang kini mulai menyakitinya.
Ataukah Indah lebih memilih pergi dengan mencari cinta yang baru dan meninggalkan kenangan lama yang awalnya bahagia tapi akhirnya hampa.
Ataukah Indah akan pergi namun tidak lagi percaya dengan laki-laki karena Indah sudah sangat benci dengan laki-laki karena Ia menganggap lelaki semua penghianat!
Inilah kisahnya
TALAK TIGA (Perjalanan Cinta Indah)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Kini Yeni dan Indah sudah duduk di kursi Restaurant yang di maksut oleh Yeni beberapa saat yang lalu. Keduanya sedang menunggu makannan yang tadi mereka pesan, tidak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa makanan yang tadi mereka pesan, begitu pelayan itu menata semua pesanan makanan yang mereka pesan Indah langsung melahap makanannya karena ia sudah sangat lapar dan Yeni hanya menatap bingung. Indah memesan banyak makanan dan memakannya seperti orang kesetanan.
"Indah" Yeni tidak percaya melihat Indah makan sangat lahap seperti orang lama tidak makan.
"Eum" jawab Indah ia tidak bisa bicara lagi karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Kamu sehat kan Ndah" tanya Yeni kebingungan dengan perubahan Indah sekarang.
"Apa selama nikah dia engga pernah di kasih makan sama Andra" batin Yeni.
"MaksuD kamu apa?" tanya Indah.
Belum sempat Indah menjawab pertanyaan Yeni. tiba-tiba seorang pria tinggi dan dada lebar dengan setelan kemeja yang di lipat sampai siku tangannya datang menghampiri Indah dan Yeni.
"Yeni" kata orang tersebut. Pria itu berdiri di samping Yeni.
"Pak Bimo" Yeni terkejut karena ternyata atasan Yeni orang yang memanggil namanya.
Indah tidak peduli siapa yang ada di dekat nya, Indah hanya sibuk dangan makanan di hadapannya, Yeni dan Bimo saling pandang sesaat lalu pandangan mereka menatap Indah.
Bimo terus menatap Indah kemudian menatap Yeni, Yeni hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban dia pun tidak tau.
"Bimo" Bimo mengulurkan tangan pada Indah.
Indah melihat uluran tangan itu, tapi dia bingung siapa yang mengulurkan tangan padanya ia yang sedang menunduk dengan makanan yang ia pegan dan mulut yang penuh dengan makanan segera mendongkak agar bisa melihat dengan jelas siapa orang itu.
"Bimo?" kata Indah karena ternyata itu adalah Bimo teman semasa SMA nya dulu.
"Indah?" kata Bimo karena dari tadi ia tidak melihat dengan jelas wajah Indah yang ternyata teman sekolahnya dulu.
"Wah-wah kalian saling kenal?" Yeni bingung melihat kedua orang di hadapannya itu.
"Oh, ia kita temenan dulu pas masih SMA" jawab Bimo.
"Oo" Yeni mengangguk mengerti.
Setelah itu mereka bertiga makan bersama. Ketiganya duduk makan bersama sambil bercerita masa-masa mereka sekolah dulu. Yeni hanya sesekali berbicara karena dirinya tidak mengerti dengan apa yang kedua orang itu bicarakan.
"Ndah kamu makan banyak badan engga gemuk-gemuk ya?" kata Bimo karena Indah sangat banyak makan.
"Hehehe, Oh jadi Bimo ini CEO kamu di kantor Yen?" tanya Indah.
"Bukan saya" jawab Bimo.
"CEO aku itu orang nya galak dan dingin seperti kutub utara" kata Yeni.
"Jadi kenapa kamu manggil Pak sama Bimo" tanya Indah karena ia merasa bingung.
"Aku tangan kanan Bos" kata Bimo.
"O"jawab Indah lalu melanjutkan kembali makannya.
Indah terus melanjutkan makannya ia tidak peduli dengan keadaan kanan dan kirinya hingga tiba-tiba ada seorang Nenek yang menyenggolnya di saat ia sedang sibuk makan.
Bruk!. Auw Indah meringis ia terjatuh dari kursi yang ia duduki karena Nenek itu menyenggolnya.
"Maaf ya nak Nenek tidak sengaja" kata Nenek itu.
Indah bangun di bantu Yeni lalu Indah merapikan pakaiannya karena sudah sedikit berantakan dan setelah Nenek itu minta maaf ia langgsung pergi, wanita itu terlihat sangat terburu-buru.
"Siapa yang melempar ikan ini ke muka saya!" tiba-tiba suara berat itu terdengar dari belakang Indah.
"Bos" kata Bimo.
Orang itu berjalan mendekati ketiga orang itu, kalau Yeni dan Bimo sudah sangat gemetar berbeda dengan Indah dia hanya biasa saja seperti tidak berdosa.
"Siapa tadi yang berani melempar saya dengan ini?" tanya orang itu.
"Saya Om, saya engga sengaja" jawab Indah santai.
Orang itu mengangkat tangannya sambil memperlihatkan ikan yang ada di tangannya yang tadi mengenai wajahnya.
"Maaf Om" jawab Indah lalu ia mengambil ikan yang ada di tangan lelaki itu dengan sedikit menjinjit. Dan duduk di kursi yang sebelumnya ia duduki, lalu Indah kembali melanjutkan makan yang tadi sempat terhenti.
Yeni, Bimo, dan Pria itu menatap tidak percaya dengan tingkah Indah yang makan seperti orang kelaparan.
"Yeni" Bos Yeni itu memanggil namanya.
"Ya Boss" jawab Yeni dengan cepat karna ia sangat takut dengan Bos nya itu.
"Apa dia tidak pernah maka?" Bos Yeni itu bertanya.
"Maaf Bos"kata Yeni yang merasa takut, dan ia juga tidak mengerti kenapa Indah jadi seperti itu. Indah bangun dari duduknya dan berdiri tepat di hadapan Boss Sahabatnya itu ia mendengar apa yang tadi di katakan oleh Boss Yeni itu.
"Ya Om, Bapak saya engga punya uang dan saya sudah beberapa hari tidak makan nasi dengan lauk" jawab Indah dengan sopa.
"O, Bimo" Bos itu memanggil orang kepercayaannya itu.
"Ya Boss" jawab Bimo.
"Berikan wanita ini makanan yang banyak dan biarkan selama satu minggu dia makan gratis dan bebas mau berapa porsi" kata Bos Bimo itu.
Yeni,Indah dan Bimo tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Bossnya itu, tapi Indah tersenyum dan berterima kasih.
"Makasih Om" kata Indah tersenyum tapi sayang senyumannya tidak di balas oleh orang tersebut.
"Saya tidak pernah menikah dengan Tante mu" ketus orang itu.
"EEEEEOOO" Indah sendawa karena kebanyakan makan.
"Upss" Indah menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Yeni dan Bimo saling pandang, tapi tidak dengan Bos dari kedua orang itu. pria itu hanya diam dengan wajah datar tanpa ekspresinya.
"Ingat Bimo berikan gembel ini makanan enak" kata pria dingin itu dengan angkuhnya lalu pergi meninggalkan ketiga orang itu di tempat.
"Terimakasih Boss anda sudah mengasihani orang miskin seperti saya" Indah berteriak sebelum pria dingin itu benar-benar menghilang dari pandangan ketiga orang itu.
"Kaya harta miskin hati" batin Indah.
"Indah kamu itu malu-malu in tau engga!." Yeni sudah tidak mampu lagi menahan rasa jengkelnya karena sikap Indah yang bar-bar.
"Aku masih pakai-pakaian lengkap engga perlu malu" kata Indah.
"Dan kamu Bimo awas kalau kamu bilang sama Boss angkuh mu itu siapa aku, aku cincang kamu aku kasih buat makanan buaya yang kelaparan di sungai sana" Indah mengancam Bimo.
"Iya, kamu sekarang galak banget tau dimana Indah yang lembut dan anggun dulu" kata Bimo yang merasa tidak percaya dengan kelakuan Indah sekarang.
Bimo pergi berlalu dari hadapan kedua wanita cantik itu, karena ia malas melihat tingkah Indah yang menurutnya aneh, jadi lebih baik ia pergi menyusul boss nya saja dari pada kepalanya pusing menghadapi Indah.