NovelToon NovelToon
Detektif Hans

Detektif Hans

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri
Popularitas:600
Nilai: 5
Nama Author: Ashciel

Di kota London yang basah dan dingin, Hans Lorte bertahan hidup dari ketajaman otaknya. Baginya, kegaiban hanyalah alasan bagi orang bodoh yang malas berpikir.
Namun, sebuah kasus misterius memaksa Hans berhadapan dengan teka-teki paling berbahaya dalam kariernya. Tanpa saksi, tanpa tanda-tanda pembobolan, dan bukti fisik yang janggal, Hans harus berpacu dengan waktu sebelum sang pelaku menghilangkan jejaknya secara permanen.
Sebuah kisah investigasi gelap tentang obsesi, konspirasi, dan batas akhir dari akal sehat manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashciel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Denyut Nadi Baja London

Pukul 05.45 pagi.

Menara Air Pusat London menjulang membelah kabut tebal layaknya tombak baja raksasa. Asap batu bara memuntah dari cerobongnya, merayap rendah menyelimuti atap-atap Mayfair.

Hans Lorte berdiri menyandar pada pilar batu gang basah. Asap rokok gulung mengepul dari bibirnya. Mata kelabunya yang dingin menatap tajam ke gerbang besi fasilitas tersebut.

Di sampingnya, Lady Evelyn Finch membetulkan letak topi pet kumalnya. Gaun sutra mewahnya telah berganti kemeja wol kasar dan celana kargo kuli pabean. Jelaga hitam menyamarkan wajah cantiknya dengan sempurna.

"Empat pria berjas hitam bersenapan laras panjang berjaga di pintu utama," lapor Pip berbisik. Anak jalanan itu muncul dari balik tumpukan peti kayu.

Pip memeluk erat tas kain berisi artefak raksasa yang memancarkan hawa dingin. "Mereka bukan polisi, Tuan Lorte. Gestur mereka kaku... pembunuh bayaran."

"Kita tidak lewat pintu utama," sahut Hans datar. Tangan kirinya meraba anting perak bulan sabitnya.

Hans melangkah tanpa suara menyusuri dinding luar menara. Ia berhenti tepat di atas penutup gorong-gorong bundar berbahan besi tuang.

Tanpa gembok, hanya selot putar mekanis yang mengarat. Hans menekan titik tumpu engsel menggunakan tongkat jalannya.

KLEK! KRIIT...

Gorong-gorong besi terbuka. Udara panas menyengat beraroma minyak pelumas dan batu bara langsung menerjang wajah mereka.

"Jalur udara untuk ruang pompa darurat," bisik Hans menatap lorong vertikal gelap gulita. "Tiga puluh anak tangga lurus ke bawah. Turun tanpa suara."

Ketiganya menuruni tangga besi yang licin oleh embun uap secara berurutan. Udara bertekanan tinggi di bawah sana makin menghimpit paru-paru.

DUM! DUM! DUM!

Detak raksasa dari silinder mesin uap bergema memekakkan telinga. Mereka seolah merayap perlahan masuk ke dalam kerongkongan monster baja.

Sepatu boot Hans menyentuh kisi-kisi lantai besi di dasar lorong. Pendaran cahaya kemerahan dari tungku pembakaran seketika menyapu wajahnya.

Ruang pompa bawah tanah itu melingkar seluas aula katedral. Empat pipa kuningan raksasa membentang menembus langit-langit. Di tengahnya, berdiri mesin uap silinder ganda yang memompa tekanan air pusat.

Namun, langkah Evelyn seketika terhenti. Napas Pip tercekat.

Sebuah tabung kaca tebal bertahtakan ukiran kuningan The Abyssal Order menempel layaknya parasit raksasa pada katup pipa utama.

Cairan kebiruan pekat berputar liar di dalam tabung tersebut. Pendaran fosforisens yang mengerikan menerangi seluruh ruangan. Urat es merambat keluar, mengoksidasi baja pipa di sekitarnya.

"Tuhan," bisik Evelyn ngeri. Matanya menatap jarum indikator hidrolik raksasa di atas tabung.

"Mereka menyuntikkan cairan spesimen Palung Atlantik langsung ke aliran air! Tekanannya nyaris mendidih!"

Evelyn menoleh cepat pada Hans. "Jika uap yang terinfeksi ini dilepas..."

"Seluruh London masuk ke dalam retakan ruang dimensi," potong Hans dingin. "Dimana letak katup pengunci tiga tahap buatan ayah Anda?"

Evelyn menunjuk panggung besi setinggi dua meter di belakang tabung spesimen. Tiga roda pemutar kemudi baja raksasa terkunci oleh rantai-rantai yang rumit di sana.

"Saya butuh minimal tiga menit. Kombinasi putarannya harus pas agar tekanan uap turun tanpa memicu ledakan frekuensi."

"Lakukan," perintah Hans, mencengkeram erat tongkat besinya. "Jangan menoleh apa pun yang terjadi di belakang Anda."

Evelyn melompat tangkas. Ia merunduk di bawah semburan uap liar dan bergegas menaiki panggung roda kemudi. Hans dan Pip mengambil posisi siaga di dasar panggung.

Baru sepuluh detik jemari Evelyn menyentuh rantai baja...

BRAK!

Pintu baja di seberang ruangan menjeblak terbuka!

Dua penjaga bertubuh raksasa bermantel kulit dan kacamata las menerobos masuk. Satu membawa kunci inggris baja panjang, satu lagi menggenggam revolver laras ganda.

Mata penjaga ber-revolver menangkap bayangan Evelyn di atas panggung.

"Penyusup! Bunuh perempuan itu!" raungnya, membidikkan senjata lurus ke arah Evelyn.

Hans tidak diam.

Kalkulasi: Jarak 8 meter. Lintasan proyektil lurus, namun terhalang pipa uap panas.

Sebelum pelatuk ditarik, Hans menendang tuas katup pelepas uap darurat di kakinya!

WUSSSHHH!!

Semburan uap mendidih bersuhu ekstrem meledak dari pipa lantai! Tirai uap putih tebal seketika menutupi pandangan visual para penjaga.

BANG! BANG!

Tembakan revolver bergema hampa. Peluru-peluru itu bersarang sia-sia di badan pipa baja tebal, tepat di atas topi pet Hans.

Memanfaatkan kebutaan pandangan lawan, Hans melesat maju bagai bayangan.

Penjaga berkunci inggris menerjang menembus uap tebal. Ia mengayunkan senjatanya secara horizontal dengan kekuatan brutal ke arah leher Hans.

Hans merunduk mulus. Ia memutar tubuhnya, meminjam momentum dorongan lawannya.

Ujung bulat tongkat besinya dihantamkan presisi ke arah persendian lutut belakang pria raksasa itu!

KRAK!

Pria itu meraung hebat! Tulang lututnya patah seketika.

Sebelum penjaga itu ambruk, Hans menyambar kerah mantel kulitnya. Tubuh seberat seratus kilogram itu ia lemparkan lurus menghantam sang penembak revolver!

Keduanya berbenturan keras dan jatuh berguling di atas kisi-kisi besi panas. Revolver terlempar jatuh ke selokan mesin.

Penjaga kedua menggeram murka. Ia mencabut belati berburu dari sabuknya dan menerjang dada Hans!

Hans mundur selangkah dengan tenang. Tangkisannya akurat menggunakan gagang tongkat berlapis kuningan.

TRANG!

Tanpa jeda, Hans memutar ujung bawah tongkatnya menghantam telak tulang rusuk bawah pria itu.

BUK!

Pria itu terbatuk memuntahkan darah. Sayangnya fisiknya terlalu tangguh, ia kembali berdiri tegak.

Tiba-tiba, dengungan frekuensi tinggi meledak hebat dari tabung kaca raksasa di tengah ruangan!

NNNGGGGGG...

Getaran anomali 440 Hertz merobek gendang telinga. Permukaan lantai besi bergetar hebat.

Cairan pelumas, butiran batu bara, dan tetesan air di seluruh ruangan mendadak terangkat naik. Semuanya melayang mengapung di udara melawan gravitasi bumi!

"Tuan Lorte!" jerit Pip dari sudut aman. "Mesinnya! Kaca tabungnya mulai retak!"

Hans melirik cepat ke arah panggung. Roda kemudi pertama dan kedua telah berputar sempurna di tangan Evelyn.

Tapi roda baja ketiga macet total! Oksidasi karat dan es kebiruan mengunci putaran engselnya.

"Macet! Rodanya membeku!" teriak Evelyn putus asa. Urat lehernya menegang menahan dorongan balik tekanan uap dari dalam pipa.

Penjaga berbelati di depan Hans tertawa parau dengan mulut berdarah. "Sudah terlambat, Detektif. Frekuensi The Abyss mencapai puncaknya! Seluruh London akan tertelan malam ini!"

Mata kelabu Hans memicing. Rasionalitas mutlak menolak kata terlambat.

Ia mengabaikan penjaga di depannya. Hans memutar tongkat besinya dan melemparnya dengan kecepatan peluru lurus ke arah panggung!

TRANG!!

Kepala besi tongkat itu menghantam poros roda baja yang membeku tepat di engsel terlemahnya! Lapisan es kebiruan itu seketika hancur berantakan.

"Sekarang, Putar!" teriak Hans menggelegar menembus deru bising mesin.

Evelyn mengayunkan sisa tenaga terakhirnya. Roda baja raksasa yang terbebas itu diputar keras ke kanan.

KLEK... WUSSSHHH...

Klik hidrolik berbunyi nyaring. Katup pipa utama penyalur ke menara terputus seketika!

Tekanan ditarik mundur secara mekanis. Frekuensi dengungan 440 Hertz mati tercekik di tengah nada.

Medan anomali runtuh. Genangan air dan benda cair yang melayang seketika jatuh menghantam lantai besi dengan gemuruh tumpah.

BYAAARR!

Penjaga yang terperangah menatap mesin tidak menyadari pergerakan senyap Hans. Detektif itu sudah melompat gesit melintasi genangan lantai.

Satu hantaman siku telak dari Hans bersarang keras di rahangnya. Pria itu pingsan tanpa suara di atas tumpukan batu bara.

Napas Hans teratur. Mesin uap raksasa itu kini hanya berdetik pelan, kembali memompa air normal.

Hans membungkuk, memungut tongkat jalannya di dasar anak tangga panggung kemudi. Di atas panggung, Evelyn merosot terduduk menatap tuas yang turun ke angka nol.

"Anda menguncinya sesuai kalkulasi mekanis, Lady Finch," puji Hans dingin.

Namun, jeda kemenangan itu tidak bertahan lama. Ketukan sepatu kulit bergema ritmis dari lorong uap di seberang mesin.

Tuk... tuk... tuk...

Sesosok pria jangkung bersetelan jas hitam elegan dan bermantel bulu rubah melangkah pelan keluar dari bayangan gelap.

Di tangan kanannya, pria itu menggenggam kompas kuningan raksasa bersimbol The Abyssal Order. Bentuknya persis dengan artefak milik Dr. Finch.

"Kalkulasi taktis yang menawan, Tuan Detektif," suaranya mengalun halus, penuh arogansi absolut.

Lord Sterling menatap Hans dengan matanya yang memancarkan pendaran biru supranatural.

"Tetapi mematikan satu mesin pompa tidak akan banyak menolong," seringai Sterling pelan. "Apalagi ketika pusat retakan dimensinya telah membaur di hadapan Anda."

1
aefpe fp
baca novelku juga ya😄
Ashciel: terimakasih udah mampir :)
total 1 replies
Putry Chan
Hans seorang detektif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!