NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasang Cctv

Di saat semua orang tidak ada di rumah, Bayu mengajak istri serta adik dan ibunya keluar untuk jalan‑jalan. Sudah menjadi rutinitas setiap kali Bayu pulang. Hana menggunakan kesempatan itu untuk meluncur ke salah satu toko elektronik yang tidak jauh dari rumahnya. Dia hendak membeli CCTV untuk dipasang di setiap sudut rumahnya.

Dia memang cerdik, dari dulu kakaknya Farhan sudah mengingatkan untuk memasang CCTV. Untuk berjaga‑jaga jika ada kejahatan di rumah, sehingga ada bukti untuk membawanya ke jalur hukum.

" Cari apa mbak?."Tanya karyawan toko dengan ramah.

" Saya cari CCTV yang bagus, yang tinggal pasang tanpa kabel. Apa di sini ada?."Tanya Hana kepada karyawan toko.

" Ada mbak, untuk harganya bervariasi. Sebentar saya ambilkan barangnya dulu, biar mbak enak memilihnya."Seru Karyawan toko.

Tidak sampai 5 menit karyawan toko itupun sudah kembali dengan membawa 3 contoh CCTV tanpa kabel.

" Ini bisa sekalian bantu pasangin tidak? Soalnya ini kan mau diatur dulu, dan disambungkan dengan Laptop atau ponsel saya."Tanya Hana.

" Oh bisa mbak. Di rumah pakai Wifi kan?."Tanya karyawan lagi.

" Iya pakai. Saya mau yang ini 3, jadi semuanya berapa sama ongkos pasangnya."Tanya Hana.

" 4 juta lima ratus mbak. Apa mau dipasang hari ini juga?."Tanya karyawan toko itu lagi.

" Iya, mumpung rumah sepi."Jawab Hana dengan cepat.

Hana membeli sekaligus 3 buah, satu akan dia letakkan di kamar belakang, satu di dapur, dan satunya lagi di ruang tengah. Di ruang tengah bisa melihat ke segala sudut ruangan.

Dengan memasang CCTV itu dia akan mendapatkan bukti perselingkuhan Dimas dan Sintia. Sehingga suatu saat nanti mereka tidak bisa mengelak lagi.

Sesampainya di rumah, ternyata Bik Jamilah masih bersih‑bersih rumah. Hana tidak mempermasalahkannya, Bik Jamilah juga tidak akan paham dengan apa yang dilakukan Hana bersama karyawan toko tadi. Jika pun tahu, Bik Jamilah tidak akan membuka mulut soal pemasangan CCTV di rumahnya.

" Selesai mbak. Ini juga sudah terhubung sama ponsel dan laptop mbak Hana."Ucap pria yang memasang CCTV di rumahnya.

" Oh iya, terima kasih ya mas. Silakan diminum dulu, pasti haus kan." Seru Hana ramah Pria itu mengangguk lalu meminum es buah dan kue yang sudah disiapkan oleh Bik Jamilah. Tidak berlama‑lama, pria itu pun pamit, ia harus kembali ke toko.

" Mbak Hana memasang CCTV?."Tanya Bik Jamilah saat Hana membawa gelas kotor ke dapur.

" Iya Bik. Maaf, bukan karena ada Bik Jamilah di rumah ini. Hana percaya sama Bik Jamilah, Bik Jamilah tidak mungkin berbuat macam‑macam di rumah Hana. Sudah lama Hana mau pasang CCTV Bik, tapi selalu Hana abaikan. Oh iya Bik, jangan kasih tahu orang rumah kalau Hana pasang CCTV di rumah ini ya." ucap Hana sambil memegang tangan Bik Jamilah.

" Iya Mbak, saya tidak akan bilang sama mereka. Tidak ada salahnya memasang CCTV Mbak, apa lagi yang tinggal di rumah ini juga banyak. Dan ada ipar Mbak sendiri, ingat kata pepatah ‘Ipar itu maut’." ucap Bik Jamilah bisa memahami Hana.

" Terima kasih, Bik." jawab Hana lalu memeluk Bik Jamilah.

Hana kembali ke ruang tengah, ia memainkan ponselnya sambil belajar memantau CCTV lewat ponselnya.

Pesan masuk dari Vera, sahabat Hana yang sudah seperti saudara sendiri.

" Kamu sehat, Han? Kok tiba‑tiba ambil cuti sih?"

" Aku sehat Ver, cuma ingin istirahat dulu di rumah. Tidak lama kok, cuma 3 hari saja kan? Kamu kan manajer HRD pasti tahu dong."

" Syukurlah kalau kamu sehat, kalau ada apa‑apa jangan sungkan cerita ya. Oke aku lanjut kerja dulu, nanti kalau ada waktu aku mampir ke rumahmu."

" Oke."

Tanpa terasa jarum jam yang tergantung di dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore. Bik Jamilah pamit pulang, rumah sudah bersih, pakaian Hana pun sudah bersih dan disetrika semua. Hana melarang Bik Jamilah memasak, yakin keluarga di rumah itu juga sudah makan di luar.

" Ahh akhirnya sampai rumah juga. Aku sangat lelah sekali, Bu." ucap Lastri langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa diikuti yang lainnya.

Bayu masuk terakhir, sebab ia harus memasukkan mobilnya ke garasi lebih dulu. Bayu setiap kali pulang pasti membawa mobil, mobil itu bukan milik Bayu melainkan mobil perusahaan yang dipinjamkan untuk Bayu.

" Sayang, mas mandi dulu ya." ucap Bayu pamit mandi lebih dulu.

" Iya mas." jawab Sintia singkat sambil membongkar barang belanjaannya.

" Hana!!" teriak Ibu Sundari dengan lantang memanggil Hana.

Ibu Sundari ingin Hana mengambilkan minuman, ia sangat lelah dan haus sehingga untuk berjalan ke dapur pun ia malas‑malasan.

" Cih, mana sih si Hana ini? Tidak tahu apa dia ini kalau kita lelah dan haus. Seharusnya dia mengambilkan kita minuman." Ucap Ibu Sundari menggerutu karena Hana tak kunjung datang juga.

Mendengar ibu mertuanya terus menggerutu membuat Sintia tidak nyaman. Sintia pun bangkit dan masuk ke kamar menyusul suaminya. Saat sampai kamar, Sintia menyempatkan diri untuk mengirim pesan untuk Dimas.

[ Sayang, seharian ini kok tidak kirim pesan atau pun telepon? Jangan marah ya, nanti malam tunggu di tempat biasa. ]

Hanya dalam hitungan menit Dimas langsung membalas pesan Sintia.

[ Ada Mas Bayu, bagaimana kita bisa bercinta? ] Balas Dimas.

[ Itu soal mudah, tunggu Mas Bayu tidur baru kita ke kamar belakang. Jangan marah ya, aku mencintaimu sayang. ]

[ Iya, aku sudah di parkiran kantor. Aku pulang dulu. ]

[ Oke sayang. Cium. ]

Pintu kamar mandi terbuka, Bayu keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. Dulu sebelum tahu dan merasakan milik Dimas, saat Bayu baru selesai mandi seperti itu Sintia akan langsung menariknya ke atas tempat tidur. Tapi sekarang ini ia enggan melakukannya, sebab sudah tahu bedanya milik Dimas dan Bayu.

" Sayang, tumben tidak minta?." Tanya Bayu heran dengan perubahan sikap Sintia.

" Nanti malam saja ya Mas, sekarang capek banget. Aku juga sangat menginginkannya Mas, tapi sekarang capek banget." Jawab Sintia beralasan.

" Iya istriku sayang. Oh iya, kamu mandi dulu sana. Setelah mandi ada yang ingin Mas bicarakan sama kamu. Buruan mandi gih." Seru Bayu sangat lembut memperlakukan Sintia.

" Iya Mas, aku mandi dulu." Jawab Sintia dengan cepat.

Selesai memakai baju, sambil menunggu Sintia yang mandinya memang lama. Bayu pergi ke dapur untuk membuat kopi, saat keluar kamar rumah sangat sepi sekali. Para penghuni ada di dalam kamarnya masing‑masing.

" Ehh Mas Bayu. Mau buat kopi Mas?." Sapa Hana.

" Iya Han, kamu kok sudah di rumah? Mana Dimas?." Tanya Bayu ramah.

" Aku tadi tidak masuk kerja, Mas. Lagi cuti, pengen istirahat dulu di rumah. Mas Dimas masih kerja, mungkin masih dalam perjalanan pulang." Jawab Hana lagi.

Bayu memperhatikan raut wajah Hana, Hana kali ini tampak sekali berbeda. Kalimat yang dia ucapkan juga terdengar dingin, Hana tidak seramah hari‑hari yang lalu.

" Kamu ada masalah dengan Dimas? Apa yang sudah dilakukan adikku itu? Apa dia menyakitimu?." Tanya Bayu dengan serius.

" Tidak ada Mas. Emm maaf aku mau ke depan dulu, sebentar lagi Mas Dimas pulang." Ucap Hana beralasan.

Bayu tidak memaksa Hana untuk bercerita, namun dia tahu pasti sudah terjadi sesuatu dengan Hana dan Dimas.

Bagaimana ya kalau Bayu tahu istrinya berselingkuh dengan adiknya sendiri??

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!