NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Badai Baru di Atas Awan

Setibanya hari-hari setelah pesta pertunangan megah yang mengguncang panggung bisnis ibu kota, kehidupan di Aristha Tower perlahan kembali memasuki ritmenya. Namun, aura yang melingkupi lantai teratas gedung pencakar langit itu telah berubah sepenuhnya. Aira tidak lagi dipandang sekadar sebagai asisten pribadi yang bekerja di balik bayang-bayang, melainkan sebagai calon pendamping hidup Reynand Aristha yang dihormati oleh seluruh jajaran direksi dan karyawan.

​Malam itu, di dalam ruang kerja pribadi Reynand yang hangat oleh pendar lampu warm white, Aira sedang duduk di sofa kulit sembari memeriksa berkas konfirmasi undangan pernikahan mereka yang direncanakan berlangsung dua bulan lagi. Di seberangnya, Reynand melangkah mendekat setelah menutup laptopnya. Pria itu menanggalkan jas mewahnya, melipat sedikit lengan kemeja putihnya, lalu duduk di samping Aira.

​Reynand mendaratkan kecupan lembut di pelipis Aira, merengkuh pinggang wanita itu dengan protektif. "Masih sibuk, Calon Nyonya Aristha? Ini sudah pukul sembilan malam."

​Aira terkekeh pelan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Reynand yang selalu memberikan rasa hangat dan aman. "Aku hanya memastikan semua daftar tamu dari Ibu sudah tercatat dengan rapi. Aku tidak ingin ada satu pun mitra penting keluarga Aristha yang terlewat."

​Reynand mengulas senyum tipis yang menawan. Jemari kokohnya mengelus lembut jemari Aira yang dilingkari cincin berlian warisan keluarga. "Ibu sangat menyayangimu, Aira. Bahkan akhir-akhir ini Ibu lebih sering meneleponmu dibanding memanggilku ke rumah utama."

​"Itu karena Ibu tahu kamu terlalu sibuk bekerja," goda Aira sembari menatap manik mata hitam Reynand yang pekat dan dalam.

​Namun, kedamaian manis yang mereka bangun perlahan diuji kembali. Kehidupan di puncaknya bisnis Aristha Group tidak pernah benar-benar sepi dari ancaman.

​Klek.

​Suara pintu ruang kerja yang diketuk dengan tergesa memecah suasana intim mereka. Sekretaris senior kepercayaan Reynand melangkah masuk dengan raut wajah tegang, membawa sebuah tablet dan sebuah map dokumen merah berlogo rahasia.

​"Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan CEO, Nona Aira," ujar sekretaris itu dengan nada suara yang tertahan. "Ada laporan darurat dari divisi ekspansi pasar luar negeri di Singapura."

​Reynand menegakkan tubuhnya, raut wajahnya seketika berubah serius dan dingin—kembali ke mode CEO yang sangat disegani. "Ada apa?"

​"Grup Vancorp—konsorsium investasi raksasa asal Eropa yang baru saja membuka cabangnya di Asia—secara mengejutkan membatalkan kerja sama akuisisi saham di anak perusahaan kita secara sepihak," terang sang sekretaris sembari menyerahkan berkas merah tersebut. "Dan yang lebih mengkhawatirkan... pimpinan baru dari Vancorp Asia telah mendarat di Jakarta sore ini."

​Reynand menerima berkas itu dan membukanya. Tatapan matanya yang tajam mengunci satu nama yang tertera sebagai Chief Executive Officer baru Vancorp Asia: Clarissa Vance.

​Aira yang duduk di samping Reynand merasakan perubahan sikap yang sangat drastis pada pria di sebelahnya. Otot-otot di rahang Reynand mengetat keras, dan ada kilat ketegangan yang sangat jarang Aira lihat sebelumnya.

​"Clarissa Vance..." bisik Aira pelan, membaca nama anggun namun penuh penekanan di lembar dokumen tersebut. "Siapa dia, Reynand? Apakah dia pesaing bisnis lamamu?"

​Reynand memejamkan matanya sejenak, menghembuskan napas berat sebelum membalikkan badannya menatap Aira. Sorot matanya kini diwarnai rasa cemas yang dalam—bukan takut akan ancaman bisnis, melainkan takut akan dinamika emosional baru yang bisa mengguncang hubungan mereka.

​"Clarissa adalah putri tunggal dari pemilik Vancorp," jawab Reynand dengan suara baritonnya yang dalam. "Dan dia... adalah mantan tunanganku sebelum ia pergi meninggalkan Indonesia lima tahun yang lalu untuk mengurus bisnis keluarganya di Eropa."

​Deg.

​Kata-kata Reynand bagaikan paku yang menancap pelan di dalam dada Aira. Udara di dalam ruang kerja yang mewah itu mendadak terasa begitu dingin dan menghimpit.

​Aira menatap Reynand lekat-lekat. Pria yang selama ini tampak tak tersentuh dan selalu menjadi perisai baginya, kini menyimpan kepingan masa lalu emosional yang belum pernah Aira ketahui sebelumnya. Kedatangan Clarissa Vance bukan sekadar ancaman bagi keutuhan saham Aristha Group di kancah internasional, melainkan sebuah ujian baru bagi keteguhan cinta dan kepercayaan Aira di tengah bayang-bayang wanita dari masa lalu Reynand.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!