NovelToon NovelToon
Dua Kali Jatuh Cinta

Dua Kali Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: SAIDA VALE

Nadia mati mengenaskan akibat dikhianati. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan memindahkan jiwanya ke tubuh Chelsea Latief, gadis kaya raya yang sedang koma.

Terbangun sebagai Chelsea, Nadia tidak hanya harus mencari cara untuk menghancurkan orang-orang yang telah membunuhnya di masa lalu, tetapi ia juga harus bertahan hidup di rumah mewah yang penuh dengan konspirasi racun, sekaligus menghadapi Reynald—tunangan arogan yang tiba-tiba berbalik mengejar cintanya.

"Aku bukan Chelsea yang bisa kamu injak-injak lagi, Tuan Reynald."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAIDA VALE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Teror dari Balik Telepon

Dua hari setelah insiden pengusiran Reynald di rumah sakit, Chelsea—yang kini sepenuhnya digerakkan oleh jiwa Nadia—akhirnya diperbolehkan pulang. Sebuah mobil mewah berlogo Rolls-Royce menjemputnya, membelah jalanan kota menuju sebuah kawasan elit yang terisolasi dari hiruk-pukukan warga biasa.

Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah gerbang besi hitam yang menjulang tinggi. Begitu gerbang terbuka, pemandangan sebuah mansion megah bergaya Eropa klasik langsung menyambutnya. Rumah keluarga Latief. Tempat ini tampak seperti istana dari luar, lengkap dengan air mancur di halaman tengah dan deretan pelayan yang berdiri berbaris menyambut kedatangannya.

"Selamat datang kembali di rumah, Nona Muda Chelsea," ucap para pelayan serempak sembari membungkuk hormat saat Nadia melangkah turun dari mobil.

Nadia hanya mengangguk samar. Di balik wajahnya yang tenang, matanya bergerak liar, mengamati setiap jengkal rumah tersebut melalui sisa-memori milik Chelsea yang terfragmentasi di kepalanya. Mansion ini memang sangat indah, namun Nadia bisa merasakan atmosfer yang aneh. Di balik senyuman ramah para pelayan dan kemewahan yang menyilaukan mata, ada rasa dingin yang menusuk kulit. Rumah ini terasa seperti sangkar emas yang penuh dengan mata-mata.

Nadia berjalan menaiki tangga marmer menuju lantai dua, tempat kamar pribadi Chelsea berada. Begitu membuka pintu kamar, ia mendapati sebuah ruangan yang sangat luas, didominasi oleh warna pastel dan perabotan berlapis emas.

Nadia segera mengunci pintu kamar dari dalam. Ia mengembuskan napas panjang, melonggarkan ketegangan di pundaknya. Sekarang, setelah dia berada di tempat yang aman, waktunya untuk memulai penyelidikan.

Ia berjalan menuju meja rias besar milik Chelsea. Matanya tertuju pada laci kecil yang berada di sudut bawah meja. Berdasarkan ingatan Chelsea, sebelum gadis itu ditemukan tidak sadarkan diri akibat overdosis, dia sempat meminum segelas susu hangat yang dibawakan oleh salah seorang pelayan rumah. Chelsea mengira dia meminum obat penenang karena depresi soal Reynald, tetapi Nadia tahu ada yang janggal.

Nadia membuka laci tersebut. Di dalamnya, tersimpan sebuah botol obat penenang yang sudah kosong. Namun, saat Nadia memeriksa lebih teliti ke bagian dalam laci, jemarinya menyentuh sesuatu yang ganjil di balik tumpukan kain beludru.

Sebuah bungkus plastik klip kecil yang sudah kosong, namun masih menyisakan sedikit serbuk putih di sudut-sudut plastiknya. Nadia membawa plastik itu mendekat ke hidungnya, menghirup aromanya dengan sangat hati-hati. Bau kimia yang tajam dan sedikit aroma belerang langsung tercium.

Nadia menyipitkan matanya. Sebagai mantan wanita karier yang memiliki relasi luas di dunia medis, ia tahu betul bau ini. Ini bukan serbuk obat penenang biasa. Ini adalah zat penekan saraf dosis tinggi yang jika dicampur dengan alkohol atau senyawa tertentu dalam susu, bisa memicu henti jantung yang terlihat seperti serangan jantung alami atau overdosis.

"Jadi, tebakanku benar," bisik Nadia dingin. "Chelsea yang asli tidak mencoba bunuh diri karena patah hati. Seseorang di dalam rumah ini... sengaja meracuninya dan merekayasa kejadian itu agar terlihat seperti bunuh diri."

Gumpalan teka-teki kini mulai memenuhi kepala Nadia. Chelsea adalah pewaris tunggal seluruh kekayaan keluarga Latief setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan beberapa tahun lalu. Jika Chelsea mati tanpa memiliki keturunan, siapakah yang akan diuntungkan? Paman tirinya? Sepupunya? Atau justru ada dalang lain di luar sana?

Untuk menenangkan pikirannya yang mulai berdenyut nyeri, Nadia berjalan menuju sofa panjang di dekat jendela besar dan menyalakan televisi layar datar di hadapannya. Ia ingin mencari tahu berita tentang dunia luar, terutama tentang dirinya sendiri di kehidupan lampau.

Baru saja televisi itu menyala, sebuah saluran berita lokal langsung menampilkan tajuk utama yang membuat darah Nadia seketika berdesir hebat.

“Berita Utama Hari Ini: Kasus kematian tragis CEO muda berbakat, Nadia Kirana, yang tewas setelah melompat dari lantai lima belas gedung perusahaannya, kini resmi ditutup oleh pihak kepolisian. Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian serta surat wasiat yang ditinggalkan, polisi menyatakan kasus ini sebagai murni bunuh diri akibat tekanan depresi pekerjaan. Sementara itu, seluruh aset dan kepemimpinan perusahaan kini telah resmi diambil alih oleh sang kekasih, Tuan Baskoro…”

Di layar televisi, wajah Baskoro—pria yang telah mendorongnya dari atas gedung—tampak mengenakan pakaian hitam dengan raut wajah yang berpura-pura sedih di depan kamera para wartawan. Di sebelahnya, berdiri sang sahabat pengkhianat yang juga meneteskan air mata palsu.

Nadia mengepalkan tinjunya begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih dan hampir melukai telapak tangannya sendiri. Amarah yang membakar dadanya begitu menyiksa.

"Murni bunuh diri? Depresi?!" desis Nadia dengan suara bergetar menahan murka. "Kalian berdua benar-benar iblis! Kalian merekayasa kematianku dan merebut semua yang aku miliki!"

Tepat saat Nadia sedang dikuasai oleh badai emosi dan dendam yang membuncah, suara dering ponsel di atas meja rias mendadak berbunyi nyaring, memecah keheningan kamar yang mencekam.

Kringgg... Kringgg...

Nadia tersentak. Ia menghapus air mata kemarahan di pipinya dengan kasar, lalu melangkah mendekati meja rias. Di layar ponsel mahal milik Chelsea, tidak ada nama yang tertera. Hanya sebuah deretan nomor asing tak dikenal yang berkedip-kedip merah.

Nadia mengernyitkan alisnya. Perasaan waswas mendadak menyergap batinnya. Ia menggeser tombol hijau pada layar, lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Ia memilih untuk menunggu orang di seberang sana berbicara terlebih dahulu.

Keheningan sempat merayap selama beberapa detik di saluran telepon tersebut. Hanya terdengar suara embusan napas yang berat dan teratur dari ujung sana.

Sampai akhirnya, sebuah suara pria yang disamarkan menggunakan aplikasi pengubah suara—terdengar berat, mekanis, dan dipenuhi oleh aura kelam—terdengar berbisik dengan nada yang sangat dingin, langsung menusuk ke dalam gendang telinga Nadia.

"Sayang sekali... ternyata racun berdosis tinggi itu masih belum cukup kuat untuk membunuhmu dan mengirimmu ke neraka, Chelsea Latief."

Nadia seketika mematung di tempatnya berdiri. Jantungnya berdegup kencang, memompa darah dengan cepat ke seluruh tubuhnya. Matanya melebar menatap kosong ke arah dinding.

"Siapa kamu?!" tuntut Nadia dengan suara rendah yang tajam, mencoba menahan getaran kepanikan di suaranya.

Namun, tidak ada jawaban dari pertanyaan tersebut. Terdengar suara tawa kecil yang terdengar sangat mengerikan dari seberang telepon sebelum suara mekanis itu kembali berbisik untuk terakhir kalinya.

"Nikmati sisa hidupmu yang singkat, Nona Muda. Karena kali ini... aku sendiri yang akan memastikan kamu tidak akan pernah bisa bangun lagi dari komamu."

Tut... Tut... Tut...

Sambungan telepon itu mendadak terputus secara sepihak.

Nadia perlahan menurunkan ponsel dari telinganya dengan tangan yang gemetar. Ia menatap layar ponsel yang kini telah menggelap. Di dalam kamar mewah yang terkunci rapat itu, Nadia menyadari satu kenyataan yang mengerikan: bahaya tidak hanya mengintainya dari kehidupan lamanya sebagai Nadia, melainkan di dalam tubuh Chelsea ini pun, seorang pembunuh misterius sedang bergerak di dalam bayangan, siap menghabisi nyawanya untuk yang kedua kali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!